Tantangan Mahasiswa Baru Sebagai Generasi Muda Milenial

BanyumasNews.com – Perkembangan teknologi informasi berbasis digital memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap perilaku para mahasiswa saat ini. Khususnya mereka yang dikategorikan sebagai generasi milenial. Ini tantangan bagi mahasiswa baru sekaligus sebagai generasi milenial.

Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. H. Syamsuhadi Irsyad M.H menantang mahasiswa baru untuk merubah citra mahasiswa sebagai Generasi Muda Milenial.

“Saya tantang, buktikan bahwa kalian adalah generasi berbeda yang akan berprestasi lebih baik di tingkat nasional maupun internasional melalui unit kegiatan mahasiswa yang ada,” kata rektor dalam Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Bhineka di UMP, Senin (27/8/2018).

Ia mengajak mahasiswa baru untuk merubah citra mahasiswa sebagai Generasi Muda Milenial yang tidah hanya dipandang sekedar bermain sosial media tanpa makna, berkumpul dengan teman tanpa arti, berorganisasi tanpa tujuan, Kuliah pulang – pergi tanpa manfaat.

“Jadi seorang mahasiswa tidak sekedar diukur dari dia pandai secara teori saja. Tetapi harus memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara baik. Berogranisasilah, kalian semua akan mendapatkan kedua hal tersebut, dan Berprestasilah dalam organisasi tersebut. Itulah gambaran mahasiswa yang pintar dan aktif organisasi yang lulus tepat waktu dan berprestasi,” katanya.

Menurut rektor, tantangan ke depan persaingan dunia kerja sangat ketat. “Rocky Gerung pengamat dan akademisi mengatakan bahwa ijazah itu tanda anda pernah sekolah. Bukan tanda anda pernah berpikir. Seorang mahasiswa tidak sekedar diukur dari dia pandai secara teori saja. Tetapi harus memiliki kemampuan berpikir dan bertindak secara baik,” ungkapnya.

Rektor UMP membuka Ospek mahasiswa baru

Lebih lanjut rektor mengatakan kegiatan OSPEK dua hari ini merupakan kegiatan seleksi diri mahasiswa baru dalam memilah menyalurkan minat bakatnya.
“Minggu kemarin kalian baru saja mengikuti kegiatan MASTA IMM, sebagai pintu awal mahasiswa baru wajib dikenalkan dengan Muhammadiyah, rekan semua nantinya akan dikader di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Dan pada hari ini rekan mahasiswa baru akan dikenalkan dengan berbagai jenis unit kegiatan mahasiswa dari berbagai bidang,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu peserta OSPEK Bhineka dari Program studi manajemen, Raka Ammardany menjelaskan, ospek adalah salah satu wadah pembentukan karakter untuk diri sendiri. “Kami disini diajarkan untuk disiplin, teamwork dan mudah mudahan setelah ospek kami bisa menjadi mahasiswa yang aktif dan produktif membangun kampus UMP,” jelasnya.

Peserta lain dari Prodi Pendidikan Dokter, Falah Dina Al Hamra, mengungkapkan ospek yang diikuti kali ini merupakan hal baru dan harapan baru. “Saya disisni merasa senang bertemu teman teman dari beda daerah, beda pula budayanya, kemudian dikampus yang Unggul, Modern dan Islami kali ini saya berusaha menjadi mahasiswa yang bisa mengaplikasikan itu didalam perkuliahan saya sehingga saya bisa jadi mahasiswa berprestasi membanggakan almamater UMP tercinta ini,” tambah Falah Dina.

Ospek dibuka dengan pemukulan gong dan pembentukan formasi merah putih oleh mahasiswa baru degan dihadiri Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum Drs Joko Purwanto., M.Si, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Aman Suyadi M.P serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Mahasiswa (DEMA), dan Badan Keuangan Mahasiswa (BKM). (BNC/han/tgr).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.