Kopi Khas Purbalingga Jadi Buruan di Festival Gunung Slamet

Kopi Jadi Incaran Pengunjung FGS IV di Kampung Dodolan

BanyumasNews.com – Kopi, minuman yang banyak dinikmati oleh masyarakat, ternyata paling dicari oleh pengunjung Festival Gunung Slamet (FGS) ke IV, tepatnya di Kampung Dodolan. Apalagi kopi ini disajikan langsung oleh para pegiat kopi khas Purbalingga, dinikmati sembari melihat pemandangan Gunung Slamet dari Rest Area Lembah Asri Serang.

Kopi yang ditawarkan merupakan kopi khas Purbalingga, yakni kopi sigotak dari Siregol, kopi kendil dari Sirandu, kopi Kertanegara, kopi Arabica Gunung Malang dan masih banyak jenis kopi lainnya. Kopi Purbalingga ini bisa ditemukan di salah satu stan yang disediakan oleh panitia FGS IV untuk pegiat kopi Purbalingga.

Dengan adanya stan yang disediakan untuk para pegiat kopi, mampu menjadi wadah memperkenalkan kopi khas Purbalingga kepada para pengunjung FGS yang datang dari berbagai wilayah.

Kepala Bidang UMKM pada Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto, dari seluruh gelaran UMKM yang dijajakan di Kampung Dodolan FGS Tahun 2018 yang paling mendominasi penjualannya ialah  kopi.

“Paling dicari itu kuliner artinya mereka (pengunjung, Red) berburu makanan dan minuman yang unik, kalau baju kurang diminati. Justru kopi yang cukup mendominasi untuk penjualannya,” kata Adi.

Kampung Dodolan di FGS

Di setiap event, kehadiran kopi Purbalingga memang sudah menjadi tradisi. Ada tiga stan kopi yang menyajikan kopi khas Purbalingga. Hal ini tentunya berdampak baik bagi pelaku usaha kopi untuk bisa mempromosikan kopi khas Purbalingga.

“Pelaku-pelaku kopi di sini sudah sadar bahwa mereka memang harus aktif untuk melakukan promosi di kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Adi menjelaskan, Kampung Dodolan pada FGS ini menjadi wadah penting bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga untuk turut serta mempromosikan dan memasarkan produknya. Sehingga pengunjung yang datang dari luar kota maupun dari Purbalingga sendiri dapat mengenal produk-produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM Purbalingga.

Di Kampung Dodolan FGS Tahun 2018, panitia menyediakan 40 stand yang digunakan oleh para pelaku usaha mempromosikan dan memasarkan produk-produknya. 40 stand ini rupanya masih belum cukup untuk menampung produk-produk milik pelaku UMKM.

“Mungkin panitia harus  menyediakan tempat yang lebih luas lagi karena dari teman-teman kami (pelaku UMKM, Red) banyak yang tidak mendapatkan stand, jadi akhirnya pada titip produk dan segala macem, padahal mereka juga ingin sekali buka stand secara mandiri,” terang Adi.

Ada beragam produk yang ditawarkan di Kampung Dodolan mulai dari konveksi, tas, fashion, makanan kering, batik, aneka kuliner dan masih banyak produk-produk yang lainnya. Pada saat week end nanti juga dimungkinkan akan banyak pengunjung yang memadati dan menyerbu Kampung Dodolan yang berlangsung selama empat hari dari 27 hingga 30 September.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya mendekati weekend yang paling rame sabtu dan minggu kalau kamis dan jumat tidak begitu tapi puncaknya mulai sabtu dari pagi sampai malam hari dan dilanjutkan pada hari minggu,” ungkapnya. (BNC/PI-7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.