<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; WISATA</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 12:21:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Menikmati Masakan Tradisional Jawa di ‘Waroeng Joglo’</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 23:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11199</guid>
		<description><![CDATA[Nuansa Jawa begitu kentara ketika memasuki Waroeng Joglo  nDalem Kanoman yang berada di Jalan Kanoman Nomor 3- 5 Purbalingga. Ada sebuah bangunan utama berarsitek rumah Joglo Jawa yang tampak di depan pintu gapura masuk. Di sebelah kiri tampak pula rumah joglo yang dijadikan sebagai dapur. Sementara tidak jauh dari rumah utama juga tampak beberapa gasebo [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11200" class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><a rel="attachment wp-att-11200" href="http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/warung-joglo1/"><img class="size-medium wp-image-11200" title="warung joglo1" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/warung-joglo1-406x270.jpg" alt="Pengunjung Waroeng Joglo ndalem Kanoman (BNC/tgr)" width="406" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Pengunjung Waroeng Joglo ndalem Kanoman (BNC/tgr)</p></div>
<p>Nuansa Jawa begitu kentara ketika memasuki Waroeng Joglo  nDalem Kanoman yang berada di Jalan Kanoman Nomor 3- 5 Purbalingga. Ada sebuah bangunan utama berarsitek rumah Joglo Jawa yang tampak di depan pintu gapura masuk. Di sebelah kiri tampak pula rumah joglo yang dijadikan sebagai dapur. Sementara tidak jauh dari rumah utama juga tampak beberapa gasebo kecil yang bisa dipakai untuk menikmati sajian masakan Jawa sambil bersantai.</p>
<p>Iringan musik gending-gending Jawa yang terdengar sayup-sayup semakin menambah suasana khas sebuah kehidupan Jawa. Meski demikian, rumah makan yang berada di pusat kota ini terlihat sangat asri, bersih, nyaman dan berkelas.</p>
<p>Pengelola Waroeng Joglo, Anto Juan bersama istrinya Anugrah Tri Rahayu mulai membuka usaha warungnya pada Bulan April 2009. Anto mengkonsep rumah makannya dengan nuansa adat Jawa dan sekaligus menyajikan masakan dan minuman tradisional Jawa.</p>
<div id="attachment_11201" class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><a rel="attachment wp-att-11201" href="http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/joglo2/"><img class="size-medium wp-image-11201" title="joglo2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/joglo2-406x270.jpg" alt="Alunan musik keroncong mengiringi kenaikmatan bersantap di Waroeng Joglo. (BNC/tgr)" width="406" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Alunan musik keroncong mengiringi kenaikmatan bersantap di Waroeng Joglo. (BNC/tgr)</p></div>
<p>Kelezatan masakan khas rumah makan Joglo sudah teruji. Anda boleh mencoba menu sop buntut Jawa, gurame bakar dada peksi, ayam klewer lada hitam, ayam penyet, dan masih banyak menu lainnya. Untuk minuman, ada yang spesial di rumah makan ini. Jus Tom and Jerry. Jus ini berbahan tomat dan jeruk yang dicampur dan dibuat jus. Minuman lainnya yang disuguhkan, seperti kopi bakar gula merah, Purwaceng, teh poci gula batu, kopi kencur, kopi jahe, kopi kayu manis, dan berbagai minuman segar atau minuman penghangat tubuh.</p>
<div id="attachment_11202" class="wp-caption aligncenter" style="width: 387px"><a rel="attachment wp-att-11202" href="http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/ayam-kampung-goreng-warung-joglo/"><img class="size-medium wp-image-11202" title="ayam kampung goreng warung joglo" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/ayam-kampung-goreng-warung-joglo-377x270.jpg" alt="Ayam Kampung Goreng ala Waroeng Joglo. (BNC/tgr)" width="377" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Ayam Kampung Goreng ala Waroeng Joglo. (BNC/tgr)</p></div>
<p>Soal harga, menurut Anto tak beda jauh dengan rumah makan lainnya. Yang jelas harga disesuaikan dengan isi kantong warga Purbalingga. ”Silahkan coba datang ke tempat kami, pasti tidak akan kecewa,” tutur Anto berpromosi.</p>
<div id="attachment_11203" class="wp-caption aligncenter" style="width: 387px"><a rel="attachment wp-att-11203" href="http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/ayam-kampung-penyet-penyet-warung-joglo/"><img class="size-medium wp-image-11203" title="ayam kampung penyet penyet warung joglo" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/ayam-kampung-penyet-penyet-warung-joglo-377x270.jpg" alt="Ayam Kampung Penyet (BNC/tgr)" width="377" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Ayam Kampung Penyet (BNC/tgr)</p></div>
<p>Anto menambahkan, fasilitas yang semakin memanjakan pengunjung juga dapat dinikmati disini, seperti layanan hot spot. Bagi kantoran atau lembaga yang ingin mengadakan pertemuan di Warung Joglo juga tak perlu bingung. Ruangan utama mampu menampung pengunjung 50 orang. Ada juga dua buah gasebo kecil yang bisa memuat 10 orang dan enam orang. (BNC/tgr)</p>
<div id="attachment_11204" class="wp-caption aligncenter" style="width: 388px"><a rel="attachment wp-att-11204" href="http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/rumah-makan-joglo-ndalem-kanoman-purbalingga/"><img class="size-medium wp-image-11204" title="Rumah makan Joglo nDalem Kanoman Purbalingga." src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/Rumah-makan-Joglo-nDalem-Kanoman-Purbalingga.-378x270.jpg" alt="Rumah Makan Joglo nDalem Kanoman Purbalingga. (BNC/tgr)" width="378" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Rumah Makan Joglo nDalem Kanoman Purbalingga. (BNC/tgr)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/06/25/menikmati-masakan-tradisional-jawa-di-%e2%80%98waroeng-joglo%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permen Davos, Sejak 1931, Rasanya ‘ Semriwing’</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/06/11/permen-davos-sejak-1931-rasanya-%e2%80%98-semriwing%e2%80%99/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/06/11/permen-davos-sejak-1931-rasanya-%e2%80%98-semriwing%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 12:30:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[davos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10947</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 
 Jangan menyebut dirinya orang Purbalingga (Jateng),  jika tidak kenal  dengan Permen Davos. Permen kuno dibungkus kertas berwarna ungu itu memang telah telah melegenda, sehingga identik dengan nama  Purbalingga. Merek permen buatan tahun 1931  yang diproduksi PT Slamet Langgeng di Jalan A Yani 67  Kelurahan Kandanggampang itu,  kini telah merajai pasar di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_10948" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><strong><strong><a rel="attachment wp-att-10948" href="http://banyumasnews.com/2010/06/11/permen-davos-sejak-1931-rasanya-%e2%80%98-semriwing%e2%80%99/davos1/"><img class="size-medium wp-image-10948" title="davos1" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/davos1-360x270.jpg" alt="Para pekerja yang sedang memproduksi permen davos." width="360" height="270" /></a></strong></strong><p class="wp-caption-text">Para pekerja yang sedang memproduksi permen davos.</p></div>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Jangan menyebut dirinya orang Purbalingga (Jateng),  jika tidak kenal  dengan Permen Davos. Permen kuno dibungkus kertas berwarna ungu itu memang telah telah melegenda, sehingga identik dengan nama  Purbalingga. Merek permen buatan tahun 1931  yang diproduksi PT Slamet Langgeng di Jalan A Yani 67  Kelurahan Kandanggampang itu,  kini telah merajai pasar di wilayah Jateng, DIY, sebagian Jatim, Jabar dan DKI Jakata. Bahkan, DIY merupakan pasar yang paling bagus.</p>
<div id="attachment_10949" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-10949" href="http://banyumasnews.com/2010/06/11/permen-davos-sejak-1931-rasanya-%e2%80%98-semriwing%e2%80%99/davos2/"><img class="size-medium wp-image-10949" title="davos2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/davos2-360x270.jpg" alt="Permen Davos Roll (warna kemasan ungu), sejak diproduksi tahu 1931     hingga sekarang, kemasan, bentuk dan rasanya tetap sama.  " width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Permen Davos Roll (warna kemasan ungu), sejak diproduksi tahu 1931     hingga sekarang, kemasan, bentuk dan rasanya tetap sama.  </p></div>
<p>Rasa permen Davos memang khas, segar dan semriwing.Itulah keistimewaan permen Davos, jika diba dibanding permen-peren lainnya.Meskipun banjir aneka jenis dan merk permen menyerbu pasaran, namun permen Davos hingga kini tetap bertahan, karena rasanya yang khas itu .</p>
<p>Menurut Nicodemus Hardi, managing director PT Slamet Langgeng, permen ini dirintis oleh Siem Kie Djian pada 28  Desember 1931. Dalam perjalanan zaman, perusahaan dilanjutkan anaknya, Siem Tjong An. Enam tahun berikutnya, bisnis  diteruskan lagi ke anak dan menantu Tjong An: Toni Siswanto Hardi dan Corrie Simadibrata, yang juga generasi  kedua.Selanjutnya diturunkan ke Budi Handojo, sebagai generasi ketiga. Kini, sebagai generasi keempat penerus usaha itu  Nicodemus Hardi.</p>
<div id="attachment_10950" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-10950" href="http://banyumasnews.com/2010/06/11/permen-davos-sejak-1931-rasanya-%e2%80%98-semriwing%e2%80%99/davos3/"><img class="size-medium wp-image-10950" title="davos3" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/davos3-360x270.jpg" alt="Aneka jenis permen davos produksi PT Slamet Langgeng." width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Aneka jenis permen davos produksi PT Slamet Langgeng.</p></div>
<p>Pada masa penjajahan Jepang, perusahaan sempat tersungkur dan baru bangkit lagi sesudah 1945. Perusahaan berganti  nama menjadi PT Slamet Langgeng &amp; Co., yang memproduksi permen mint Davos, Kresna, Alpina, dan Davos Lux. Ada pula produk non  permen: limun dan biskuit bermerek Slamet. Karena kesulitan bahan baku, produksi biskuit berhenti pada 1973.</p>
<p>Nama Slamet Langgeng diambil dari nama gunung terbesar di Jawa Tengah yang terletak di Purbalingga: Gunung Slamet.  Sedangkan Davos terinspirasi dari nama kota berhawa sejuk di Swiss yang dianggap cocok menggambarkan dinginnya permen mint  ini.</p>
<p>Bahan yang digunakan untuk membuat permen Davos, lanjut Nicodemus Hardi, 98 persen gula pasir dan sisanya mentol serta zat pengikat. Tidak ada zat pewarna, pegawet  maupun pemanis untuk produk ini. Daya tahan permen ini bisa 1,5 tahun hingga 2 tahun.</p>
<p>Produk pertama Davos  yakni Davos Roll dengan kemasan warna ungu, dan hingga kini tak berubah. Satu bungkus berisi 10 butir berdiameter 22 milimeter, dengan harga jual Rp 1000,-. Selain itu, memenuhi tuntutan  konsumen dan zaman, juga diproduksi davos lux (warna kemasan hijau) yang di pasaran dijual Rp 500,- &#8211; Rp 1000,-. davos klasik (Rp 100,-/biji),davos mild, dan davos mini.</p>
<p>Produk terbaru PT Slamet Langgeng yang baru dilempar ke pasaran awal November 2009, yakni permen Koffie. Permen rasa kopi yang per bungkusnya berisi 50 buah ini, di pasaran dijual Rp 3600,- &#8211; Rp 4000,-.</p>
<div id="attachment_10951" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-10951" href="http://banyumasnews.com/2010/06/11/permen-davos-sejak-1931-rasanya-%e2%80%98-semriwing%e2%80%99/davos5/"><img class="size-medium wp-image-10951" title="davos5" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/davos5-360x270.jpg" alt="Permen Koffie, produk terbaru PT Slamet Langgeng." width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Permen Koffie, produk terbaru PT Slamet Langgeng.</p></div>
<p>Nicodemus Hardi mengaku, bagi konsumen yang sudah kecanthol rasa permen davos atau permen produksi PT Slamet Langgeng lainnya, akan sulit lepas. Meskipun konsumen itu sudah mencoba rasa permen lainnya, namun akhirnya kembali lagi ke permen davos. (BNC/prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/06/11/permen-davos-sejak-1931-rasanya-%e2%80%98-semriwing%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Gulai Melung di  Pelosok Desa</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/06/01/menikmati-gulai-melung-di-pelosok-desa/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/06/01/menikmati-gulai-melung-di-pelosok-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 03:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[Gulai melung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10647</guid>
		<description><![CDATA[ 
Para pencinta kuliner sejati bisa jadi bakal penasaran mendengar makanan jenis ini : Gulai Melung. Jika tertarik, datanglah ke Dusun Melung, Desa Larangan, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Meski lokasi warungnya berada jauh di desa, berjarak 28 kilometer arah Timur Kota Purbalingga, namun, tetap saja menjadi incaran kunjungan para penggemar gulai kambing.
Pemilik warung gule Ny Mariyati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_10648" class="wp-caption alignleft" style="width: 402px"><a rel="attachment wp-att-10648" href="http://banyumasnews.com/2010/06/01/menikmati-gulai-melung-di-pelosok-desa/gule-melung-kejobong1/"><img class="size-medium wp-image-10648" title="Gule melung Kejobong1" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/Gule-melung-Kejobong1-392x270.jpg" alt="Sajian Gulai Melung, dagingnya dipisah dengan santan. (BNC/tgr)" width="392" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Sajian Gulai Melung, dagingnya dipisah dengan santan. (BNC/tgr)</p></div>
<p>Para pencinta kuliner sejati bisa jadi bakal penasaran mendengar makanan jenis ini : Gulai Melung. Jika tertarik, datanglah ke Dusun Melung, Desa Larangan, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Meski lokasi warungnya berada jauh di desa, berjarak 28 kilometer arah Timur Kota Purbalingga, namun, tetap saja menjadi incaran kunjungan para penggemar gulai kambing.</p>
<p>Pemilik warung gule Ny Mariyati menjelaskan, gulai melung adalah gulai daging kambing, terdiri atas kuah, daging, tulang (balungan), kikil (kaki kambing), juga kepala kambing. Tampilannya sangat khas, yakni disajikan dengan ketupat, kuah terpisah, dan dagingnya disajikan di mangkuk.</p>
<div id="attachment_10649" class="wp-caption alignleft" style="width: 359px"><a rel="attachment wp-att-10649" href="http://banyumasnews.com/2010/06/01/menikmati-gulai-melung-di-pelosok-desa/gule-melung-kejobong/"><img class="size-medium wp-image-10649" title="gule melung Kejobong" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/gule-melung-Kejobong-349x270.jpg" alt="Seorang Pelanggan sengaja datang ke Warung Bu Hadi yang berada di desa hanya untuk menikmati gulai Melung...(BNC/tgr)" width="349" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Seorang Pelanggan sengaja datang ke Warung Bu Hadi yang berada di desa hanya untuk menikmati gulai Melung...(BNC/tgr)</p></div>
<p>Kuah gulai rasanya gurih. Aroma kuahnya wangi karena bumbunya yang komplet, seperti daun salam, sere, bawang, dan combrang. Combrang adalah tanaman perdu yang bisa menghilangkan bau amis daging kambing. &#8220;Lazimnya, masakan gulai sudah jadi satu dengan irisan daging, tapi di sini sejak dulu kuah dipisah,&#8221; kata Mariyati yang lebih dikenal dengan sebutan Bu Hadi.</p>
<p>Menurut Mariyati, gulai melung jamaknya dimakan dengan ketupat. Namun, juga tersedia nasi bagi penikmat yang menghendakinya. Untuk menyesuaikan rasa gurih dan pedas sesuai keinginan pelanggan, tersedia irisan cabai dan kecap.</p>
<p><strong>Masakan rumahan</strong></p>
<p>Gulai melung sudah digemari masyarakat di Kejobong sejak 1989. Awalnya, selama puluhan tahun gulai melung hanyalah masakan rumahan yang hanya dijual pasar tradisional Kejobong hanya pada hari Selasa dan Sabtu. Yang mengenalkan adalah Ny Moradjie yang juga kerabat Mariyati. &#8220;Budhe saya itu jualan gulai di pasar. Pelanggannya ya pedagang dan ibu-ibu di Pasar Kejobong,&#8221; kata Mariyati.</p>
<p>Pelanggan yang ketagihan lantas meminta keluarga Mariyati membuka warung. Harapannya, pelanggan tidak lagi hanya bisa membeli gulai di pasar yang hanya buka pukul 06.00-12.00. Akhirnya, sejak 2007 Mariyati memberanikan diri membuka warung gulai melung.</p>
<div id="attachment_10650" class="wp-caption alignleft" style="width: 191px"><a rel="attachment wp-att-10650" href="http://banyumasnews.com/2010/06/01/menikmati-gulai-melung-di-pelosok-desa/bu-hadi-gule-melung/"><img class="size-medium wp-image-10650" title="Bu Hadi Gule Melung" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/Bu-Hadi-Gule-Melung-181x270.jpg" alt="Bu Hadi tengah memasak gulai. (BNC/tgr)" width="181" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Bu Hadi tengah memasak gulai. (BNC/tgr)</p></div>
<p>Rumah sederhana di tepi jalan tembus Purbalingga-Banjarnegara itu dirombak menjadi warung sederhana. Warung buka setiap hari pukul 09.00-18.00. Tidak dinyana, setelah buka di rumah, gulai melung semakin meroket namanya. Dalam sehari, untuk warung ini dibutuhkan satu ekor kambing. Namun jika akhir pekan, kebutuhan bisa meningkat menjadi dua ekor.</p>
<p>Penggemar gulai melung pun meluas. Tidak hanya pelanggan lama di pasar, tetapi juga para pejabat. Mereka ada yang berasal dari Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Pemalang, dan Semarang. <strong>(BNC/tgr) </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/06/01/menikmati-gulai-melung-di-pelosok-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buntil Kutasari Yang Selalu Membuat Penasaran</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/05/28/buntil-kutasari-yang-selalu-membuat-penasaran/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/05/28/buntil-kutasari-yang-selalu-membuat-penasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 16:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10480</guid>
		<description><![CDATA[Menyebut buntil, barangkali terasa aneh bagi sebagian masyarakat kota. Apalagi mereka yang belum pernah menikmatinya. Sejatinya, buntil sebagai lauk yang biasa dijajakan di pasar tradisional, memiliki rasa yang pas untuk menemani nasi.
Sebagian masyarakat kota, ada yang menyebut buntil mirip dengan bothok yang dibungkus dengan daun muda singkong dan diberi sedikit cairan kuah pedas yang terbuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10482" class="wp-caption alignleft" style="width: 412px"><a rel="attachment wp-att-10482" href="http://banyumasnews.com/2010/05/28/buntil-kutasari-yang-selalu-membuat-penasaran/antrian-buntil-kutasari/"><img class="size-medium wp-image-10482" title="antrian Buntil Kutasari" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/antrian-Buntil-Kutasari-402x270.jpg" alt="Antrian Pembeli Buntil Carangmanggang di Pasar Desa Kutasari Purbalingga. (BNC/tgr)" width="402" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Antrian Pembeli Buntil Carangmanggang di Pasar Desa Kutasari Purbalingga. (BNC/tgr)</p></div>
<p>Menyebut buntil, barangkali terasa aneh bagi sebagian masyarakat kota. Apalagi mereka yang belum pernah menikmatinya. Sejatinya, buntil sebagai lauk yang biasa dijajakan di pasar tradisional, memiliki rasa yang pas untuk menemani nasi.</p>
<p>Sebagian masyarakat kota, ada yang menyebut buntil mirip dengan <a title="Bothok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bothok">bothok</a> yang dibungkus dengan <a title="Daun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun">daun</a> muda <a title="Singkong" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Singkong">singkong</a> dan diberi sedikit cairan <a title="Kuah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kuah">kuah</a> <a title="Pedas (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pedas&amp;action=edit&amp;redlink=1">pedas</a> yang terbuat dari <a title="Santan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Santan">santan</a>. Isinya adalah parutan kelapa yang diberi bumbu. Daun pembungkus yang lain yang sering digunakan adalah daun <a title="Talas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Talas">talas</a> atau daun <a title="Sente" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sente">sente</a>. Berbeda dengan bothok, daun pembungkus pada buntil juga dapat turut dikonsumsi. Bothok biasanya dibungkus menggunakan daun pisang.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-10487" href="http://banyumasnews.com/2010/05/28/buntil-kutasari-yang-selalu-membuat-penasaran/buntil-kutasari-2/"><img class="alignleft size-medium wp-image-10487" title="Buntil Kutasari" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/Buntil-Kutasari1-403x270.jpg" alt="Buntil Kutasari" width="403" height="270" /></a></p>
<p>Adalah hal yang sangat istimewa ketika banyak orang memburu buntil. Di sebuah pasar tradisional di Kecamatan Kutasari, hampir setiap hari orang mencari buntil khas Kutasari. Sebenarnya, buntil itu dibuat oleh seorang warga Dukuh Carangmanggang, Desa Karangbanjar, kecamatan Bojongsari, bernama Ny Kasmini. Hanya saja, Kasmini yang sudah menjajakan buntil 44 tahun lalu, lebih sering berjualan di Kutasari. Akhirnya, buntil itu cenderung disebut sebagai buntil Kutasari.</p>
<p>Menurut Ny Kasmini (58), dirinya mulai menjajakan buntil setelah menikah muda pada usia 14 tahun. Ketika itu, ia meneruskan dagangan buntil orang tuanya. Kasmini akhirnya memilih salah satu sudut pasar Kutasari sebagai tempat dagangan menetap.</p>
<p>Buntil yang dibuat Kasmini boleh dibilang rasanya sangat istimewa. Meski bahannya tidak jauh berbeda dengan buntil buatan pedagang lainnya, namun ramuan bumbu Ny Kasmini yang membuat buntil itu spesial. Bahkan saking spesialnya, buntil Ny Kasmini sering dipesan oleh Pemkab Purbalingga untuk sajian menu makan tamu pejabat dari kota besar.</p>
<p>Buntil Kasmini dibuat dari parutan kelapa muda yang kemudian diramu dengan berbagai bumbu. Parutan kelapa itu kemudian dibungkus sesuai dengan jenisnya. Jika buntil daun talas (senthe), maka pembungkusnya daun talas. Ada juga buntil daun singkong, atau buntil daun pepaya. Rasanya semakin khas, setelah Ny Kasmini menyiram buntil itu dengan santan.</p>
<p>Rasa buntil Carangmanggang yang khas, membuat banyak orang rela mengantri setiap pagi hari. Bahkan, jika hari Minggu pagi, antrian pembeli buntil Ny Kasmini di Pasar Kutasari boleh dibilang mencapai puluhan. ”Kalau hari Minggu saya menyiapkan lima panci, setiap panci berisi 100 buah buntil,” kata Ny Kamsini.</p>
<p>Untuk hari-hari biasa, Ny Kasmini menyiapkan 2 panci berisi buntil. Satu buah buntil dihargai Rp 3 ribu. Dagangan buntilnya, kata Ny Kasmini, selalu habis sekitar jam 9 pagi.</p>
<p>Kalau Anda penasaran ingin mencoba buntil Kutasari, silahkan datang ke Pasar Kutasari. Tentunya, harus pagi hari. Jangan mengeluh, jika harus mengantri panjang, untuk hanya sekedar membeli makanan yang disebut buntil. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/05/28/buntil-kutasari-yang-selalu-membuat-penasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soto ‘Sopo Nyono’ Gombong, Rasanya Sedaaap</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/05/24/soto-%e2%80%98sopo-nyono%e2%80%99-gombong-rasanya-sedaaap/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/05/24/soto-%e2%80%98sopo-nyono%e2%80%99-gombong-rasanya-sedaaap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 May 2010 02:59:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10373</guid>
		<description><![CDATA[
JIKA Anda bepergian melewati jalur lintas Selatan Jateng, dan melewati kota Gombong, Kabupaten Kebumen, tentu tak rugi jika menyempatkan diri menikmati makanan khas soto Gombong. Kekhasan soto Gombong terletak pada campuran gethuk ketela pada sotonya.
Barangkali hanya satu-satunya Soto di Indonesia yang dicampuri gethuk.Banyak penjual soto di sepanjang pusat kota Gombong. Namun, soto yang paling lama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="file:///C:/Users/pwi/AppData/Local/Temp/Pak%20Sukiman%20meracik%20soto%20Gombong.JPG" alt="" /><img src="file:///C:/Users/pwi/AppData/Local/Temp/Pak%20Sukiman%20meracik%20soto%20Gombong.JPG" alt="" /></p>
<div id="attachment_10376" class="wp-caption alignleft" style="width: 412px"><a rel="attachment wp-att-10376" href="http://banyumasnews.com/2010/05/24/soto-%e2%80%98sopo-nyono%e2%80%99-gombong-rasanya-sedaaap/pembeli-soto-gombong/"><img class="size-medium wp-image-10376" title="pembeli soto Gombong" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/pembeli-soto-Gombong-402x270.jpg" alt="Pembeli soto Gombong,hem....enak (foto:tgr/BNC)" width="402" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Pembeli soto Gombong,hem....enak (foto:tgr/BNC)</p></div>
<p>JIKA Anda bepergian melewati jalur lintas Selatan Jateng, dan melewati kota Gombong, Kabupaten Kebumen, tentu tak rugi jika menyempatkan diri menikmati makanan khas soto Gombong. Kekhasan soto Gombong terletak pada campuran gethuk ketela pada sotonya.<br />
Barangkali hanya satu-satunya Soto di Indonesia yang dicampuri gethuk.Banyak penjual soto di sepanjang pusat kota Gombong. Namun, soto yang paling lama ada adalah soto milik Sukiman (73). Warung soto Pak Kiman yang diberinama ‘Sopo Nyono’<br />
(Siapa Menyangka-red), sudah ada sejak tahun 1958.  Bangunan warungnya boleh dibilang sangat sederhana, tapi soal rasa, siapa sangka?. Oleh karenanya banyak pelanggan dan konsumen yang  tidak menyangka rasanya yang luar biasa.</p>
<p>Warung soto Pak Kiman yang berada di Jalan Yos Sudarso 155 Gombong, juga terbilang sangat sederhana. Jangan berpikiran jika bangunan warung sotonya permanen seperti warung soto yang tersebar di Jakarta. Lokasi warungnya, jika perjalanan darei arah<br />
Barat, lokasi warungnya berada di sisi kanan, sekitar 50 meter ke arah Timur  dari gedung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gombong.</p>
<p>Sejak dulu, warung soto Pak Kiman masih menggunakan  bangku dan meja panjang dari kayu yang sederhana. Dinding warung pun dari kayu yang catnya mulai memudar dimakan usia. Namun, kesederhanaan itu tidak mengurangi minat para pecinta soto pak Kiman. Rupanya, nama Sukiman sudah begitu melekat di hati para pengemar soto. Sukiman sendiri sudah<br />
berjualan soto sejak tahun 1958 dengan berjualan keliling kampung. Sementara warung soto pak Kiman mulai menetap pada tahun 1995.</p>
<p>Bagi Sukiman, berjualan soto sudah begitu mendarah daging. Suka duka sudah dilaluinya hampir separuh abad. Berawal dari soto keliling, akhirnya Sukiman memilih menetap di warungnya sekarang. “Saya berjualan soto saat harga per mangkuknya empat sen, hingga sekarang Rp 5.000,-,” ujar Sukiman yang selalu ramah menyapa pelangganya.</p>
<p>Soto buatan Sukiman dikenal sebagai soto khas Gombong. Adapun yang membedakan dari jenis soto lain, soto gombong dilengkapi dengan  daging ayam kampung dan perkedel singkong.Mi suun, sayur kubis dan kecambah disajikan dalam kuah bening. Pelanggan<br />
tinggal memilih, menyantap soto dicampur nasi, lontong atau kuahnya dipisah. Yang jelas, soto pak Sukiman yang bisa bikin “sumringah” itu membuat ketagihan.”Sekali mencoba banyak sekali yang datang lagi kemari,” ujar Sukiman.</p>
<p>Warung soto yan buka setiap hari, dari jam 11.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Pelanggannya tidak hanya datang dari Kebumen saja. Bahkan ada yang datang dari Purwokerto, Jogjakarta hingga Jakarta. Tak heran, meski warung sederhana, para<br />
pelanggan soto Pak Sukiman banyak yang datang menngunakan mobil.</p>
<p>Kondisi warung akan semakin ramai saat musim libur dan lebaran tiba. Nikmatnya soto Pak Sukiman menyebar dari mulut ke mulut. Alhasil, pelanggan soto pak Sukiman ada yang sampai tiga generasi, Dari mulai kakek,anak hingga cucu.</p>
<p>Meski sudah berpuluh tahun berjualan soto, Pak Sukiman masih menangani sendiri racikan sotonya. Sapaan ramahnya pun selalu menyambut tamu yang datang ke warung. “Saya masih menyajikan sendiri soto ke para pelanggan setia kami,” ujarnya<br />
tersenyum.</p>
<p>Dalam berjualan, Sukiman dibantu ketiga anaknya dan beberapa cucunya. Mereka bekerja secara bergantian. Sukiman mulai menyiapkan masakan soto sejak pukul 06.00. Sehari, soto daganganya n mulai menyiapkan masakan soto sejak pukul 06.00. Dalam<br />
sekarang Rp 5.000,-,&#8221;anan setelah gedung gereja Kristen Jawa aru menghabiskan daging 2 ekor ayam kampung. “Biar dagingnya terasa empuk, saya selalu menggunakan daging ayam kampung betina yang masih muda,” ujar Sukiman.</p>
<p>Soal bumbu yang dipakai, tidak beda dengan bumbu soto lainnya yakni mrica, pala, jahe, kunyit dan kemiri. Setelah dihaluskan, semua bumbu tersebut dimasukkan bersama-sama dengan sayuran hingga mendidih. Setelah mendidih, barulah daging ayam<br />
dimasukkan. Setelah dirasa cukup empuk, daging dientas dan digoreng.  Dengan ditambah sedikit gula  merah, kuah soto yang berisi bermacam-macam sayuran beserta daging ayam</p>
<div id="attachment_10375" class="wp-caption alignleft" style="width: 412px"><a rel="attachment wp-att-10375" href="http://banyumasnews.com/2010/05/24/soto-%e2%80%98sopo-nyono%e2%80%99-gombong-rasanya-sedaaap/pak-sukiman-meracik-soto-gombong-2/"><img class="size-medium wp-image-10375" title="Pak Sukiman meracik soto Gombong" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/Pak-Sukiman-meracik-soto-Gombong1-402x270.jpg" alt="Pak Sukiman meracik soto Gombong (foto:tgr/BNC)" width="402" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Pak Sukiman meracik soto Gombong (foto:tgr/BNC)</p></div>
<p>yang diris-iris siap disajikan. (tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/05/24/soto-%e2%80%98sopo-nyono%e2%80%99-gombong-rasanya-sedaaap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zona kuliner Cia-Cia Cilacap dan keunikan kuliner Barlingmascakeb</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/29/zona-kuliner-cia-cia-cilacap-dan-keunikan-kuliner-barlingmascakeb/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/29/zona-kuliner-cia-cia-cilacap-dan-keunikan-kuliner-barlingmascakeb/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 14:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[zona kuliner; cilacap; purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9848</guid>
		<description><![CDATA[Janji Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Yayah Sobriyah menghadirkan zona kuliner di Cilacap benar-benar terwujud. Mengambil moment Gebyar Pedagang Kaki Lima (PKL), masih terkait dengan peringatan hari jadi Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (27/03) lalu, sebuah kawasan yang disebut sebagai zona  kuliner (culinary zone) meramaikan Cilacap di malam hari.
Zona kuliner ini mengambil lokasi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Janji Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop), Yayah Sobriyah menghadirkan zona kuliner di Cilacap benar-benar terwujud. Mengambil moment Gebyar Pedagang Kaki Lima (PKL), masih terkait dengan peringatan hari jadi Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (27/03) lalu, sebuah kawasan yang disebut sebagai zona  kuliner (culinary zone) meramaikan Cilacap di malam hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Zona kuliner ini mengambil lokasi di Jalan Jendral Sudirman, tepatnya antara Jalan Katamso hingga Jalan S Parman depan lapangan eks Batalyon. Sebuah lapangan eks asrama tentara infantry yang menjadi lokasi ‘evakuasi’ pedagang kaki lima yang semula berjualan di alun-alun.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti janjinya, zona kuliner ini hanya digelar pada setiap Sabtu malam dan Minggu malam serta hari libur. Seperti pada Sabtu malam lalu, dibuka sebuah wahana baru untuk masyarakat Cilacap dalam mengisi hari hari liburnya, khususnya di malam hari. Wahana baru itu dinamakan “Cia Cia” (apakah berasal dari bahasa Tionghoa: cia = makan?).</p>
<p style="text-align: justify;">Maka antara pertigaan Jl. Katamso (depan Bank Danamon) sampai pertigaan Jl. S Parman (Pos CPM), mulai pukul lima sore, disediakan gerai-gerai makanan yang dikelola oleh Pemkab Cilacap. Kerja sama dijalin dengan pihak-pihak swasta maupun BUMN. Terlihat mencolok di situ logo-logo bank BUMN (BRI), lalu ada pabrik semen di Cilacap (HOLCIM), dan perusahaan rokok.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pedagang tinggal menyiapkan dagangannya, karena lay out dan posisi telah ditentukan panitia. Makanan yang disediakan bisa dikatakan sudah jamak: bakso, soto, mie, nasi rames, seafood, sop, gudeg dan sebagainya. Juga snack, gorengan, kue serta minuman. Tak lupa, sambil makan para pengunjung ditemani dengan iringan musik keroncong.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keunikan kuliner, adakah?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pengamatan BanyumasNews.com, penataan pedagang kaki lima khususnya pedagang makanan telah lebih dulu dilakukan oleh Pemkab Purbalingga. Kalau kita melewati alun-alun siang hari, akan sangat berbeda kalau kita lewat sore/malam hari. Selain di alun-alun ada juga sebuah jalan yang kalau malam hari ramai menjadi zona kuliner. Banjarnegara dan Kebumen pun masih menjadikan alun-alun sebagai pusat keramaian kuliner malam hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Kabarnya, Purwokerto pun tidak mau kalah. Sumber di Dinas Pariwisata mengungkapkan sedang dirancang sebuah zona kuliner untuk meramaikan Purwokerto di malam hari. Sebenarnya saat ini pun tersedia banyak gerai maupun tenda pedagang makanan yang buka malam hari. Jl. Raga Semangsang adalah salah satu contoh, yang merupakan lokasi pemindahan pedagang eks alun-alun. Kemudian jalur menuju kampus Unsoed adalah pusat makanan yang tidak terbilang jumlahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, lokasi yang khusus di-setting untuk culinary zone oleh Pemkab memang belum ada. Jadi, mari kita tunggu zona kuliner di Purwokerto. Kira-kira dimana ya? Di Jl. S Parman-kah? (antara perempatan Srimaya ke selatan), atau di Taman Kota eks terminal lama?</p>
<p style="text-align: justify;">Berlomba-lomba menunjukkan keunikan ‘malam’ di antara kota-kota di Barlingmascakeb tentu menarik. Namun, adakah yang benar-benar khas dan menjadi ikon kuliner di tiap kota? Atau nyaris seragam: nasi goreng, mie godog, nasi rames, gudeg (ini dari Jogja ‘kan), gorengan, mendoan, bakso, soto? Tentu sah-sah saja menampilkan menu seperti itu, karena memang popular. Namun akan lebih baik kalau masing-masing ada keunikan. (BNC/maskurmambangblog.wordpress.com/puh)</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_9849" class="wp-caption alignleft" style="width: 448px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a rel="attachment wp-att-9849" href="http://banyumasnews.com/2010/03/29/zona-kuliner-cia-cia-cilacap-dan-keunikan-kuliner-barlingmascakeb/cia-cia-view-001/"><img class="size-full wp-image-9849" title="cia-cia-view-001" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/cia-cia-view-001.jpg" alt="Keramaian Cia-Cia Cilacap. Foto:maskurmambang blog" width="438" height="280" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Keramaian Cia-Cia Cilacap. Foto &amp; info: maskurmambang blog</dd>
</dl>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/29/zona-kuliner-cia-cia-cilacap-dan-keunikan-kuliner-barlingmascakeb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkab minta dukungan DPD soal infrastruktur wisata Dieng</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/27/pemkab-minta-dukungan-dpd-soal-infrastruktur-wisata-dieng/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/27/pemkab-minta-dukungan-dpd-soal-infrastruktur-wisata-dieng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 04:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[wisata dieng; banjarnegara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9796</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA – Pemerintah Daerah (Pemkab) Banjarnegara yang diwakili oleh Sekda Syamsudin, S. Pd., M. Pd meminta DPD mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata Dieng berupa pembangunan jalan tembus dari pantura (Kabupaten Batang) ke Batur yang merupakan lokasi pariwisata Dieng. Hal itu disampaikan kepada tiga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal daerah Pemilihan Jawa Tengah yang mengunjungi Banjarnegara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA – Pemerintah Daerah (Pemkab) Banjarnegara yang diwakili oleh Sekda Syamsudin, S. Pd., M. Pd meminta DPD mendukung pengembangan infrastruktur pariwisata Dieng berupa pembangunan jalan tembus dari pantura (Kabupaten Batang) ke Batur yang merupakan lokasi pariwisata Dieng. Hal itu disampaikan kepada tiga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal daerah Pemilihan Jawa Tengah yang mengunjungi Banjarnegara kemarin.</p>
<p>Anggota DPD yang berkunjung adalah Dr. Sulistyo, M. Pd., GKR Ayu Koes Indriyah, dan Denty Eka Widi Pratiwi, SE. Kunjungan mereka dimaksudkan untuk membangun komunikasi dengan Pemkab dan menampung aspirasi dari daerah dalam rangka tugas-tugas konstitusional anggota DPD RI di daerah pemilihan. “Kami berhadap Pemkab memanfaatkan dengan optimal kegiatan ini” katanya Dr. Sulistyo mewakili rombongan DPD.</p>
<p>Selain permintaan dukungan pengembangan wisata Dieng, Syamsudin juga menjelaskan tentang beragam permasalahan yang berkaitan dengan otonomi daerah dan penanganan sumber daya alam di daerah. “Masalah yang kami sampaikan berkaitan dengan persoalan yang memerlukan bantuan kebijakan dan bantuan anggaran dari pusat” katanya.</p>
<p>Disinggung pula mengenai pengembangan bahan galian tambang yang belum maksimal di daerah Kalitengah, pengembangan batik Gumelem, permasalahan di dunia pendidikan dan dampak konversi minyak tanah bagi pengrajin keramik.</p>
<p>Khusus untuk pengrajin keramik, Syamsudin meminta kebijakan proteksi khusus berkaitan dengan berlakunya pasar bebas. Hal ini didasarkan belum siapnya para pengrajin untuk berkompetisi di pasar bebas dikarenakan masih berkutat pada dampak konversi minyak tanah ke gas. “Karena mahalnya harga tungku gas, dari 30 pengrajin keramik, baru 2 orang pengrajin yang mampu memiliki tungku pembakar yang berbahan bakar gas” katanya.</p>
<p>Syamsudin mengusulkan bentuk proteksi tersebut bisa berupa pemberian subsidi mitan dengan harga khusus kepada para pengrajin selama paruh waktu tertentu. Jadi satu masalah konversi ini diselesaikan terlebih dahulu, baru kita mempersiapkan diri masuk ke pasar bebas. “Kebijakan ini penting untuk melindungi mereka dari kehancuran” katanya.(BNC/ist/bna)</p>
<div id="attachment_9798" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-9798" href="http://banyumasnews.com/2010/03/27/pemkab-minta-dukungan-dpd-soal-infrastruktur-wisata-dieng/candi-arjuna-dieng-2/"><img class="size-full wp-image-9798" title="candi arjuna dieng" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/candi-arjuna-dieng.jpg" alt="komplek candi Arjuna Dieng" width="320" height="250" /></a><p class="wp-caption-text">komplek candi Arjuna Dieng</p></div>
<div id="attachment_9799" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-9799" href="http://banyumasnews.com/2010/03/27/pemkab-minta-dukungan-dpd-soal-infrastruktur-wisata-dieng/dieng-plateu-2/"><img class="size-full wp-image-9799" title="dieng plateu" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/dieng-plateu1.JPG" alt="panorama sekitar Dieng" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">panorama sekitar Dieng</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/27/pemkab-minta-dukungan-dpd-soal-infrastruktur-wisata-dieng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Van der Wijk: Benteng kokoh yang menyimpan misteri</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 09:47:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[benteng van der wijk; gombong; wisata banyumas; wisata kebumen]]></category>
		<category><![CDATA[wisata sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9430</guid>
		<description><![CDATA[Tlatah Banyumas (=Barlingmascakeb: Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen) memiliki kekayaan ‘wisata sejarah’ yang berlimpah. Untuk menyebut beberapa contoh: Di Banjarnegara ada situs candi Arjuna (Dieng), di Purbalingga ada petilasan Ardi Lawet (Penusupan Kecamatan Rembang), di Banyumas ada masjid Saka Tunggal (Cikakak) dan ‘kota lama’ (Banyumas), di Cilacap ada Benteng Pendem (di Teluk Penyu).
Bagaimana dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tlatah <strong>Banyumas</strong> (=Barlingmascakeb: Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen) memiliki kekayaan ‘wisata sejarah’ yang berlimpah. Untuk menyebut beberapa contoh: Di Banjarnegara ada situs candi Arjuna (Dieng), di Purbalingga ada petilasan Ardi Lawet (Penusupan Kecamatan Rembang), di Banyumas ada masjid Saka Tunggal (Cikakak) dan ‘kota lama’ (Banyumas), di Cilacap ada Benteng Pendem (di Teluk Penyu).</p>
<div id="attachment_9431" class="wp-caption alignleft" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-9431" href="http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/benteng/"><img class="size-full wp-image-9431" title="benteng" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/benteng.jpg" alt="Van der Wijk nan kokoh - gombong.info" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Van der Wijk nan kokoh - gombong.info</p></div>
<p>Bagaimana dengan Kebumen? Di daerah ‘<strong>ngapak</strong>’ paling timur ini ada yang fenomenal dan bernilai sejarah tinggi: <strong>Benteng Van der Wijk</strong>, yang terletak di kota kecamatan Gombong. Rubrik <strong>Obyek Wisata Banyumas</strong>an kali ini ingin memberi ruang eksloitasi obyek wisata peninggalan penjajah Belanda ini.</p>
<p><em><em>Seperti ditulis Inu (18/04/09 – www.arupadhatuindonesia.com), Zeni militer Belanda membangun Benteng Van der Wijk untuk keperluan logistik saat menghadapi perang Diponegoro pada 1825-1830 (ada yang menyebut dibangun pada 1827). Selanjutnya benteng difungsikan sebagai Pupillen School</em><em> –sekolah calon militer- untuk anak-anak keturunan Eropa pada 1856. Di tempat ini pula Soeharto pernah menuntut ilmu kemiliteran. Jauh berabad-abad setelah pembangunannya, kini <strong>Van der Wijk</strong> hadir sebagai tempat wisata gaya baru.</em></em></p>
<p>Benteng <em>Van der Wijk </em>disebut juga Benteng <em>Cochius</em> atau Benteng Merah. Benteng berdenah segi delapan ini mempunyai empat pintu utama. Meskipun demikian, pengunjung terbiasa untuk masuk dari pintu di sisi barat daya.</p>
<p>Benteng yang diwarnai merah ini sudah sangat mencolok walau dari jauh. Kontras dengan lingkungan sekitar yang lebih didominasi oleh hijau. Dua <em>tank</em> perang dipajang di kanan dan kiri pintu masuk. Mungkin untuk lebih menekankan kesan “militer” pada benteng. Pintu gerbang dari kayu langsung menyambut dengan ramah. Terlihat masih asli dengan engsel-engsel besi yang sangat kokoh.</p>
<p>Benteng yang terdiri dari dua lantai ini mempunyai banyak ruangan. Setiap ruangan memiliki jendela-jendela besar. Beberapa ruangan bahkan mempunyai lantai ubin yang sangat cantik. Mungkin dahulunya digunakan untuk ruangan para petinggi zeni militer Belanda.</p>
<p>Di lantai satu masih dapat dijumpai beberapa ruangan dengan lantai yang tersusun dari bata merah. Pola penyusunan yang sangat apik untuk material bata merah. Walaupun tidak dipoles dengan plesteran namun hasilnya tetap menarik untuk dinikmati. Salah satu ruangan yang menggunkan lantai bata merah adalah pos jaga yang biasanya dijumpai di kanan dan kiri pintu gerbang di bawah tangga.</p>
<p>Beranjak ke lantai dua. Tangga masif yang melengkung mengantar pengunjung pada ruangan-ruangan di lantai dua Benteng Van der Wijk. Ruangan-ruangan besar di sini –yang menyerupai aula- mungkin cocok direvitalisasi menjadi sebuah restoran, sementara ruang-ruang berupa kamar akan nyaman bila dijadikan tempat melepas penat untuk semalam dua malam. Saat ini beberapa ruangan besar dijadikan tempat untuk memajang foto-foto figur pahlawan nasional.</p>
<p>Melongok melalui rangka-rangka jendela seperti berada di belahan dunia lain. Sejauh mata memandang hanya didapati jendela-jendela yang terperangkap dalam merahnya dinding benteng. Dan itu cukup membuat pengunjung terpukau.</p>
<p>Sebagian besar dinding ruangan di dalam benteng ditumbuhi lumut. Mungkin karena air yang merembes dari atap sehingga lumut dapat tumbuh subur pada dinding ruangan.</p>
<div id="attachment_9432" class="wp-caption alignleft" style="width: 134px"><a rel="attachment wp-att-9432" href="http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/kendaraan-perang-di-van-der-wijk-pemburufotoalam/"><img class="size-full wp-image-9432" title="kendaraan perang di van der wijk - pemburufotoalam" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/kendaraan-perang-di-van-der-wijk-pemburufotoalam.jpg" alt="Tank di Van der Wijk - pemburufotoalam" width="124" height="82" /></a><p class="wp-caption-text">Tank di Van der Wijk - pemburufotoalam</p></div>
<p>Salah satu hal yang membuat penasaran untuk berkunjung ke Van der Wijk adalah wahana kereta di atas benteng. Konon, kita dapat melihat lingkungan sekitar ala “bird eye view” dengan kereta mini ini. Ada dua kereta mini di sini. Satu berwarna meriah khas anak-anak dan satu lagi berwarna gelap menonjolkan kesan klasik. Dari kereta ini terlihat jelas, ternyata atap benteng disusun dari bata spesi semen yang membentuk semacam igir-igir pada bukit. Berderet-deret mengikuti denah segi delapan pada benteng. Sangat indah dipadu dengan panorama sekeliling yang cukup menawan. Susunan atap ini tidak dapat dilihat hanya dari bawah benteng.</p>
<p><strong>Sekilas sejarah Benteng Van der Wijk:</strong></p>
<p>Menurut Novie Hari Putranto dalam skripsinya di Jurusan Arkeologi FB UGM, yang berjudul: “Permukiman Militer Belanda di Gombong Tahun 1833-1913”, jumlah kuli yang dipekerjakan untuk membangun benteng ini adalah 1400 kuli sehari. 1200 kuli berasal dari Karesidenan Bagelen dan sisanya berasal dari Karesidenan Banyumas.  Material benteng seperti kapur dan kayu didatangkan dari Bagelen dan Banyumas.</p>
<p>Pada masa pendudukan Jepang, benteng juga digunakan untuk menyimpan logistik dan senjata. Semua tulisan-tulisan Belanda yang terdapat di benteng dicat hitam untuk menghilangkan semua pengaruh Belanda.</p>
<p>Setelah Belanda dan Jepang meninggalkan Indonesia, Van der Wijk digunakan untuk kepentingan militer TNI AD. Baru pada Desember 2000 benteng dibuka untuk umum. <strong>PT Indopower</strong>, adalah pihak ketiga yang mengelola benteng tersebut.</p>
<div id="attachment_9433" class="wp-caption alignleft" style="width: 128px"><a rel="attachment wp-att-9433" href="http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/lorong-van-der-wijk-kurniasih-blog/"><img class="size-full wp-image-9433" title="lorong van der wijk - kurniasih blog" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/lorong-van-der-wijk-kurniasih-blog.jpg" alt="lorong di dalam benteng - kurnisih blog" width="118" height="89" /></a><p class="wp-caption-text">lorong di dalam benteng - kurnisih blog</p></div>
<p>Benteng Van der Wijck merupakan benteng pertahanan darat terbesar di Jawa bagian selatan pada masa itu. Meliputi garis pertahanan wilayah eks Karesidenan Kedu bagian selatan (meliputi wilayah Kabupaten Kebumen, Purworejo, dan Wonosobo) dan eks Karesidenan Banyumas, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.</p>
<p>Mengenai siapa yang membuat benteng tersebut, sampai saat ini belum ada literatur yang menegaskan siapa arsitek cemerlang yang memprakarsai pembangunan benteng tersebut. Nama &#8220;Van der Wijck&#8221; itu diambil dari tulisan yang tertera di pintu masuk yang sejak awal memang sudah ada.</p>
<p>Van der Wijck adalah terminologi Belanda yang bermakna &#8220;bangunan atau benteng yang berada di tengah-tengah desa”. Akan tetapi, salah seorang perwira militer Belanda yang pernah menjadi komandan di benteng itu, juga bernama Van der Wijck.</p>
<p>Nama yang sama juga digunakan dalam cerita novel karya Hamka yang berjudul Kisah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Jadi, memang masih tersimpan sejumlah misteri dibalik kokohnya benteng Van der Wijk. (BNC/phd/dari berbagai sumber)</p>
<div id="attachment_9434" class="wp-caption alignleft" style="width: 151px"><a rel="attachment wp-att-9434" href="http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/lorong-van-der-wiji-pureindonesia-blog/"><img class="size-full wp-image-9434" title="lorong van der wiji - pureindonesia.blog" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/lorong-van-der-wiji-pureindonesia.blog.jpg" alt="sisi lain - pureindonesia.blog" width="141" height="106" /></a><p class="wp-caption-text">sisi lain - pureindonesia.blog</p></div>
<div id="attachment_9435" class="wp-caption alignleft" style="width: 156px"><a rel="attachment wp-att-9435" href="http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/sisi-lain-van-der-wijk-kaskus/"><img class="size-full wp-image-9435" title="sisi lain van der wijk - kaskus" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/sisi-lain-van-der-wijk-kaskus.jpg" alt="masih kokoh - kaskus.com" width="146" height="97" /></a><p class="wp-caption-text">masih kokoh - kaskus.com</p></div>
<div id="attachment_9436" class="wp-caption alignleft" style="width: 144px"><a rel="attachment wp-att-9436" href="http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/van-der-wijk-citizen-magazine-kompas/"><img class="size-full wp-image-9436" title="van der wijk - citizen magazine kompas" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/van-der-wijk-citizen-magazine-kompas.jpg" alt="'Square' di dalam benteng - citizen magazine.kompas" width="134" height="101" /></a><p class="wp-caption-text">&#39;Square&#39; di dalam benteng - citizen magazine.kompas</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/08/van-der-wijk-benteng-kokoh-yang-menyimpan-misteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sarang burung Karangbolong, sudah tersohor sejak awal abad 17</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 23:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[sarang burung karangbolong; wisata kebumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9348</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN dikenal memiliki obyek wisata alami. Yang paling tersohor tentu saja Gua Jatijajar, gua yang dipenuhi stalagtit dan stalagmite. Kemudian Karangbolong, sebuah gua di pinggir pantai selatan, masuk wilayah Kecamatan Gombong, yang kaya akan sarang burung walet atau ‘lawet’. Untuk mengabadikan ‘ikon’ Kebumen ini, maka dibangunlah ‘Tugu Walet’ di tengah kota, yang menjadi ciri khas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEBUMEN dikenal memiliki obyek wisata alami. Yang paling tersohor tentu saja Gua Jatijajar, gua yang dipenuhi stalagtit dan stalagmite. Kemudian Karangbolong, sebuah gua di pinggir pantai selatan, masuk wilayah Kecamatan Gombong, yang kaya akan sarang burung walet atau ‘lawet’. Untuk mengabadikan ‘ikon’ Kebumen ini, maka dibangunlah ‘Tugu Walet’ di tengah kota, yang menjadi ciri khas kota Kebumen.</p>
<p>Kebumen memang dikenal sebagai daerah yang di kelilingi oleh pegunungan kapur dan berudara sejuk serta pemandangan yang rata-rata masih asli.</p>
<p>Keberadaan walet di gua Karangbolong sudah ratusan tahun. Konon, ini bermula dari sejak ditemukan sarang burung walet pada abad ke-17 atau di masa kerajaan Mataram Kartosuro. Kisah penemuan gua sarang burung itu sendiri kemudian melahirkan ritual penduduk sebelum memanen sarang burung.</p>
<p>Menurut cerita yang berkembang secara turun-temurun pada warga masyarakat Karang-bolong, penemuan  sarang burung walet  berawal pada abad 17 ketika permaisuri Raja Mataram mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh.</p>
<p>Oleh karena segala obat dari tabib maupun dukun tidak ada yang berhasil menyembuhkan, raja pun melakukan tapa brata  untuk mencari petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Dalam semedinya itu raja mendapat wangsit bahwa obat yang dapat menyembuhkan permaisuri adalah jamur yang tumbuh pada batu karang di sekitar pantai laut selatan.</p>
<p>Dulu, tiap kali unduhan atau pengambilan sarang walet, bisa mencapai 1 kuintal lebih. Karena itu, sarang burung walet sempat menjadi primadona. Bahkan 10 persen pendapatan asli daerah Kebumen berasal dari sarang walet. Pemanenan dilakukan secara periodic, dan sebelum dilakukan pemanenan diadakan ritual meminta keselamatan.</p>
<p>Lokasi gua yang berada di bibir pantai memang sangat beresiko bagi yang mau memanen sarang burung. (BNC/puh/dari berbagai sumber)</p>
<div id="attachment_9349" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><a rel="attachment wp-att-9349" href="http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/krg-bolong-trijokobs-blog/"><img class="size-full wp-image-9349" title="krg-bolong trijokobs blog" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/krg-bolong-trijokobs-blog.jpg" alt="Salahsatu sisi Karangbolong - blog trijokobs" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Salahsatu sisi Karangbolong - blog trijokobs</p></div>
<div id="attachment_9350" class="wp-caption alignleft" style="width: 458px"><a rel="attachment wp-att-9350" href="http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/attachment/03032010408/"><img class="size-full wp-image-9350" title="03032010408" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/03032010408.jpg" alt="Tugu Walet - ikon kota Kebumen" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Tugu Walet - ikon kota Kebumen</p></div>
<div id="attachment_9351" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a rel="attachment wp-att-9351" href="http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/karangbolong-ipul-blog/"><img class="size-full wp-image-9351" title="karangbolong-ipul blog" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/karangbolong-ipul-blog.jpg" alt="indah dan asri - ipul blog" width="300" height="229" /></a><p class="wp-caption-text">indah dan asri - ipul blog</p></div>
<div id="attachment_9352" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-9352" href="http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/karangbolong-indotreker/"><img class="size-full wp-image-9352" title="karangbolong-indotreker" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/karangbolong-indotreker.JPG" alt="foto from indotreker" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">foto from indotreker</p></div>
<div id="attachment_9353" class="wp-caption alignleft" style="width: 346px"><a rel="attachment wp-att-9353" href="http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/attachment/03032010418/"><img class="size-full wp-image-9353" title="03032010418" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/03032010418.jpg" alt="Tugu Walet lagi" width="336" height="376" /></a><p class="wp-caption-text">Tugu Walet lagi</p></div>
<div id="attachment_9354" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-9354" href="http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/karangbolong-40-by-iqmal/"><img class="size-full wp-image-9354" title="karangbolong-40-by-iqmal" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/karangbolong-40-by-iqmal.JPG" alt="karangbolong - foto iqmal blog" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">karangbolong - foto iqmal blog</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/06/sarang-burung-karangbolong-sudah-tersohor-sejak-awal-abad-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ritual ‘Jamasan Jimat Kalisalak’ kembali digelar</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/02/28/ritual-%e2%80%98jamasan-jimat-kalisalak%e2%80%99-kembali-digelar/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/02/28/ritual-%e2%80%98jamasan-jimat-kalisalak%e2%80%99-kembali-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 11:14:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[OBYEK WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[jamasan kalisalak; banyumas; wisata banyumas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9262</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS – Upacara tahunan pencucian benda pusaka (jamasan) yang diyakini benda-benda peninggalan Raja Amangkurat I kemarin Sabtu (27/02) kembali digelar di desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.
Menurut juru bicara Langgar Jimat Kalisalak (tempat menyimpan benda-benda itu), Ilham Triyono kegiatan tersebut merupakan ritual tahunan yang digelar setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Dan untuk tahun ini menurutnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS – Upacara tahunan pencucian benda pusaka (jamasan) yang diyakini benda-benda peninggalan Raja Amangkurat I kemarin Sabtu (27/02) kembali digelar di desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas.</p>
<p>Menurut juru bicara Langgar Jimat Kalisalak (tempat menyimpan benda-benda itu), Ilham Triyono kegiatan tersebut merupakan ritual tahunan yang digelar setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Dan untuk tahun ini menurutnya penentuan tanggal 12 Rabiul Awal jatuh pada hari Sabtu (27/2) berdasarkan perhitungan Aboge (Alif Rebo Wage) yang dianut masyarakat setempat.</p>
<p>Rangkaian ritual jamasan diawali dengan kegiatan &#8220;Maleman&#8221; atau tirakatan yang diisi penjabaran tentang sejarah jimat Kalisalak. Mengenai keberadaan jimat di Kalisalak sendiri, dia mengatakan, masyarakat sekitar mempercayai jika pusaka yang selama ini disimpan di sebuah bangunan yang dikenal dengan &#8220;Langgar Jimat Kalisalak&#8221; merupakan benda-benda Amangkurat I yang bertuah.</p>
<p>Menurut dia, kitab-kitab itu diyakini sebagai benda keramat dan memiliki daya magis. &#8220;Jumlah pusaka konon selalu berubah setiap kali dilakukan penghitungan sebelum penjamasan. Terkadang bentuknya juga berubah dan muncul benda-benda baru,&#8221; kata Ilham.</p>
<p>Sementara itu uru kunci &#8220;Langgar Jimat Kalisalak&#8221; San Muraji (79) mengatakan, ritual ini tidak sekadar mencuci benda keramat tetapi juga membaca tanda zaman.</p>
<p>Amangkurat I adalah Raja Mataram yang bertahta pada 1646-1677. Ia adalah anak dari Sultan Agung Hanyokrokusumo dan Raden Ayu Wetan (Kanjeng Ratu Kulon), putri keturunan Ki Juru Martani yang merupakan saudara dari Ki Ageng Pemanahan.</p>
<p>Sosok yang memiliki nama kecil Mas Sayidin, yang ketika menjadi putera mahkota diganti dengan gelar Pangeran Arya Mataram atau Pangeran Ario Prabu Adi Mataram tersebut berusaha untuk mempertahankan wilayah kekuasaan Kesultanan Mataram.</p>
<p>Amangkurat dikabarkan sempat singgah di Kalisalak, dan meninggalkan pusaka-pusaka itu agar tak membebani perjalanannya menuju Batavia. Amangkurat menuju ke Batavia untuk meminta bantuan VOC lantaran dikejar pasukan Trunojoyo yang memberontak sekitar 1676-1677.</p>
<p>Beberapa benda yang ditinggalkan dan hingga kini masih tersimpan di sebuah bangunan yang dikenal dengan &#8220;Langgar Jimat Kalisalak&#8221; antara lain berupa kitab-kitab bertuliskan huruf Jawa Kuno, Arab, dan Cina yang terbuat dari daun lontar dan &#8220;asus buntut&#8221; (bagian pelana kuda yang masuk ke ekor).</p>
<p>Selanjutnya, benda-benda peninggalan tersebut dijamas dan dihitung jumlahnya setiap bulan Maulud oleh kerabat Amangkurat I yang ada di Desa Kalisalak. Pusaka-pusaka yang dijamas antara lain berupa keris, trisula, tombak, uang kuno, pelor, dan batu granit. Sementara pusaka lain yang dibuka dan dibersihkan misalnya cemeti, bekong (semacam kendi kecil), besek (wadah dari anyaman bambu, Banyumas = piti). (<strong>BNC/ist</strong>)</p>
<div id="attachment_9263" class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a rel="attachment wp-att-9263" href="http://banyumasnews.com/2010/02/28/ritual-%e2%80%98jamasan-jimat-kalisalak%e2%80%99-kembali-digelar/benda-pusaka-itu/"><img class="size-full wp-image-9263" title="benda pusaka itu" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/benda-pusaka-itu.JPG" alt="benda-benda yang dijamas" width="298" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">benda-benda yang dijamas</p></div>
<div id="attachment_9264" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a rel="attachment wp-att-9264" href="http://banyumasnews.com/2010/02/28/ritual-%e2%80%98jamasan-jimat-kalisalak%e2%80%99-kembali-digelar/jamasan-2/"><img class="size-full wp-image-9264" title="jamasan 2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/jamasan-2.jpg" alt="salah satu prosesi" width="200" height="122" /></a><p class="wp-caption-text">salah satu prosesi</p></div>
<p><a rel="attachment wp-att-9265" href="http://banyumasnews.com/2010/02/28/ritual-%e2%80%98jamasan-jimat-kalisalak%e2%80%99-kembali-digelar/aa-jamasan/"><img class="alignleft size-full wp-image-9265" title="aa jamasan" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/aa-jamasan.jpg" alt="aa jamasan" width="200" height="146" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/02/28/ritual-%e2%80%98jamasan-jimat-kalisalak%e2%80%99-kembali-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->