Birokrasi Desa: Perdes Tidak Boleh Mencantumkan Sangsi

Sekdes mengikuti Peningkatan Kapasitas

BanyumasNews.com – Peraturan Desa (Perdes) tidak boleh menampilkan dan mencantumkan sangsi apabila Perdes terindikasi dilanggar oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kabid Pemerintahan dan Administrasi Desa Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga, Budi Santosa, saat memberikan materi pada acara peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan Desa se-Kabupaten Purbalingga, Selasa (4/12/2018) di obyek wisata Pancuran Mas Purbasari, Purbayasa Kecamatan Padamara.

Budi mengatakan, Perdes tidak semestinya mencantumkan sangsi-sangsi. Hal itu dikarenakan, sesuai tata urutan perundang-undangan di Indonesia, sangsi-sangsi atas pelanggaran aturan hanya berhenti pada Peraturan Daerah (Perda). Dia mencontohkan di suatu Desa mengatur jangka waktu pembayaran PBB (pejak Bumi dan Bangunan). Maka tidak boleh memberikan sangsi apabila ada keterlambatan pembayaran PBB.

“Jika ada keterlambatan pembayaran PBB, biar itu urusannya Perda. Karena Perdes memang tidak diatur untuk memberikan sangsi-sangsi,” kata Budi.

Dia menambahkan, aparatur pemerintah Desa harus sering mensosialisasikan peraturan yang ada di Desa seperti Perdes, keputusan kepala Desa dan lainnya. Menurutnya, jika suatu peraturan telah diundangkan dalam lembaran Desa, maka seluruh warga Desa dianggap tahu atau dalam bahasa hukumnya adalah fiksi hukum.

“Jangan sampai terjadi seperti yang dulu-dulu. Ada orang menebang phpn mati untuk kayu bakar ternyata aturan melarang untuk menebang itu dan yang bersangkutan dijatuhi hukuman. Mungkin karena ketidaktahuan, tetapi di depan hukum selama orang jiwanya sehat ya dianggap tahu,” imbuh Budi.

Budi juga menuturkan, perlunya sinergitas antara Desa satu dan Desa lainnya untuk merumuskan bersama Perdes serta aturan lain. Itu dimungkinkan apabila potensi Desa satu dan yang lain sama serta memiliki letak geografis yang berdekatan. Diketahui, acara tersebut diikuti oleh para Sekdes (Sekretaris Desa) yang ada di Kabupaten Purbalingga.

“Monggo untuk bekerja sama antara satu Desa dan yang lain. Karena bisa saja Desa yang letaknya berdekatan memiliki potensi yang hampir sama,” pungkasnya. (BNC/KP-4)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.