<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; WISATA</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Ribuan Pengunjung Padati Dream Land Park Pancasan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/01/ribuan-pengunjung-padati-dream-land-park-pancasan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/01/ribuan-pengunjung-padati-dream-land-park-pancasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 13:55:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[dream land park; pancasan ajibarang; banyumas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13899</guid>
		<description><![CDATA[AJIBARANG &#8211; Obyek wisata buatan Dream Land Park yang berlokasi di Pancasan, Kec Ajibarang, Kabupaten Banyumas bertepatan dengan tahun baru 2012 (01/01) dipadati ribuan pengunjung  yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Brebes. Tahun baru yang bertepatan dengan hari terakhir liburan sekolah rupanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur mengunjungi obyek wisata yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13902" class="wp-caption alignleft" style="width: 170px"><img class="size-thumbnail wp-image-13902" title="dream land padat" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/dream-land-padat1-160x90.jpg" alt="" width="160" height="90" /><p class="wp-caption-text">ribuan pengunjung dream land</p></div>
<p>AJIBARANG &#8211; Obyek wisata buatan <em>Dream Land Park </em>yang berlokasi di Pancasan, Kec Ajibarang, Kabupaten Banyumas bertepatan dengan tahun baru 2012 (01/01) dipadati ribuan pengunjung  yang datang dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Brebes. Tahun baru yang bertepatan dengan hari terakhir liburan sekolah rupanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur mengunjungi obyek wisata yang baru dibuka 4 bulan lalu itu (hari pertama Lebaran 1432 H/30 Agustus 2011). Selama musim liburan sekolah ini, Dream Land memang menjadi alternatif  baru  kunjungan wisatawa lokal selain obyek wisata yang sudah ada.</p>
<p>Obyek wisata Dream Land tidak hanya mengandalkan kolam renang, seluncuran, ember  tumpah dan sepeda air serta kayak. Namun dilengkapi juga dengan taman reptil, berbagai burung/unggas langka, dan taman batu alami berupa batu karts yang mirip terumbu karang yang menyembul ke permukaan bumi. Dengan harga tiket yang terjangkau (Rp. 15 ribu), pengunjung bebas menikmati wahana yang ada dan tidak dikenai biaya tiket lagi di dalam.</p>
<p>Pengunjung juga dihibur kesenian tradisional lengger Banyumas, yang sengaja dihadirkan oleh pengelola untuk memeriahkan suasana tahun baru sekaligus &#8216;nguri-uri&#8217; kesenian lokal khas daerah Banyumas. Selain menyuguhkan tarian, juga menampilkan lagu-lagu campur sari dan pengunjung boleh request tembang atau lagu. &#8220;Terima kasih untuk Dream Land yang telah menampilkan lengger&#8221;, kata seorang pengunjung, Warto (40) asal Jatilawang, Banyumas.</p>
<p>Wahana baru</p>
<p>Menurut Wastam, pemilik Dream Land Park, ke depan wahana baru akan dibangun seperti wahana studio film 4 dimensi, flying fox, kereta Thomas, kolam pasir, sarana rafting, jet sky, dan arena untuk lomba perahu naga. &#8220;Dalam waktu dekat kita akan mengadakan lomba mancing. Juga lomba perahu naga dengan memperebutkan Piala Bupati Banyumas, diikuti oleh perwakilan desa se Kabupaten Banyumas&#8221;, katanya dalam perbincangan dengan BanyumasNews.Com.(BNC/ist)</p>
<div id="attachment_13904" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><img class="size-medium wp-image-13904" title="wahana favorit" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/wahana-favorit-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">wahana favorit</p></div>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/01/ribuan-pengunjung-padati-dream-land-park-pancasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Jadi, Bupati Ziarah Makam Leluhur.</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/12/19/peringati-hari-jadi-bupati-ziarah-makam-leluhur/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/12/19/peringati-hari-jadi-bupati-ziarah-makam-leluhur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 08:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13867</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA(BNC)– Memperingati hari jadi ke-181 Kabupaten Purbalingga, Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si melaksanakan ziarah ke makam leluhur. Bersama Wakil Bupati Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM, Ketua DPRD H Tasdi SH MM dan jajaran Muspida, melakukan ziarah ke makam Arsantaka di Kelurahan Purbalingga Lor dan Makam Giri Cendana Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari. Kedua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA(BNC)– Memperingati hari jadi ke-181 Kabupaten Purbalingga, Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si melaksanakan ziarah ke makam leluhur. Bersama Wakil Bupati Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM, Ketua DPRD H Tasdi SH MM dan jajaran Muspida, melakukan ziarah ke makam Arsantaka di Kelurahan Purbalingga Lor dan Makam Giri Cendana Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari. Kedua makan itu, merupakan peristirahatan terakhir para mantan Bupati Purbalingga.</p>
<p>“Kita berada ditempat ini, untuk mengenang dan mendoakan para leluhur pendahulu kita. Sekaligus kita berdoa agar sebagai generasi penerus, kita mampu berjuang mewujudkan cita-cita mereka. Utamanya dalam menciptakan Kabupaten Purbalingga yang lebih baik,” kata Bupati di sela-sela pelaksanaan ziarah, Jum’at (16/11).</p>
<p>Untuk peringatan Hari Jadi tahun depan, Bupati berkeinginan,  kegiatan ziarah tidak hanya dilakukan untuk mantan Bupati Trah Arsakusuma  saja. Namun para mantan Bupati yang dimakamkan di luar Purbalingga juga akan di kunjungi, meski tidak dengan rombongan besar.</p>
<p>Menurut Bupati, saat ini terdapat sejumlah mantan Bupati yang  dimakamkan tersebar di luar Purbalingga.  Seperti,  R Moch Pujadi (Bupati ke-14), Letkol (TNI-AU) Goentoer Darjono (Bupati ke-17), Drs Sukirman (Bupati ke-19) dan  Drs. Sutarno (Bupati ke-18). “Ini baru akan kita lakukan tahun depan. Kita inventarisir dulu. Termasuk para mantan ketua DPRD. Tahun lalu sudah kita mulai ziarah ke Makan Almarhum Karsono dan Almarhum Saliman,” jelas Heru.</p>
<p>Ketua Yayasan Arsakusuma Drs H Slamet Sudiro MM menuturkan, mantan Bupati yang dimakamkan di Arsantaka adalah para Bupati dari trah Arsakusuma. Dia menjelaskan, Ki Arsantaka merupakan cikal Bakal lahirnya Kabupaten Purbalingga sekaligus cikal bakal Bupati-Bupati di Purbalingga. “Tempat ini adalah peristirahatan terakhir Eyang Arsantaka dan puteranya yang ke-3 yakni Eyang Dipoyudo III Bupati pertama Purbalingga,” jelas Slamet Sudiro.</p>
<p>Slamet Sudiro merinci, mantan bupati lainnya yang dimakamkan di Makam Arsantaka adalah Dipokusumo I sebagai Bupati Purbalingga ke-2, dan RMT Broto Sudiro (Bupati ke-3).  Sedangkan adik kandung RMT Broto Sudiro yakni RMTA Dipokusumo II (Bupati ke-4) dimakamkan di Pesarean Giri Cendana Kajongan.</p>
<p>“Buyut dari RMTA Dipokusumo II, yakni Eyang DR R Goeteng Taroenodibroto seorang dokter  jawa Bumi Putera kelas I.  Makamnya berada di timur gedung makam Ki Arsantaka. Saat ini namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” katanya.</p>
<p>Selain di Makam Arsantaka, ziarah juga dilaksanakan di Makam Giri Cendana Kajongan. Di tempat ini terdapat  pesarean Bupati ke IV yakni Dipokusumo II, Bupati ke-5 (Dipokusumo III), Bupati ke-6 (Dipokusumo IV)  dan Bupati ke-7 (Dipokusumo V). Diluar komplek makam juga terdapat makam Bupati ke-8 Dipokusumo VI dan Bupati ke-9 RMAA Sugondho.</p>
<p>Usai sholat Jum’at, kegiatan ziarah dilanjutkan ke Makam mantan ketua DPRD yakni  Letkol Purn. Karsono di Taman Makam Pahlawan Purbosaroyo, Saliman di pemakaman Kelurahan Wirasana Kecamatan Purbalingga dan Soemeri mantan anggota DPRD yang dimakamkan di Makam Cikalong Desa Jatisaba Purbalingga. (BNC/her)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/12/19/peringati-hari-jadi-bupati-ziarah-makam-leluhur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuliner GOR Satria Purwokerto &#8211; serasa bukan di Purwokerto</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/11/27/kuliner-gor-satria-purwokerto-serasa-bukan-di-purwokerto/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/11/27/kuliner-gor-satria-purwokerto-serasa-bukan-di-purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 06:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner GOR satria purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13819</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kayak bukan di Purwokerto”, begitu komentar orang-orang saat melintas di jalan Prof Suharso sepanjang depan GOR Satria Purwokerto. Ya, apalagi di malam minggu, begitu banyak mobil parkir berjejer di situ. Ramai kendaraan dan tentu saja orang, ditambah bunyi sempritan tukang parkir yang seakan bersahut-sahutan, menambah suasana malam itu seperti bukan di Purwokerto, yang selama ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kayak bukan di Purwokerto”,  begitu komentar orang-orang saat  melintas di jalan Prof Suharso sepanjang  depan  GOR Satria Purwokerto. Ya, apalagi di malam minggu, begitu banyak mobil parkir berjejer di situ. Ramai kendaraan dan tentu saja orang, ditambah bunyi sempritan tukang parkir yang seakan bersahut-sahutan, menambah suasana malam itu seperti bukan di Purwokerto, yang selama ini dikesankan sepi dengan arus lalu lintas teramat lancar.  Ada apa di ‘daerah’ GOR memangnya?</p>
<p>Kawasan GOR secara alamiah sudah berkembang menjadi area kuliner kota Purwokerto. Dikatakan alamiah karena tidak ‘by design’ oleh pemerintah. Kawasan ini tumbuh mengikuti  ‘ hukum pasar’ perkembangan suatu kawasan. Ada permintaan akan kawasan kuliner dimana orang bisa memilih tempat dan menu/jenis makanan yang sesuai selera,  dan para pengusaha merespon dengan membangun kawasan menjadi sederatan ruko atau bangunan yang memang didesign untuk sebuah rumah makan/resto. Tidak pernah terdengar sebelumya bahwa kawasan  GOR  secara sengaja didesign sebagai kawasan kuliner kota Purwokerto. </p>
<p>Sejarahnya bisa dirunut dari dimulainya pemindahan pusat keramaian publik dari alun-alun ke kawasan GOR. Terlebih sejak upaya Pemkab Banyumas merenovasi alun-alun dan mensterilkannya dari pedagang kaki lima. Maka hari Minggu pagi kegiatan ‘jalan-jalan’ warga berpindah dari alun-alun ke GOR. Maka, para pedagang kaki lima pun berpindah mengikuti keramaian ini. ada pedagang bubur ayam, nasi pecel, gudeg, mendoan dll yang menggunakan tenda di pinggir jalan. Lama-lama tidak hanya saat hari minggu mereka buka. Tiap pagi mereka mangkal di situ. </p>
<p>Nah melihat suasana makin ramai, maka beberapa pengusaha mulai membangun rumah makan permanen di situ dengan jam buka siang hingga malam. Maraknya bisnis waralaba, termasuk di bidang kuliner, menambah ramai bisnis kuliner di kawasan ini. Sekarang anda bisa datang ke kawasan itu dan mau makan apa yang anda inginkan ada di situ: ayam, lele, iga, gudeg, bebek, ikan, sampai menu makanan yang tradisional Banyumas seperti tahu kupat, soto,mendoan dll. Jadilah kawasan GOR menjadi kawasan kuliner lengkap di kota satria Purwokerto.</p>
<p>Kawasan ini akan bertambah ramai dan harga tanah pasti melambung. Ditambah dengan pembangunan hotel bintang empat di perempatan DKT –hanya 500 meter dari kawasan GOR—selain hotel yang sudah exist, dipastikan akan menjadi tempat yang semakin ramai. Ke depan orang akan merasa sayang kalau ke Purwokerto tidak mampir ke kawasan GOR. Tentu saja masih ada kawasan kuliner lain, namun bersifat khusus seperti di Jalan Bank yang terkenal dengan ‘soto jalan bank’-nya atau Sokaraja dengan soto Sokarajanya dan gethuk gorengnya. Juga Sawangan kalau Anda ingin membeli mendoan untuk oleh-oleh.</p>
<p>Jadi untuk urusan makan di Purwokerto, anda tidak perlu bingung lagi mau pergi kemana. Datang saja ke kawasan GOR, maka tentukan di situ anda mau makan dengan menu apa? Silahkan coba (BNC/ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/11/27/kuliner-gor-satria-purwokerto-serasa-bukan-di-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Asyiknya Menyusuri Serayu dengan Perahu Kayu</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/18/asyiknya-menyusuri-serayu-dengan-perahu-kayu/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/18/asyiknya-menyusuri-serayu-dengan-perahu-kayu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 04:28:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[PURWOKERTO KOTA]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Serayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13629</guid>
		<description><![CDATA[JIKA kita pernah menyusuri Kapuas dengan pasar apungnya, Krueng Aceh dengan bentang pemandangan kerajaan Sultan Alaidin Mahmud Syah. Maka tak perlu jauh jauh, di Banyumas kita bisa menikmati di Sungai Serayu . Karena di Banyumas, sesungguhnya memiliki segudang potensi wisata yang berbasis eksotisme ekosistem seperti tempat-tempat wisata yang disebut itu. Bentang alam Banyumas begitu indah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13630" class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/SUSURI-SERAYU-406x270.jpg" alt="" title="" width="406" height="270" class="size-medium wp-image-13630" /><p class="wp-caption-text">SUSURI SERAYU: Menyusuri Sungai Serayu dengan pemandangan yang indah, obyek wisata baru yang memiliki daya tarik tersendiri (foto:set/BNC)</p></div><br />
JIKA kita pernah menyusuri Kapuas dengan pasar apungnya, Krueng Aceh dengan bentang pemandangan kerajaan Sultan Alaidin Mahmud Syah. Maka tak perlu jauh jauh, di Banyumas kita bisa menikmati di Sungai Serayu . Karena di Banyumas, sesungguhnya memiliki segudang potensi wisata yang berbasis eksotisme ekosistem seperti tempat-tempat wisata yang disebut itu.   Bentang alam Banyumas begitu indah dan tidak dimiliki oleh kabupaten lain. Karunia yang sangat berragam itu kini mulai digali . Sebab itu,Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama &#8220;Mercusii Cafe and Resto&#8221;, Minggu (14/8), meluncurkan wahana wisata baru berupa Mercusii Arung Serayu (MAS), yakni rute perjalanan wisata menggunakan perahu kayu menyusuri Sungai Serayu.Peluncuran MAS dilakukan oleh Bupati Mardjoko.</p>
<p>               Diharapkan wahana baru MAS ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung dan tinggal lebih lama di Kabupaten Banyumas. Selain itu,MAS  diharapkan dapat memperkuat potensi kepariwisataan yang sudah tumbuh di kawasan Bendung Gerak Serayu, dan potensi pariwisata di kawasan Kota Lama Banyumas.</p>
<p>             Menurut Bupati Banyumas Mardjoko, diharapkan pula  menjadi embrio baru kepariwisataan di Sungai Serayu yang selanjutnya akan bersinergi dengan &#8220;Serayu River Voyage (SRV)&#8221; yang telah lebih dulu digagas oleh Paguyuban Masyarakat Pariwisata Serayu (PMPS). PMPS adalah pelopor operator perahu wisata di Sungai Serayu dengan rute perjalanan dari dermaga sandar di Bendung Gerak Serayu menuju jembatan kereta api Tambaknegara lalu kembali ke dermaga.<br />
<div id="attachment_13631" class="wp-caption aligncenter" style="width: 424px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/serayu-414x270.jpg" alt="" title="serayu" width="414" height="270" class="size-medium wp-image-13631" /><p class="wp-caption-text">INDAH: Begitulah kata yang tepat begitu berkeliling di sepanjang sungai Serayu (foto:dok MAS/BNC)</p></div><br />
              Sementara Arie Sujali, Direktur Mercusii Arung Serayu (MAS) mengatakan, dari sisi wisata kuliner, pelancong akan diajak menikmati hidangan-hidangan khas Banyumas, seperti mendhowan, Soto Sokaraja, dawet dan sebagainya.</p>
<p>           &#8221; Perahu diberangkatkan dari dermaga sandar di depan Mercusii Café &#038; Resto, Jl. Raya Notog, Km 13,5 Tambak Negara, Kecamatan Rawalo. Menyusuri Serayu hingga mencapai jembatan Serayu Banyumas, lalu memutar balik ke tempat pemberangkatan. Sebuah perjalanan yang memberikan kesan tersendiri buat wisatawan, sebab sepanjang alur sungai pembandangan nan asri dengan berbagai aktifitas penduduk di sekitar aliran sungai<&#8221; tutur Sujali.</p>
<p>               Ada empat paket wisata ditawarkan kepada pelancong. Pertama, Short Trip: mengambil rute dermaga, delta Kaliwangi, kembali ke dermaga, dengan biaya per orang Rp. 20.000,-. Total waktu tempuh satu jam. Biaya sudah termasuk soft drink dan asuransi.</p>
<p>               Kedua, paket Long Trip: diberangkatkan dari dermaga, menuju Kota Lama Banyumas, memutar balik di jembatan Serayu Banyumas, kembali ke dermaga. Waktu tempuh sekitar tiga jam. Per wisatawan dikenakan biaya Rp. 50.000,- termasuk paket nasi dus, kelapa muda dan asuransi.</p>
<p>               Paket ketiga, Special Trip.  Trip ini dikhususkan untuk rombongan maksimal 25 orang, menempuh rute perjalanan sama dengan long trip, Biaya per trip Rp. 1.000.000,- dengan fasilitas sama dengan long trip.</p>
<p>               Paket keempat, MAS Night Fishing. Dalam hal ini, selain melayani perjalanan regular, MAS juga melayani sewa untuk memancing malam dengan tarif Rp. 150.000,-. Bagi pemancing, Serayu adalah surga memancing malam dengan habitat khasnya yakni ikan baceman (baung-catfish) (BNC/Setyo Suprasno)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/18/asyiknya-menyusuri-serayu-dengan-perahu-kayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>“Dawet Gangga” Ikon Pangan Lokal Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/07/16/%e2%80%9cdawet-gangga%e2%80%9d-ikon-pangan-lokal-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/07/16/%e2%80%9cdawet-gangga%e2%80%9d-ikon-pangan-lokal-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jul 2011 05:08:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13530</guid>
		<description><![CDATA[DAWET ganyong yang sudah diangkat sebagai potensi olahan pangan lokal Purbalingga sejak kepemimpinan Bupati terdahulu (Triyono Budi Sasongko), kini menjadi ikon baru pangan lokal Purbalingga. Minuman menyegarkan yang terbuat dari tepung ganyong, kini memiliki nama baru Dawet Gangga (Ganyong Purbalingga). Nama ini diberikan oleh salah seorang pejabat tingkat provinsi Jawa Tengah saat produk asal desa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>DAWET ganyong yang sudah diangkat sebagai potensi olahan pangan lokal Purbalingga sejak kepemimpinan Bupati terdahulu (Triyono Budi Sasongko), kini menjadi ikon baru pangan lokal Purbalingga. Minuman menyegarkan yang terbuat dari tepung ganyong, kini memiliki nama baru Dawet Gangga (Ganyong Purbalingga). Nama ini diberikan oleh salah seorang pejabat tingkat provinsi Jawa Tengah saat produk asal desa Bandingan Kecamatan Kejobong ini, mengikuti sebuah pameran di Semarang 8 Juni lalu.<br />
“Salah satu produk panganan peserta gelar potensi pangan lokal kali ini yakni Dawet Gangga, diharapkan menjadi ikon kabupaten Purbalingga. Kalau Banjarnegara sudah punya Dawet Ayu, Purwokerto dengan Getuk Gorengnya. Nah mudah-mudahan dawet Gangga bisa menjadi ikon produk pangan Purbalingga,” kata Kabid Ketahanan Pangan pada Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan kabupaten Purbalingga, di sela-sela kegiatan Gelar Potensi Pangan Lokal di Gelora Goentoer Darjono, Minggu (10/7)<br />
Gelar Potensi Pangan Lokal kabupaten Purbalingga diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Koperasi ke-64 dan Harganas ke-18 tahun 2011. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) bekerjasama dengan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) kabupaten Purbalingga. Selain gelar potensi pangan juga diadakan jalan sehat dan gelanggang dagang produk kelompok UPPKS.<br />
Diakui Sugeng, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengangkat dawet gangga menjadi ikon Purbalingga. Diantaranya dengan mengikuti pameran di tingkat kabupaten maupun provinsi. Bantuan modal Rp. 1 juta juga sudah diberikan BP2KP kepada pembuat dawet gangga “Yu Khot”, Ny. Khotimah.<br />
“Dalam waktu dekat kita akan mengadakan pelatihan membuat dawet ganyong bagi penjual dawet dan minuman di kabupaten Purbalingga. Harapannya pembuatan dan penjualan dawet gangga semakin menyebar,” katanya.<br />
Dia berjanji produk terbaik tiap kecamatan akan ditampilkan pada kegiatan-kegiatan tingkat kabupaten.<br />
Kegiatan yang diikuti 239 desa dari 18 kecamatan se-kabupaten Purbalingga, juga mendapat perhatian Bupati Drs H Heru Sudjatmoko dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga Ny. Sudarli Heru Sudjatmoko. Bupati memberikan apresiasi terhadap kreativitas para peserta. Meski jumlah pesertanya banyak namun produknya tidak ada yang sama. Bahkan Ketua TP PKK Ny. Sudarli dan rombongan sempat memborong “minyong” (Mie Ganyong) dari salah satu stand Gelar Dagang Produk Kelompok UPPKS.<br />
“Bagus-bagus semua ini. Hasilnya juga sangat beragam. Tapi harus diingat ya bu, yang warnanya macam-macam harus dengan pewarna alami. Jangan pewarna buatan. Apalagi pakai yang bukan untuk makanan,”  pesan bupati sambil tak henti-hentinya memuji.<br />
Ketua Panitia Pelaksana Tafrikan SE menuturkan, dalam rangka Harkop dan Harganas tahun 2011 telah digelar berbagai event berupa bhakti sosial, kemasyarakatan, dan hiburan. Ditambahkan Tafrikan, resepsi periangatan Harkop ke-64 dan Harganas ke-18 akan dilaksanakan 16 Juli 2011 di pendopo Cahyana. Terakhir, Upacara peringatan Harganas dan Harkop akan dilakukan di Pendopo Dipokusumo pada 18 Juli mendatang (BNC/har)<div id="attachment_13531" class="wp-caption aligncenter" style="width: 412px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/07/dawet-402x270.jpg" alt="" title="dawet" width="402" height="270" class="size-medium wp-image-13531" /><p class="wp-caption-text">DAWET GANYONG: Bupati Purbalingga saat mencoba nikmatnya Dawet Ganyong (foto:har/BNC)</p></div>      </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/07/16/%e2%80%9cdawet-gangga%e2%80%9d-ikon-pangan-lokal-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jabal Magnet Banyumas Mendadak jadi Obyek Wisata Tiban</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/19/jabal-magnet-banyumas-mendadak-jadi-obyek-wisata-tiban/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/19/jabal-magnet-banyumas-mendadak-jadi-obyek-wisata-tiban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 13:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[jabal magnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13340</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Penomena alam berupa Jabal Magnet yang muncul di Banyumas, Jawa Tengah tak hanya menarik perhatian para peneliti, namun juga warga yang penasaran ingin melihatnya. Tak heran jika sehari setelah media gencar memberitakan, lokasi tersebut ramai diburu layaknya obyek wisata tiban. Pemantauan BanyumasNews.Com (BNC) sejak pagi ratusan warga ini sudah memenuhi jalan Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13341" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/motor-lokasi-jabal-360x270.jpg" alt="" title="NAN_190411_WISATA JABAL MAGNET 1-4 001" width="360" height="270" class="size-medium wp-image-13341" /><p class="wp-caption-text">JABAL MAGNET: Inilah lokasi yang disebut sebut sebagai Jabal Magnet di Limpakuwus Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jateng (foto:nan/BNC) </p></div><br />
BANYUMAS-Penomena alam berupa Jabal Magnet yang muncul di Banyumas, Jawa Tengah tak hanya menarik perhatian para peneliti, namun juga warga yang penasaran ingin melihatnya. Tak heran jika sehari setelah media gencar memberitakan, lokasi tersebut ramai diburu layaknya obyek wisata tiban.<br />
<div id="attachment_13342" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/motor-mundur.jpg" alt="" title="NAN_190411_WISATA JABAL MAGNET 3-4 001" width="320" height="240" class="size-full wp-image-13342" /><p class="wp-caption-text">MENCOBA: Pengunjung mencoba mematikan mesin di atas jalan aspal Jabal Magnet Limpakuwus (foto:nan/BNC)</p></div><br />
Pemantauan BanyumasNews.Com (BNC) sejak pagi ratusan warga ini sudah memenuhi jalan Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Mereka tak hanya warga Banyumas, namun juga warga luar kota seperti Purbalingga, Banjarnegara hingga Wonosobo dan Kebumen.</p>
<p>Mereka tak hanya menonton, tapi juga mencoba kebenaran adanya daya tarik magnet di jalan aspal selebar empat meter tersebut. Dengan menggunakan mobil atau motor, para wisatawan dadakan ini kemudian mencobanya mematikan mesin di lokasi yang dianggap sebagai Jabal Magnet.Bahkan sebuah mobil polisi, menjadi tontonan pengunjung saat beraksi di lokasi tersebut. </p>
<p>Banyak yang berharap lokasi itu menjadi bisa menjadi salah satu kunjungan wisatawan. Lokasi Jabal Magnet yang berada di wilayah areal Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Sapi Perah  (BB-PTUSP)  hanya berjarak satu kilometer dari Baturaden. Sehingga bisa menambah aset wisata yang nantinya bisa dikelola oleh BB-PTUSP.</p>
<p>“ Kita berharap jika nantinya itu benar benar ada kekuatan daya tarik magnet, bias menjadi obyek wisata yang akan kami kelola. Tentu saja kami harus meminta ijin dulu ke Dinas Pertanian, karena kami berada di bawah dinas tersebut, “ ujar Kepala BB-PTUSP Baturaden, Ir Ili Rachman,MSi.</p>
<p>Meski begitu, benar tidaknya lokasi tersebut sebagai Jabal Magnet seperti yang ada di Madinah, kini masih dalam penelitian ahli geologi. Jika benar , maka di dunia ini hanya ada dua Jabal Magnet, yaitu di Madinah dan Banyumas,sebuah kebanggan bagi bangsa Indonesia (BNC/ani).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/19/jabal-magnet-banyumas-mendadak-jadi-obyek-wisata-tiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ular Sanca 4 Meter Tambah Koleksi Sanggaluri Park Owabong</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/01/ular-sanca-4-meter-tambah-koleksi-sanggaluri-park-owabong/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/01/ular-sanca-4-meter-tambah-koleksi-sanggaluri-park-owabong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 06:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[Owabong]]></category>
		<category><![CDATA[ular sanca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13264</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA,– Seekor ular Sanca bodo/luwuk  (Phython molorus bivittatus)  dengan panjang sekitar empat meter dan berat 60 kilogram dan diameter 55 cm menambah koleksi obyek wisata Sanggaluri Park di Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Purbalingga. Ular berkelamin betina tersebut merupakan sumbangan warga Dusun Karangnangka, Desa Muntang, Kecamatan Toyareka. Warga menemukan ular tersebut di Sungai. Humas Sanggaluri Park-Owabong, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv1629800981">
<p><strong></p>
<div id="attachment_13265" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><strong><img class="size-medium wp-image-13265" title="ular sanca3" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/ular-sanca3-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /></strong><p class="wp-caption-text">ULAR SANCA: Inilah ular Sanca sepanjang 4 meter yang ditemukan warga dan akhirnya diserahkan ke pihak Owabong (foto:tgr/BNC)</p></div>
<p></strong></p>
<p><strong>PURBALINGGA,</strong>– Seekor ular Sanca bodo/luwuk  (<em>Phython molorus bivittatus</em>)  dengan panjang sekitar empat meter dan berat 60 kilogram dan diameter 55 cm menambah koleksi obyek wisata Sanggaluri Park di Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Purbalingga. Ular berkelamin betina tersebut merupakan sumbangan warga Dusun Karangnangka, Desa Muntang, Kecamatan Toyareka. Warga menemukan ular tersebut di Sungai.</p>
<p>Humas Sanggaluri Park-Owabong, Agus Dwiyantoro mengatakan, ular tersebut ditemukan oleh warga Muntang, Achmadi. Ular tersebut berada di pinggir sungai Klawing yang melintasi desanya. Achmadi sempat menduga jika ular ytersebut sudah dalam kondisi mati. Ular diam saja meski didekati. Ular tersebut ditangkap pada hari Minggu 27 Maret 2011 dan kemudian diamankan di dalam drum besar tempat ikan.</p>
<p>”Sebagai upaya konservasi dan perlindungan satwa langka, ular tersebut kemudian diserahkan ke kami untuk menambah koleksi taman reptil Sanggaluri Park,” ujar Agus.</p>
<p>Disebutkan Agus, ular Sanca termasuk ular tidak berbisa yang mampu mencapai panjang 7 m dengan warna didominasi abu-abu putih dan coklat. Memiliki corak berpetak pada bagian perut berwarna putih dan pada bagian kepala memiliki corak menyerupai anak panah. ”Ular Sanca banyak dijumpai di daerah sepanjang sungga dan hutan tropis, dan merupakan ular yang dilindungi PP no 7 / 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,” kata Agus (BNC/tgr)</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/01/ular-sanca-4-meter-tambah-koleksi-sanggaluri-park-owabong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andhang Pangrenan, pilihan baru rekreasi dalam kota Purwokerto</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/16/andhang-pangrenan-pilihan-baru-rekreasi-dalam-kota-purwokerto/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/16/andhang-pangrenan-pilihan-baru-rekreasi-dalam-kota-purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Mar 2011 17:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[andhang pangrenan; purwokerto; banyumas; taman rekreasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13121</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; Taman rekreasi dalam kota Purwokerto yang menempati lahan eks terminal di Jalan Gerilya berpotensi menjadi pilihan baru rekreasi dalam kota atau sekedar  jelan-jalan mencari kesegaran (refreshing). Bagi yang suka olah raga jogging, tersedia track untuk jogging mengelilingi taman, juga track jogging di dalam taman. Taman yang dinamai &#8220;andhang pangrenan&#8221; ini  juga dilengkapi panggung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO &#8211; Taman rekreasi dalam kota Purwokerto yang menempati lahan eks terminal di Jalan Gerilya berpotensi menjadi pilihan baru rekreasi dalam kota atau sekedar  jelan-jalan mencari kesegaran (refreshing). Bagi yang suka olah raga jogging, tersedia track untuk jogging mengelilingi taman, juga track jogging di dalam taman. Taman yang dinamai &#8220;andhang pangrenan&#8221; ini  juga dilengkapi panggung untuk pementasan, anjungan kuliner dan suvenir yang tampaknya berkonsep menyediakan sesuatu yang &#8216;khas Banyumasan&#8217;.</p>
<p>Tempat parkir pun cukup lebar, ada di sisi selatan dan timur taman. Ketika Banyumasnews.com mengunjungi taman ini Senin sore (14/03), parkir mobil di sisi selatan kelihatan penuh. Pengunjung masuk melalui pintu selatan, walaupun ada pintu di sisi timur namun tidak dibuka. Begitu masuk kita akan mencium aroma mendoan&#8230;. hmm maknyus&#8230;. panganan khas Banyumas ini menggoda selera. Ada juga penjual bakso, soto Sokaraja, sate ayam, dan aneka minuman dan makanan lainnya. Para pedagang ini disediakan anjungan di sisi selatan. Tempatnya masih tampak bersih. Mudah-mudahan saja bisa bertahan.</p>
<p>Sedangkan untuk suvenir para pedagang berjualan di sebuah bangunan yang terletak di tengah taman, yaitu di lantai bawah. Sedangkan di lantai 2 pengunjung bisa melihat sekeliling taman dari atas. Di sisi utara ada semacam panggung terbuka dengan atap tampak seperti sehelai daun raksasa. Kelihatannya panggung ini ke depan akan difugsikan sebagai panggung seni.</p>
<p>Di malam hari neonsign &#8220;Andhang Pangrenan&#8221; tampak elok dengan &#8216;tulang-tulang&#8217; daun menyala hijau. Tulisan Purwokerto pun ditulis dengan bahasan &#8216;ngapak&#8217; Purwa Kerta yang semakin mengesankan keinginan pemangku kebijakan untuk menjadikan taman ini sebagai ikon yang menonjolkan kekhasan Banyumasan.</p>
<p>Ke depan apabila pepohonan yang ditanam di taman ini sudah besar dan rindang, bisa menjadi tempat yang teduh dan bisa menjadi alternatif warga untuk refreshing atau sekedar makan dan mencari panganan khas Banyumasan. Warga yang bersantap siang &#8211;bahkan malam karena buka sampai jam 22.00&#8211; biasa di luar rumah pun bisa menjadikan tempat ini alternatif.  Apalagi jika terkonsep rapi, bersih dan aman sehingga wisata kuliner di Purwokerto bisa bertambah pilihan. Kalau akhir-akhir ini kompleks GOR Satria menjadi tempat kuliner yang menonjol, maka Taman Kota Andhan Pangrenan ini bisa menjadi alternatif baru.</p>
<p>Sayang untuk bermain anak belum tersedia wahananya. Jadi datang ke taman hanya berjalan-jalan berkeliling, duduk-duduk santai, atau makan dan kalau cocok membeli suvenir. Untuk masuk lokasi saat ini masih digratiskan.(BNC/puh)</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-13122" title="andang pangrenan malam hari" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/andang-pangrenan-malam-hari-360x270.jpg" alt="Andhang Pangrenan - Purwa Kerta" width="360" height="270" /></p>
<div id="attachment_13123" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><img class="size-medium wp-image-13123" title="atap daun" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/atap-daun-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">Panggung seni beratap daun raksasa?</p></div>
<div id="attachment_13124" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><img class="size-medium wp-image-13124" title="dilihat dari lt 2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/dilihat-dari-lt-2-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">anda bisa makan dan minum di sini</p></div>
<div id="attachment_13125" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><img class="size-medium wp-image-13125" title="bangunan di tengah taman" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/bangunan-di-tengah-taman-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">jogging track dan bangunan di tengah taman</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/16/andhang-pangrenan-pilihan-baru-rekreasi-dalam-kota-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisatawan Eropa Juluki Purbalingga Kota Kayak</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/02/21/wisatawan-eropa-juluki-purbalingga-kota-kayak/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/02/21/wisatawan-eropa-juluki-purbalingga-kota-kayak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 15:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[kayak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12952</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA  –  Kayaker asal Slovenia, Andraz Krpic menilai Purbalingga layak disebut sebagai kota kayak. Presiden freestyle kayaking Slovenia itu bahkan menulis pernyataannya itu pada sebuah website, www.duemstuff.com. &#8220;Saya kira sebutan kota kayak untuk Purbalingga sangat tepat. Selama dua minggu terakhir ini saya menyaksikan Purbalingga lebih dari pantas mendapat sebutan itu,” tutur Andraz kepada wartawan, sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-12953" title="MELUNCUR11" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/MELUNCUR11-361x270.jpg" alt="" width="361" height="270" /></p>
<p>PURBALINGGA  –  Kayaker asal Slovenia, Andraz Krpic menilai Purbalingga layak disebut sebagai kota kayak. Presiden <em>freestyle kayaking</em> Slovenia itu bahkan menulis pernyataannya itu pada sebuah <em>website, <a rel="nofollow" href="http://www.duemstuff.com/" target="_blank">www.duemstuff.com</a></em>.</p>
<p>&#8220;Saya kira sebutan kota kayak untuk Purbalingga sangat tepat. Selama dua minggu terakhir ini saya menyaksikan Purbalingga lebih dari pantas mendapat sebutan itu,” tutur Andraz kepada wartawan, sebelum bertolak ke hulu Sungai Tung Tung Gunung bersama para instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta, Minggu (13/2).</p>
<p>Sejak 2 Pebruari lalu, Andraz berada di Purbalingga untuk mengarungi sungai-sungai gunung <em>(creek)</em> yang ada di Purbalingga dan sekitarnya. Didampingi empat instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta (SKT), Andraz berencana mengarungi hulu sungai-sungai Tung Tung Gunung, Sungai Tambra, Klawing dan sungai lainnya.</p>
<p>Kepada KR, Andraz menegaskan, Purbalingga bisa dikembangkan sebagai kota tujuan kayaking <em>(kayaking destination)</em>. Baik untuk belajar, maupun olahraga dan wisata kayak.</p>
<p>&#8220;Semua yang dibutuhkan untuk belajar dan berwisata kayaking tersedia di Purbalingga. Disini juga ada Tirtaseta sebagai sekolah kayak terbaik di Indonesia dan sungai-sungai yang ideal, indah dan masih alami dan eksotik,&#8221; ujar juara nasional <em>freestyle kayaking</em> Slovenia itu.<img class="alignleft size-medium wp-image-12954" title="ANDRAZ44" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/ANDRAZ44-369x270.jpg" alt="" width="369" height="270" /></p>
<p>Sementara itu, Direktur Sekolah Kayak Tirtaseta, Toto Triwindarto mengatakan, Purbalingga kerap dikunjungi kayaker mancanegara. Kayaker dari berbagai negara seperti Prancis, Inggris, Spanyol, dan negara lain datang ke Purbalingga khusus untuk berkayak.</p>
<p>“Ini menunjukkan bahwa Purbalingga memang memiliki daya tarik kuat sebagai tempat kayaking,&#8221; kata Toto.</p>
<p>Workshop</p>
<p>Terkait agenda Andraz Krpic di Purbalingga, menurut Toto, selama dua pekan terakhir Andraz bersama tim Sekolah Kayak Tirtaseta menyelenggarakan workshop mengenai kayaking. Materi dalam <em>workshop</em> itu juga menyangkut metoda mengajar kayaking yang efektif bagi tingkat pemula hingga tingkat lanjut dengan standar pengajaran internasional.</p>
<p>&#8220;Dengan <em>workshop</em> ini, Sekolah Kayak Tirtaseta berkesempatan menyempurnakan metoda pendidikan kayaking, sehingga peserta pelatihan kayak pada sekolah kami akan mendapatkan lingkungan yang paling kondusif untuk belajar kayak,&#8221; ujar peraih sertifikat mengajar kayak dari berbagai negara itu.</p>
<p>Di sela-sela <em>workshop</em> tentang metoda mengajar kayaking, Andraz juga berkesempatan mencoba Sungai Klawing dan Sungai Cahyana yang menurut Andraz memiliki daya tarik tersendiri.</p>
<p>Pekan ini, Andraz bersama para instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta akan mengadakan <em>roadshow</em> ke sekolah-sekolah di wilayah Purbalingga untuk melakukan presentasi tentang kayaking di sekolah-sekolah serupa di Eropa.</p>
<p>Selanjutnya, Andraz bersama tim Tirtaseta akan mengarungi beberapa sungai gunung atau <em>creek</em> di Purbalingga dan sekitarnya yang belum pernah diarungi sebelumnya.   (BNC/rus)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/02/21/wisatawan-eropa-juluki-purbalingga-kota-kayak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daya Tarik Wisata Sungai di Purbalingga Kelas Dunia</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/02/21/daya-tarik-wisata-sungai-di-purbalingga-kelas-dunia/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/02/21/daya-tarik-wisata-sungai-di-purbalingga-kelas-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 15:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12947</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA &#8211; Daya tarik sungai gunung (creek) di wilayah Purbalingga, sebagai tempat tujuan wisata kayaking, memiliki kualitas kelas dunia. Hal itu ditegaskan kayaker top Eropa, Andraz Krpic kepada wartawan, setelah mengarungi Sungai Tungtung Gunung bersama Tim Sekolah Kayak Tirtaseta akhir pekan lalu. &#8220;Bukan sebuah kebohongan bila dikatakan, daya tarik Sungai Tuntung Gunung untuk kegiatan creek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-12948" title="DUNIA3" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/DUNIA3-179x270.jpg" alt="" width="179" height="270" /></p>
<p>PURBALINGGA &#8211;  Daya tarik sungai gunung (creek) di wilayah Purbalingga, sebagai tempat  tujuan wisata kayaking, memiliki kualitas kelas dunia. Hal itu  ditegaskan kayaker top Eropa, Andraz Krpic kepada wartawan, setelah  mengarungi Sungai Tungtung Gunung bersama Tim Sekolah Kayak Tirtaseta  akhir pekan lalu.<br />
&#8220;Bukan sebuah kebohongan bila dikatakan, daya tarik  Sungai Tuntung Gunung untuk kegiatan creek boating (kayaking di sungai  curam) memiliki level kelas dunia,&#8221; tutur Presiden Freestyle Kayaking  Slovenia itu.<br />
Andraz bersama tiga instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta  (SKT) Purbalingga, masing-masing Puji Jaya, Sigit Setiyanto, dan Toto  Triwindarto sukses mengarungi jalur tengah (middle section) sungai yang  mengalir di wilayah Kecamatan Bobotsari itu untuk pertama kalinya.<br />
Kayaker  dunia, lanjut Andraz, biasanya memiliki tiga kriteria utama dalam  menilai kualitas sungai gunung untuk kegiatan kayaking. Yakni batuan  sungai yang membentuk terjunan, kualitas air, dan view atau pemandangan.  Dari ketiga kriteria tersebut, Andraz menilai daya tarik Sungai  Tungtung Gunung sangat khas.<br />
“Saya tidak bisa membayangkan ada  kayakers, khususnya creek boaters yang tidak menyukai Tungtung Gunung.  Sungainya curam, airnya bening tidak tercermar seperti sungai-sungai di  Jawa pada umumnya dan hangat untuk ukuran orang Eropa dan kayaker dari  negara-negara  berhawa dingin, serta pemandangannya menakjubkan,”  ujarnya.<br />
Pria lajang 27 tahun itu bahkan menilai sungai Tungtung  Gunung mirip dengan sungai-sungai di Corsica, Italia, yang merupakan  sungai klasik dan ramai dikunjungi wisatawan kayaking dunia. &#8220;Bedanya,  suhu air sungai di sini 22 derajat celsius. Di Corsica bisa di bawah  nol,&#8221; tutur Andraz melukiskan daya tarik sungai yang hulunya mengalir  dari kaki gunung Slamet itu.<br />
Koordinator Instruktur Sekolah Kayak  Tirtaseta Puji Jaya mengungkapkan jalur tengah Tungtung Gunung yang  diarungi Andraz bersama Tim Tirtaseta membentang sepanjang tiga  kilometer. Jalur sungai yang berada di desa Limbasari itu hanya selebar  antara tiga hingga empat meter, dengan arus yang deras, turunan-turunan  curam berbatu yang hanya bisa dilalui dengan kayak. Di sisi kiri dan  kanan sungai, hutan pinus menjadi pemandangan sekitar yang dominan.<br />
&#8220;Sungai ini, cocok bagi kayaker yang sudah memiliki ketrampilan tingkat lanjut (advance),&#8221; ujarnya.<br />
Puji  menambahkan. jalur bawah Sungai Tuntung Gunung sepanjang lima kilometer  pertama kali diarungi oleh tim Tirtaseta pada 2009 lalu. Sedangkan  jalur atas (upper section) sungai itu sepanjang  tiga hingga empat  kilometer hingga kini belum pernah diarungi.<img class="alignleft size-medium wp-image-12949" title="DUNIA5" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/DUNIA5-179x270.jpg" alt="" width="179" height="270" /><br />
&#8220;Jalur atas sungai ini  yang tidak kalah menantang dan indahnya, kami simpan untuk program first  descent (pengarungan pertama kali) berikutnya,&#8221;tambah Puji.<br />
Andraz Krpic bersama Tim Sekolah Kayak Tirtaseta dijadwalkan mengarungi beberapa<br />
sungai  gunung lainnya di Purbalingga. Diantaranya sungai Tambra, yang  berpotensi menjadi sungai terbaik dan terunik di Indonesia untuk  kegiatan creek boating.<br />
&#8220;Bila kualitas creek sungai lain selevel  dengan Tuntung Gunung, tidak sulit bagi Purbalingga untuk menjadi tujuan  baru yang sangat digemari kayakers internasional,” tegas  Andraz.   (BNC/rus)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/02/21/daya-tarik-wisata-sungai-di-purbalingga-kelas-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
