Bagaimana Siswa Sekolah Mengantisipasi Bencana

TAGANA BANYUMAS FASILITASI SIMULASI BENCANA GEMPA BUMI SMP NEGERI 2 WANGON

BanyumasNews.com – SMP Negeri 2 Wangon menyelenggarakan kegiatan Simulasi Bencana Gempa Bumi pada hari Jum’at (16/11/2018), yang diikuti oleh 900 siswa dan Wali Kelas Siswa Kelas VII, VIII dan IX serta seluruh Dewan Guru dan Staf Tata Usaha.

Kepala SMP Negeri 2 Wangon Sunarko, S.Pd mengatakan, tujuan diselenggarkan simulasi ini sebagai bentuk pemahaman dan memberikan pengetahuan bagaimana cara menyelamatkan diri ketika gempa bumi. Kemudian bagaiamana keluar dari ruang kelas, memberikan pemahaman kepada Guru dan Wali Kelas ketika pembelajaran berlangsung kemudian terjadi gempa bumi.

“Guru dan Wali Kelas harus bisa mengarahkan siswa keluar dari ruang kelas ketika terjadi gempa dengan tenang dan tidak panik, apalagi SMP Negeri 2 Wangon bangunannya bertingkat, tentunya Guru dan anak – anak harus memahami dan mengetahui kemana mereka harus melewati lorong dan turun dari tangga lantai 2 menuju ke tempat terbuka” pungkas Sunarko.

Peserta simulasi diberikan materi tentang Pengetahuan Kebencanaan, Teknik Menyelamatkan Diri ketika diruang kelas, Jalur Evakuasi dan Titik Kumpul serta Pertolongan Pertama bila rekannya ada yang terjatuh, histeris dan terluka.

Instruktur kegiatan berasal dari TAGANA Kabupaten Banyumas dan PRAMUKA Peduli KWARTIR Cabang Banyumas. Dalam pelaksanaan Simulasi unsur PMR dan Dewan Penggalang SMP Negeri 2 Wangon dilibatkan untuk melakukan upaya pertolongan dari ruang kelas, evakuasi dari ruang kelas menuju ke Titik Evakuasi Sementara sebelum bantuan lanjutan datang.

PMR dan PRAMUKA sengaja dilibatkan mengingat mereka sering mendapatkan dan melakukan praktek pertolongan Pertama serta memiliki kapasitas untuk melakukan pertolongan pertama. Selain itu mereka berada di lingkungan sekolah langsung, sehingga mereka dapat segera melakukan pertolongan kepada rekannya. Simulasi ini sekaligus upaya dari mitigasi becana diantaranya melakukan pemetaan denah sekolah, membuat jalur evakuasi kemana arah mereka keluar, menyusun protap pembagian siswa kelas VII. VIII dan IX keluar turun dari tangga bagian mana ketika gempa terjadi khususnya siswa yang ruang kelasnya ada dilantai 2.

“Kami tentunya sangat berterimakasih diberi kesempatan berbagi pengetahuan untuk Keluarga Besar SMP Negeri 2 Wangon, Simulasi seperti ini sangat penting diberikan kepada anak – anak sejak dini, agar mereka mampu melakukan penyelamatan diri. Setidaknya setelah simulasi ini dilakukan, mereka mensosialisasikan kepada keluarga dirumah, sehingga minimal ada 900 keluarga yang siap selamat ketika bencana terjadi. Semoga langkah dari SMP Negeri 2 Wangon bisa menjadi contoh bagi Sekolah lain untuk melakukan kegiatan seperti ini. Karena bencana tidak bisa dicegah, namun bisa kita minimalisir dampaknya, minimal kita mengurangi resikonya. Apalagi Gempa Bumi, bencana ini sama sekali tidak dapat diprediksi, bisa kapan saja terjadi, sehingga kita pupuk keswaspadaan sejak dini” pungkas Koordinator TAGANA Kabupaten Banyumas, Ady Candra sebagai Koordinator Instruktur kegiatan.

“Saya sangat berterimakasih atas ilmu yang telah diberikan kepada kami. Kami jadi mengetahui bagaimana teknik menyelamatkan diri pada saat bencana gempa terjadi pada waktu kami sedang belajar mengajar, kami jadi tahu kemana kami harus berkumpul ketika sudah keluar dari ruang kelas dan kami jadi tahu kemana jalur evakuasi khususnya ruang kelas yang berada di lantai 2, sehingga ketika kami keluar tidak saling bertabrakan sesama teman” tutur Vira pesera Simulasi. “Intinya kami dilatih jangan panik dan tergesa – gesa ketika keluar ruang kelas. Guru dan Wali Kelas mengarahkan kami untuk keluar dari ruang kelas” pungkas Vira.

Di Kecamatan Wangon, potensi bencana yang pernah terjadi adalah Angin Puting Beliung pada bulan Februari 2018 di Desa Klapagading dan Desa Klapagading Kulon, serta beberapa wilayah rawan bencana tanah longsor. Disaat musim kemaraupun, ada beberapa desa yang mengamali kekeringan sehingga harus di drop air bersih dari BPBD Kabupaten Banyumas. (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.