Peringati Hari Pangan Sedunia, Banjarnegara Gelar Festival Kuliner Mocaf


Ketahanan pangan adalah kondisi ketersediaan bahan pangan atau pangan secara terus menerus dengan harga terjangkau, bahan dasar pangan itu merupakan produk impor walaupun diolah sendiri. Sedangkan kemandirian pangan merupakan kondisi ketersediaan bahan pangan dan pangan secara terus-menerus, bahan pangan itu merupakan hasil produksi pertanian dalam negeri dan diolah sendiri menjadi bahan pangan atau pangan dengan harga terjangkau.

Jika bahan pangan itu gandum, rakyat Indonesia jelas-jelas baru mempunyai ketahanan pangan terhadap gandum, berhubung ketersediaan gandum selalu ada, tak pernah kosong di pasaran dan harganya pun terjangkau. Berhubung tanaman sorgum penghasil bahan dasar tepung gandum tak bisa dibudidayakan di negeri beriklim tropis, Indonesia harus mengimpor gandum. Kesimpulannya, rakyat Indonesia belum mempunyai kemandirian pangan bahkan sama sekali tak akan pernah mempunyai kemandirian pangan terhadap gandum.

Kebutuhan konsumsi komoditas bahan pangan gandum sampai hari ini masih relatif tinggi. Merilis data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat total impor gandum Indonesia selama tahun 2016 mencapai 10,53 juta ton, meningkat 42 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 7,4 juta ton. Nilainya pun naik 15 persen menjadi US$$2,4 miliar dari tahun sebelumnya US$ 2,08 miliar.

Gandum dari Australia terbanyak didatangkan, pada tahun 2016 tercatat 3,5 juta ton. Sedangkan gandum Ukrania 2,5 juta ton. Gandum juga didatangkan dari Kanada, Bulgaria, Amerika Serikat, Modova, Uruguay dan Rusia.

Agar Indonesia mempunyai kemandirian bahan pangan tepung, siasatnya bahan pangan gandum yang berbahan baku biji sorgum harus tergantikan oleh Mocaf (Modified Cassava Flour) yang berbahan dasar singkong. Tak ada kata terlambat untuk budayakan konsumsi Mocaf.

Jika telah mencapai kemandirian pangan terhadap bahan pangan tepung karena budaya konsumsi Mocaf telah tercapai, maka pemerintah Indonesia akan lebih hemat cadangan devisa negara.

Mendirikan industri pengolahan singkong menjadi Mocaf dan prodak-prodak turunannya bagai sekali mengayuh dayung tiga dua pulau terlampaui. Alih-alih meraih kemandirian pangan dan hemat cadangan devisa negara, juga dapat menyerap ledakan angkatan kerja sebagai keniscayaan bonus demografi 2020-2030.

Industri pengolahan singkong jadi Mocaf mengolah bahan baku dari hulu sampai hilir, timbulkan banyak nilai tambah dan sangat padat karya. Behubung perlu banyak stok singkong, para petani singkong pun jadi punya jaminan beli dan jaminan harga hasil tanamannya.

Jika industri pengolahan Mocaf dapat didirikan secara besar-besaran di Banjarnegara, maka bisa menjadi resep cespleng untuk turunkan angka kemiskinan.

Festival Kuliner Mocaf dalam rangka Hari Pangan Sedunia yang akan diadakan pada 11/10/2018 di alun-alun Banjarnegara, semoga merupakan salah satu rintisan untuk dirikan industri pengolahan singkong menjadi Mocaf dan prodak turunannya secara besar-besaran di Banjarnegara. (Hari Widiyanto)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.