Sri Pamekas, 34 Tahun Lestarikan Seni

BanyumasNews.com – Sri Pamekas sudah 34 tahun bergelut di dunia seni, melestarikan kesenian di bawah payung sanggar seni “Sari Ratri” di Desa Meri, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut terungkap saat pagelaran seni sanggar “Sari Ratri” di Desa tersebut, Sabtu (10/11/2018).

Sri Pamekas sudah sejak 1984 ikut membesarkan sanggar seni “Sari Ratri”. Dia mengatakan seni harus diperkenalkan kepada generasi muda, agar mengenal dan ikut melestarikan budayanya. Diakui Sri Pamekas, melestarikan budaya di zaman sekarang membutuhkan perjuangan yang tidak ringan.

“Kami berkarya di sanggar ini guna melestarikan budaya. Tujuannya agar generasi muda mengenal dan ikut melestarikan agar tidak punah,” kata Sri Pamekas.

Dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yang telah mendukung keberlangsungan sanggar seni itu. Terlebih di tahun 2003, bupati kala itu Triyono Budi Sasongko, membantu segala kebutuhan sanggar sehingga sanggar itu bisa bertahan sampai hari ini.

“Dulu Pak Triyono yang membantu segala kebutuhan sehingga kami bisa bertahan. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang telah mendukung acara ini, khususnya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga,” imbuhnya.

Plt. Kepala Dindikbud Purbalingga, Subeno yang mewakili Plt. Bupati Purbalingga sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan sanggar seni “Sari Ratri”. Dia berujar, Kecamatan Kutasari diberi waktu khusus yaitu dua kali penyelenggaraan pentas seni guna menghormati dan mengapresiasi kiprah 34 tahun sanggar itu didirikan.

“Kecamatan lain hanya sekali. Tapi khusus untuk Kutasari dua kali karena konsistensinya melestarikan seni dan budaya,” pungkasnya. (BNC/KP-4).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.