Siapa Ismail-mu? | Hikmah Qurban

Sebagaimana Ibrahim, engkau harus memilih dan membawa Ismail-mu ke Mina. Inilah arti filosofis ibadah qurban dari intelektual Ali Shariati yang terkenal itu.

Siapakah Ismail-mu itu? Yang harus tahu adalah engkau, tidak perlu orang lain tahu.

Mungkin saja adalah istrimu, suamimu, pekerjaanmu, bakatmu, nafsumu, kekuasaanmu, jabatanmu, egomu, popularitasmu, rasa paling soleh-mu, rasa paling iman-mu, dan sebagainya.

Aku tidak tahu yang mana. Tapi pastilah hal-hal yang sangat engkau cintai sebagaimana Ismail yang sangat dicintai Ibrahim. Beberapa tanda dari Ismailmu adalah hal-hal yang merampas kebebasanmu dan mencegahmu dari melaksanakan kewajiban.

Ismail-mu, setiap kesenangan yang membuat engkau terlena.
Ismail-mu, setiap sesuatu yang membuatmu tidak mendengar dan mengetahui kebenaran.
Ismail-mu, setiap sesuatu yang menyebabkanmu mencari-cari alasan untuk menolak tanggung jawab.

Dan Ismail-mu, setiap orang yang membantumu karena mengharapkan balasan darimu di kemudian hari.

Di dalam hidup ini, engkau harus mencari dan menemukan siapakah, apakah Ismail-mu. Jika engkau mau menghampiri Allah SWT, korbankanlah Ismail-mu. Dan janganlah engkau yang menentukan tebusan bagi Ismail-mu. Biarkan Allah SWT yang menentukan dan menghadiahkannya padamu. Begitulah cara Allah SWT menerima domba sebagai pengorbanan darimu.

Mempersembahkan domba sebagai pengganti Ismail adalah pengorbanan. Tetapi mengorbankan domba demi pengorbanan hanyalah penjagalan!!! (BNC/*)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.