Temuan Sumur Mendidih di Bantarsari Cilacap, Ini Penjelasan Ahli Geologi Unsoed

Sumur mengandung gas di Bantarsari Cilacap (FB Puguh Supono)

BanyumasNews.com – Penemuan sumur mengandung gas di petak 27 Dusun Gayamsari, Desa Rawajaya, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah menggegerkan warga dan viral di media sosial mulai hari ini Senin (8/10/2018).

Semburan air di sumur tersebut jika disulut dengan api akan menyala. Seperti diperlihatkan akun facebook Puguh Supono pada Senin (8/10/2018) sore.  “Mohon jangan diminum atau untuk cuci muka, mbok mengandung zat beracun. Nunggu diteliti team terkait”, pesan Puguh.

Ahli geologi yang juga Ketua Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, UNSOED Purwokerto, Siswandi Kastari, ST., MT. mengatakan lokasi temuan tersebut secara geologi masih berhubungan dengan sistem rawa belakang (back swamp) dari Segara Anakan dan dataran banjir dari Cungai Citandui.

Siswandi Kastari, Ketua Jurusan Geologi FT Unsoed

Siswandi yang merupakan Pengurus Pusat IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) 2017-2020 Bidang Kebencanaan dan Konservasi Lingkungan dan anggota MGEI (Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia) lebih lanjut mengatakan
walaupun saat ini merupakan dataran kering, tetapi di bagian bawah terdapat lapisan endapan rawa yang kaya akan kandungan zat organik. “Endapan yang kaya zat organik ini mengalami penguraian (decomposition) yang bisa menghasilkan gas-gas organik CH4/ Gas Metana; CO; CO2, HS, H2S, dan lain-lain)”, katanya.

Ditambahkan,  endapan rawa berupa lumpur yang mengandung gas-gas organik tersebut bisa saja muncul kepermukaan karena perbedaan tekanan, bisa juga hanya karena pengapungan (buoyancy). Lumpur dan gas-gas tersebut keluar bisa melaui rekahan tanah atau bagian yang lemah dari tanah, dan muncul di permukaan sebagai semburan lumpur. “Dalam geologi disebut dengan istilah Mud Volcano”, terangnya.

Kemunculan Mud Volcano bisa terjadi baik di musim kemarau pun di musim penghujan. Hanya saja saat musim kemarau fenomena Mud Volcano ini menjadi mudah teramati.

“Manfaat yang bisa diambil dari adanya Mud Volcano ini adalah, adanya gas methana (CH4). Gas methana bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk keperluan rumah tangga dan industri kecil”, terang ahli geologi kelahiran Cirebon itu.

Ia menjelaskan adanya bahaya yang mungkin muncul dari keberadaan kandungan gas rawa lainnya (CO; CO2; H2S & HS). Karenanya ia menyarankan tindakan sbb:

a. Lokasi diamankan untuk bisa diambil manfaatnya dan dihindari bahayanya,
b. Saran pemanfaatan agar dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pemkab dan dinas terkait. Ini merupakan potensi EBTK (Energi Baru dan Terbarukan).
c. Perlu survey Seismic dangkal (Strata box), pemboran, dan Analisa TOC (total organic contents) dan analisa gas biogenik, Untuk bisa menghitung potensi gas biogenik yang ada di daerah tersebut. (BNC/ae)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.