Belajar Bikin Paving dari Sampah Plastik ke Sipbangga

BanyumasNews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap melakukan study banding ke industri paving CV. Sipbangga, Desa Karanglewas, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Rombongan yang dipimpin Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Chrisna Setyowati, melakukan pelatihan pengolahan limbah sampah plastik menjadi paving.

“Kedatangan kami sengaja untuk belajar pengolahan sampah menjadi paving blok berbahan baku sampah plastik, dan kami dari DLH kabupaten Cilacap berjumlah 15 orang dan 16 orang perwakilan dari Bank Sampah yang aktif di wilayah Cilacap. Selain karena paving plastik ini terbilang unik, tapi karena banyak sampah plastik di Cilacap yang belum terolah menjadi barang yang bermanfaat,” kata Chrisna Setyowati saat memberi sambutan dalam acara studi banding di CV. Sipbangga Karanglewas, Rabu (25/7/2018).

Ditambahkan Chrisna, kegiatan study banding ini diharapkan dapat menggerakkan warga masyarakat di wilayah Kabupaten Cilacap dan para peserta dari Bank Sampah Cilacap ini dapat mensosialisasikan pengolahan sampah plastik menjadi paving di wilayahnya masing-masing.

Dari sampah plastik diolah menjadi paving

Hal senada diungkapkan Kabid. Pengelolaan Sampah Limbah Bahan Berbahaya Beracun dan Peningkatan Kapasitas DLH Purbalingga Sukirto.

“Kalau Indonesia diprogramkan bebas sampah tahun 2025, namun di Purbalingga mendahului dua tahun, kita targetkan tahun 2023 Purbalingga bebas sampah. Dan Purbalingga akan menjadi tempat yang paling nyaman bagi warganya,” katanya.

Menurut Sukirto, sampah kita gambarkan menjadi penjajah, kita dulu dapat mengusir penjajah dari bumi Indonesia, kenapa kita tidak bisa mengusir sampah dari bumi Purbalingga dan Cilacap. Sehingga melalui kegiatan ini kita bisa bersama-sama untuk sharing dalam upaya untuk meningkatan sumber daya kita, untuk pengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Sementara itu Direktur paving CV. Sibangga Suyatno menuturkan, pihaknya selama ini bekerjasama dengan Bank Sampah Maju Jaya Desa Karanglewas Kutasari yang mengembangkan sampah Organik menjadi Pupuk Organik, yang dipimpin oleh Taufik Hiayah (eks Kades Kalaranglewas) untuk mendapatkan sampah plastik sebagai bahan baku paving.  “Kerja sama juga dengan Bank-Bank sampah yang ada di wilayah Purbalingga,” katanya.

“Alhamdulillah.. beberapa waktu lalu kita juga mendapatkan kucuran dana dari Kemenristekdikti Jakarta untuk pengembangan CV. Sipbangga, dan juga pendampingan dari LPPM Unsoed Purwokerto dalam pengembangan ilmu pemasaran, produksi dan pengelolaan keuangan kami. Kami berharap pelatihan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman dari Cilacap,” ungkap Suyatno. (bnc/PI – 10)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.