Bagaimana Mengenalkan Pancasila kepada Generasi Milenial?

Seminar Kebangsaan MPR Disesaki Mahasiswa UMP

BanyumasNews.com – Ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memenuhi Aula AK Anshori, Gedung Rektorat lt. 3 UMP, pada Sabtu (24/11/2018). Mereka mengikuti Seminar Kebangsaan bertajuk Tantangan Demokrasi Pancasila di Era Millenial.

Seminar Kebangsaan dihadiri langsung oleh Sekertaris Jendral MPR RI Dr. Ma’ruf Cahyono, S.H, M.H sebagai keynote speaker, dengan dua nara sumber yakni Dr. Anjar Nugroho, Wakil Rektor Bidang Akademik UMP dan Prof. Dr. H. Tukiran Taniredja, Guru Besar PKn UMP.

Rektor UMP Dr. Syamsuhadi Irsyad mengatakan, kemajuan teknologi informasi menghadirkan generasi muda dengan karakter unik yang sering disebut generasi milenial.
“Saya percaya, hadirnya generasi milenial bisa membawa kemajuan asalkan mereka memahami serta melaksanakan nilai-nilai Pancasila secara baik,” ungkapnya.

Menurutnya, Pancasila harus didekatkan pada generasi milenial ini dengan pendekatan yang interaktif dan menarik. Nilai – nilainya sama, caranya saja yang lebih adaptif.
“Kami yakini Perguruan Tinggi khususnya UMP bisa menjadi fasilitator untuk mengenalkan Pancasila dan nilai luhur ke -Indonesia-an pada mahasiswa,” tutur Syamsuhadi Irsyad.

Kampus adalah tempat lahirnya pemimpin bangsa, metode pertemuan ilmiah seperti ini, menurut Rektor akan meningkatkan wawasan para mahasiswa untuk mengenalkan nilai – nilai Pancasila lebih mendalam di era Millenial.
“Seharusnya Demokrasi Pancasila, secara umum prinsipnya dijiwai oleh sila keempat Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rektor berharap kerjasama MPR RI dengan UMP bisa dirutinkan.

“Saya berharap kerjasama MPR RI dengan UMP bisa diprogramkan secara rutin, seperti halnya UMP dengan KPK RI, kami sudah berkomitmen akan mengadakan kerjasama dalam bentuk pertemuan ilmiah pembicara dari KPK RI secara terpogram,” ungkapnya.

Ma’ruf Cahyono

Sekertaris Jendral MPR RI Dr. Ma’ruf Cahyono mengatakan, generasi millenial itu harus menjadi suatu kelompok sasaran yang utama dan prioritas. Menurutnya generasi millenial adalah generasi yang akan meneruskan perjuangan bangsa Indonesia, untuk mengisi kemerdekaan dalam mewujudkan tujuan negara sebagaimana termaktub dalam pembukaan undang-undang dasar.

“Sehingga di Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini, kita selenggarakan bagaimana memahamkan kepada generasi milenial tentang demokrasi Pancasila di era sekarang. Saya kita ini nilai-nilai yang sangat luhur, dimana demokrasi Pancasila kita berbeda dengan demokrasi demokrasi yang di anut oleh negara lain,” ungkapnya.

Sementara itu dalam pemaparannya  Dr. Anjar Nugroho memaparkan Riset yang dilakukan oleh Boston Consulting Group (BCG) bersama University of Berkley tahun 2011, menjelaskan ciri-ciri generasi millenial.

“Millennial lebih percaya User Generated Content (UGC) daripada informasi searah. Mereka lebih memilih ponsel ketimbang TV, wajib memiliki media Sosial, kurang suka membaca secara konvensional, tidak loyal tetapi bekerja efektif, dan banyak melakukan transaksi secara cashless,” ungkapnya.

Dijelaskan, karakter politik generasi millenial memiliki sifat cenderung apatis, tidak mempunyai loyalitas buta, sangat terbuka dengan tawaran-tawaran rasional, menyalurkan aspirasi politik secara non-konvensional, memiliki sikap yang berubah-ubah dan tidak percaya dengan iklan politik, lebih percaya testimoni orang lain.

Kontribusi kaum millenial dalam demokrasi diantaranya yaitu, menjamin keterbukaan informasi publik melalui media sosial, pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. Kelompok penekan (pressure group) yang efektif, dan kelompok independen penentu.

Masa depan demokrasi Indonesia, tambah Anjar, selain kiprah generasi millenial akan sangat menentukan, bisa dilakukan dengan memperbaiki demokrasi dengan berdemokrasi. “Pemimpin buruk akan ditinggalkan, dan partai medsos sebagai alternatif penyalur aspirasi,” pungkasnya. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.