BPBD Purbalingga Droping 23 Tangki Air ke Daerah Kekeringan

23 tangki air sudah terdistribusi ke wilayah kekeringan oleh BPBD Purbalingga

BanyumasNews.com – Sebanyak 23 tangki air telah terdistribusikan ke beberapa wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Purbalingga. Sekitar 100 ribu liter air sudah didrop oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga.

“Yang sudah disalurkan sampai hari ini (19/7) sebanyak 23 tangki air atau kurang lebih sudah 100 ribu liter,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Rusmo Purnomo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/7/2018).

Beberapa desa yang terdampak kekeringan dan sudah meminta bantuan air bersih yakni Desa Pagedangan Kecamatan Bojongsari sebanyak dua tangki, dan Desa Karangcegak Kecamatan Kutasari sebanyak dua tangki. Kemudian Desa Banjarsari Kecamatan Bobotsari sebanyak empat tangki, Desa Karangmalang Kecamatan Bobotsari sebanyak enam tangki dan Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari dua tangki.

“Kemudian Desa Talagening Kecamatan Bobotsari lima tangki dan pagi ini ada telepon lagi Desa Karangcegak untuk dikirim air bersih sebanyak dua tangki air,” jelas Rusmo.

Menurut Rusmo, BPBD Kabupaten Purbalingga selalu siap melakukan droping air ke desa-desa yang membutuhkan air bersih. Karena ini merupakan salah satu tugas BPBD yakni membantu masyarakat yang membutuhkan terutama pada saat ini yang tengah memasuki musim kemarau.

 “Memang untuk melihat situasi dan kondisi saat sekarang sudah kelihatan musim kering sehingga ada beberapa desa yang meminta bantuan air lewat telepon kemudian juga lewat surat,namun demikian pada saat itu juga saya harus segera ngirim karena untuk kebutuhan terutama adalah untuk masak,” terangnya.

Rusmo menyampaikan dengan droping air bersih yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Purbalingga agar dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Pendistribusian air bersih juga terpusat pada satu titik sehingga memudahkan petugas saat melakukan droping juga kecepatan saat melakukan pendistribusian.

“Kalau sehari ngirim sampai tiga kali, kan tidak hanya satu desa biasanya sampai dua desa nah begitu ngirim harapan saya ini sudah dipusatkan jadi warga sudah berada di satu titik pengambilan air,” ujar Rusmo.

Demi ketepatan pendistribusian air bersih pada warga terdampak kekeringan, BPBD Kabupaten Purbalingga meminta kepada pihak terkait untuk cepat dan tanggap melihat situasi warga setempat. Sehingga pendistribusian air bersih tepat sasaran dan tepat waktu, bagi Kepala Desa yang melaporkan ke BPBD terkait kebutuhan air bersih agar mengumpulkan masyarakat yang membutuhkan pada satu titik.

“Agar misalnya minta sampai tiga tangki itu terpenuhi dan semua masyarakat mendapatkan secara merata, tapi kalau misalnya dikirim hampir per rumah pihak kami kan berat sekali disamping itu kan pengirimannya kan tidak tepat yang seharusnya tiga tangki sudah cukup ini paling baru setengahnya belum selesai,kemarin juga ada di salah satu desa yang seharusnya sehari selesai tapi malah sampai malam,” tutur Rusmo.

Namun ternyata saat pendistribusian air bersih pihaknya juga mengalami kendala yakni terbatasnya personil BPBD sehingga ia pun turut menggandeng PDAM untuk pendistribusian air bersih. Selain tiu, air yang didistribusikan harus air yang baru bukan air yang sudah disimpan dalam beberapa waktu.

“Kalau mintanya mendadak itu kan harus ngisi tangki dulu kalau saya nyimpen air di tangki itu sangat resiko karena tangki diBPBD kan sudah cukup lamadan di dalam tangki itu sudah ada yang mulai berkarat,” lanjutnya.

Rusmo menyampaikan apabila menyimpan dalam waktu lebih dari satu hari maka akan berpengaruh pada kualitas air. Hal ini akan terlihat pada warna dan bau, sehingga penggambilan air akan dilakukan pada saat ada permintaan air agar air yang terkirim kepada masyarakat jernih dan bersih.

“Saya pastikan air yang didroping benar-benar air yang bersih, nah air yang bersih itu kan cirri-cirnya tidak berwarna dan tidak berbau,” pungkas Rusmo. (BNC/PI-7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.