Tempo Doeloe: JAVA BIER dari Soerabaia

JAVA BIER

Loear biasa betoel
tanggoeh tenaganja ini
orang! Rampok kena
terpoekoel sekali
soedah djatoeh.
Apakah rahasianja?
Sebab ia minoem
saban hari satoe glas
JAVA – BIER
minoeman jang seperi mas roepanja.

Itulah iklan jadul Java Bier dengan bahasa dan gambar jadul yang menggelitik.

Minuman beralkohol, berapapun kadarnya, tentu haram dalam syariat Islam, karena termasuk jenis khamr.
Namun pabrik bir terbesar di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Islam, sudah berdiri pada tahun 1929 di Surabaya.

Ini sepotong berita tentang rencana pembangunan pabrik bir di Surabaya dari Kejawen edisi 6 April 1929.

Wonten pawartos bilih ing Soerabaia tuwin Medhan badhe dipun edegi pabrik bir pasintenipun sampun angsal, saha sampun meling mesin-mesinipun biripun badhe dipun damel ingkang nocogi kalihan kawontenanipun nagari ingkang hawanipun bener.

(Ada kabar di Surabaya dan Medan akan didirikan pabrik bir. Lahannya sudah didapatkan serta mesin-mesinya sudah dipesan. Minuman bir itu nanti dibuat yang cocok dengan negara yang suhunya panas).

Pruduksi bir yang dulu bernama Java – Bier itu, kemudian berganti menjadi Bir Bintang.

Nama perusahaan itu dulunya NV Nederlands Indische Bierbrouwerijen. Pertama kali berdiri pada tahun 1929 di Medan, tetapi memiliki tempat pengelolaan bir di Surabaya.

Pada tahun 1936, Heineken NV dari Belanda menjadi pemegang saham utama dan mengubah nama menjadi Heineken Nederlands Indische Bierbrouwnerijen Maatschappij.

Setelah beberapa kali mengalami perubahan nama, sejak 1981 dikenal dengan nama PT Multi Bintang Indonesia Tbk dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada Desember 1981. (BNC/Iman Noertjahjo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.