Solar Cell Alternatif Pengeringan Kripik Jagung

BanyumasNews.com  – Sebanyak 64 peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke XVII di Kabupaten Purbalingga bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknik (Ipatek), telah melakukan penelitan pada proses pengeringan keripik jagung yang diproduksi sebagai industri makanan kecil di Dusun Sirongge, Desa Kembaran Kulon, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga.

Dari pengamatan yang dilakukan oleh peserta PIRN tersebut, salah satu kelompok akan meneliti penggunaan solar cell untuk pengeringan keripik jagung.

“Dari berapa banyak kegiatan yang sudah kita telusur mungkin mencari alternatif seperti solar cell untuk diterapkan sebagai pengeringan,” papar Ahmad Binoto dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) salah satu instruktur PIRN ke XVII saat ditemui di lokasi penelitian, Selasa (10/7/2018).

Dari 64 peserta yang melakukan penelitian pada pengolahan pangan dan perikanan, dibagi ke dalam 6 tim yang terdiri dari kurang lebih tujuh orang setiap timnya. Kegiatan yang dilakukan oleh para peserta PIRN sendiri diarahkan pada pengolahan pangan dan perikanan.

“Pada pengolahan pangan, mereka (peserta PIRN, Red) mencari teknologi atau pengembangan teknologi pengeringan,” kata Ahmad.

Karena produk yang saat ini ada pada pengolahan berbasis jagung menghasilkan keripik jagung yang membutuhkan proses pengeringan. Cara konvensional yang sekarang diterapkan oleh pemilik industry makanan tersebut adalah pengeringan menggunakan sinar matahari.

“Jadi ketika cuaca berubah hujan mendung maka resiko tidak kering dan nanti resiko kerusakan tinggi misalnya jamuran,” ujar Ahmad.

Peserta PIRN berdialog dengan produsen kripik jagung

Apabila tetap menggunakan sinar matahari maka pada saat musim penghujan, proses pengeringan akan sedikit terhambat. Bila menggunakan oven yang saat ini banyak dijadikan sebagai alat pengeringan pada industri-industri makanan lain bianyanya cukup tinggi.

“Nah, sekarang ada salah satu kelompok mencari energi alternatif baru untuk bias digunakan salah satunya pengembangan model dan juga sumbernya,” jelasnya. (BNC/pi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.