Mengapa Penting Mahir Berbahasa Indonesia


BanyumasNews.com – Kemampuan tentang kebahasaan sangat penting bagi guru dan mahasiswa calon guru. Karena hal tersebut berguna bagi kedua profesi ini menjalankan tugasnya. Tanpa kecakapan dalam berbahasa Indonesia maka komunikasi yang dilakukan seringkali mengalami hambatan.

Untuk itu Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar diseminasi pedoman dan acuan kemahiran kebahasaan yang diselenggarakan di Ruang Sidang Gedung Rektorat UMP, Kamis, (27/9/2018), dikuti sedikitnya 60 peserta yang terdiri dari guru, mahasiswa, dan umum.

Kepala Balai Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Drs. Tirto Suwondo, M.Hum dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Rektor, Wakil Rektor serta jajaran UMP yang telah bersedia menerima untuk bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

“Latar belakang acara ini merupakan tugas dari unit Direktorat Jendral Utama yaitu pendidikan dasar dan menengah. Badan Pengembangan dan Pembinaan hadir dalam acara ini selaku perwakilan dari Jawa Tengah yang khusus menangani masalah pengembangan dan pembinaan perlindungan bahasa dan sastra provinsi Jawa Tengah,” katanya.

Ia mengatakan, secara umum balai bahasa memiliki 3 tugas pokok, pertama pengembangan, kedua pembinaan, dan ketiga perlindungan. Ketiganya sudah diatur dalam PP Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pembinaan, Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra Indonesia serta di atur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009.

“Tugas pengembangan yang ada di Indonesia sebenarnya yang ditangani adalah substansinya, yaitu substansi kebahasaan dan kesastraan. Sedangkan tugas pembinaan dan perlindungan sebenarnya lebih tertuju pada orang atau pengguna,”kata Tirto.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan yang dilanjutkan oleh sub bidang pedoman dan acuan misalnya pernyusunan buku-buku panduan dan acuan seperti kamus, ensiklopedia, pedoman penyusunan soal pedoman revitalitasi, pedoman konservasi, dan bersangkutan pula dengan tata bahasa baku Bahasa Indonesia.

“Acara ini betujuan untuk memberikan informasi tentang apa yang dikerjakan oleh Pusat Pengembangan, sedikit banyak harus diberitahukan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan harapan mendapat umpan balik dan masukan. Oleh karena mendapat hasil yang maksimal, Balai Bahasa harus bekerja sama dengan instansi termasuk Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Dr. Jebul Suroso dalam sambutan sekaligus membuka acara memberikan apresiasi sangat positif dengan terselenggaranya acara tersebut.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi khususnya pada teman-teman kami di prodi PBSI (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) yang sudah menyambut keinginan dan kepentingan Badan Bahasa pada acara diseminasi hari ini,” kata Dr. Jebul.

Wakil Rektor mengatakan, komitmen Bahasa Indonesia merupakan suatu hal yang diunggulkan di UMP, maka acara tersebut akan dikembangkan dengan sosialisasi pada audiens yang lebih luas.

“Dengan demikian diharapkan derajat Bahasa Indonesia tidak kalah dengan bahasa asing yang mudah-mudahan tidak kita temukan di sini, nanti bahwa orang lebih bangga dengan bahasa asing daripada Bahasa Indonesia,” tutup Jebul.(BNC/mut/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.