Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMP: Lulusan Ciptakan Lapangan Pekerjaan

BanyumasNews.com – Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2018 sebesar 5,06 (Badan Pusat Statistik, 2018), pertumbuhan ekonomi tersebut belum mampu meningkatkan tersedianya lapangan pekerjaan. Hal ini karena ketidak seimbangan antara jumlah pencari kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan atau kemampuan penciptaan lapangan kerja masih dibawah normal.

Pengangguran tidak hanya untuk mereka yang mempunyai pendidikan rendah, berdasarkan data Menristek Dikti, pengangguran sarjana per maret 2018 sekitar 630.000 sarjana, sarjana selain harus bersaing dengan mesin berbasis tekonologi tinggi juga harus bersaing dengan tenaga kerja asing yang akhir akhir ini berbondong bondong datang ke NKRI.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyadari dengan minimnya lapangan pekerjaan menjadi problematika terkait ekonomi dan bisnis, diperlukan perubahaan pola pikir untuk tidak mencari pekerjaan tapi justru menciptakan lapangan pekerjaan. Alumnus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), telah mampu menjawab tantangan zaman. Mereka telah menciptakan lapangan pekerjaan di tengah masyarakat yang dirasakan masih kurang. FEB UMP menjadi garda depan untuk meningkatkan gerakan wirausaha di Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Dekan FEB UMP Akhmad Darmawan SE, Msi. FEB UMP merupakan salah satu fakultas yang paling gencar meneriakkan semangat entrepreneur. Semangat ini bahkan benar-benar diimplementasikan dalam sejumlah mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswanya. “Targetnya, tahun 2020 FEB akan menjadi Fakultas yang Unggul, Modern, dan Islami serta berjiwa entrepreneur secara total. FEB UMP tidak hanya mencetak calon pengusaha murni namun mengarahkan calon pegawai profesional memiliki jiwa entrepreneur yang inovatif, pantang menyerah dan kerjasama,” ungkapnya.

FEB UMP berkembang begitu pesat dengan mengedepankan profesionalisme, integritas yang bertujuan untuk menciptakan lulusan terbaik sehingga mampu bersaing di era globalisasi. “Perkembangannya, tidak hanya sebatas jumlah mahasiswa yang selalu meningkat tiap tahunnya, tetapi kualitas SDM dan sarana prasarana memadai juga semakin lengkap. Fasilitas pendukung untuk kegiatan belajar mengajar, seperti perpustakaan dan ruang baca, laboratorium komputer dan perangkat yang mendukung dalam setiap kelas.

Ahmad Darmawan, Dekan FEB UMP

Di era revolosi industri 4.0, FEB berkomitmen menciptakan lulusan dengan kompetensi yang mumpuni. Untuk mendukung hal tersebut, Menurut Dekan FEB UMP Akhmad darmawan, SE., M.Si. telah mendesai kurikulum sesuai dengan tuntutan dunia bisnis dan dunia kerja, melakukan berbagai kegiatan yang mendukung kompetensi dan SKP, kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negri serta Instansi pemerintahan. Kerjasama dengan perguruan tinggi diluar negri untuk pertukaran Dosen dan Mahasiswa serta double degree dengan Perguruan tinggi di Korea Selatan yaitu Dong A University, Wooshok University, perguruan tinggi di Malaysia untuk pertukaran Dosen dan KKN inetr nasional serta magang yaitu UPSI, IIUM, Petronage University, Khon Khaen Tahiland, serta, Pangasinan State University Philipine.

“Kedepan kita akan mengembangkan prodi baru S1 untuk Ilmu Ekonomi Islam, dan manajemen pariwisata, sementara untuk S2 sudah melahirkan Magister Manajemen dan akan membuka S2 sekaligus S3 Akuntansi. Diusulkan 2018,” katanya.
Dijelaskan, untuk program FEB UMP ke depannya, di tahun 2018 ini akan terus mengembangkan SDM yang lebih mumpuni. Upaya yang dilakukan FEB UMP dalam mengembangkan sumber daya manusia dengan cara mengirimkan para dosen untuk mengikuti studi lanjut, menyelenggarakan seminar atau lokakarya untuk para dosen dan mahasiswa atau studi banding ke universitas atau lembaga lain, serta mengundang pakar berkelas nasional maupun internasional.

Kurikulum di FEB UMP secara lokal lebih menekankan pada mata kuliah Kewirausahaan. Jumlah SKS mata kuliah kewirausahaan FEB UMP lebih banyak dibandingkan fakultas ekonomi di perguruan tinggi lain. Di kampus lain ada 2 sampai 3 SKS sedangkan FEB UMP memberikan 12 SKS full praktik untuk materi kewirausahaan, jadi mahasiswa langsung merasakan bagaimana rasanya menjadi entrepreneur. FEB UMP juga semakin gencar dalam memprogramkan para mahasiswa bisa mengikuti lomba akademik di luar UMP, dan menjadikan organisasi kemahasiswaan sebagai rujukan studi banding Perguruan Tinggi lain.

Lebih lanjut Darmawan menambahkan bahwa pengajaran dan pembelajaran di FEB UMP didukung oleh kualitas dan kuantitas kuliah, sebagian besar dosen FEB merupakan lulus dari berbagai perguruan tinggi luar biasa (dalam dan luar negeri).

FEB UMP terus berbenah untuk meningkatkan kualitas dibidang Tridarma Perguruan Tinggi, hal ini dibuktikan dengan terakriditasinya prodi AkuntansiS1 dan Prodi manajemen S1 dengan akreditasi A. Untuk diketahui, FEB UMP didirikan pada tanggal 1 Juni 1995 bersama Fakultas Perikanan, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Teknik. Menjadikanya salah satu Fakultas pertama yang didirikan setelah perubahan bentuk dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Purwokerto menjadi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. (BNC/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.