Limbah Kerajinan Batok Bisa Dimanfaatkan Sebagai Media Tanam

BanyumasNews.com – Batok kelapa yang merupakan limbah dari buah kelapa yang banyak dijumpai dan diremehkan oleh masyarakat, ternyata bisa dijadikan produk yang memiliki nilai jual. Setelah dijadikan sebagai kerajinan pun batok masih menghasilkan limbah hasil pengerjaan.

Dari sinilah peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke XVII bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melakukan penelitian terhadap limbah dari kerajinan batok kelapa, bertempat di Kelurahan Purbalingga Wetan tepatnya di Rt 01/01. Ternyata dari limbah kerajinan batok tersebut, para peserta ini mengamati serbuk kayu pohon dan batok kelapa yang mampu dijadikan sebagai media tanam.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Manunggal Karya, Sutrisno, saat dijumpai di lokasi pengrajin batok setelah mendapatkan kunjungan dari peserta PIRN. Ia mengaku selama ini menjual limbah kerajinan batok kelapa sebagai kayu bakar saja.

“Selama ini sebenarnya limbahnya ini dipakai cuma untuk kayu bakar atau mungkin untuk diteliti untuk bisa buat apa ada nilai jualnya lebih kan gak tau,” ungkap Sutrisno saat ditemui di lokasi pembuatan kerajinan batok kelapa, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, limbah dari kerajinan batok kelapa memang masih memiliki nilai jual seperti tepung dari hasil penghalusan kerajinan batok kelapa bisa dimanfaatkan untuk media tanam. Media tanam dari serbuk kelapa ini tidak hanya diteliti dari peserta PIRN melainkan juga dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

“Yang media tanam yang meneliti dari perguruan tinggi UMP saat ini masih proses dari penelitian,” katanya.

Mendapatkan kunjungan dari peserta PIRN ke XVII sangatlah membantunya untuk mengembangkan kerajinan batok dan lebih meminimalisisir limbah yang dihasilkan. Jadi, lanjutnya barang-barang yang memang sudah limbah sebisa mungkin dapat dijadikan nilai jual yang lebih.

“Dari sinilah kita memperkenalkan dalam artian bahwa di Purbalingga Wetan punya usaha kecil khususnya Rt 1/1 ada satu usaha mikro UKM yang terbuat dari limbah yang menghasilkan hasil yang luar biasa,” terang Sutrisno.

Bahan baku yang diambil oleh Sutrisno untuk membuat kerajinan dari batok kelapa berasal dari daerah sekitar Purbalingga Wetan dan kecamatan lain di Purbalinga. Dari limbah inilah, ia berharap dapat menjadikan produk bernilai jual yang lebih tinggi. (BNC/PI)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.