Gadget Bisa Jadi Narkotika Lewat Mata?

BanyumasNews.com – Gadget (gawai) ternyata bisa menjadi penyebab Narkolema (Narkotika Lewat Mata). Hal tersebut disampaikan Wiwin Kusmartadi, saat memberikan materi di depan kader TPPKK Kabupaten Purbalingga, Rabu (5/12/2018), di Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Wiwin mengatakan Narkolema, lebih spesifik konten pornografi, bisa merusak otak karena menyebabkan kecanduan. Menurutnya, susunan otak bisa rusak karena kecanduan pornografi yang akibatnya bisa sangat merusak generasi bangsa.

“Menurut penelitian, orang yang kecanduan pornografi mempunyai otak yang sama dengan orang yang pernah mengalami benturan kepala akibat kecelakaan,” kata Wiwin.

Wiwin menambahkan, Narkolema akibat pornografi bisa saja diakibatkan karena orang tua terlalu membebaskan anak-anaknya dalam menggunakan gadget tanpa adanya pengawasan. Dia mengimbau agar orang tua jangan langsung menuruti anaknya yang menangis ketika meminta gadget.

“Saya pernah menemui anak yang di bawah satu tahun sudah bisa membuka youtube sendiri. Jika hal ini dibiarkan tanpa adanya pengawasan, itu bisa menjadi pintu awal Narkolema,” imbuhnya.

Wiwin kemudian memberikan saran kepada kader PKK yang hadir untuk tidak panik dan marah frontal kepada anak ketika anaknya terindikasi kecanduan pornagrafi. Marah secara membabi buta kepada anak justru akan menutup komunikasi pada anak yang justru akan menambah persoalan.

“Jangan marah secara frontal pada anak. Memang mengecewakan ketika kita tahu anak kecanduan pornografi. Tapi jika anda marah, pintu komunikasi dengan anak akan tertutup,” ujar wanita yang juga menjadi dosen itu.

Mencari Waktu Yang Tepat

Dalam melakukan komunikasi dengan anaknya, orang tua harus mencari waktu yang tepat untuk saling bicara dan memberikan nasehat kepada anak bahwa pornografi adalah suatu yang tidak baik. Orang tua bersama anak harus mencari solusi bersama guna memecahkan masalah tersebut dari hati kehati.

“Orang tua harus berbicara secara halus kalau pornografi adalah suatu yang negatif. Dalam rumah tangga juga pasti ada peraturan, nah kalau ada pasti ada punishment (hukuman). Hukuman mungkin bisa berupa penyitaan Hp atau pembatasan akses Intetnet. Yang penting damping dan awasi,” pungkasnya. (BNC/KP-4)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.