

- Selamat ya, moga-moga jadi seperti para alumni pendahulu…

Sama-sama pernah muda, belajar dan bermain bersama (study and fun), dan juga mungkin ada yang mbergajul (nakal yang tidak keterlaluan) bersama di masa remaja SMA, selalu menyisakan kenangan.
Seperti yang terjadi pada alumni SMAN 2 Purwokerto lulusan tahun 1985 (atau yang masuk tahun 1983). Setelah 22 tahun terpisahkan karena meneruskan kuliah, lalu bekerja dan sibuk dengan aktivitas masing-masing, akhirnya bisa dipertemukan kembali dalam ajang penuh kenangan namun memiliki kiprah positif untuk sesama.
Kemajuan teknologi komunikasi dan situs jejaring social mempercepat bertemunya sahabat-sahabat lama yang sudah lebih dari dua dasa warsa terpisahkan. Rasa gembira mengharu biru bercampur baur menjadi satu dengan kenangan masa lalu saat bersekolah. Gayeng, gitu loh. Bahkan mungkin ada kenangan seperti –mengutip lagunya Obie Mesakh yang ngetop saat itu– “Kisah Kasih di Sekolah”….

- Siapa nih dapat hadiah 5 miliar…salah satu acara kumpul bareng Esmadu Delima.
Tentu tidak hanya bernostalgia tentang ’kisah kasih’ itu ketika kemudian bertemu. Itu hanya ‘bumbu penyedap’ dalam persahabatan. Pasti ada yang lebih bermakna yang digagas dalam pertemuan. Kondisi ekonomi yang relatif sudah mapan dalam ragam profesi alumni, ditambah rasa kepedulian yang tinggi pada sesama, membangkitkan gairah bersama untuk berbakti.
Maka terbentuklah Paguyuban Esmadu Delima, singkatan dari es em a dua delapan lima. Nama yang enak didengar sekaligus membikin segar (ah, seandainya ada minuman es campur madu dan buah delima…. mmm segerrrr).
Sesegar aktivitas anggota paguyuban ini tentunya. Seabrek aktifitas sudah dilakukan dan segudang lainnya sedang direncanakan. Paguyuban Esmadu Delima sendiri berawal dari reuni di RM Pringgading, 14 Oktober 2007, kemudian berlanjut pada pertemuan-pertemuan di bulan yang sama di Jl. Mardikenyo dan Jl. Dr Angka Purwokerto.
Pengurus dan Program kegiatan
Untuk memperlancar roda aktifitas, dibentuk kepengurusan dengan Ketua I Muh. Fadhil, Untung Gunarto (Ketua II), Wahyu ’Goyon’ Supriyono (Sekretaris), Gondo Wulandari (Bendahara I); Yovita Destilasi (Bendahara II), dilengkapi seksi-seksi humas (Fitria Nurlaelana, Suhartono, Arif Purnadi); seksi sosial (Erning Sugiastuti, Nurani Ismoyowati); seksi umum (Yondy Oskaria, Kabul Tricahyo); dan seksi usaha (Ahmad Munaji, Budi Rahayu, Supangkat).

- Tiga kali sehari ya Pak, jangan 9 kali…Bhakti sosial Esmadu Delima.

Menurut penuturan Wahyu Supriyono yang akrab dipanggil ”Mas Goyon”, kegiatan yang dilakukan meliputi kegiatan terprogram dan kegiatan non program/insidentil. Kegiatan terprogram yang sudah berjalan adalah bea siswa kepada siswa tidak mampu di SMAN 2 Purwokerto. ”Kegiatan ini sudah berjalan untuk sepuluh siswa, setiap bulan kita memberikan masing-masing seratus ribu rupiah kepada sepuluh siswa. Jadi dana yang dikeluarkan untuk bea siswa mencapai dua belas juta dalam setahun”, terang Mas Goyon. Jumlah yang tidak sedikit tentunya.
Bea siswa tidak hanya diberikan kepada mereka yang masih duduk di SMAN 2 Purwokerto. Tapi diberikan juga kepada alumni SMAN 2 yang cerdas namun tidak mampu melanjutkan kuliah. ”Program ini pun sudah berjalan baik” lanjut Mas Goyon. Kepedulian juga ditunjukkan dengan membantu sesama alumni yang tidak mampu.
Sedangkan kegiatan non program (insidentil) meliputi bantuan untuk sesama alumni atau anak alumni yang sakit, mengalami musibah bencana alam, dan melakukan bakti sosial kepada masyarakat umum yang membutuhkan seperti pengobatan gratis, sunatan massal dan lainnya.

- Ibu harus banyak-banyak makan buah ya…Bhakti sosial Esmadu Delima.

Dari mana sumber dana aneka kegiatan itu? Paguyuban Esmadu Delima menghimpun dana dari anggota dengan besaran iuran yang opsional, dalam arti besarnya tidak ditentukan ’secara paksa’. Dan ini pun tidak bersifat wajib, namun lebih ditujukan untuk alumni yang berkemampuan dengan besarnya pun diserahkan kepada masing-masing. ”Intinya kita menggalang dana sesuai keikhlasan masing-masing’ imbuh Mas Goyon.
Walaupun bersifat paguyuban, namun Esmadu Delima bukan perkumpulan ’asal-asalan’ lho. Ada sekretariat di Jl. Mardikenyo No. 12 Purwokerto dan akan dibuatkan Akta Pendirian dan AD/ART.
Wah, kiprahnya boleh ditiru juga ya…. Selamat berkiprah untuk Esmadu Delima, semoga membawa manfaat bagi sesama.
- Anda punya komunitas dan ingin kiprah komunitas Anda diikuti dan menjadi inspirasi bagi orang lain? Kirim artikel dan foto ke redaksi@banyumasnews.com. Redaksi berhak mengedit tanpa mengurangi substansi.(PHD/banyumasnews.com)

- Alah sehat begini loh…Bhakti sosial Esmadu Delima


- “Ibu perlu mengurangi makan bakso ya… juga es…”..Bhakti sosial Esmadu delima.


- “Ibu perlu ikut senam di Posyandu ya.. Juga kurangi es-nya…”


- “Pelan-pelan ya, awas ada kursi…”


- “Waduh jangan keras-keras ambil nafasnya Bu…”


- “Sebentar, saya ikut foto dong…”

- Para penerima beasiswa foto bareng

- Foto bareng para penerima beasiswa Esmadu Delima.


- Mejeng bareng di sela bhakti sosial.


- Sama-sama tua serasa masih muda…


- Ketika sudah sama-sama sepuh…


–








