SDN Panembangan Juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Provinsi

BanyumasNews.com – Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh SD Negeri Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Meski sekolah tersebut berada jauh dari kota, bahkan terletak di lereng Gunung Slamet, warga sekolah dapat mewujudkan pola hidup bersih dan sehat dilingkungan sekolah.

Mereka berhasil menyabet juara pertama dalam lomba sekolah sehat di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sehingga sekolah yang dipimpin oleh Poppy Andhi Utami S.Pd itu berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah maju lomba yang sama di tingkat nasional.

Kepala SDN Penembangan Poppy Andhi Utami S.Pd mengaku menjadi juara dalam lomba bukanlah tujuan utama. Menurutnya dimana dirinya berada, ingin membuat sekolah menjadi nyaman, indah, bersih dan lingkungannya kondusif untuk proses belajar-mengajar anak-anak.

“Yang lebih penting adalah pembentukan karakter anak, agar memiliki gaya hidup bersih, sehat dan cinta lingkungan. Saya ingin meluluskan anak-anak yang tidak hanya bagus dalam akademik, tetapi juga yang berkualitas dan berkarakter,” katanya Selasa (6/11/2018).

Pihaknya saat ini terus mempertahankan apa yang sudah bagus dan terus mempersiapkan untuk maju di tingkat nasional.
“Kami menilai bahwa adanya Lomba Sekolah Sehat mendorong masyarakat untuk berusaha mewujudkan sekolah yang sehat, dan membangun kebiasaan untuk berperilaku sehat di lingkungan sekolah. Hal ini perlu terus dilakukan untuk menyelamatkan anak-anak bangsa dari berbagai ancaman penyakit,” tambahnya.

Sementara itu Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Dimyati, S.Pd menjelaskan bahwa bukanlah hal yang mudah merubah kebiasaan siswa berpola hidup bersih dan sehat termasuk membuang sampah pada tempatnya.

“Upaya itu memerlukan waktu lima tahun lebih, agar para siswa menghargai lingkungan terutama dalam hal membuang sampah pada tempatnya, dapat memilah sampah organik, an organik dan sampah berbahaya” katanya.

Dimyati mengatakan kebiasaan tersebut sudah dicontohkan oleh Kepala sekolah, para guru dan penjaga untuk merubah kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan peduli dengan keindahan lingkungan. Awalnya setiap mau pelajaran ada waktu 10-15 menit untuk melihat lingkungan, apabila ada sampah untuk dimasukan di tempat sampah ataumelihat rumput di pot untuk segera mencabuti.

“Semula mereka terlihat keberatan, namun setelah kebiasaan itu sudah membudaya, maka apabila ada warga sekolah yang terlihat mebuang sampah sembarangan akan diingatkan oleh siswa, karena mereka telah merasakan manfaat kebersihan dan keindahan,” tambahnya.

Dimyati menambahkan bahwa tanaman yang ada disekolahnya 80 persen merupakan tanaman siswanya. Karena ada kebiasaan siswa menanam dan merawat tananam disekolah, termasuk membuat taman taman agar mereka memunyai tanggung jawab memelihara.

Gilang dan Agung Siswa kelas 5 mengaku senang dan bersyukur bahwa sekolahnya bisa menjadi juara sekolah sehat tingkat propinsi. Dia mengaku ikut andil dalam menjaga kebersihan dengan memilah-milahkan sampah organik dan an organik juga ikut menanam pohon di sekolahnya. (BNC/prs)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.