Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan ke BPJS Kesehatan, Ini Caranya

Solahudin Kepala BPJS Kesehatan Purbalingga

BanyumasNews.com – Sesuai Perpres No 82 Tahun 2018, bayi yang baru lahir wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan, yakni  harus didaftarkan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Aturan tersebut mulai berlaku Selasa (18/12/2018), berlaku bagi setiap bayi lahir yang orang tuanya mempunyai JKN-KIS.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor BPJS Kesehatan Purbalingga Salohuddin Kamis (27/12/2018). Solahuddin mengatakan bayi yang baru lahir wajib didaftarkan paling lama 28 hari sejak kelahirannya. Dan keberadaan JKN –KIS nya langsung aktif, tidak menunggu sampai 14 hari.

Ditambahkan,  apabila terjadi keterlambatan pendaftaran maka preminya akan tetap dihitung sejak bayi tersebut lahir. Kepesertaan JKN KIS Bayi menyesuiakan dengan kepesertaan orangtuanya, jika kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) maka kepesertaan bayi juga PBI.

Jika orangtuanya tidak mempunyai JKN KIS, lanjut Solahuddin, bayi yang didaftarkan disamakan dengan JKN KIS Mandiri (Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU). Sehingga proses verifikasi sampai 14 hari kalender.

Salohuddin juga mengatakan masyarakat bisa menggunakan pendaftaran secara online yakni dengan mengunduh aplikasi Mobile JKN di Play Store. Aplikasi tersebut memberikan kemudahan akses dan pelayanan yang optimal bagi peserta.

“Melalui aplikasi ini, peserta dapat mengakses beragam informasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan secara cepat dan mudah, dimanapun dan kapanpun,” ujarnya. (BNC/PI-2)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.