Mengenang Tokoh Pendidikan Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja

Plt Gubernur Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan Prof Dr Soegarda Poerbakawatja. Siapakah Soegarda

BanyumasNews.com, PURBALINGGA – Rangkaian acara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Purbalingga. Agenda kegiatan di antaranya upacara Harkitnas di alun-alun Purbalingga dan ziarah ke makam Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja.

Makam Soegarda berada di desa Prigi Kecamatan Padamara. Setelah melakukan upacara, rombongan Plt. Gubernur menuju Prigi untuk melakukan ziarah serta tabur bunga di makam Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja.

Makam tokoh pendidikan itu dipilih sebagai tempat rangkaian peringatan Harkitnas bertujuan untuk mengenang jasa Soegarda Poerbakawatja serta untuk memotivasi generasi muda agar tetap semangat menuntut ilmu.

Heru Sudjatmoko mengatakan, prestasi serta jasa yang telah diukir Soegarda Poerbakawatja tidaklah main-main. Dia menambahkan, warga Purbalingga khususnya dan warga Jawa Tengah pada umumnya patut bangga memiliki tokoh besar lintas rezim yang dikenal seantero negeri.

Menurutnya hal itu seharusnya menjadi spirit anak muda untuk selalu bersemangat menggapai cita-cita setinggi mungkin.

“Beliau akan selalu dikenal sebagai pelopor intelektual di Purbalingga. Mudah-mudahan anak cucu kita bisa terus mengenal dan mengenang jasa yang telah ditorehkan sang Profesor,” kata Heru.

Tabur bunga juga tidak hanya dilakukan di makam Soegarda Poerbakawatja namun di beberapa makam sekitarnya yang diketahui sebagai makam istri, ayah dan ibu serta saudara se-kandung Soegarda Poerbakawatja.

Soegarda Poerbakawatja merupakan anak ke-9 (Sembilan) dari 13 (tiga belas) bersaudara dari seorang kepala desa.

Jika dilihat kiprahnya, Soegarda memang sosok yang fenomenal. Pada zaman itu, penduduk pribumi sulit untuk meraih pendidikan yang tinggi. Namun dia berhasil menembus pendidikan di sekolah-sekolah bergengsi bahkan berhasil menginisiasi berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah, kurator Universitas Gadjah Mada (UGM) serta pernah menjadi dekan di salah satu fakultas di Universitas Indonesia (UI).

Beberapa karya tulisnya yang dikenal adalah  Aliran-Aliran Baru Dalam Pendidikan (1957), Pendidikan Dalam Alam Indonesia (1970), dan Ensiklopedia Pendidikan (1978).

Tulisannya sering menjadi rujukan penyusunan tugas akhir bagi para mahasiswa di masa itu. Di Purbalingga sendiri, untuk mengenang jasa yang telah ditorehkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mengabadikan namanya sebagai museum di jantung kota Purbalingga. (BNC/KP-4)

Ket foto: Plt. Gubernur saat melakukan ziarah di makam Soegarda Poerbakawatja Purbalingga.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.