Nasi Nyangku, Makanan Tradisional yang Mulai Ditinggalkan

Workshop Kehumasan Pramuka Sajikan Nasi Nyangku

Ada yang beda pada kegiatan workshop kehumasan yang digelar oleh Bidang Humas dan Abdimas Kwarcab Banyumas. Selain bertempat di Gedung DPRD Banyumas makanan yang disajikan pun unik yaitu nasi nyangku.

Wakil Ketua Bidang Humas dan Abdimas Agus Nur Hadie mengatakan pihaknya sengaja menyajikan nasi nyangku, mengingat nasi nyangku yang pernah menjadi tradisi itu mulai ditinggalkan. Selain itu daun nyangku punya peranan penting dan nilai historis sebagai alat pembungkus, sebelum digusur oleh plastik dan kertas.

“Nasi nyangku biasanya terdiri dari nasi putih dengan sayur oseng daun pakis atau kulit melinjo, sambal dan teri atau ikan asin, tetapi bisa juga pesan sesuai dengan selera” kata Agus.

Agus sangat mengapresiasi Pokdarwis yang terdiri orang-orang yang kreatif, inovatif, dan berani untuk menginisiasi masyarakat lainnya untuk kembali mempopulerkan nasi nyangku.

“Kami ikut mendukung kreasi mereka dengan cara memesan nasi nyangku. Selain untuk menjaga tradisi yang pasti nyangku ramah lingkungan,” katanya.

Khalimatul Aliyan dari Saka Bakti Husada mengaku belum pernah melihat nasi nyangku.

“Bentuk kemasannya unik, membuat penasaran. Walaupun menu hampir sama tetapi sensasinya luar biasa. Semoga terus bisa dilestarikan,” katanya.

Makan nasi nyangku

Hal yang sama disampaikan Anggoro Wicaksono dari SMK Bina Taruna Purwokerto dan Endang Ngudi Haryati dari SDN 1 Saudagaran yang mengaku belum pernah melihat nasi nyangku. Keduanya menilai nasi nyangku unik dan antik.

“Semoga nasi nyangku sebagai salah satu makanan khas Banyumas akan kembali di kenal,” kata Endang. (BNC/pars)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.