Antisipasi Cacing Hati pada Hewan Kurban

Jelang Idul Adha, Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

BanyumasNews.com  – Pengawasan hewan kurban baik yang berada di daerah sendiri maupun yang akan dikirim ke luar daerah diawasi secara ketat. Pengawasan tersebut sudah dimulai khususnya pengiriman ternak ke luar daerah.

Hewan yang dikirim dari daerah, misalnya dari Purbalingga ke luar kota seperti Jakarta, Bogor, Bekasi,  maka pemeriksaan hewan dilakukan sebelum dikirim. Ini dikatakan Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Maharsi Wulan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/7/2018).

Pengiriman hewan ternak ke luar daerah harus dilengkapi dengan surat kesehatan hewan yang dilaporkan pada Pemerintah Pusat secara online. Pengawasan, menurut Maharsi Wulan, sudah dilakukan terutama untuk sapi dan kambing.

“Jadi semua yang dikirim ke luar daerah sudah melalui proses pemeriksaan, di perbatas juga ka nada pemeriksaan dari polisi lalu lintas ternak, maka dari itu mereka harus meminta surat dulu ke sini (Dinpertan, Red),” ujarnya.

Ia melanjutkan pihaknya juga telah mengadakan pelatihan penyembelihan hewan kurban secara halal. Hal ini guna memberikan bekal pada saat nanti melakukan pemotongan hewan kurban karena pemotongan hewan kurban tidak hanya di Rumah Potong Hewan (RPH) saja melainkan juga di masjid-masjid.

“Ditakutkan cara penyembelihannya tidak sesuai dengan kaidah agama seperti cara merobohkan sapi, dan cara pemeriksaannya,” lanjut Maharsi Wulan.

Ia menjelaskan, petugas yang diturunkan pada saat Idul Adha  sebanyak 34 personil ditambah dengan 18 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang akan dibagi dalam 18 kecamatan. Untuk memudahkan proses pengawasan hewan kurban pada saat pemotong, masyarakat dihimbau untuk melaporkan terlebih dahulu sebelum memotong sehingga memudahkan untuk pemeriksaan.

“Kalau mau motong lapor dulu ke desa atau ke kita (Dinpertan, Red) jadi nanti kita tahu motong berapa, jam sekian, dimananya, kan gak cuma di RPH,” terangnya.

Pengawasan hewan kurban juga dilakukan guna mengantisipasi adanya cacing hati pada hewan kurban dengan mengadakan pengobatan cacing hati. Selain obat cacing hati, hewan ternak juga diberikan vitamin untuk merangsang pertumbuhan hewan ternak.

“Yang jelas obat cacing ini supaya nanti kalau disembelih tidak ada cacing hatinya, dari dinas menyediakan banyak obat cacing kayaknya sekitar 500an,” jelas Maharsi Wulan.

Temuan daging kurban yang mengandung cacing hati pada Tahun 2017 pada sapi mencapai 118 ekor dan kambing sebanyak 14 ekor. Jumlah ini menurutnya mengalami penurunan sebanyak 50 persen dari tahun sebelumnya.

“118 ekor itu dari 2150 ekor sapi yang dipotong, 14 ekor kambing dari 5450, untuk kerbau dan domba pada tahun sebelumnya tidak terindikasi adanya cacing hati,” paparnya.

Ia berharap pada tahun ini temuan cacing hati pada daging kurban dapat diminimalisir kembali. Dinpertan melalui Bidang Peternakan telah melakukan pemberian obat cacing dan pengobatan masal untuk seluruh ternak yang akan dijadikan sebagai hewan kurban.

“Tahun ini harusnya turun lagi, kita dari awal sudah melakukan pengobatan banyak banget,” harap Maharsi Wulan. (BNC/PI-7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.