<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; SOSIAL POLITIK</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/tematik/sosial-politik-tematik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Peduli Kuatno, IMM Banyumas Serahkan Ribuan Pisang ke Polres Cilacap</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 11:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[kuatno cilacap; imm banyumas; gerakan seribu pisang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13923</guid>
		<description><![CDATA[CILACAP  &#8211; Kepedulian terhadap Kuatno (22),  seorang pemuda warga Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara,  Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga  menderita keterbelakangan mental atau idiot namun menjadi tahanan polisi dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilacap karena tertangkap basah mencuri buah pisang kepok, ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Banyumas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13924" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><img class="size-full wp-image-13924" title="pisang" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/pisang.jpg" alt="" width="275" height="183" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi</p></div>
<p>CILACAP  &#8211; Kepedulian terhadap Kuatno (22),  seorang pemuda warga Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara,  Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga  menderita keterbelakangan mental atau idiot namun menjadi tahanan polisi dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilacap karena tertangkap basah mencuri buah pisang kepok, ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Banyumas, dengan mendatangi Mapolres Cilacap, Sabtu (07/01). Mereka menyerahkan ribuan pisang sebagai bentuk protes terhadap langkah Polres Cilacap yang tetap memproses hukum pencuri pisang itu.</p>
<p>Aktifis demo datang sekitar pukul 14.30 dengan naik sepeda motor dan membawa serta sebuah mobil bak terbuka bertuliskan &#8220;Gerakan 1.000 Pisang untuk Kuatno&#8221;. Mobil tersebut mengangkut pisang berbagai jenis, yang dikumpulkan oleh  IMM selama dua hari sebelumnya, di sekeretariat IMM Banyumas, Jl. Dr Angka, Purwokerto. Selain mengumpulkan pisang, perwakilan juga mengunjungi keluarga Kuatno di rumahnya.</p>
<p>Koordinator aksi Erfan Faturohman mengatakan aksi ini bukan berarti mereka mendukung aksi pencurian, tetapi lebih menginginkan keadilan ditegakkan.  Menurutnya, Kuatno lemah mental sehingga  dia harus dibebaskan karena tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.</p>
<p>Saat aksi berlangsung tidak ada satu pun perwira polisi yang terlihat di Markas Polres Cilacap. Kendati demikian para aktivis IMM Banyumas tetap menyerahkan ribuan pisang yang telah mereka kumpulkan kepada dua PNS yang sedang jaga.</p>
<p>Kuatno dan 15 tandan pisang</p>
<p>Seperti diketahui, Kuatno bersama seorang kawannya, Topan (25), tertangkap basah mencuri buah pisang di Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Cilacap pada 11 November 2011 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ditangkap, polisi menemukan 15 tandan pisang di tempat kejadian perkara.</p>
<p>Akan tetapi berdasarkan pengakuan tersangka, mereka baru sekali melakukan pencurian dan hanya sebanyak sembilan tandan pisang. Setiap tandan pisang pisang akan dijual dengan harga Rp10 ribu dan uangnya untuk membeli rokok.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Cilacap saat menerima pelimpahan tahap dua dari Polres Cilacap, segera melakukan pemeriksaan psikologi terhadap para tersangka, dengan mendatangkan dua psikolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Pemeriksaan psikologi ini dilakukan lantaran adanya berbagai pemberitaan yang menyebutkan jika Kuatno mengalami keterbelakangan mental.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan psikologi tersebut, diketahui kedua tersangka mengalami retardasi mental (lemah mental). Oleh karena itu, Kejari Cilacap tidak bersedia menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Cilacap.</p>
<p>Terkait hal itu, Polres Cilacap mendatangkan psikolog dari Universitas Indonesia Prof Dr Sarlito Wirawan untuk memeriksa psikologi kedua tersangka. Hasilnya, kedua tersangka dinyatakan normal, sehingga Polres Cilacap pun menyerahkan para tersangka ke Kejari Cilacap.</p>
<p>Kendati sempat menolak, Kejari Cilacap akhirnya menerima pelimpahan tahap dua tersebut, tetapi kedua tersangka tidak ditahan selama menunggu proses hukum selanjutnya. Kepala Kejari Cilacap Sulijati mengatakan, pihaknya memiliki kewenangan untuk menghentikan penuntutan jika polisi tetap melimpahkan tahap dua.</p>
<p>Sementara, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Cilacap Eko Bambang Marsudi mengatakan, berkas perkara kedua tersangka akan diteliti dan dipertimbangkan apakah akan dilimpahkan ke pengadilan atau dihentikan. (BNC/ln/ist).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tatto, Novita dan Mustangin nyalon Bupati via PDIP; Fatimah via Golkar</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/11/24/tatto-novita-dan-mustangin-nyalon-bupati-via-pdip-fatimah-via-golkar/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/11/24/tatto-novita-dan-mustangin-nyalon-bupati-via-pdip-fatimah-via-golkar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 23:35:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada cilacap 2012; siti fatimah;]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13811</guid>
		<description><![CDATA[CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, anggota DPRD Jateng Novita Wijayanti, dan tokoh LSM Cilacap Mustangin Mulyana diketahui telah melamar menjadi calon Bupati Cilacap dalam Pilkada 2012 ke PDI Perjuangan. Dari ketiga calon tersebut sampai Selasa (22/11) baru Tatto yang mengembalikan formulir. Darimun, Ketua Panitia Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati PDI Perjuangan Cilacap, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP – Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, anggota DPRD Jateng Novita Wijayanti, dan tokoh LSM Cilacap Mustangin Mulyana diketahui  telah melamar menjadi calon Bupati Cilacap dalam Pilkada 2012 ke PDI Perjuangan.  Dari ketiga calon tersebut sampai  Selasa (22/11) baru Tatto yang mengembalikan formulir. </p>
<p>Darimun, Ketua Panitia Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati PDI Perjuangan Cilacap, mengatakan dua bakal calon bupati yang telah mengambil formulir pendaftaran, yakni Novita Wijayanti (Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah) dan Mustangin Mulyana (Koordinator LSM Forum Rakyat Bersatu Cilacap).</p>
<p>Yang menarik, untuk bakal calon wakil bupati ada seorang kepala desa yang mendaftar, yaitu Nurchosin yang saat ini Kepala Desa Dondong, Kecamatan Kesugihan, Cilacap. Batas akhir pengembalian formur pendaftaran pada Kamis (24 November 2011).</p>
<p>Pilkada Cilacap 2012 juga bakal diikuti oleh Siti Fatimah yang  mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati melalui Partai Golkar.  Ia sudah mengambil formulir di sekretariat DPC Partai Golkar, akhir Oktober lalu. Menurut Ketua Tim Pemilukada Partai Golkar, Ir Parsiyan, dengan mendaftarnya Siti Fatimah, ada dua bakal calon yang positif mendaftar melalui Partai Golkar. Nama lain yang juga mendaftar adalah Sujarwo pensiunan Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).</p>
<p>Apabila Siti Fatimah lolos verifikasi Partai Golkar maka untuk yang kedua kalinya mencalonkan diri sebagai bupati Cilacap melalui mekanisme pemilihan  bupati langsung. Pada Pilkada 2007 dia kalah tipis dari Probo Yulastoro, yang kini diganti pasangannya Tatto S Pamuji karena tersandung perkara korupsi. “Akan menarik kalau Siti Fatimah mendapat kompetitor Novita yang juga anak kandung sekaligus anak ideologis Fran Lukman tokoh PDIP Cilacap yang memiliki pengaruh tinggi di Cilacap”, kata Sarwono warga Cilacap. (BNC/Ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/11/24/tatto-novita-dan-mustangin-nyalon-bupati-via-pdip-fatimah-via-golkar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gakin Pengidap Kanker Asal Tetel Memilih Pasrah</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/25/gakin-pengidap-kanker-asal-tetel-memilih-pasrah/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/25/gakin-pengidap-kanker-asal-tetel-memilih-pasrah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2011 13:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13684</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA (BNC) – Rajem (75) memilih pasrah menikmati sisa hidupnya dengan kanker payudara yang telah bertahun-tahun dideritanya. Meskipun mengaku tak bisa tidur tengkurap dan terlentang, warga Desa Tetel Rt 10 Rw 5 Kecamatan Pengadegan ini menolak bantuan operasi pengangkatan tumornya yang sebesar buah pepaya. “Sampunlah, mboten napa-napa….wis tuwa ikih (Sudahlah, tidak apa-apa…sudah tua),” ujarnya pasrah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA (BNC) – Rajem (75) memilih pasrah menikmati sisa hidupnya dengan kanker payudara yang telah bertahun-tahun dideritanya. Meskipun mengaku tak bisa tidur tengkurap dan terlentang, warga Desa Tetel Rt 10 Rw 5 Kecamatan Pengadegan ini menolak bantuan operasi pengangkatan tumornya yang sebesar buah pepaya.</p>
<p>“Sampunlah, mboten napa-napa….wis tuwa ikih (Sudahlah, tidak apa-apa…sudah tua),” ujarnya pasrah.</p>
<p>Janda Alm Sanmuksi ini mengaku telah merasa ada yang tidak beres di tubuhnya sejak 30 tahun lalu setelah melahirkan anak terakhirnya. Pada mulanya hanya muncul benjolan sebesar biji jagung di sekitar ketiaknya. Meskipun tidak terlalu sakit, Rajem sebenarnya sedikit terganggu dalam beraktivitas sehari-hari.</p>
<p>Semakin lama benjolan semakin membesar, terutama setelah suami tercinta berpulang 15 tahun kemudian. Sejak beberapa tahun terakhir, pihak desa telah menindaklanjuti hingga kecamatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga untuk operasi gratis bagi nenek yang menempati gubug beralas tanah ini. Tapi, Rajem bergeming.</p>
<p>“Menawi kula dioperasi mangke sinten ingkang nenggoni? Lha wong anak kula sami tebih (Kalau saya dioperasi, nanti siapa yang menunggui? Lha wong anak saya jauh-jauh),” tuturnya pelan.</p>
<p>Rajem kini hidup seorang diri di dalam gubug yang sama-sama renta. Satu-satunya kerabat terdekat hanyalah seorang anak tiri yang berdiam tak jauh dari gubugnya. Anak-anaknya yang jauh secara bergiliran memasok kebutuhan sehari-hari nenek yang sudah kurang pendengarannya ini.</p>
<p>Bantuan TP PKK Kabupaten Purbalingga</p>
<p>Sebagai tanda tali asih, TP PKK Kabupaten Purbalingga menyumbangkan uang senilai Rp 750 ribu dan bingkisan sembako kepada Rajem. Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga, Ny Sudarli Heru Sudjatmoko didampingi para pengurus TP PKK Kabupaten lainnya dan disaksikan oleh Camat Pegadegan dan perangkatnya serta Kades Tetel dan istrinya.</p>
<p>“Bantuan ini terserah penggunaannya pada Bu Rajem. Mau buat berlebaran monggo…mau buat berobat monggo. Bantuan yang tidak seberapa, tapi ini bentuk perhatian Pemkab Purbalingga kepada penderitaan hidup Bu Rajem,” jelas Sudarli. (BNC/cie)  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/25/gakin-pengidap-kanker-asal-tetel-memilih-pasrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DWP dan TP PKK Kab Purbalingga Akan Bagikan Zakat di Dua Desa</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/24/dwp-dan-tp-pkk-kab-purbalingga-akan-bagikan-zakat-di-dua-desa/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/24/dwp-dan-tp-pkk-kab-purbalingga-akan-bagikan-zakat-di-dua-desa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 12:32:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13671</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA– Setelah sukses dengan Pasar Murah di Kompleks Gelora Goentoer Darjono Selasa-Rabu 23-24 Agustus 2011, TP PKK Kabupaten Purbalingga menggandeng Dharma Wanita Persatuan Purbalingga akan membagikan zakat Fitrah dan Shodaqoh kepada warga miskin di Desa Tlahab Lor dan Desa Siwarak Kecamatan Karangreja, Kamis (25/8). Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny Siti Nurul Subeno mengatakan, pihaknya telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA– Setelah sukses dengan Pasar Murah di Kompleks Gelora Goentoer Darjono Selasa-Rabu 23-24 Agustus 2011, TP PKK Kabupaten Purbalingga menggandeng Dharma Wanita Persatuan Purbalingga akan membagikan zakat Fitrah dan Shodaqoh kepada warga miskin di Desa Tlahab Lor dan Desa Siwarak Kecamatan Karangreja, Kamis (25/8).</p>
<p>Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ny Siti Nurul Subeno mengatakan, pihaknya telah mengirimkan sebanyak 180 kupon melalui Camat Karangreja untuk dibagikan kepada warga miskin di dua desa itu. Hanya warga miskin yang memiliki kupon inilah yang berhak menerima zakat fitrah yang berhasil dihimpun kedua organisasi wanita ini.</p>
<p>Rencananya, Ketua TP PKK Kabupaten Purbalingga Ny Sudarli Heru Sudjatmoko dan Wakil Ketuanya, Ny Erna Sukento Ridho Marhaendrianto akan secara langsung terjun menyerahkan zakat ini secara simbolis. Rombongan berangkat dari Graha Srikandi PKK Purbalingga pukul 07.00 WIB dan berharap sampai di tujuan paling lambat pukul 08.30 WIB. (BNC/cie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/24/dwp-dan-tp-pkk-kab-purbalingga-akan-bagikan-zakat-di-dua-desa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purbalingga Tunda Keluarkan Ijin Pasar Modern</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/18/purbalingga-tunda-keluarkan-ijin-pasar-modern/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/18/purbalingga-tunda-keluarkan-ijin-pasar-modern/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 05:53:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13636</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA– Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si mengatakan, pihaknya terpaksa mengerem dan menunda pemberian ijin pendirian pasar modern. Kebijakan yang dilakukannya sebagai upaya membenahi dan melindungi pasar tradisional dan memberikan kesempatan kepada usaha mikro kecil menengah. “Kebijakan saya bukan untuk gagah-gagahan, bukan pula untuk maksud lain, tetapi untuk melindungi dan memberikan peluang usaha mikro, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA– Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si mengatakan, pihaknya terpaksa mengerem dan menunda pemberian ijin pendirian pasar modern. Kebijakan yang dilakukannya sebagai upaya membenahi dan melindungi pasar tradisional dan memberikan kesempatan kepada usaha mikro kecil menengah.</p>
<p>“Kebijakan saya bukan untuk gagah-gagahan, bukan pula untuk maksud lain, tetapi untuk melindungi dan memberikan peluang usaha mikro, kecil dan menengah,” tegas Bupati Heru dalam malam resepsi peringatan HUT ke-66 proklamasi kemerdekaan RI di Pendopo Dipokusumo, Rabu (17/8) malam.</p>
<p>Hingga saat ini, di Purbalingga telah ada sedikitnya 51 mini market. Jumlah itu terdiri dari 33 buah Alfamart, 12 Indomart dan 6 buah mini market umum. Mereka beroperasi berdasarkan ijin yang dikeluarkan Bupati terdahulu.</p>
<p>Menurut Heru, selama satu tahun menjabat, ada pengajuan pendirian pasar modern dan mini market. Namun pihaknya berpendapat jika pasar modern tersebut sudah termasuk kategori mandiri dan disisi lain harus ada kebijakan melindungi UMKM. Oleh karenanya, kebijakan yang ditempuh lebih mengarah pada perlindungan pasar tradisional dari ancaman pasar modern. “Jika pemerintah tidak melindungi pedagang pasar tradisional,  maka pemberdayaan masyarakat khususnya pelaku usaha mikro kecil menengah tidak akan berhasil,” kata Bupati Heru.</p>
<p>Dibagian lain Bupati Heru menyatakan, prioritas yang dilakukannya dalam memimpin Purbalingga bersama wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto, diawali dengan reformasi birokrasi. Bentuk kongkretnya melalui pembenahan kelembagaan, kemudian pembenahan sumber daya manusia (SDM) aparatur Pemda, dan kemudian pembenahan sistem. “Kami terus mengupayakan pembenahan ini, dan selanjutnya melangkah ke program-program lain, dengan dukungan SDM yang terkonsolidasi,” kata Heru.</p>
<p>Program-program lain yang dibenahi melalui revitalisasi yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pertanian. “Tak lupa pula kami mengembangkan investasi untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.,” kata heru.</p>
<p>Program yang tak kalah penting yakni, pemberdayaan keluarga miskin. Dan didukung pula dengan pembenahan infrastruktur yang meliputi jalan, jembatan, irigasi, gedung sekolah dan infrastruktur lain.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Bupati Heru juga mengungkapkan, ketika awal memimpin Purbalingga dengan suasana prihatin. Namun setahap demi setahap berbagai pihak mulai dari jajaran birokrasi, legislative dan seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat RT sehingga tercipta susasana seperti saat ini. “Susana milik kita bersama. Jika yang kita terima suasana gembira ya kirta rasakan bersama, begitupun sebaliknya,” katanya.</p>
<p>Bupati Heru juga mengumpamakan, dirinya diberi amanah memimpin Purbalingga ibarat memimpin sebuah barisan. Jika barisan tersebut berhasil, merupakan keberhasilan barisan secara bersama-sama. “Namun, jika ada hal yang tidak berhasil, atau gagal, itu menjadi tanggungjawab kami yang berada di depan. Itulah resiko kami yang didepan,” kata Bupati Heru. (BNC/har). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/18/purbalingga-tunda-keluarkan-ijin-pasar-modern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Takut Hadapi Nazaruddin</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/07/15/pemerintah-takut-hadapi-nazaruddin/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/07/15/pemerintah-takut-hadapi-nazaruddin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 04:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13508</guid>
		<description><![CDATA[Yogyakarta &#8211; Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr A Syafii Ma&#8217;arif menilai, pemerintah seperti takut terhadap Nazaruddin, buron kasus korupsi wisma atlet Sea Games 2011. Ketakutan itu karena banyak pejabat dan tokoh dari Partai Demokrat yang terlibat maupun menikmati hasil korupsi itu. &#8220;Kalau saja pemerintah berani, kasus Nazaruddin tak akan berkembang menjadi seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yogyakarta &#8211; Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr A Syafii Ma&#8217;arif menilai, pemerintah seperti takut terhadap Nazaruddin, buron kasus korupsi wisma atlet Sea Games 2011. Ketakutan itu karena banyak pejabat dan tokoh dari Partai Demokrat yang terlibat maupun menikmati hasil korupsi itu. </p>
<p>&#8220;Kalau saja pemerintah berani, kasus Nazaruddin tak akan berkembang menjadi seperti sekarang ini,&#8221; ungkap Buya Syafii, di kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), usai menghadiri peresmian &#8216;JK School of Government&#8217;. Kamis (14/7). </p>
<p>Nazaruddin telah ditetapkan sebagai tersangka dan kabur ke luar negeri sehari menjelang dicekal. Ia semula kabur ke Singapura pada Senin (23/5). Namun dari Singapura jejaknya lenyap dan kini belum diketahui di negara mana ia bersembunyi dari incaran KPK.</p>
<p>Syafii menyatakan, Nazaruddin telah bersumpah di Singapura tentang siapa saja yang menerima uang yang ia korupsi. Hal itu menakutkan para pihak yang terlibat dan menikmati hasil korupsi dia karena Nazaruddin mengancam akan membongkar semua nama yang terlibat jika suatu saat ditangkap penegak hukum.</p>
<p>&#8220;Jadi, kasus ini sebetulnya nggak sulit. Masalahnya, berani atau nggak,&#8221; kata Syafii. </p>
<p><strong>Parpol Benteng Koruptor</strong><br />
Sementara itu mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla menyatakan, partai politik jangan sampai dijadikan benteng bagi kader partainya yang melakukan korupsi.</p>
<p>Kalla menyontohkan saat dirinya memimpin Golkar, kader Golkar yang terlibat korupsi sejak awal harus diberhentikan dari kepengurusan dan didorong untuk diporoses hukum. Sikap tegas partai sangat penting karena partai harus bisa menjaga kepercayaan konstituen dan rakyatnya. Jangan sampai partai menjadi benteng para kadernya yang terlibat korupsi.</p>
<p>Menyinggung efektivitas kerja KPK dan Polri dalam menegakkan kasus suap wisma atlet, Kalla menyatakan, tergantung seberapa cepat mereka bisa menangkap dan memproses hukum Nazaruddin. Dari segi anggaran, nilai proyek sudah relatif kecil nilainya, jika makin dikurangi dengan success fee untuk keperluan pihak-pihak yang berjasa, maka nilai anggaran pelaksanaan projek makin mengecil.</p>
<p>Tindakan Nazaruddin, kata Kalla, sangat membahayakan anggaran negara dan citra partai. Karena itu semakin cepat kasus itu diproses, akan semakin bagus pengaruhnya bagi kepemimpinan bangsa,&#8221; kata Kalla. (BNC/tg)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/07/15/pemerintah-takut-hadapi-nazaruddin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Pulang Sebelum Menang</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/05/16/jangan-pulang-sebelum-menang/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/05/16/jangan-pulang-sebelum-menang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 May 2011 12:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13441</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama tampil secara rutin tiap bulan di majalah Infovet, artikel rubik Refleksi terpilih karya Bambang Suharno diterbitkan dalam buku berjudul “Jangan Pulang Sebelum Menang”. Judul ini diambil dari salah satu artikel di dalam buku yang berkisah tentang kesuksesan Julius Caesar, Panglima Perang Kerajaan Romawi ketika menaklukan Kerajaan Inggris. Majalah Infovet adalah majalah kesehatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/05/cover-buku-jangan-pulang-terbaik-terbaru22-197x270.jpg" alt="" title="cover buku jangan pulang terbaik terbaru(2)" width="197" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13514" /><br />
Setelah sekian lama tampil secara rutin tiap bulan di majalah Infovet, artikel rubik Refleksi terpilih karya Bambang Suharno diterbitkan dalam buku berjudul “Jangan Pulang Sebelum Menang”. Judul ini diambil dari salah satu artikel di dalam buku yang berkisah tentang kesuksesan Julius Caesar, Panglima Perang Kerajaan Romawi ketika menaklukan Kerajaan Inggris. Majalah Infovet adalah majalah kesehatan hewan, terbitan Jakarta.</p>
<p>Buku setebal 200 halaman ini dicetak dalam ukuran novel. Covernya memperlihatkan serombongan pendaki gunung sebagai cerminan semangat meraih cita-cita. Berisi 40 artikel motivasi/refleksi pilihan yang pernah diterbitkan Infovet dengan beberapa penyesuaian dan penyempurnaan di beberapa bagian. Menurut Bambang Suharno, penyempurnaan ini dilakukan karena waktu dimuat di Infovet satu artikel dibatasi hanya sekitar 800 kata, sedangkan untuk penerbitan buku masih bisa dilengkapi dengan beberapa informasi lainnya sehingga lebih enak dinikmati pembaca. Bambang Suharno adalah salah satu penulis non fiksi produktif. Lebih dari 20 judul buku telah ia tulis. Buku-buku yang beredar di kalangan umum paling banyak adalah Buku Bisnis dan kewirausahaan, buku agrbisnis dan sekarang kelihatannya tengah mencoba buku motivasi. </p>
<p>Salah satu bukunya yang berjudul “Langkah Jitu Memulai Bisnis Dari Nol” memecahkan rekor buku non fiksi terlaris versi Kompas Gramedia selama 8 bulan di tahun 2007. Buku ini telah dicetak lebih dari 60 ribu eksemplar. Untuk sebuah buku bisnis, angka ini termasuk sangat tinggi. </p>
<p>Dalam acara talkshow bedah buku di Radio Bahana 101.8 FM Jakarta tanggal 7 Maret lalu Bambang Suharno mengatakan, buku Jangan Pulang Sebelum Menang adalah buku yang paling lama ia susun.  Berbeda dengan buku lainnya yang biasanya disusun kurang dari setahun, buku ini melalui proses kurang lebih lima tahun.</p>
<p>Sejak lama ia bercita-cita menulis  buku yang dapat dinikmati oleh kalangan yang luas. Ia kemudian memilih topik motivasi kehidupan. Diawali dengan artikel di Infovet yang kemudian menjadi rubrik tetap bernama Refleksi. Diakui, sebagai penulis, menyusun artikel Refleksi menghadapi tantangan tersendiri karena harus melalui proses perenungan dan kontemplasi. Pada mulanya artikel disusun berdasarkan situasi dunia peternakan saat itu. Kemudian dicoba menyusun artikel yang lebih bebas tidak ada kaitannya dengan dunia peternakan dan kesehatan hewan. Dari situ kemudian kelihatan respon pembaca yang paling banyak adalah artikel yang mengandung kisah inspiratif yang diulas dengan konteks kekinian. Model itulah yang kemudian dikembangkan dalam rubrik Refleksi.</p>
<p>Seorang pembaca yang bekerja di sebuah perusahaan obat hewan pernah menelpon untuk menyatakan terima kasih atas pencerahannya yang diperoleh saat membaca artikel tentang Rejeki Yang Tidak Terduga di rubrik Refleksi Infovet. Artikel dimaksud berisi kisah seorang ibu penjual tempe yang di pagi hari mengalami kekecewaan karena tempe buatannya belum jadi alias belum siap jual. Ia nekad tetap ke pasar sembari berharap Tuhan memberi keajaiban tempe segera berubah jadi siap jual. Sampai menjelang siang tempenya masih setengah jadi. Tiba-tiba ketika mau pulang ada seorang ibu muda mencari tempe yang belum jadi untuk dikirim ke anaknya yang sekolah di luar kota. Singkat cerita, tempe yang setengah jadi itu diborong habis. Tuhan hari itu memberi rejeki dengan cara yang tidak disangka sama sekali. Dagangannya ludes justru karena tempenya masih setengah jadi.</p>
<p>Seorang pembaca dari Medan ketika bertemu Bambang Suharno dalam sebuah forum, secara spontan mengatakan, “saya ketemu Pak Bambang hari ini pasti bukan secara kebetulan”.  Pembaca buku itu tertawa karena kalimat yang disampaikan adalah kutipan dari artikel berjudul“Menciptakan kebetulan”. Artikel ini berisi antara lain tentang mekanisme servo dalam otak manusia yang dapat “merancang” banyak kejadian yang seolah-olah kebetulan.</p>
<p>Penggemar artikel Refleksi banyak ditemui oleh wartawan Infovet ketika melakukan liputan lapangan ke peternak. Pada saat mereka diberi majalah Infovet, sebagian besar dari mereka mencari halaman rubrik Refleksi terlebih dahulu sebelum membaca artikel lainnya. Hal tersebut terjadi di beberapa peternakan ayam negeri skalan kecil menengah  yang tersebar di Tasikmalaya, Sukabumi, Cianjur, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Dari respon pembaca Infovet, banyak diantara mereka yang telah menjadi penggemar setia artikel rubrik  Refleksi.</p>
<p>Drh Soehadji (Dirjen Peternakan tahun 1988-1996) mengaku sebagai salah satu yang sering membaca artikel refleksi. Menurutnya, banyak hal rumit menjadi sederhana sebagaimana yang ditulis Bambang Suharno dalam artikel Refleksi di majalah Infovet setiap bulan. Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Dr. Muladno, guru besar Fakultas Peternakan IPB. </p>
<p>Menurut Soehadji, refleksi berbeda dengan evaluasi. Kalau evaluasi adalah kegiatan atas kinerja demi perbaikan lebih lanjut, sedangkan refleksi mengandalkan usaha serius menampilkan peran hati manusia. Refleksi menuntut keterbukaan bagi keberlangsungan proses memaknai kinerja yang sudah dilakukan. Refleksi memusatkan perhatian guna mendengarkan suara hati nurani.</p>
<p>“Dengan makna refleksi yang lebih luas dan mendalam tersebut maka saya hampir tak pernah melewatkan membaca artikel refleksi Infovet,” ujar soehadji sebagaimana yang dimuat di cover belakang luar buku ini.</p>
<p>Beberapa tokoh penting ikut memberikan komentar positif atas terbitnya buku ini, antara lain Gani Haryanto (Ketua Dewan Penasehat ASOHI, Presiden Direktur PT Romindo Primavetcom), Drh Rakhmat Nuriyanto MBA (Ketua Umum ASOHI), Zainal Abidin (Rektor Institut Kemandirian), Yohanes Budi Purnomo (Direktur Kelompok Media Peluang).</p>
<p>Buku ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama kiat sukses secara umum, berisi artikel berjudul Menciptakan Kebetulan, Energi Sedekah, Apel Emas, Anda adalah Sutradaranya dan lain-lain. Kedua, tentang kehidupan, berisi artikel inspiratif berjudul Berbaiklah Kepada Ibu Mertua, Rahasia di Balik Kesulitan, Rejeki yang Tak Terduga dan sebagainya. Ketiga tentang kepemimpinan, berisi artikel tentang Kisah Siput Tolol, Baik vs Hebat, Suara hati dan sebagainya.</p>
<p>Keunikan lain dalam buku ini, ada bagian pengantar dan penutup yang berbeda dengan buku pada umumnya. Kata pengantar dan penutup buku ini mengandung kisah inspiratif yang memotivasi pembaca. Bagian pengantar berisi kisah seorang gadis bernama Ana yang bertengkar dengan ibunya kemudian pergi dari rumah dan balik lagi untuk berterima kasih atas kebaikan ibundanya. Sedangkan bagian penutup berisi artikel tentang “kekayaan bernama kesalahan”.</p>
<p>Buku Jangan Pulang Sebelum Menang dijual dengan harga yang terjangkau, beredard di Gramedia dan toko buku terkemuka lainnya. (*/prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/05/16/jangan-pulang-sebelum-menang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penganut Ahmadiyah di Jateng 5.625 Orang</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/23/penganut-ahmadiyah-di-jateng-5-625-orang/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/23/penganut-ahmadiyah-di-jateng-5-625-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 12:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13396</guid>
		<description><![CDATA[Purbalingga – Penganut jamaah Ahmadiyah Qadiyan di Jateng saat ini diperkirakan mencapai 5.625 orang. Jumlah penganut ini diklaim oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng terus berkurang seiring dengan sikapnya yang mulai kembali ke Islam yang sebenarnya. Jumlah terbesar berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara yakni mencapai 1.680 orang. Jumlah terkecil di Kabupaten Brebes yakni 30 orang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Purbalingga</strong> – Penganut jamaah Ahmadiyah Qadiyan di Jateng saat ini diperkirakan mencapai 5.625 orang. Jumlah penganut ini diklaim oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng terus berkurang seiring dengan sikapnya yang mulai kembali ke Islam yang sebenarnya. Jumlah terbesar berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara yakni mencapai 1.680 orang. Jumlah terkecil di Kabupaten Brebes yakni 30 orang. Sementara di 17 kabupaten/kota dari 35 kabupaten/kota se-Jateng tidak terdata jumlahnya.<br />
	Sekretaris Umum  (Sekum) MUI Jateng Prof DR Ahmad Rofiq mengungkapkan, pengikut Ahmadiyah sebenarnya ada dua kelompok yakni Lahore dan Qadiyan. Namun yang dimaksud fatwa MUI adalah Ahmadiyah Qadiyan. Ahmadiyah Lahore idak mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, tetapi hanya sebagai mujaddid (pembaharu).<br />
	“Ahmadiyah Qadiyan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Kitab atau buku Tadzkirah yang disusun diyakini sebagai wahyu, dilakukan dengan mengutip-ngutip Al-quran, tetapi ditambah-tambah dan diakui sebagai wahyu,” kata Ahmad Rofiq.<br />
	Dikatakan Ahmad Rofiq, MUI sebenarnya telah dua kali mengeluarkan fatwa bahwa Ahmadiyah Qadiyan adalah sesat dan menyesatkan. Fatwa dikeluarkan tahun 1980 dan 2005. MUI juga sudah menghimbau agar pengikut Ahmadiyah kembali ke agama yang benar.<br />
“Sudah ada Peraturan Bersama Menteri, tetapi implementasinya di lapangan masih belum efektif, dan menyimpan ‘bara’ yang setiap saat dapat memicu konflik horizontal dan tindakan anarkhis,” kata Ahmad Rofiq yang juga guru besar Ilmu Hukum pada IAIN Walisongo Semarang.<br />
	MUI, lanjut Ahmad Rofiq, sudah beberapa kali berkomunikasi dan berusaha menyadarkan pengikut Ahmadiyah  Namun mereka tetap menyatakan karena sudah menjadi keyakinan mereka tetap mempertahankan apa yang diyakininya. “Saya sempat menyampaikan setelah pulang dari debat dengan saya dan melakukan sholat istighfar (taubat), kembalilah ke agama Islam yang benar. Namun mereka juga menyampaikan hal yang sebaliknya, meminta saya untuk sholat istighfar dan menganut Ahmadiyah,” kata Ahmad Rofiq. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/23/penganut-ahmadiyah-di-jateng-5-625-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ahli Waris PNS Meninggal Terima Dana Sosial</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/18/ahli-waris-pns-meninggal-terima-dana-sosial/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/18/ahli-waris-pns-meninggal-terima-dana-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 11:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13333</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Para ahli waris dari lima orang PNS yang meninggal dunia beberapa waktu terakhir, menerima santunan berupa dana sosial masing-masing senilai Rp. 2,7 juta. Dana Sosial ini diterimakan pada Upacara Tujuh Belasan Bulan April Senin (17/4) di Halaman Pendopo Dipokusumo. Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Sekretariat KORPRI Kabupaten Purbalingga Tusti Iriani SE menyampaikan penerima dana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Para ahli waris dari lima orang PNS yang meninggal dunia beberapa waktu terakhir, menerima santunan berupa dana sosial masing-masing senilai Rp. 2,7 juta. Dana Sosial ini diterimakan pada Upacara Tujuh Belasan Bulan April Senin (17/4) di Halaman Pendopo Dipokusumo.<br />
Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Sekretariat KORPRI Kabupaten Purbalingga Tusti Iriani SE menyampaikan penerima dana sosial  kali ini, ahli waris PNS Purbalingga yang meninggal antara bulan Januari hingga Maret 2011. Mereka diundnag secara khusus melalui Surat Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Purbalingga tanggal 7 April 2011 nomor 8/DP.Kab.KORPRI/IV/2011 perihal Penyerahan Santunan Dana Sosial dan Tali Asih Anggota KORPRI.<br />
“Kalau ada yang meninggal pada bulan Januari hingga Maret ternyata ahli warisnya belum menerima hari ini, itu karena unit kerja tempat dia bekerja belum mengajukan usulan ke pengurus KORPRI di kabupaten,” jelasnya.<br />
Menurut Tusti, seharusnya setiap penanggungjawab keuangan KORPRI di masing-masing unit kerja bekerja secara aktif untuk secepatnya mengajukan usulan setelah seorang PNS meninggal. Karena dana sosial ini menjadi hak ahli waris yang harus segera disalurkan.<br />
Kelima PNS meninggal itu antara lain Supriyati (UPTD Pendidikan Kecamatan Kemangkon), Sutarso (DKK), Wakijan (UPTD Pendidikan Bojongsari), Sudir Abednego (Kec. Karangreja), dan Hermini (UPTD Pendidikan Kec. Padamara). Jika ahli waris berhalangan hadir, kata dia, pihak bendaharawan/ perwakilan lain dari unit kerja tempatnya bekerja juga bisa mewakili, atau diambil sebelum/ sesudah hari penyerahan simbolis. Seperti Wakijan dari UPTD Pendidikan Bojongsari yang meninggal 28 Februari lalu, dana sosialnya di terima oleh perwakilan unit kerjanya, Sujono pada Jumat (14/4).<br />
Selain santunan kepada yang meninggal, sebanyak 44 pensiunan dalam beberapa bulan terakhir juga menerima dana tali asih senilai Rp 700ribu. Total dana yang digelontorkan KORPRI Purbalingga baik untuk dana sosial maupun dana tali asih kali ini mencapai Rp 44,3 juta (BNC/cie).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/18/ahli-waris-pns-meninggal-terima-dana-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>685 PNS Naik Pangkat</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/18/685-pns-naik-pangkat/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/18/685-pns-naik-pangkat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 02:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13317</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA– Sebanyak 685 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Purbalingga akan menerima SK Kenaikan Pangkat pada Upacara Tujuh Belasan Bulan April 2011 di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Senin pagi (17/4). Selain itu, dalam kesempatan yang sama, akan diberikan pula dana tali asih dan dana sosial bagi anggota KORPRI yang telah purna tugas. Menurut Data [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA– Sebanyak 685 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Purbalingga akan menerima SK Kenaikan Pangkat pada Upacara Tujuh Belasan Bulan April 2011 di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Senin pagi (17/4). Selain itu, dalam kesempatan yang sama, akan diberikan pula dana tali asih dan dana sosial bagi anggota KORPRI yang telah purna tugas.<br />
Menurut Data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Purbalingga. Dari 685 PNS yang menerima SK Kenaikan Pangkat, sebanyak 232 orang berasal dari Golongan III, Golongan II berjumlah 368 orang dan Golongan I sebanyak  85 orang. Namun, menurut Kepala BKD Purbalingga, Wahyu Kontardi SH, tidak semua PNS yang naik pangkat akan menerima SK saat itu juga. Sebab, kata dia, untuk usulan kenaikan pangkat Golongan IV dan  sebagian PNS Golongan III/d ke bawah lainnya belum dapat diserahkan, karena masih dalam proses di Sekretariat Negara, BKN, BKD Provinsi dan sebagian dalam proses di BKD Kabupaten Purbalingga.<br />
Sementara itu, menurut Data Pengurus Kabupaten Korp Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Purbalingga, ada sebanyak 49 pensiunan yang akan menerima dana tali asih masing-masing senilai Rp 700 ribu. Lima orang diantaranya telah meninggal dunia, maka selain dana tali asih, ahli warisnya akan menerima dana sosial senilai Rp 2 juta. (BNC/cie) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/18/685-pns-naik-pangkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
