BPJS Kesehatan Defisit Hingga Rp 9,7 Triliun

Amalia Anggraini (tengah)

BanyumasNews.com –BPJS kesehatan RI mengalami defisit yang tidak sedikit akibat mengcover penyakit katastropik (tidak menular). Di tahun 2016 BPJS kesehatan RI defisit hingga Rp 9,3 triliun dan di tahun 2017 defisit hingga Rp 9,7 triliun, yang disebabkan biaya cover penyakit katastropik membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Hal tersebut dikatakan Anggota DPR RI Komisi IX DPR-RI Amalia Anggraini yang memiliki konstituen di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen, Senin (13/8/2018) dalam acara Germas di Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga.

Pada acara itu,  ratusan warga mengikuti acara makan buah bersama dalam rangka sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dari Kementerian Kesehatan RI yang dipusatkan di Kecamatan Karangmoncol.

Amalia mengatakan, acara tersebut bertujuan agar masyarakat lebih giat untuk memakan buah dan sayur agar mereka tetap sehat. Selain itu, untuk mensosialisasikan cara hidup sehat, menghindari gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan cepat saji, merokok dan jarang melakukan aktivitas fisik.

“Mulai sekarang mari kita rajin berolahraga agar badan menjadi sehat karena aliran darah menjadi lancar,” katanya.

Dia menambahkan, komisi IX yang salah satunya bermitra dengan Kementerian Kesehatan selalu mengontrol perkembangan bidang kesehatan. Menurutnya, tugasnya memastikan akses kesehatan di Kabupaten Purbalingga bisa terlayani dengan baik dan tentu saja dengan kualitas yang baik pula. Dia menyerukan kepada yang hadir untuk melakukan langkah preventif sebelum penyakit menyerang.

“Lakukan pengecekan kesehatan rutin agar kesehatan terkontrol. Karena karena pergeseran pola hidup pada masa sekarang banyak penyakit tidak menular seperti stroke, jantung koroner dan diabetes bisa menyerang siapa saja,” imbuhnya.

“Ayo kita ikut berkontribusi untuk tidak membuat defisit dengan cara bergaya hidup sehat. Penyakit seperti gagaj ginjal yang membutuhkan perawatan cuci darah, kanker yang membutuhkan kemoterapi itu kan tidak murah biayanya. Makanya daripada kita mengobati lebih baik kita mencegah dengan cara hidup sehat,” ujarnya.

Hadir dalam acara itu, Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono yang menegasakan gerakan hidup sehat dengan cara aktivitas fisik, cek kesehatan berkala, makan buah dan sayur dan istirahat yang cukup. Dia juga menggaris bawahi hidup sehat juga bisa mengurangi resiko kematian ibu saat melahirkan. (BNC/KP-4)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.