BUMDes Wisata Patemon Belajar ke Umbul Ponggok

Kembangkan BUMDes Wisata, Pemdes Patemon Belajar ke Umbul Ponggok

BanyumasNews.com –¬†Berawal dari semangat warga untuk mengembangkan destinasi wisata di Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat beserta sejumlah calon pengelola BUMDes melakukan studi banding ke Umbul Ponggok Klaten dan ke Kampung Flori Kabupaten Sleman, Senin (3/9/2018).

Kunjungan juga didampingi Sekretaris Bappelitbangda Purbalingga, Siswanto, S.Pt, M.Si dan Kabid Pariwisata Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si.

Kepala Desa Patemon, Hartato mengatakan pihaknya memilih kunjungan ke Umbul Ponggok karena pengelolaan BUMDesnya sangat berhasil. Setidaknya, Pendapatan per tahun dari BUMDes Ponggok memcapai Rp 13 miliar dari sembilan PT (Perseroan Terbatas) dibawah pengelolaan BUMDes. Sementara kunjungan ke Kampung Flori Sleman, karena destinasi itu mirip akan dikembangkan di Patemon.

“Di Desa Patemon, potensi yang melimpah berupa sumber daya air dan agro. Kami juga menyiapkan lahan sekitar 13, 5 hektar aset desa untuk pengembangan wisata tersebut,” kata Hartato, Senin (3/9/2018).

Bumdes Patemon studi banding ke Umbul Ponggok

Hartato mengatakan aspek manajemen yang dipelajari meliputi aspek kelembagaan, aspek manajemen usaha, penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga BUMDes, Peraturan desa pendukung BUMDes, administrasi kelembagaan, administrasi keuangan, permodalan, kerjasama dengan pihak ketiga serta mekanisme evaluasi dan monitoring.

“Kami memang baru merencanakan pendirian BUMDes, dengan berbagai jenis usaha, diantaranya usaha pariwisata,” kata Hartato.

Kabid Pariwisata Dinporapar Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan pengembangan potensi di Desa Patemon untuk pariwisata sangat prospektif. Potensi itu antara lain sumber daya air yang melimpah, kebun buah, kerajinan sapu, home industri knalpot, perikanan, peternakan dan sebaigainya.

“Dari hasil diskusi awal, daya tarik yang akan disiapkan berupa menggabungkan wahana air, penginapan ala desa, kuliner sawah dan museum pertanian. Namun, destinasi ini masih mungkin dikembangkan dengan munculnya ide dan saran dari pihak konsultan”, kata Prayitno. (BNC/PI-7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.