Pemanfaatan Pekarangan Rumah dengan Aquaponik

Aquaponik yang dibuat mahasiswa KKN Undip

Mahasiswa Tim II KKN Undip tahun 2018 di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berupaya melakukan pemanfaatan pekarangan rumah milik warga dengan pembuatan aquaponik.

Aquaponik adalah kombinasi dari akuakultur (budidaya ikan) dan hidroponik (budidaya tanaman tanpa tanah). Dalam aquaponik, air yang mengandung nutrisi hasil budidaya ikan merupakan sumber pupuk alami untuk tanaman yang tumbuh.

Mayoritas masyarakat desa Tunggulrejo mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Selama ini mereka mengandalkan sumber daya lokal yang bergantung pada keadaan air di desa Tunggulrejo. Untuk menambah penghasilan keluarga, mereka perlu diversifikasi usaha yang tak lepas dari mata pencaharian pokok.

Pembuatan aquaponik juga bertujuan untuk menambah nilai estetika atau keindahan di sekitar perumahan warga. Selain itu, juga untuk memanfaatkan lahan sempit sebagai lahan budidaya ikan yang dikombinasikan dengan sistem budidaya tanaman hortikultura.

Inti dasar dari sistem teknologi aquaponik adalah penyediaan air yang optimum untuk masing-masing komoditas dengan memanfaatkan sistem resirkulasi.

Pada hari Jumat, 17 Juli 2018 lalu, telah dilakukan rangkaian pembuatan kolam ikan lele (akuakultur) sebagai salah satu program multidisiplin di desa Tunggulrejo. Pembuatan kolam ikan lele berlokasi di dusun Tengger, tepatnya di pekarangan belakang rumah Mas Arif, Ketua Karang Taruna. Rangkaian kegiatan ini melibatkan anggota Karang Taruna yang ada di dusun Tengger.

Pembuatan kolam lele dimulai dengan pembuatan patok kolam ukuran kurang lebih 180 m x 380 m. Luasan itu digali dengan kedalaman kurang lebih 75 cm. Dasar kolam dipadatkan dan diratakan. Setelah tanah padat dan rata, kolam dilapisi dengan terpal tebal anti bocor dan berlubang. Barulah kolam diisi air dan didiamkan selama 5 hari, untuk menunggu tumbuhnya organisme lain untuk pakan alami benih ikan.

Setelah pembuatan kolam selesai, dilanjutkan dengan pembuatan hidroponik dengan memanfaatkan barang-barang bekas seperti botol air mineral bekas yang ada di desa Tunggulrejo. Pemasangan kerangka hidroponik dilakukan pada saat kolam lele disterilkan, sehingga pada saat ikan lele dimasukkan kerangka siap untuk dipasangkan menjadi aquaponik dengan tanaman berupa tanaman hortikultura seperti tanaman tomat dan oyong.

Setelah lima hari, 1500 ekor benih lele berumur kurang lebih 2 minggu yang didatangkan dari Sragen dilepas ke dalam kolam.

Program ini merupakan salah satu program dari serangkaian program lainnya yang dilakukan oleh Tim II KKN Undip di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan, yang diselenggarakan selama 42 hari pengabdian.

Agenda program lainnya yang telah dilakukan antara lain pembuatan olahan ikan lele, pembuatan pupuk kompos, pembuatan pakan ternak dengan jerami padi, pembuatan SOP adminitrasi desa, pembuatan peta desa serta sosialisasi perizinan P-IRT pada industry rumah tangga. (Fatwa-Tunggulrejo).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.