Pengajian Ust Wijayanto di Cilacap Dihadiri Ribuan Pengunjung

Tabligh Akbar Pekan Muharam BDI Pertamina RU IV Dihadiri Ribuan Warga Cilacap.

Banyumasnews.com – Pekan Kegiatan Muharam atau PKM 1440 H, Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina RU IV, diawali dengan menggelar tabligh akbar bersama Ustadz Wijayanto dari Yogyakarta yang dihadiri ribuan masyarakat Cilacap. Kegiatan yang dilaksanakan di lapangan sepak bola Donan di depan Head Office Pertamina RU IV itu dihadiri Bupati Cilacap bersama pejabat daerah lainnya serta Managemen, pekerja dan keluarga RU IV.

Pada momen tabligh akbar itu, Pertamina RU IV kembali memberikan bantuan CSR berupa pembangunan tiga Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) di sekitar operasional Kilang RU IV dengan total nilai bantuan sebesar Rp320juta. Bantuan tersebut diserahkan oleh GM RU IV, Bupati Cilacap dan Ketua BDI Pertamina RU IV didampingi Unit Manager Communication & CSR RU IV kepada masing-masing penerima manfaat sesaat sebelum tabligh akbar dimulai.

Dalam sambutannya, Djoko Priyono GM RU IV mengatakan bahwa PKM 1440 H merupakan bentuk kontribusi perusahaan terhadap pembinaan kerohanian masyarakat sekitar. Disamping itu PKM merupakan ajang penyaluran kegiatan positif pekerja, keluarga dan masyarakat sekitar RU IV. Sejumlah kegiatan akan digelar seperti lomba pawai ta’aruf, dai muda dan mewarnai. “Kemudian dilanjutkan dengan lomba hafalan Al Quran, kaligrafi dan panahan. Rangkaian kegiatan yang dimulai Jumat malam tersebut akan berakhir Minggu pagi”, kata Djoko.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji saat menyampaikan kata sambutan mengatakan, Pemkab Cilacap mengucapkan terima kasih dan menyambut baik acara yang digagas BDI Pertamina RU IV Cilacap.

Ustad Wijayanto dalam tausiyahnya mengatakan melalui momen tahun baru hijriyah 1440 mengajak ribuan masyarakat Cilacap yang hadir untuk hijrah menjadi lebih baik dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Ustad yang suka humor ini tidak ingin bangsa Indonesia terpecah belah akibat pilpres dan pileg yang akan berlangsung tidak lama lagi.

“Jangan sampai masyarakat terpecah belah hanya gara-gara mendengar berita-berita di media sosial”, ajak Ustadz Wijayanto.  (BNC/nan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.