Harga Ayam Ras Masih Tinggi, Capai Rp 45 rb/Kg

BanyumasNews.com – Harga daging ayam masih cukup tinggi seperti terpantau pada Selasa (17/7/2018). Harga daging ayam ras masih pada kisaran Rp 42 ribu sampai Rp 45 ribu per kilogramnya.

“Harga daging ayam ras sekarang Rp 42 ribu per kilo,sudah lama habis lebaran sampai sekarang masih sama,” kata salah satu pedagang ayam ras di Pasar Mandiri, Purbalingga, Nur Khasanah saat ditemui di kiosnya, Selasa (17/7/2018).

Menurut Nur Khasanah harga daging ayam ras yang masih tinggi diakibatkan karena banyaknya masyarakat yang mempunyai hajat. Tidak hanya itu, makanan ayam juga mahal sehingga membuat harga ayam ras hidup  mencapai Rp 29 ribu.

“Kalau pakannya mahal ya dagingnya juga mahal, nah jadinya kana yam yang masih hidupnya juga mahal,” ungkapnya.

Tingginya harga ayam ras ternyata tidak hanya dikeluhkan oleh Nur Khasanah, Sulimah (73 tahun) yang juga pedagang ayam ras di Pasar Mandiri mengatakan banyak pembeli yang mengeluh akibat tingginya harga ayam ras. Stok ayam yang dibelinya pun dikurangi per harinya hanya menyediakan lima ekor ayam ras.

“Nyetok ayamnya kadang-kadang lima kalau nanti kurang kan bisa motong lagi sedikit-sedikit,” terang Sulimah.

Pedagang ayam ras di pasar Purbalingga

Sulimah yang sudah berdagang selama 30 tahun memaparkan dibandingkan dengan ayam kampung, masyarakat memang lebih tertarik dengan ayam ras.  Hal ini disebabkan mahalnya daging ayam kampung yang mencapai Rp 80 ribu per kilogramnya.

“Peminatnya lebih banyak ayam ras, ayam kampung kan mahal yang beli orang tertentu yang gak senang sama ayam potong,” tutur Sulimah.

Tuti (50 tahun) salah satu pembeli ayam ras menerangkan dengan naiknya harga ayam ras di pasaran membuatnya kebingungan. Pasalnya sebagai penjual di salah satu PT di Purbalingga, ia harus pandai meracik makanan tanpa merugikan pembeli.

“Kalau ayam naik ya bingung jualnya soalnya kalau di kantin kan seporsi nasi ayam Rp 12 ribu sementara ayam naik bingung jualnya, ya saya sih ngikutin saja paling harganya sama tapi potongan ayamnya lebih kecil atau harganya jadi Rp 18 ribu,” ungkap Tuti.

Suparmi (56 tahun) pedagang ayam langganan Tuti pun menyampaikan harga ayam ras memang Rp 45 ribu jika dijual eceran. Namun jika ada pembeli yang mau menjual ayamnya kembali maka ia memberikan potongan harga kepada pembeli tersebut.

“Kalau untuk penjual ya dikorting Rp 1.000 apa berapa dari sana kan masih hidupnya Rp 27 ribu,” ujar Suparmi.

Tidak hanya menjual daging ayam saja, Suparmi juga menjual kaki ayam dan bagian lain secara terpisah tergantung pembeli. Satu kilogram ceker ayam dijualnya Rp 20 ribu dan untuk daging ayam beserta tulang yang sudah terpotong ia jual seharga Rp 40 ribu tergantung dengan pesanan pembeli.

“Sayap, kepala saya jual lebih murah kalau daging utuhan Rp 45 ribu kalau sudah terpotong sebagian atau tanpa ceker (kaki ayam, Red) tanpa kepala ya Rp 40 ribu,” jelasnya.

Seperti pedagang-pedagang daging ayam yang lainnya ia mengurangi persediaan stok daging ayam ras. Pada saat awal bulan ataupun hari libur ia menyediakan stok daging ayam ras agak banyak.

“Gak mesti sih, motongnya kalau tanggal muda agak banyak, kalau mingguan juga. Tapi kalau hari-hari biasa ya menurun, bakul nasi goreng contohnya kan biasa beli setengah kilo jadi kadang Cuma empat ons,” ungkap Suparmi. (PI-7)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.