Pengembangan Sumberdaya Genetik Ternak Lokal Menuju Swasembada Pangan Hewan

BanyumasNews.com – Bertempat di Hotel Aston Imperium Purwokerto, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/7/2018) telah dilaksanakan Seminar Nasional Teknologi dan Agribisnis Peternakan Seri VI yang bertemakan Pengembangan Sumberdaya Genetik Ternak Lokal Menuju Swasembada Pangan Hewani ASUH.

Keynote speaker yang diundang dalam acara ini adalah Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA yang merupakan ketua umum ISPI dan sekaligus Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ir. Rr. Sri Widayati, MM yang merupakan Direktur Pakan Kementerian Pertanian dan Prof. Dr. Ir. Muladno Basar, MSA yang merupakan Dosen di Institut Pertanian Bogor dan pernah menjabat sebagai Dirjen Peternakan tahun 2015.

Acara seminar yang dihadiri oleh 120 peserta seminar, menampilkan 71 pemakalah dari 22 institusi dari berbagai universitas.  Yaitu 16 Universitas dan instansi yang sejalur dengan bidang peternakan, seperti BBPKH Cinagara, Bogor, LIPI, Balitnak, Berkah Global Bisnis, dan Direktorat Pakan Dirjen Peternakan. Acara seminar nasional dibuka oleh rektor baru Universitas Jenderal Soedirman yaitu Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S.

Sesi awal yang dimoderatori oleh Dr. Ir. Elly Tugianti, MP berjalan cukup lancar dengan bahasan-bahasan yang cukup up to date pada saat ini. Kenaikan harga nilai tukar dollar saat ini menjadi pemicu naiknya harga bahan pakan ternak yang kian dikeluhkan peternak.

Hal ini yang seharusnya menjadi pokok fikir para stakeholder peternakan baik akademisi, instansi pemerintah, dan peternak / petani atau masyarakat lebih umumnya untuk berperan aktif mengurangi angka importasi bahan pakan yang dampaknya akan mengurangi biaya-biaya yang keluar dari bisnis peternakan.

Berdasarkan paparan Widayati, kebutuhan bahan pakan asal jagung tertinggi ada pada ternak unggas ayam broiler 57% dan ayam petelur 71%. Hal ini tentu menjadi peluang stakeholder peternakan untuk bisamengembangkan potensi bahan pakan lokal yang bisa dikembangan di Indonesia. Paparan ini juga dibenarkan oleh Ali Agus, yang menyatakan bahwa pakan unggas menyerap proporsi 60% di Indonesia. Sehingga potensi-potensi daerah yang  semestinya bisa dikembangkan tidak lagi menjadi barang yang dipasok dari luar.

Peran serta stakeholder peternakan kian hari semestinya kian meningkat. Kerjasama antara pemerintah, akademisi dan peternak sudah semestinya berjalan beriringan dan bergandengan dengan erat untuk meningkatkan Sumber Daya Genetik ternak lokal Indonesia. Berdasarkan paparan Muladno, karakteristik peternak yang terdiri dari tak terkonsolidasi yaitu tidak bersatu dan berjalan sendiri-sendiri. Kondisi saat ini yaitu peternak yang lemah dan tidak bersatu yang  mengakibatkan ternak lokal tidak terurus.

Pun demikian pemerintah, sama saja, selalu cenderung sendiri-sendiri yang mengakibatkan tidak kompaknya para stakeholder. Sehingga seminar ini diharapkan dapat memperkokoh pemahaman pada pemerintah yang turut hadir dan akademisi yang berkecimpung di segala bidang pembelajaran turun beriringan demi peternakan Indonesia yang lebih baik. (BNC/AE)

Foto: peserta seminar

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.