Puluhan Calon Siswa SMA Didiskualifikasi, Pakai SKTM Bodong

BanyumasNews.com –  Penerimaan peserta didik baru (PPDB)  tahun ajaran 2018/2019 diwarnai kisruh penggunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) palsu,  yang tidak sesuai keadaan sebenarnya.  Karena itu pihak sekolah (SMA) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah mendiskualifikasi puluhan calon siswa yang kedapatan menggunakan SKTM palsu alias SKTM bodong.

Selain mendiskualifikasi calon siswa,  sebelumnya telah diterapkan pakta integritas untuk mengurangi risiko pemalsuan SKTM. Ratusan orang mengundurkan diri setelah menandatangani pakta integritas terkait SKTM tersebut. Di SMA Negeri 2 Purwokerto sebanyak 24 SKTM dicabut, SMA 5 Purwokerto 22 SKTM, SMA Negeri Jatilawang 54 SKTM, dan di SMA Negeri Wangon 60 SKTM dicabut.

Kepala Seksi SMA/SLB BP2MK Wilayah V Banyumas Yuniarso K Adi, mengatakan hal itu pada Kamis (12/7/2018) lalu. Dikatakan, di tingkat SMA sederajat sekolah dihadapkan dengan fenomena pemalsuan SKTM agar bisa diterima di sekolah negeri. Isu berbeda di tingkat SMP yang lebih diwarnai isu zonasi.

Sekolah pun diintruksikan untuk melanjutkan verifikasi ulang SKTM baik melalui undangan maupun verifikasi lapangan secara langsung. Dari hasil verifikasi itu, 27 calon siswa SMA negeri didiskualifikasi karena diduga menggunakan SKTM palsu.

“27 calon siswa tersebut mendaftar di SMA Negeri 1 Banyumas sebanyak 24 orang, dan SMA Negeri Rawalo 3 orang”, lanjut Yuniarso.

Kalau setelah proses ini masih ditemukan lagi kepalsuan, ancam Yuniarso, akan di-drop. “Didiskualifikasi, kita keluarkan,” tegas Yuniarso.

Total SMA Negeri di wilayah V eks kareaidenan Banyumas menerima sebanyak 14.364 siswa. Dari jumlah itu, 3.403 siswa adalah pemegang SKTM. Prosentase siswa ber-SKTM di empat kabupaten 23,69%, yakni SMA negeri di Kabupaten Banyumas sebanyak 5.239 orang, 1.563 di antaranya pemegang SKTM atau 29,83%. SMA Negeri di Kabupaten Purbalingga total 2.594 orang, dengan 573 di antaranya pemegang SKTM atau 22,09%.

Di Kabupaten Banjarnegara menerima  2.166 siswa, dengan siswa ber-SKTM sebanyak 328 orang atau 21,51%. Di Kabupaten Cilacap menerima 4.365 siswa, dengan siswa ber-SKTM 939 orang atau 21,51%. (BNC/ist)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.