Tafsir ‘Tanah Kita Tanah Surga’ Koes Plus

Opini tentang Tanah Surga – Koes Plus ini ditulis mahasiswa Fakultas Pertanian UGM berinisial SW., yang diunggah oleh dosen Ilmu Tanah Nasih Widya Yuwono,  SP MSi. Dimuat dengan ijinnya.   

Lagu Kolam Susu yang dipopulerkan oleh Koes Plus sudah saya ketahui sejak saya di bangku sekolah dasar. Ia beredar di mana saja – televisi dan radio – dari rumah saya di Pekanbaru hingga ke rumah mbah saya di Kebumen (atau bahkan lebih).

Saya mengenal lagu ini dari media televisi, menampilkan iklan minuman dengan latar lagu Kolam Susu dari Koes Plus yang diaransemen sedemikian rupa dan dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi tersohor tanah air.

Bagi saya, lagu ini singkat, padat, namun menyiratkan makna tentang kekayaan dan kemampuan yang dimiliki oleh tanah air Indonesia. Lagu ini bukan sekedar lagu pop, ia juga menyaratkan rasa nasionalisme dalam tiap bait liriknya.

Bukan lautan, hanya kolam susu;
Kail dan jala cukup menghidupimu,”

Bagi saya, bait di atas menggambarkan alam Indonesia dalam skala kecil. Istilahnya, jangankan lautan sebagai tempat mata pencaharian (dalam kata ‘menghidupi’) sebagian masyarakat, sungai bahkan kolam sekalipun (dalam kalimat ‘bukan lautan, hanya kolam susu’) dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman maupun budidaya hewan.

Tempat atau media budidaya di Indonesia sangat memenuhi syarat untuk tumbuh kembangnya flora maupun fauna yang tidak ditemukan di negara manapun, mengingat Indonesia beriklim tropis dengan curah hujan yang tinggi, sinar matahari yang cukup karena melewati garis khatulistiwa, serta lautan yang memisahkan antarpulau.

Tiada badai tiada topan kau temui,
Ikan dan udang menghampiri dirimu,”

Untuk dua bait ini, menurut saya menggambarkan bahwa tidak ada halangan yang berarti (dalam kalimat ‘tiada badai tiada topan kau temui’) bagi orang yang bermatapencaharian di sekitar perairan Indonesia – khususnya nelayan – untuk mencari tangkapan ikan, udang, bahkan biota laut lainnya yang tergambar dalam kalimat ‘ikan dan udang menghampiri dirimu’.

Lagi-lagi, hal ini karena kekayaan yang dimiliki oleh alam Indonesia, perumpamaan ‘menghampiri dirimu’ menunjukkan bahwa banyaknya populasi biota yang berada di laut, ia muncul sesekali ke permukaan layaknya menikmati alam Indonesia.

Orang bilang tanah kita tanah surga;
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman,”

Bait ini menceritakan bahwa biji, benih, bibit, atau apapun yang ditanam di tanah Indonesia akan tumbuh dan berkembang, karena cocoknya lingkungan dan tanah Indonesia sebagai media untuk bercocok tanam berbagai komoditas. Hal ini didukung oleh faktor luar dan faktor dalam yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut.

Akan tetapi, hal yang ditekankan pada bait ini adalah tanah dengan kalimat ‘tanah surga’. Surga dipercaya merupakan tempat yang sarat dengan kebahagiaan dan kesempurnaan – maka istilah ‘tanah surga’ saya asumsikan bahwa tanah Indonesia memiliki unsur-unsur lengkap yang dibutuhkan oleh berbagai komoditas tanaman, memiliki kondisi fisik dan kimia yang optimal bagi tanaman, serta kandungan air atau aerasi yang mampu menghidupi tanaman dengan baik.

Secara keseluruhan, bagi saya lagu ini merupakan lagu yang mencirikan kondisi alam Indonesia. Terdiri dari pulau-pulau dengan kekayaan alamnya, inter dan antar pulau tersebut dipisahkan oleh perairan mulai dari kolam hingga lautan. Kaitan lagu ‘Kolam Susu’ dengan mata kuliah Kesuburan, Pemupukan, dan Kesehatan tanah adalah selain menunjukkan tanah Indonesia yang subur, setidaknya tiap individu peduli dan mampu untuk memelihara kesuburan dan kesehatan tanah dengan memperhatikan perlakuan yang diberikan ke tanah – pemupukan, irigasi, serta aerasi.

Kekayaan alam Indonesia perlu dipelihara dengan sebaik mungkin, agar paling tidak lagu ini masih relevan untuk dinyanyikan oleh anak-cucu, bahkan cicit saya. (SW, 2018)

(*) ditulis oleh SW peserta MK. Kesuburan, Pemupukan, dan Kesehatan Tanah

Foto : ilustrasi Steemit

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.