<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; PENDIDIKAN</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/tematik/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Peneliti Unsoed berhasil &#8216;menyulap&#8217; terung jadi permen, dodol dan nugget</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peneliti-unsoed-berhasil-menyulap-terung-jadi-permen-dodol-dan-nugget/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peneliti-unsoed-berhasil-menyulap-terung-jadi-permen-dodol-dan-nugget/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 10:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[makanan terung ungu; purworejo; purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13915</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; Tak terbayangkan sebelumnya, Terung Ungu yang biasa dimasak sebagai sayuran dan memiliki nilai ekonomi yang rendah bisa diolah menjadi berbagai macam makanan olahan. Harga terung ungu pun sebagai sayuran sangat rendah, hanya Rp. 400/kg sehingga beberapa petani terung ungu memilih tidak memanen kebun terung ungunya, karena penghasilan petani tak seberapa. Ini terjadi di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13917" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><img class="size-medium wp-image-13917" title="aneka panganan terung" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/aneka-panganan-terung-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">aneka makanan dari terung ungu</p></div>
<p>PURWOKERTO &#8211; Tak terbayangkan sebelumnya, Terung Ungu yang biasa dimasak sebagai sayuran dan memiliki nilai ekonomi yang rendah bisa diolah menjadi berbagai macam makanan olahan. Harga terung ungu pun sebagai sayuran sangat rendah, hanya Rp. 400/kg sehingga beberapa petani terung ungu memilih tidak memanen kebun terung ungunya, karena penghasilan petani tak seberapa. Ini terjadi di  Kecamatan Grabag,  Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.</p>
<p>Namun berkat kepedulian seorang peneliti, terung ungu bisa bernilai tambah cukup tinggi, dan secara ekonomi menjanjikan pendapatan yang &#8216;lebih&#8217; bagi petani apabila mau mengolahnya. Adalah Dr. Rifda Naufalin, S.TP, MP yang meneliti terung ungu demi mengatasi kegundahan para petani.  Berbekal sekarung Terung dari masyarakat Grabag, Dr. Rifda bersama Prof. Herastuti melakukan penelitian terhadap Terung Ungu untuk dirubah menjadi berbagai makanan olahan.  “Waktu itu saya membawa satu karung terung dari Munggangsari untuk saya teliti”, demikian Dr. Rifda mengisahkan.</p>
<p>Setelah melakukan berbagai macam uji coba dengan berbagai perlakuan, akhirnya penelitian ini berhasil menghasilkan berbagai macam produk pangan yang di luar dugaan dari bahan Terung.  Terciptalah <strong>Dodol Terung, Manisan Terung, Nugget Terung, Leather Terung, dan Permen Terung</strong>.  Hasil penelitian Dr. Rifda dan Prof. Heras ini tidak sekedar berhenti menjadi hasil penelitian, akan tetapi melihat teknologi ini mudah diterapkan dan sangat bermanfaat bagi masyarakat, Dr. Rifda pun langsung melanjutkan penelitian menjadi pengabdian kepada masyarakat.  Beberapa kelompok masyarakat diberikan penyuluhan di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Memulai dengan 10 kelompok dari Desa Munggangsari dan desa-desa sekitarnya, masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan membuat berbagai produk pangan dari bahan terung ungu semakin banyak.</p>
<p><img src="http://www.unsoed.ac.id/sites/default/files/pictures/panganterungungu1.jpg" alt="" width="259" height="194" />  <img src="http://www.unsoed.ac.id/sites/default/files/pictures/panganterungungu2.jpg" alt="" width="259" height="194" />  <img src="http://www.unsoed.ac.id/sites/default/files/pictures/panganterung3.jpg" alt="" width="208" height="155" /></p>
<p>Berbekal pelatihan dan pendampingan yang terus dilakukan Dr. Rifda dkk dari Puslit Pangan, Gizi, dan Kesehatan LPPM UNSOED, masyarakat Grabag akhirnya bisa memproduksi berbagai produk pangan dari produk terung.  Semangat masyarakat semakin bertambah karena diberikan perlatan dan perlengkapan secara gratis hasil kerjasama UNSOED dengan PT ANTAM.</p>
<p>Hingga saat ini masyarakat sudah bisa memproduksi, melakukan pengemasan, dan menjual produknya sendiri.  Berbagai produk pangan dari terung ungu ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan secara langsung mengangkat perekonomian masyarakat.  Kaum ibu yang biasanya turut bertani di kebun, kali ini memiliki aktifitas sendiri di dapur mengelola industri kecil memproduksi berbagai produk pangan dari bahan terung ungu.  “Melihat masyarakat berhasil memproduksi dan memasarkan produk pangan dari bahan terung ungu, serta meningkatkan pendapatan mereka, menjadi kepuasan tersendiri bagi saya”, demikian Dr. Rifda menuturkan.</p>
<p>Humas Unsoed menyebutkan, apa yang sudah dilakukan oleh Dr. Rifda, Prof. Herastuti dan Tim Puslit Pangan, Gizi dan Kesehatan LPPM UNSOED ini semakin meneguhkan komitmen UNSOED sebagai <em>Civic University</em>.  Sebagai Universitas yang terus menerus memberikan sumbangsih ilmu untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat. (BNC/humas_unsoed/ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peneliti-unsoed-berhasil-menyulap-terung-jadi-permen-dodol-dan-nugget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UPP Minamas pindah alamat</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/12/05/upp-minamas-pindah-alamat/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/12/05/upp-minamas-pindah-alamat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 00:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan perikanan; minamas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13843</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; UPP Minamas, KSU Mina Banyumas, dan Lembaga Pendidikan Pelatihan Pengembangan Usaha Perikanan (LP3P) Minamas, Banyumas, Jawa Tengah sekretariat pindah alamat ke Jl Serayu 13 No. 113 A, Perum Sumampir, Purwokerto Utara. Dengan kepindahan ini maka sekretariat, koperasi, serta Lembaga Pelatihan yang saat ini sudah terakreditasi menjadi P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO &#8211; UPP Minamas, KSU Mina Banyumas, dan Lembaga Pendidikan Pelatihan Pengembangan Usaha Perikanan (LP3P) Minamas, Banyumas, Jawa Tengah sekretariat pindah alamat ke Jl Serayu 13 No. 113 A, Perum Sumampir, Purwokerto Utara. Dengan kepindahan ini maka sekretariat, koperasi, serta Lembaga Pelatihan yang saat  ini sudah terakreditasi menjadi P2MKP (Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan) sudah terintegrasi di suatu lokasi.</p>
<p>Humas UPP Minamas kepada BNC mengatakan,  di tempat  baru  tersebut  sudah menyatu kelengkapan,  kolam budidaya, kelas untuk belajar  dan juga  perpustakaan. Bagi yang tertarik untuk membangun desa melalui pengembangan sektor perikanan, bisa datang ke alamat bau tersebut. </p>
<p>Peminat  bisa juga mengunjungi home page http://minamas.banyumaspromo.info&#8217; email : UPP Minamas : uppminamas@yahoo.com&#8217; Koperasi Mina Banyumas  : koperasiminamas@yahoo.com, kopminamas@yahoo.com, kopminamas@ymail.com; LP3UP MInamas : lp3upminamas@yahoo.com; lp3upminamas@gmail.com</p>
<p>Facebook :  UPP Minamas : UPP Minamas; Koperasi Minamas : KSU Mina Banyumas; LP3UP / P2MKP Minamas : Pelatihan Minamas (BNC/Ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/12/05/upp-minamas-pindah-alamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>15 Pelajar Singapura Belajar di Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/11/28/15-pelajar-singapura-belajar-di-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/11/28/15-pelajar-singapura-belajar-di-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 12:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13823</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA (BNC) – Sebanyak 15 pelajar dari ‘Bukit Panjang Goverment Hight School’ (BPGHS) Singapore, Sabtu (26/11) malam tiba di SMPN 1 Purbalingga. Delegasi pelajar yang didampingi 4 orang guru pendamping akan melakukan serangkaian kegiatan dalam acara Twinning Programe. Rombongan sempat terlambat dua jam dari jadwal karena mengalami delay di bandara Singapura. Begitu tiba di SMPN [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA (BNC) – Sebanyak 15 pelajar dari ‘Bukit Panjang Goverment Hight School’ (BPGHS) Singapore, Sabtu (26/11) malam tiba di SMPN 1 Purbalingga. Delegasi pelajar yang didampingi 4 orang guru pendamping akan melakukan serangkaian kegiatan dalam acara Twinning Programe. Rombongan sempat terlambat dua jam dari jadwal karena mengalami delay di bandara Singapura.</p>
<p>            Begitu tiba di SMPN 1 Purbalingga, rombongan diterima Kepala Dinas Pendidikan Heny Ruslanto, SE, pengurus komite sekolah Yani Sutrisno Undiarto, dan Toto Rusmanto, Kepala SMPN 1 Agus Triyanto, dan para guru, serta orang tua asuh yang akan tinggal bersama pelajar Singapura di Purbalingga.</p>
<p>            Agus Triyanto mengatakan, kunjungan delegasi Singapura merupakan kunjungan balasan atas kunjungan pelajar SMPN 1 Purbalingga bulan maret 2011 lalu. ”Kunjungan ini juga merupakan kerjasama twinning programe antara SMPN 1 Purbalingga dengan BPGHS sejak tahun 2008,” kata Agus Triyanto.</p>
<p>            Sementara itu pengurus komite SMPN 1 Purbalingga, Yani Sutrisno mengatakan, kunjungan delegasi pelajar Singapura akan sangat memberikan manfaat pengalaman yang luar biasa. Kedua belah pihak akan saling bertukar pengalaman dan pengetahuan untuk kemajuan bersama. ”Kami sangat menyambut baik kegiatan ini, paling tidak para anak-anak kami di SMPN 1 Purbalingga akan mendapat tambahan pengalaman dari pelajar Singapura,” kata Yani Sutrisno.</p>
<p>            Salah satu pelajar Singapura, Nurul Farhany mengungkapkan rasa senangnya bisa bergaul dengan para pelajar di Purbalingga. ”Ini pengalaman yang sangat luar biasa, apalagi rangkaian kegiatan sudah disusun dengan baik oleh sekolah disini,” ungkap Nurul. Selama tinggal di Purbalingga, Nurul mendapat buddy pelajar SMPN 1 Purbalingga Karunia Pramanti Putri, dan tinggal di keluarga Prayitno, di Perum Penambongan Purbalingga.</p>
<p>            Sementara itu Humas SMPN 1 Purbalingga Wasis Andri Wibowo, S.Pd mengatakan, sebelum ditempatkan di keluarga buddy (partner) para siswa-siswi BPGHS sudah saling berkomunikasi melalui email dan facebook. Selama berada di Purbalingga, jelas wasis, siswa-siswi BPGHS, Minggu (27/11) melakukan kunjungan ke desa wisata Serang, Owabong.</p>
<p>Rombongan juga akan melakukan ramah tamah dan diterima secara resmi oleh Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si, wakil Bupati Drs Sukento Ridho Marhaendrianto, MM, serta para pejabat di jajaran pemkab di Pendopo Dipokusumo pada Senin, 28 November 2011.</p>
<p>            “Dalam penerimaan di Pendopo Dipokusumo, siswa Singapura akan menampilkan gamelan, calung, dan seni khas Singapura. Sedang dari Purbalingga akan disuguhkan penampilan siswa siswi berupa gamelan, paduan suara dan vocal grup,” kata Wasis. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/11/28/15-pelajar-singapura-belajar-di-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riset: Ibu habiskan 1.135 hari urus anak</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/11/22/riset-ibu-habiskan-1-135-hari-urus-anak/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/11/22/riset-ibu-habiskan-1-135-hari-urus-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 22:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13802</guid>
		<description><![CDATA[Surga ada di telapak kaki ibu, itulah pepatah yang kerap terdengar. Pepatah itu sepertinya tidak salah, karena menurut penelitian pun ibu memang termasuk orang yang sangat berdedikasi dalam mengurus anak dan keluarganya. Dari penelitian yang dilakukan sebuah online shopping Milk and More terungkap, ibu menghabiskan waktu 27.250 hari sepanjang hidupnya untuk berbelanja, memasak dan membereskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Surga ada di telapak kaki ibu, itulah pepatah yang kerap terdengar. Pepatah itu sepertinya tidak salah, karena menurut penelitian pun ibu memang termasuk orang yang sangat berdedikasi dalam mengurus anak dan keluarganya.</p>
<p>Dari penelitian yang dilakukan sebuah online shopping Milk and More terungkap, ibu menghabiskan waktu 27.250 hari sepanjang hidupnya untuk berbelanja, memasak dan membereskan rumah demi anak dan suami. Artinya ibu mendedikasikan 1.135 hari selama hidupnya.</p>
<p>Survei yang melibatkan 2.000 ibu juga mengungkapkan, berbelanja makanan merupakan aktivitas yang paling banyak menyita waktu ibu. Ibu menghabiskan 4.155 jam 49 menit selama hidupnya untuk melakukan kegiatan belanja tersebut.</p>
<p>Memasak, menyiapak sarapan dan makan siang menghabiskan waktu 2.180 jam dan 52 menit waktu ibu. Artinya ibu menghabiskan lebih dari 90 hari ibu selama hidupnya untuk melakukan kegiatan masak-memasak itu.</p>
<p>Melihat pada survei itu, tidak mengejutkan jika 3/4 ibu yang disurvei mengaku butuh tambahan beberapa jam agar mereka bisa menyelesaikan semua pekerjaan. 1 dari 10 ibu mengatakan mereka bahkan sampai mengerjakan bersih-bersih rumah dan membayar tagihan di malam hari. Hanya empat dari 10 ibu yang mengungkapkan mereka mendapatkan bantuan untuk membereskan rumah.</p>
<p>&#8220;Semua orang tahu ibu adalah tulang punggung keluarga. Tapi melihat bagaimana ibu menghabiskan waktunya mengurus keluarga, membuat semuanya jadi jelas. Seandaianya saja ibu mendapatkan bantuan untuk memasak, mereka bisa memiliki tambahan waktu untuk bermain atau bersenang-senang dengan anak,&#8221; urai juru bicara Milk &#038; More, Andrew Kendall.</p>
<p>Salah satu cara agar ibu punya waktu lebih untuk dirinya sendiri dan anak adalah dengan berbagi tugas dengan suami. Berikut caranya agar Anda dan pasangan bisa saling berbagi pekerjaan rumah tanpa bertengkar:</p>
<p>1. Komunikasi</p>
<p>Dalam segala hal, komunikasi sangat penting, termasuk dalam pembagian pekerjaan rumah dengan suami. Diskusikanlah tugas apa yang akan menjadi kewajiban Anda dan kewajiban pasangan, apa hal yang membuat kurang disukainya dan tidak ingin dia kerjakan sehingga Anda berdua bisa berbagi tanggung jawab dengan adil.</p>
<p>2. Bergiliran</p>
<p>Ketika berdiskusi, ternyata ada pekerjaan yang tidak ingin Anda kerjakan dan begitupun dengan pasangan Anda. Untuk mengatasi keributan semacam ini, Anda bisa membagi tugas dengan bergiliran. Minggu ini, tugas tersebut menjadi tanggung jawab Anda, minggu depan menjadi tanggung jawab dia dan seterusnya.</p>
<p>3. Harapan Yang Realistis</p>
<p>Ketika Anda telah melakukan tugas dengan benar sementara menurut Anda, suami melakukan pekerjaannya dengan asal-asalan, ataupun sebaliknya, jangan langsung marah-marah. Kesempurnaan dalam melakukan pekerjaan bukan berarti segalanya dalam masalah ini, yang lebih utama adalah kedua belah pihak mau melakukan pekerjaannya sehingga harapan yang realistis sangat penting dalam masalah ini.</p>
<p>4. Membagi dan Mengalah</p>
<p>Berbagi tanggung jawab juga harus diikuti dengan toleransi untuk mengalah. Mengalah di sini bukan berarti Anda melakukan semua pekerjaan pasangan. Bisa saja pasangan yang mencuci baju, Anda yang menyetrika atau Anda yang menyapu, pasangan mengepel.</p>
<p>5. Belajar Untuk Hidup Dengan Sedikit Kekacauan</p>
<p>Seberapa rajinnya Anda dan pasangan membersihkan rumah, pasti kekacauan ataupun kotoran hadir di beberapa sudut. Walaupun Anda sangat ingin membersihkannya tiap saat, jangan jadikan hal tersebut fokus Anda karena hal-hal seperti ini kerap memicu pertengkaran. Sesekali biarkanlah buku-buku agak berserakn, rapikanlah ketika Anda punya cukup waktu dan jangan jadikan hal tersebut sebagai magnet yang bisa menimbulkan perdebatan antara Anda dan pasangan. (wolipop.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/11/22/riset-ibu-habiskan-1-135-hari-urus-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahasa Korea Masuk Kurikulum SMK N 1 Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/10/02/bahasa-korea-masuk-kurikulum-smk-n-1-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/10/02/bahasa-korea-masuk-kurikulum-smk-n-1-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 14:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13739</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA (BNC) – Bahasa Korea telah masuk menjadi salah satu bahasa yang diajarkan di SMK N 1 Purbalingga. Hal ini terkait erat dengan banyaknya perusahaan milik Korea yang bertebaran di Kabupaten Purbalingga, terutama di bidang hair industry. Bahkan untuk jurusan sekretaris, Bahasa Korea wajib diikuti. “Ini sudah berjalan 2 minggu. Sementara memang pengajarnya bukan guru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA (BNC) – Bahasa Korea telah masuk menjadi salah satu bahasa yang diajarkan di SMK N 1 Purbalingga. Hal ini terkait erat dengan banyaknya perusahaan milik Korea yang bertebaran di Kabupaten Purbalingga, terutama di bidang hair industry. Bahkan untuk jurusan sekretaris, Bahasa Korea wajib diikuti.</p>
<p>“Ini sudah berjalan 2 minggu. Sementara memang pengajarnya bukan guru tetap, sehingga bahasa Korea ini hanya sebagai ekstra kurikuler, tapi bersifat wajib, khususnya bagi siswa jurusan sekretaris,” ujar Sukamto, Kepala SMK Negeri 1 Purbalingga di ruang kerjanya, Sabtu (1/10).</p>
<p>Selain bahasa Korea, Bahasa Jepang telah lebih dulu diajarkan sejak tahun 2006. Bahkan, pada Gelar Prestasi dan Bela Negara yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jateng 18-19 September lalu, SMK Negeri 1 Purbalingga meraih juara II Bidang Bahasa Jepang Tingkat Provinsi Jateng. Tak hanya itu, dua tahun berturut-turut sebelumnya, SMK yang dulu dikenal dengan SMEA Purbalingga, berhasil menjadi Juara 2 Tingkat Provinsi (2008) dan Juara 1 Tingkat Provinsi (2009) untuk jenis lomba yang sama.</p>
<p>Sukamto sangat berharap, kebijakan moratorium segera berlalu, karena kebutuhan tenaga guru bahasa Jepang dan Korea sangat mendesak. Pihaknya tidak akan mungkin memasukkan bahasa Jepang dan Bahasa Korea menjadi mata pelajaran intra kurikuler selama belum ada tenaga guru pengampu yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).</p>
<p>Berstandar Internasional Harga Tetap Lokal</p>
<p>Tiga bahasa yang diajarkan di SMK ini semakin mendukung status SMK N 1 Purbalingga sebagai Rintisan Sekolah Berstandar Internasionl (RSBI). Berbeda dengan penerapan RSBI pada sekolah pada umumnya, biaya sekolah di SMK ini relatif terjangkau dan selalu menjadi incaran siswa-siswi lulusan SMP yang pintar namun berasal dari keluarga tidak mampu.</p>
<p>SMK N 1 Purbalingga juga menyediakan keringanan bagi siswa-siswi yang terbukti tidak mampu. Untuk tahun ini saja, menurut Sukamto, ada sebanyak 300-an siswa yang mengajukan permohonan keringanan biaya. Dari 300-an siswa ini berasal dari kelas 10, 11 maupun 12.</p>
<p>“Biasanya selain surat keterangan tidak mampu dari desa,kami juga memiliki tim survey untuk melihat langsung bagaimana kondisi siswa itu sebenarnya. Kalau memang terbukti siswa ini berasal dari keluarga tidak mampu, akan kami beri keringanan bahkan bebas biaya,” jelasnya.</p>
<p>Selain beasiswa atau keringanan selama sekolah, banyak siswa SMK N 1 Purbalingga yang memperoleh beasiswa untuk melanjutkan kuliah. Meskipun sekolah kejuruan, tahun ini saja sudah ada 36 siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia tanpa harus dipusingkan oleh biaya kuliah.</p>
<p>“Mereka diterima melalui seleksi Bidik Misi yang diselenggarakan Dirjen Dikti. Ini dimulai tahun lalu. Tahun lalu hanya 8 anak yang mendapat beasiswa, sekarang melonjak sampai 36 anak,” ujarnya bangga (BNC/cie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/10/02/bahasa-korea-masuk-kurikulum-smk-n-1-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Paskibra 2011, Terbaik Sepanjang Peringatan HUT RI</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/18/paskibra-2011-terbaik-sepanjang-peringatan-hut-ri/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/18/paskibra-2011-terbaik-sepanjang-peringatan-hut-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 06:21:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13638</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA– Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si memuji pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi peringatan HUT ke-66 Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara yang diselenggarakan di alun-alun Purbalingga, baik upacara detik-detik proklamasi maupun penurunan bendera, dinilai terbaik sepanjang penyelenggaraan peringatan HUT RI di Purbalingga. “Tanpa mengurangi penghargaan kita kepada pelaksana pengibaran bendera sebelumnya, saya kira upacara kemarin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/PASKIBRA-349x270.jpg" alt="" title="PASKIBRA" width="349" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13640" /><br />
PURBALINGGA– Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si memuji pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi peringatan HUT ke-66 Negara Kesatuan Republik Indonesia. Upacara yang diselenggarakan di alun-alun Purbalingga, baik upacara detik-detik proklamasi maupun penurunan bendera, dinilai terbaik sepanjang penyelenggaraan peringatan HUT RI di Purbalingga.</p>
<p>“Tanpa mengurangi penghargaan kita kepada pelaksana pengibaran bendera sebelumnya, saya kira upacara kemarin menjadi yang terbaik sepanjang yang pernah kita lihat. Upacaranya berjalan lancar, tertib dan hikmat,” ungkap Bupati Heru pada acara resepsi peringatan HUT ke-66 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pendopo Dipokusumo, Rabu (17/8) malam.</p>
<p>Bupati berharap, pada tahun mendatang upacara di tingkat kecamatan juga dapat dilaksanakan dengan baik, meski diselenggarakan dengan berbagai keterbatasan. Itu semua, lanjut Heru dalam rangka menghormati para pahlawan melalui pelaksanaan peringatan hari proklamasi.</p>
<p>Pujian serupa juga disampaikan Ketua DPRD Purbalingga H Tasdi SH MM. Bahkan sebelumnya ketua umum panitia peringatan HUT RI tingkat kabupaten Purbalingga Drs Subeno MM, menilai pelaksanaan pengibaran bendera tahun ini, sempurna. “Kami ucapkan terima kasih atas usaha yang sudah dilakukan para petugas. Mungkin ini sebagai kado buat saya. Karena mulai 1 Oktober nanti saya akan pensiun,” kata Subeno yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga. Tak urung, pernyataan itu disambut tepuk tangan meriah dari para petugas pasukan pengibar bendera dan tamu undangan yang memenuhi pendopo Dipokusumo.</p>
<p>Kesempurnaan pelaksanaan pengibaran bendera merah putih, merupakan buah dari disiplin dan keseriusan para petugas dalam berlatih. Kesempurnaan juga ditunjukan oleh para petugas pengibar bendera. Tiga siswa dipercaya menjadi pengibar bendera pada saat upacara detik-detik proklamasi yakni Guntur Agung Haryono siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 2 Purbalingga, Agung Hanggoro (XI IPA 2 – SMA N 1 Bukateja) dan Mohamad Abdul Muttholib (SMA N 2 Purbalingga). Sedangkan pembawa bendera merah putih adalah Rahmatia Kurnia Fatiha dari SMA N 1 Purbalingga.</p>
<p>Sementara yang bertugas pada upacara aubade dan penurunan bendera yakni Ibnu Rifki (SMA N 1 Bukateja), Dwi Setyo Ngabekti (SMA N 1 Purbalingga) dan Chaerul Amin (MA Ma’arif Minhajut Tholabah Bukateja).  Sebagai pembawa bendera Lisa Afi Oktafia dari SMA N 1 Kutasari. (BNC/har)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/18/paskibra-2011-terbaik-sepanjang-peringatan-hut-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Salurkan BOS Tepat Waktu, Purbalingga Raih Penghargaan Mendiknas</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/18/salurkan-bos-tepat-waktu-purbalingga-raih-penghargaan-mendiknas/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/18/salurkan-bos-tepat-waktu-purbalingga-raih-penghargaan-mendiknas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 04:50:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13633</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Dinilai tepat waktu dalam penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan I hingga III, Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh. Penghargaan akan diterima langsung oleh Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si di Jakarta, kemarin. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Heny Ruslanto, SE mengungkapkan, keberhasilan ini karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Dinilai tepat waktu dalam penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan I hingga III, Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan mendapat penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh. Penghargaan akan diterima langsung oleh Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si di Jakarta, kemarin.</p>
<p>            Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga Heny Ruslanto, SE mengungkapkan, keberhasilan ini karena Kabupaten Purbalingga telah berhasil menyalurkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)  dalam jangka waktu 7 hari setelah dana BOS masuk ke rekening Kabupaten/kota.</p>
<p>            “Selain mendapat penghargaan tersebut, Bupati Purbalingga juga diundang oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP PPP), guna mempresentasikan kiat-kiat sukses penyaluran BOS tepat waktu dan tercepat dalam sebuah acara Focus Group Discusion/FGD,” kata Heny Ruslanto yang dihubungi Senin (15/8) malam.</p>
<p>            Kriteria penilaian pemberian penghargaan BOS ini, lanjut Heny Ruslanto, dilihat dari track record penyaluran dana BOS triwulan I dan II. Jika dilihat dari hasil penyaluran dana BOS di triwulan I 2011, ada sebanyak 182 kabupaten/kota dari 497 kabupaten yang telah menyalurkan dana BOS tepat waktu, termasuk Purbalingga.  “Yang pasti, Purbalingga menjadi salah satu kabupaten/kota masuk kategori yang tepat waktu dan tercepat nasional dalam penyaluran dana BOS. Dan dana BOS ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu pendidikan mencapai wajib belajar sembilan tahun,” kata Heny.</p>
<p>Heny menambahkan, total dana BOS se-Purbalingga tahun 2011 sebesar Rp 53.868.020.000,- yang diperuntukan untuk siswa SD sebanyak 84.560, dan SMP 35.610 siswa.    </p>
<p>Alokasi BOS 2011 untuk jenjang SD/SDLB di kota besar sebanyak Rp 400 ribu dan kabupaten sebanyak Rp 397 ribu. Sementara alokasi untuk SMP/SMPLB/SMPT di kota Rp 575 ribu dan di kabupaten Rp 570 ribu (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/18/salurkan-bos-tepat-waktu-purbalingga-raih-penghargaan-mendiknas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ribuan Lulusan SD/Mts Tak Melanjutkan Sekolah</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/07/15/ribuan-lulusan-sdmts-tak-melanjutkan-sekolah/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/07/15/ribuan-lulusan-sdmts-tak-melanjutkan-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jul 2011 05:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[TEMATIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13521</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Ribuan siswa lulusan SD/MI di kabupaten Purbalingga ditengarai tak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs. Hal ini diketahui dari hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2011 – 2012 yang menyebutkan masih ada 1.031 lulusan SD/MI yang belum melanjutkan. Jumlah itu merupakan 6,55 persen dari lulusan SD/MI kabupaten Purbalingga sebanyak 15.549 siswa. Kepala Dinas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/07/hadiah-uang-peraih-UN-SD-401x270.jpg" alt="" title="hadiah uang peraih UN SD" width="401" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13522" /><br />
PURBALINGGA – Ribuan siswa lulusan SD/MI di kabupaten Purbalingga ditengarai tak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs. Hal ini diketahui dari hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2011 – 2012 yang menyebutkan masih ada 1.031 lulusan SD/MI yang belum melanjutkan. Jumlah itu merupakan 6,55 persen dari lulusan SD/MI kabupaten Purbalingga sebanyak 15.549 siswa.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Purbalingga Heny Ruslanto SE membenarkan masih adanya lulusan SD/MI yang belum terdaftar di jenjang SMP/MTs. Dari jumlah lulusan SD/MI yang diterima di SMP/MTs sebanyak 14.531 siswa. Prosentase terbanyak melanjutkan ke SMP yakni 72,12 persen atau 11.214 siswa. Sedangkan yang melanjutkan ke MTs sebanyak 3.317 siswa atau 21,33 persen.</p>
<p>“Yang belum melanjutkan jumlahnya besar. Karenanya kami sudah perintahkan kepada para kepala sekolah dan Kepala UPT agar ditelusuri keberadaanya. Apakah mereka masih diwilayah Purbalingga atau hijrah ke daerah lain,” katanya disela-sela acara penyerahan penghargaan siswa berprestasi SD/MI di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Rabu (13/7).</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Heru Sudjatmoko merasa prihatin. Dirinya tidak ingin target program wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) Sembilan tahun tidak tercapai. Sejalan dengan kepala Disdik, Bupati Heru juga meminta para kepala UPT Dinas Pendidikan bahkan para Camat dan Kepala Desa untuk mengidentifikasi lebih lanjut penyebab mereka tidak melanjutkan.</p>
<p>“Tolong para kepala UPT benar-benar harus tahu kemana mereka. Kalau memang masih di Purbalingga, upayakan agar mereka bisa melanjutkan. Minimal bisa diarahkan ke pondok pesantren atau mengikuti kejar paket B,” ungkap Bupati.</p>
<p>Data Disdik menyebutkan tingkat kelulusan SD/MI tahun 2011 mencapai 99,9 % dari jumlah peserta UN SD/MI sebanyak 15.568 siswa. Rinciannya jumlah peserta UN SD sebanyak 12.529 siswa, lulus UN 12.514 siswa atau 99,88 persen. Untuk sekolah MI, jumlah peserta UN 3.039 siswa berhasil lulus 99,86 persen atau 3.035 siswa. Jumlah ketidaklulusan untuk SD 15 siswa dan MI 4 siswa.</p>
<p>Sementara untuk lulusan SLTP, data sementara hingga Rabu (13/7) tercatat hanya sekitar 57,5 persen saja lulusan SMP/MTs yang melanjutkan ke jenjang SLTA. Jumlah lulusan SMP/MTs tahun 2011 sebanyak 13.443 siswa. Siswa melanjutkan ke SMA/MA/SMK berjumlah 7.726 siswa atau 57,5 persen. Rinciannya, masuk SMK 61 persen, SMA 33 persen dan MA 6 persen. (BNC/Hr) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/07/15/ribuan-lulusan-sdmts-tak-melanjutkan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibantu  Rp 150 Juta, Aula SMPN 1 Bukateja Segera Diselesaikan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/05/27/dibantu-rp-150-juta-aula-smpn-1-bukateja-segera-diselesaikan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/05/27/dibantu-rp-150-juta-aula-smpn-1-bukateja-segera-diselesaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 10:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13468</guid>
		<description><![CDATA[Dibantu Rp 150 Juta, Aula SMPN 1 Bukateja Segera Diselesaikan BUKATEJA&#8211;Setelah mangkrak selama kurang lebih tujuh tahun, Aula SMPN 1 Bukateja yang merupakan bangunan dua lantai akan segera diselesaikan pembangunannya. Pemkab Purbalingga akan mengucurkan segera mengucurkan dana Rp 150 juta. &#8220;Kami prihatin, selama ini wajah depan SMPN 1 Bukateja kurang sedap dipandang mata, karena bangunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibantu  Rp 150 Juta, Aula SMPN 1 Bukateja Segera Diselesaikan<br />
BUKATEJA&#8211;Setelah mangkrak selama kurang lebih tujuh tahun, Aula SMPN 1 Bukateja yang merupakan bangunan dua lantai akan segera diselesaikan pembangunannya. Pemkab Purbalingga akan mengucurkan segera mengucurkan dana Rp 150 juta.<br />
    &#8220;Kami prihatin, selama ini wajah depan SMPN 1 Bukateja kurang sedap dipandang mata, karena bangunan mangkrak bertahun-tahun.Dan kami bersyukur,pada tahun ini kami akan terima dana Rp 150 juta untuk menyelesiakan bangunan Aula  lantai atas,&#8221;  ujar Kepala Sekolah SMPN 1 Bukateja, Sutrisno S.Pd yang dihubungi di sela-sela acara pelepasan siswa Klas 9 di sekolah setempat, Kamis (26/5).<br />
    Sebanyak 267 siswa klas 9, yang terbagi ke dalam tujuh rombongan belajar, dengan disaksikan orang tua dan wali murid klas 9 SMPN 1 Bukateja, dilakukan pelepasan. Berbagai atraksi hiburan digelar dalam acara yang belangsung meriah itu, diantaranya pentas Opera Van Spensika berjudul &#8220;Berbeda&#8221;.<br />
    Menurut Sutrisno, peletakan batu pertama pembangunan Aula SMPN 1 Bukateja yang memiliki panjang 27 meter dan lebar 9 meter dan terdiri dua lantai, pada 17 Agustus 2004. Namun dalam perjalanannya, terkendala masalah keuangan, sehingga mangkrak bertahun-tahun. Direncanakan, bangunan Aula yang ruang bawah untuk ruang guru dan kantor tata usaha serta ruang kepala sekolah itu menelan anggaran Rp 1,8 milyard.<br />
    Pada awal tahun ajaran 2010/2011, para guru yang selama ini menempati ruang guru yang sempit, pindah ke lantai satu gedung Aula yang belum jadi.  &#8220;Kami berharap, dengan turunnya bantuan Rp 150 juta yang akan segera dikucurkan, lantai atas Aula SMPN 1 Bukateja segera terwujud, dan bisa dimanfaatkan untuk fasilitas olah raga in door maupun berbagai kegiatan ekstra kurikuler,&#8221; ujar Sutrino.<br />
    Sutrisno mengakui, selama ini pihaknya tidak memiliki lapangan olah raga yang representatif. Itu sebabnya, selama bertahun-tahun SMPN 1 Bukateja menyewa lapangan milik desa di Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja. Pada setiap jam praktek mata pelajaran olah raga, siswa harus berjalan cukup jauh ke lapangan sewaan itu.<br />
    &#8220;Atas perjuangan ke Pemkab Purbalingga, kami baru saja mendapat tambahan tanah lagi seluas 4000 meter persegi. Semula tanah di sebelah timur SMPN 1 Bukateja itu tanah sawah, namun kini sudah dibeli oleh Pemda untuk perluasan SMPN 1 Bukateja. Rencananya, kami aan memanfaatkan tanah itu untuk lapangan olah raga dan bangunan masjid,&#8221; ujar Sutrisno.<br />
    Tahun depan, lanjut Sutrisno, lahan 4000 meter yang kini sudah secara resmi dimiliki oleh SMPN 1 Bukateja, akan segera dibangun masjid dan lapangan olah raga raga yang representatif. (BNC/prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/05/27/dibantu-rp-150-juta-aula-smpn-1-bukateja-segera-diselesaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMKN 1 Kejobong Luluskan Angkatan Pertama</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/05/20/smkn-1-kejobong-luluskan-angkatan-pertama/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/05/20/smkn-1-kejobong-luluskan-angkatan-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 10:40:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13451</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA &#8211; Untuk pertama kalinya, SMK Negeri 1 Kejobong meluluskan para siswanya. Sebanyak 40 lulusan angkatan pertama ini, semuanya dari jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), lulus 100 persen dengan hasil memuaskan. Bahkan, 19 orang diantaranya sudah diterima di beberapa perusahaan bonafid di Jakarta, dan ada yang diterima di perusahaan di Malaysia. Selebihnya, sebagian ada yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA &#8211; Untuk pertama kalinya, SMK Negeri 1 Kejobong meluluskan para siswanya. Sebanyak 40 lulusan angkatan pertama ini, semuanya dari jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), lulus 100 persen dengan hasil memuaskan. Bahkan, 19 orang diantaranya sudah diterima di beberapa perusahaan bonafid di Jakarta, dan ada yang diterima di perusahaan di Malaysia. Selebihnya, sebagian ada yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.</p>
<p>    Kepala SMKN 1 Kejobong, Drs. Soetarno dalam acara pelepasan lulusan angkatan pertama , mengemukakan, pihaknya patut bangga dengan lulusan pertama ini. Pasalnya, SMKN 1 Kejobong yang berdomisili di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong meraih peringkat 4 SMKN se-Kabupaten Purbalingga. Bahkan untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, SMKN 1 Kejobong yang dikenal sebagai SMK bolodean karena berada di dekat areal kebun boled (ketela pohon), meraih peringkat ke 2 SMK Negeri se- Kabupaten Purbalingga. Saat ini, SMKN 1 Kejobong memiliki dua jurusan, yakni Otomotif yang baru 2 tahun berjalan dan TKJ (BNC/prs) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/05/20/smkn-1-kejobong-luluskan-angkatan-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
