Warga Rawalo Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi Bulupayung

Ilustrasi

BanyumasNews.com – Seorang warga Rawalo dilaporkan meninggal dunia dan ditemukan mayatnya di saluran irigasi Bulupayung,  Kecamatan Kesugihan,  Cilacap, pada Jum’at (11/05/2019). Sehari sebelumnya, pada Kamis pagi diketahui korban baru saja ikut pengajian di Kesugihan.

Informasi yang dihimpun, korban bernama Juwandi (63 th), alamat Grumbul Locondong RT 07 RW 05 Desa Losari, Kecamatan Rawalo.

Kronologi ditemukannya korban,  menurut Koordinator Tagana Banyumas Ady Candra, berawal dari laporan yang diterima pada
Kamis, 10 Januari sekitar pukul 20.45 WIB oleh AIPDA Sugeng selaku BHABINKAMTIBMAS Desa Losari. Ia  mendapat telepon dari Kadus Locondong Harto yang memberitahukan jika warganya yang bernama Juwandi meninggalkan rumahnya dan sepeda motor Honda Beat Nopol R-2645-SP diketemukan di Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan.

Menindakanjuti informasi tersebut,  AIPDA Sugeng Baryadi sekitar pukul 21.15 WIB sampai di Desa Bulupayung,  di lokasi penemuan sepeda motor korban. Saat itu pula diperoleh keterangan dari H. Sidorjo, warga Bulupayung, bahwa setelah pulang mengikuti pengajian rutin di Kesugihan sekitar pukul 11.00 WIB, H. Sidorjo melihat Juwandi sedang duduk di atas sepeda motor di pinggir jalan, tidak jauh dengan jembatan irigasi, sekitar 6 meter.

Karena kenal dengan Juwandi, sempat menanyakan sedang apa duduk sendiri, dan dijawab oleh Juwandi sedang mengantar anaknya yang sedang main di rumah temannya.

“Kemudian saya pulang ke rumah, namun sekitar pukul 12.00 WIB saat akan melaksanakan shalat dzuhur di masjid saya tidak melihat lagi Juwandi berada dipinggir jalan, sedangkan sepeda motor masih berada di pinggir jalan”, kata Sidorjo seperti ditirukan Ady.

Sekitar pukul 18.00 WIB Sidorjo memberitahukan kepada anaknya yang benama Yusman. Setelah mengetahui cerita tersebut, Yusman mendatangi tempat lokasi dan mendapati sepeda motor milik Juwandi masih ada sedangkan Juwandi tidak ada.

Yusman segera memberitahukan melalui telepon kepada Imam (tetangga Juwandi) tentang penemuan motor milik Juwandi. Sehingga sampailah laporan itu ke Babinsa.

BHABINKAMTIBMAS POLSEK Rawalo mendatangi TKP dan berkoodinasi dengan POLSEK Kesugihan. Petugas berkordinasi dengan penjaga pintu irigasi Sampang untuk mengurangi debit air irigasi. Saat itu belum ada saksi yang melihat langsung apakah Juwandi jatuh ke irigasi atau tidak. Hal ini karena debit air irigasi penuh dengan ketinggian air sekitar 4 s/d 5 meter yang menyulitkan pencarian.

Setelan debit air irigasi berkurang, POLSEK Rawalo, KORAMIL Rawalo, POLSEK Kesugihan bersama warga masyarakat melakukan pencarian. Juwandi ditemukan masih di dasar irigasi dengan posisi ada besi yang melekat di badan.

Jenazah kemudian diangkat dan diperiksa petugas PUSKESMAS I Kesugihan. Setelah pemeriksaan jenazah, POLSEK Rawalo, TAGANA dan TRC IKB RAPI membawa jenazah ke pihak keluarga. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.