Program Gizi Anak Sekolah (Progas) Diluncurkan

BanyumasNews.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas melaunching Program Gizi Anak Sekolah (Progas) Selasa (17/7/2018) di SDN 3 Kutasari Kecamatan Baturraden. Program tersebut merupakan bantuan dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk 10 Sekolah Dasar di Kabupaten Banyumas.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Drs Sutikno M.Pd mengatakan “Progas” dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan asupan gizi siswa dengan tujuan menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas agar menjadi anak yang cerdas, produktif tangguh dan berdaya saing.

Program Gizi Anak Sekolah menekankan pada pentingnya pendidikan gizi dan implementasi pemberian asupan gizi seimbang pada anak didik melalui sarapan sehat.

“Pragas diharapkan dapat memenuhi kandungan gizi anak, setidaknya sepertiga dari kebutuhan gizi anak atau 400-500 kilokalori dengan protein 10-16 gram sehari,” katanya.

Program tahun 2018 diperuntukan 10 Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Baturraden dan Jatilawang. Kesepuluh sekolah tersebut untuk Kecamatan Baturraden adalah SDN 1 Kemutugkidul, SDN 1 dan 2 Pandak, SDN 3 Kutasari dan SDN 2 Pamije. Sedang untuk Kecamatan Jatilawang adallah SDN Pagentan, SDN2 Tinggarwangi, SDN 1 Kedungwringin, SDN 2 Gunungwetan dan SDN Karanglewas.

“Program ini nantinya sekolah penerima bantuan siswanya akan diberi makan pagi selama 108 hari, mulai launching ini sampai dengan Desember 2018, dengan total siswa 1.474 orang” katanya.

Program ini sekaligus melakukan kampanye tentang gizi, juga membiasanya hudup bersih dansehat, seperti cuci tangan, menggunting kuku, membentuk karakter anak berperilaku sehat, menambah pengetahuan dan praktik untuk anak penerapan gizi seimbang hingga pentingnya sarapan pagi.

Tikno menyebut asupan untuk peningkatan gizi bisa memanfaatkan hasil pangan lokal sehingga bisa membangkitkan perekonomian daerah bersangkutan.

“Ini juga harus memperhatikan jenis makanan dengan bahan pangan lokal. Seperti hasil pertanian, peternakan, serta perikanan dari daerah setempat,” kata Tikno.

Dengan begitu, lanjut dia, akan ada keuntungan berlipat ganda yang dirasakan dari Program Gizi Anak Sekolah kepada siswa juga masyarakat sekitar.

“Keuntungan menggunakan bahan pangan lokal antara lain mudah didapat, masih segar, harga yang murah karena diperoleh langsung dari petani, memacu produksi pangan setempat, meningkatkan ketahanan pangan lokal, juga menghidupkan perekonomian setempat,” jelas dia.

Pendidikan peningkatan gizi anak diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat sekolah melainkan juga harus diterapkan oleh keluarga mulai dari rumah dengan menjaga kebersihan. (BNC/pars)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.