BNNK Purbalingga Miliki Klinik Pratama

Klinik Pratama BNNK Purbalingga Diresmikan

BanyumasNews.com – Klinik pratama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Purbalingga diresmikan, Rabu (30/1/2019) di area kantor lembaga tersebut. Hadir dalam kesempatan tersebut kepala BNNK Purbalingga Istantiyono, kepala Dinas Kesehatan kabupaten Hanung Wikantono, kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brig Jend (Pol) Muhammad Nur serta para kepala BNNK di seluruh Jawa Tengah.

Kepala BNNK Purbalingga, Istantiyono mengatakan, pendirian klinik bagi BNN adalah wajib karena telah diatur. Pendirian klinik tersebut haruslah sesuai dengan tingkatan BNN yang ada di suatu daerah. Menurutnya, dengan aturan itu BNNK Purbalingga yang semula bekerja sama dengan berbagai klinik maupun rumah sakit, bergerak cepat mendirikan klinik pratama.

“Kami berterima kasih kepada klinik siloam, RSUD Goetheng Taroenadibrata dan klinik yang lain yang telah membantu kami jika ada pasien ketergantuan narkoba yang harus mendapat penanganan lebih lanjut,” katanya.

Istantiyono menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga khususnya Dinkes dan kantor perijinan yang telah membantu dalam pendirian klinik pratama yang secara kilat. Istantiyono mengaku, ijin atas pendirian klinik tersebut baru keluar 29 Januari 2019 kemarin sekitar pukul 16.00.

“Persiapannya sangat cepat bahkan ijinnya baru keluar kemarin sore. Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang telah banyak membantu atas pendirian klinik ini,” imbuhnya.

Sangat mendesaknya pendirian klinik itu diakui Istantiyono karena setiap harinya ada 5 pelajar SMP yang terjaring menggunakan psikotropika. Hal ini tentu saja memprihatinkan karena kecanduan akan obat-obatan terlarang sudah sedemikian massivenya bahkan di kalangan remaja.

Kadinkes Purbalingga, Hanung Wikantono berujar, Pemkab Purbalingga sangat berkomitmen dengan kesehatan. Sinergi yang dibangun antara BNNK Purbalingga dengan Pemkab Purbalingga sangat diperlukan guna deteksi dini penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Purbalingga. Dirinya sangat berharap langkah-langkah yang selama ini telah dilakukan bisa membebaskan Purbalingga dari jerat narkoba.

“Semoga dengan didirikannya klinik ini bisa menjadi deteksi dini penyalahgunaan narkoba dan kami harap Purbalingga akan bebas dari narkoba,” ujar Hanung.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brig Jend (Pol) Muhammad Nur dalam sambutannya memberikan saran agar Purbalingga terlepas dari jerat narkoba yang salah satunya harus mengeluarkan Perda (Peraturan Daerah) tentang narkoba. Dirinya juga merasa prihatin dengan masih banyaknya pengguna narkoba di Indonesia. Dia mencontohkan lapas Nusakambangan yang sebagian besar diisi oleh warga binaan kasus narkoba.

“Saya sarankan Pemkab Purbalingga mengeluarkan Perda tentang narkoba. Perda inikan seperti Undang-Undang sehingga gerak stake holder bisa lebih leluasa. Karena saya prihatin dengan masih banyaknya pengguna narkoba di Indoensia jadi perlu peran serta semua pihak termasuk Pemkab,” pungkasnya. (BNC/KP-4)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.