Museum Pangsar Soedirman Dilengkapi Tank Tempur AMX 15

Obyek wisata edukasi Museum Pangsar Soedirman dilengkapi tank tempur AMX 15

BanyumasNews.com – Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas terus menambah daya tarik Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman, yang berada di Karanglewas, Purwokerto. Kini mulai ada penambahan koleksi dua buah tank AMX-13.

Satu peralatan tempur ini mulai dipasang pada landasan komplek museum pada Rabu (31/10/2018) dan satunya lagi akan tiba Kamis (1/11/2018) sore.

Kepala Dinporabudpar Asis Kusumandani mengatakan, ada dua jenis tank AMX-13 yang dipajang di Museum Pangsar Soedirman. Pemasangan pertama untuk tank kosong tanpa meriam yang digunakan sebagai perbekalan angkutan dan mengangkut korban. Pada hari kedua, Kamis (1/11), akan dipasang tank yang memiliki canon atau meriam.

“Setelah pemindahan ini selesai, tank masih perlu ada perbaikan dan pengecatan. Setelah satu minggu seluruh prosesnya selesai dan siap dibuka untuk pengunjung,” katanya.

Museum Pangsar Soedirman Purwokerto

Menurutnya, keistimewaan tank yang diproduksi pada 1952-1987 ini selain jenisnya yang ringan juga lebih mudah pemeliharaannya.

Di masa lalu, kendaraan tempur seberat 137 ton kosong dan 143 ton siap tempur ini digunakan untuk membantu kegiatan operasi di daerah rawan serta efektif untuk membantu pertahanan.

“Dua buah tank ini merupakan sumbangan TNI Angkatan Darat sebagai komitmen usai gelaran Latihan Sinergitas Taruna Wreda (Latsitarda) di Purwokerto, tiga tahun lalu,” katanya.

Pengelola Museum Pangsar Soedirman, Hasto Wisnu Prabowo mengatakan, penambahan dua koleksi tank ini menjadi salah satu fasilitas pendukung kelengkapan museum. Alat perang ini akan membantu penikmat wisata sejarah dan edukasi untuk membayangkan perjuangan militer Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan.

“Kami juga mendapatkan koleksi baru berupa 25 pucuk senjata ringan dari Kodam IV Diponegoro yang diserahkan melalui Detasemen Peralatan IV/1 Purwokerto,” kata Hasto.

Penambahan koleksi ini diharapkan dapat meningkatkan minat wisatawan terutama pecinta sejarah. Untuk menambah daya tarik, Pemkab Banyumas akan menambah sejumlah fasilitas antara lain foodcourt, open stage, play ground, ampiteater, gasebo pandang, toilet, mushala, dan fasilitas lainnya.

”Kami juga sangat terbantu dari kunjungan mahasiswa dan sekolah-sekolah. Mereka memiliki program khusus seperti napak tilas Jenderal Soedirman, dan wisata edukasi”, tambahnya.

Hasto juga mengajak kepada para guru untuk dapat menjadwalkan wisata edukasi di Musium Pangsar Sudirman Purwokerto. Selain murah juga dapat meningkatkan rasa memiliki dan meningkatkan rasa nasionalisme melalui pengenalan tokoh nasional.

“Tiket hanya Rp. 3.000,- dibandingkan wisata lain pasti lebih murah disini,” pungkasnya. (BNC/pars)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.