Ini Kereta Tambahan Sambut Libur Natal dan Tahun Baru

kereta api, kereta
ilustrasi

Kesiapan PT KAI Daop 5 Purwokerto Sambut Liburan Nataru 2018-2019, Ada Berapa Kereta Tambahan?

BanyumasNews.com – Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019, KAI telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan Liburan Nataru, seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 18 hari yakni mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

Seperti diketahui pada hari biasa, KA keberangkatan / berakhir di Daop 5 Purwokerto ada 26 KA, sedangkan KA dari Daop lain sebanyak 54 KA. Dan perjalanan KA barang sebanyak 34 KA. Total perjalanan KA dalam 1 hari sebanyak 114 KA di Daop 5.

Pada Nataru 2018/2019 ini, menurut rilis Humas KAI Daop 5, ada tambahan perjalanan KA sebanyak 8 KA pemberangkatan / berakhir di Daop 5, yaitu :
– KA Purwojaya tambahan relasi Cilacap-Kroya-Gambir PP
– KA Sawunggalih tambahan, relasi Kutoarjo-Pasarenen PP
– KA Kutojaya Utara tambahan relasi Kutoarjo-Pasarenen PP
– KA Kutojaya Selatan, relasi kutoarjo-kiaracondong Bandung PP

Selain itu, juga ada perjalanan 18 KA tambahan yang melewati wilayah Daop 5 Purwokerto, yaitu :
– KA Argo Lawu fakultatif, relasi solo-gambir PP
– KA Argo Dwipangga fakultatif, relasi solo-gambir PP
– KA Taksaka pagi tambahan, relasi Yogya-Gambir PP
– KA Taksaka malam tambahan, relasi Yogya-Gambir PP
– KA Gajayana tambahan, relasi malang-gambir PP
– KA Lodaya tambahan, relasi Solo-Bandung PP (2 x)
– KA Pasundan tambahan, relasi surabaya-kiaracondong Bandung PP
– KA Mataram Premium relasi Lempuyangan – Pasarenen PP.

Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun, dengan melibatkan lebih kurang 2.011 personil, terdiri dari pekerja di Daop 5 Purwokerto dan bantuan personil dari TNI/POLRI.

Untuk personel keamanan, sejumlah 427 orang tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta.

Dari aspek prasarana, Daop 5 bersiap siaga untuk daerah-daerah rawan bencana alam. Di wilayah Daop 5 Purwokerto, mendeteksi sebanyak 15 titik rawan banjir / longsor, karena kondisi daerah yang sebagian berbukit dan sungai. Untuk itu, Daop 5 sudah menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, danbalat siaga lainnya di 20 lokasi yang telah ditentukan, termasuk menempatkan penjaga daerah rawan di 5 titik sepanjang jalur antara Maos-Banjar beserta Tim flying gank (unit reaksi cepat). Selain itu, juga ada tambahan penjaga perlintasan KA extra, di 11 lokasi yg dipandang ramai dan rawan. (BNC/nan)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.