Mahasiswa ITT Telkom Tenggelam di Curug Bayan, Kampus Adakan Upacara Pemakaman

BanyumasNews.com – Mohammad Aldi Prayogi (18 th) mahasiswa ITT Telkom Purwokerto, asal Barito Selatan Kalimantan Selatan, tenggelam di Curug Bayan Grumbul Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Korban ditemukan sudah meninggal dunia Minggu (2/12/2019) pukul 16.50 WIB.

Komandan Tagana Banyumas Heriana Ady Chandra mengatakan kronologi kejadian, pada Minggu (2/12) pukul 15.30 WIB telah terjadi orang tenggelam. Korban sedang mandi bersama temannya Pratama Bagus Septianto (18 th) dan Ahmad Khairol Maulidi (19 th). Korban dan kedua temannya mahasiswa ITT TELKOM Purwokerto.

“Saat ketiganya sedang berfoto di Curug Bayan, nahas bagi Muhammad Aldi Prayogi, dia terpeleset di Curug tersebut. Kedua temannya berusaha menolong, namun tidak kuat,” katanya.

Setelah mendapat laporan, pengelola Curug Bayan melaporkan kejadian ini ke Polsek Baturraden dan mengubungi Tim Tagana Kabupaten Banyumas untuk melakukan pencarian. Poksek Baturraden bersama Tagana, Pramuli Kwarcab Banyumas, RAPI, Perhutani, F PRB Kotayasa melakukan proses pencarian, sekitar pukul 16.50 WIB korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas I Baturraden untuk di Visum oleh Petugas Puskesmas dan Inafis Polres Banyumas. Setelah diperiksa tidak ditemukan tanda penganiayaan,” katanya.

Korban selanjutnya dibawa ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah RS. Margono Soekardjo oleh Linmas Inti dengan Ambulance Pemuda Pancasila.

Kampus ITT Adakan Sholat Jenazah

Sementara itu,  Rektor ITT Telkom Ali Rokhman dikutip mengatakan
akan dilaksanakan Sholat Jenazah dan Pemakaman Almarhum Muhammad Aldi Prayogi (asal Barito Selatan, Kalimantan Tengah) pada Senin, 3 Desember 2018, Pukul 08.30 WIB, Tempat di Masjid Syifa’ul Qolbi dengan Imam P. Imam Sugiarto.

Evakuasi jenazah mahasiswa ITT Telkom tenggelam di Curug Bayan

Sedangkan pemakaman pada hari Senin, 3 Desember 2018, sekitar pukul 12.30 WIB, tempat pemakaman Kelurahan Pancurawis, Purwokerto Selatan. (BNC/pars/ist)

1 Comment

  1. Innalillahi wainnalillahirojiun. semoga semua pihak, masyarakat, pengelola obyek wisata menjadikan pelajaran berharga. cukup sekali saja mengundang korban!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.