Oleh: Puji Ambarwati, S.Pd *)
BAGI seorang guru bahasa Indonesia menyajikan materi apresiasi sastra tidaklah mudah. Uuntuk menjadi guru sastra yang baik harus mempunyai kecintaan pribadi terhadap karya sastra. Sastra baginya menjadi sumber kenikmatan, selalu mengikuti perkembangan sastra dan kegiatan di bidang sastra . Guru yang kreatif dan dinamis akan mempengaruhi keberhasilan siswa dalam berapresiasi.
Siswa adalah [...]
February 23, 2010 | Dimuat dalam
SASTRA,
WACANA |
Lanjut Baca »
Oleh: Salsabila Dian Islami
Catatan: Naskah ceritera mini ini sama sekali tanpa editing redaksi. Terlontar begitu saja dan apa adanya. Meski logika Srigala dikalahkan Tupai tidak mengena, namun Salsabila Dian Islami yang masih duduk di Kelas 3 Akselerasi SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah 01 (RSBI) Purwokerto ini mencba melakukan dekonstruksi terhadap realitas kasat mata. Bocah yang baru [...]
October 31, 2009 | Dimuat dalam
SASTRA |
Lanjut Baca »
Oleh : Abdul Aziz Rasjid dan Teguh Trianton
Penyair Banyumas mulai mempublikasikan puisinya —dalam bahasa Indonesia— kurang lebih sejak tahun 1970-an. Sampai kini, puisi mereka mendapatkan publikasi yang cukup “besar” di beberapa lembar sastra koran, majalah, media alternatif, jurnal maupun antologi puisi bersama.
Pada periode 1970-an itu, kita tahu berbagai perambahan dalam pengucapan dan wawasan puisi di [...]
September 15, 2009 | Dimuat dalam
SASTRA |
Lanjut Baca »
Hamidin Krazan
MENGENANG 40 hari meninggalnya penyair WS Rendra, banyumasnews.com menampilkan Sajak Seonggok Jagung. Puisi Rendra ini dikirim oleh seorang penulis dongeng anak-anak, Khamidin Krazan. Pria berambut keriting asal Pekuncen Banyumas ini mencoba menerjemahkan puisi Si Burung Merak ini secara sembrono dengann bahasa khas banyumasan. Kita membacanya terasa geli dan gregeten.
Sajak Seonggok Jagung W.S. Rendra
(diterjemahkan secara [...]
September 9, 2009 | Dimuat dalam
BANYUMAS,
SASTRA |
Lanjut Baca »
Bador Kayu, punya nama asli Bambang Wadoro, seorang guru SD yang getol nguri uri kabudayaan jawa,khususnya Banyumasan. Penyair yang satu ini lebih dikenal sebagai sutradara dan penulis drama. Sejumlah naskahnya memenangkan lomba tingkat nasional. Bador aktif mengelola Teater Tubuh, satu satunya teater angkatan 80an yang masih eksis di Banyumas. Wow,geguritanya terasa renyah dan enteng dibaca, [...]
September 2, 2009 | Dimuat dalam
BANYUMAS,
SASTRA |
Lanjut Baca »
Badrudin Emce
Pria asal Kroya Cilacap ini gemar menulis puisi pendek pendek. Bahasanya lugas dengan memanfaatkan metafor benda benda. Penempatan diksi yang taktis membuat puisi ini unik. Badrudin mengirim dua puisi pendek ke redaksi banyumasnews.com, dengan harapan antologi yang memuat puisi tersebut bisa dibeli pembaca. Pria yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata Cilacap ini puisinya [...]
August 27, 2009 | Dimuat dalam
CILACAP,
SASTRA |
Lanjut Baca »
Wanto Tirta
Penyair ini lahir di Ajibarang Banyumas 47 tahun yang lalu. Puisinya tersebar di sejumlah media cetak lokal dan nasional. Wanto Tirta juga menulis geguritan khas banyumasan.
Kumpulan geguritannya kini tengah dipersiapkan untuk diterbitkan. Geguritan berjudul Penganten Anyar ini sangat denotatif sehingga tampil gamblang dicerna.
Wanto mencoba menyuguhkan bahasa tutur jenaka lewat parikan (pantun) yang [...]
August 24, 2009 | Dimuat dalam
SASTRA |
Lanjut Baca »
BANYUMAS – Kabupaten Banyumas boleh berbesar hati karena memiliki komunitas sastra Hujan Tak Kunjung Padam (HTKP), yang mengklaim sebagai kelompok independent karena tidak berada di bawah naungan instansi manapun.
Komunitas yang terbentuk pada 3 April 2005 tersebut digawangi oleh lima sastrawan muda asal Banyumas yakni Agustav Triono, Ari Purnomo, Aliv V Esesi, Ayatullah Muhammad dan Yudistira [...]
Malam ini ,Minggu (09/08) sejumlah penyair Banyumas akan membacakan puisi untuk mengenang WS Rendra. Acara yang digagas Dewan Kesenian Banyumas (DKB) ini berlangsung di Gedung Sutejo. Sekitar 6 penyar sudah menyatakan siap untuk membacakan puisi.
Selain puisi WS Rendra, para penyair juga akan membaca puisi karya mereka sendiri. Hingga malam tadi, sudah lima penyair yang datang [...]
August 9, 2009 | Dimuat dalam
BANYUMAS,
SASTRA |
Lanjut Baca »
Belum ada penyair di Indonesia yang kemampuannya seperti Rendra. Selain memiliki nilai magis, penyair yang dijuluki si burung merak itu karya karyanya sangat monumental. Karena itu sejumlah penyair Banyumas menyatakan sangat kehilangan.
“Belum ada penyair sehabat dia. Itulah makanya kami merasa sangat kehilangan,” ujar Bambang Wadoro sastrawan dan pemain teater asal Banyumas, saat ditemui Banyumasnews.com di [...]
August 7, 2009 | Dimuat dalam
BANYUMAS,
SASTRA |
Lanjut Baca »