<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; KESEHATAN</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/tematik/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 13:37:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Purbalingga akan Catatkan Rekor MURI MOW Massal</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/06/purbalingga-akan-catatkan-rekor-muri-mow-massal/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/06/purbalingga-akan-catatkan-rekor-muri-mow-massal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 13:20:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11289</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA  &#8211; Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Purbalingga optimis bisa menciptakan rekor pelaksanaan operasi KB modus operasi wanita (MOW) terbanyak. Rekor tersebut akan dicatatkan pada Museum Rekor Indonesia (MURI). Pelayanan MOW Massal untuk memecahkan rekor MURI akan diselenggarakan dua hari, tanggal 16 dan 17 Juli 2010.
BKBPP telah menginstruksikan desa dan kelurahan se Purbalingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-11290" href="http://banyumasnews.com/2010/07/06/purbalingga-akan-catatkan-rekor-muri-mow-massal/mow/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11290" title="MOW" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/MOW-360x270.jpg" alt="MOW" width="360" height="270" /></a>PURBALINGGA  &#8211; Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Purbalingga optimis bisa menciptakan rekor pelaksanaan operasi KB modus operasi wanita (MOW) terbanyak. Rekor tersebut akan dicatatkan pada Museum Rekor Indonesia (MURI). Pelayanan MOW Massal untuk memecahkan rekor MURI akan diselenggarakan dua hari, tanggal 16 dan 17 Juli 2010.</p>
<p>BKBPP telah menginstruksikan desa dan kelurahan se Purbalingga untuk mengirimkan sedikitnya dua calon akseptor. Dengan perhitungan jumlah desa dan kelurahan di Purbalingga sebanyak 239, minimal akan terkumpul 400 peserta MOW.</p>
<p>“Untuk menyelenggarakan pelayanan MOW massal ini, kami menjalin kerjasama dengan pihak Kodim (Komando Distrik Militer) 0702, Polres, PKK dan Pemkab Purbalingga. Bahkan atas perintah Kepala BKBPP telah dibentuk empat tim pemantau untuk memastikan kesiapan para calon akseptor,” tutur Kasi Informasi dan Advokasi BKBPP Karsono Adi Budianto , Selasa (6/7).</p>
<p>Menurut Karsono, sebelumnya terdapat pelayanan MOW massal di RS Lanud Atang Sanjaya Bogor sejumlah 350 peserta. Hanya saja, pelayanan itu tidak dicatatkan sebagai rekor MURI.</p>
<p>Terpisah, Kabid Keluarga Sejahtera BKBPP M Umar Faozi menyebutakan, pelayanan MOW massal akan dilaksanakan di dua tempat, yakni RSUD dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dan Rumah Sakit Bersalin Kasih Ibu Kalikajar. Di RSUD Goeteng akan ditangani dr Rudi SPOG dari Yakum dan RSB Kasih Ibu oleh Kolonel dr Fritz, SPOG dari RS Lanud Atang Sanjaya.</p>
<p>Sebelumnya pada pencanangan Bhakti Sosial TNI KB  Kesehatan Terpadu 2010 di Pendopo Dipokusumo, awal Juni lalu, Bupati menantang para kader penyuluh, kader kesehatan, termasuk dari TNI untuk memecahkan rekor pelayanan MOW terbanyak. Selain sebagai wujud keseriusan pemkab dalam pelayanan KB juga diharapkan manjadi kado bagi Bupati menjelang akhir masa jabatannya.</p>
<p>Sementara itu, dari data BKBPP Purbalingga, alat kontrasepsi suntikan masih menjadi favorit bagi peserta KB di Purbalingga. Dari total peserta KB Aktif sebanyak 145.959, yang menggunakan suntik mencapai 76.757 akseptor. Posisi kedua ditempati alat kontrasepsi pil sebanyak 28.939 akseptor.<br />
Di Purbalingga saat ini terdapat 183.625 pasangan usia subur (PUS). 145.959 diantaranya sudah menjadi peserta KB. (BNC/ost)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/06/purbalingga-akan-catatkan-rekor-muri-mow-massal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa MTS Berpotensi Jadi ‘Manusia Akar’</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/03/siswa-mts-berpotensi-jadi-%e2%80%98manusia-akar%e2%80%99/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/03/siswa-mts-berpotensi-jadi-%e2%80%98manusia-akar%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 12:40:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11223</guid>
		<description><![CDATA[Iwan Setiawan (14) seorang bocah warga Dukuh Karangtengah, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung (Jateng), memiliki penyakit mirip ‘manusia akar asal Bandung, Dede, (40). Namun, kondisi Iwan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga langsung ditangani Rumah Sakit (RS) Elisabeth Semarang. Iwan dikirim ke RS Elisabeth atas rujukan dari Pemkab Temanggung dan Wisma Kasih Bunda yang dikelola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h5><a rel="attachment wp-att-11224" href="http://banyumasnews.com/2010/07/03/siswa-mts-berpotensi-jadi-%e2%80%98manusia-akar%e2%80%99/iwan-nyaris-jadi-manusia-akar/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11224" title="iwan nyaris jadi manusia akar" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/iwan-nyaris-jadi-manusia-akar-355x270.jpg" alt="iwan nyaris jadi manusia akar" width="355" height="270" /></a>Iwan Setiawan (14) seorang bocah warga Dukuh Karangtengah, Desa Tlogopucang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung (Jateng), memiliki penyakit mirip ‘manusia akar asal Bandung, Dede, (40). Namun, kondisi Iwan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga langsung ditangani Rumah Sakit (RS) Elisabeth Semarang. Iwan dikirim ke RS Elisabeth atas rujukan dari Pemkab Temanggung dan Wisma Kasih Bunda yang dikelola perancang busana Annie Avantie</h5>
<p>Iwan mengaku tidak merasakan sakit pada lengan kanannya yang ditumbuhi kutil. Iwan hanya merasakan gatal-gatal. Penyakit Iwan kemudian. “Teman-teman tidak ada yang mengejek kondisi penyakit saya. Namun saya merasa malu ada benjolan-benjolan daging tumbuh berwarna merah kehitaman ini,” kata Iwan yang kelahiran 21 Juni 1996 dan masih bersekolah di MTs Rowo Seneng Temanggung.</p>
<p>Kepala Humas RS Elisabeth Semarang, Probowatie Tjondronegoro mengatakan, pasien Iwan ditangani oleh ahli kulit Prof Dr AG Soemantri. Jenis penyakit yang diderita Iwan belum bisa dipastikan karena menunggu hasil pemeriksaan darah untuk menentukan diagnosis. Namun sebelumnya, Iwan pernah didiagnosis menderita kanker pembuluh darah, tapi hasil tersebut merupakan pemeriksaan beberapa tahun yang lalu.</p>
<p>‘Tim dokter belum bisa menyimpulkan jenis penyakit yang diderita Iwan. Apakah kanker pembuluh darah ataukah menderita Human Papilloma Virus (HPV) seperti yang diderita Dede, manusia akar asal Bandung sekitar tahun 2007 silam,” katanya. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/03/siswa-mts-berpotensi-jadi-%e2%80%98manusia-akar%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purbalingga akan Tetapkan Kawasan Tanpa Rokok</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/06/23/purbalingga-akan-tetapkan-kawasan-tanpa-rokok/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/06/23/purbalingga-akan-tetapkan-kawasan-tanpa-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 13:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11146</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga akan segera menetapkan Peraturan Bupati Kawasan Tanpa Rokok (Perbup KTR). Dengan penetapan Perbup ini, tak boleh ada aktivitas merokok di tempat-tempat seperti sarana pendidikan, kesehatan, arena bermain anak-anak, angkutan umum, perkantoran pemerintah maupun swasta, pasar, terminal hingga tempat terbuka umum seperti Alun-alun  Purbalingga dan  City Park.
“Sementara ini, kita buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga akan segera menetapkan Peraturan Bupati Kawasan Tanpa Rokok (Perbup KTR). Dengan penetapan Perbup ini, tak boleh ada aktivitas merokok di tempat-tempat seperti sarana pendidikan, kesehatan, arena bermain anak-anak, angkutan umum, perkantoran pemerintah maupun swasta, pasar, terminal hingga tempat terbuka umum seperti Alun-alun  Purbalingga dan  City Park.</p>
<p>“Sementara ini, kita buat dalam bentuk perbup dengan ketentuan sanksi untuk pelanggarannya berupa sanksi moral atau sanksi sosial. Jika di kemudian hari, ternyata kita memerlukan peraturan yang lebih tegas, maka bisa juga kita buat dalam bentuk perda dengan sanksi denda sertakurungan,” jelas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga, Kodadiyanto, SH, MM dalam Sosialisasi dan Advokasi Kawasan Tanpa Rokok di Operational Room Graha Adiguna Kompleks Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Rabu (23/6).</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dr. Dyah Retnani Basuki, M.Kes menyampaikan wacana anti rokok bukan barang baru di Purbalingga. Karena tahun 2005, Pemkab Purbalingga juga telah menetapkan dalam bentuk instruksi bupati yang melarang rokok di institusi pendidikan dan kesehatan.</p>
<p>“Tapi instruksi bupati itu sudah tidak relevan lagi karena dampak merokok yang merasakan juga masyarakat secara luas bukan hanya orang sakit dan siswa sekolah. Maka dari itu, kami merancang perbup untuk kemudian dalam sosialisasi ini kami minta pendapat berbagai pihak tentang substansi perbup ini,” tutur Dyah dalam acara yang dihadiri para tokoh masyarakat, tokoh agama, direktur-direktur rumah sakit, kepala-kepala puskesmas, institusi pendidikan, pimpinan BUMD/BUMN, dan kepala-kepala unit kerja di lingkungan Pemkab Purbalingga.</p>
<p>Dyah tidak menyebutkan target waktu penetapannya. Namun kata dia, selesai digodog dan disesuaikan redaksionalnya oleh Bagian Hukum Setda Purbalingga, perbup segera ditetapkan dan harus segera dilaksanakan.</p>
<p>Konsekuensi dari pelaksanaan perbup ini, tiap pengelola/ penanggung jawab tempat-tempat yang dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok, wajib memasang papan bertuliskan ‘dilarang merokok’ maksimal tiga bulan setelah tanggal ditetapkan perbup. Pihak pengelola/ penanggung jawab tempat-tempat itu juga wajib untuk mengingatkan dan menegur seseorang yang masih nekad merokok.</p>
<p>“Nantinya akan kami bentuk Tim Satgas yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi kalau-kalau ada orang yang masih nekad merokok di kawasan tanpa rokok. Tim Satgas ini juga bertugas melakukan sosialisasi dan pembinaan baik secara preventif maupun kuratif untuk menegakkan perbup ini,” imbuh Koda.</p>
<p><strong>Dilematis</strong></p>
<p>Kodadiyanto mengakui penerapan perbup ini nantinya memang menimbulkan dilematis bagi Pemkab Purbalingga. Koda tidak menafikkan besarnya ‘jasa’ perusahaan-perusahaan rokok dalam pembangunan Purbalingga.</p>
<p>“Sebagai contoh, hanya perusahaan rokok yang berani dengan segera membantu pembangunan Videotron di <em>City</em><em> Park</em> itu. Pemasukan mereka melalui reklame itu juga cukup besar. Seperti setiap tahun baru, yang mau menyumbang kembang api yang lumayan mahal itu siapa? Ya Perusahaan Rokok,” jelasnya.</p>
<p>Namun demikian, Pemkab Purbalingga tetap akan melaksanakan perbup ini sekaligus sedikit demi sedikit melepas ketergantungan dengan bantuan-bantuan dana perusahaan rokok. Bahkan rencananya, dana bagi hasil bea cukai tembakau dari pemerintah pusat akan dimanfaatkan untuk sosialisasi anti rokok dan launching kawasan tanpa rokok ini.</p>
<p>“Karena bagaimanapun rokok itu berbahaya bagi yang merokok maupun yang menghirup asap rokok itu. Tapi untuk menfasilitasi bagi para perokok, kita juga menganjurkan bagi pengelola tampat-tempat yang kita tetapkan sebagai kawasan tanpa rokok untuk menyediakan <em>smoking area</em>,” tambahnya. (BNC/cie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/06/23/purbalingga-akan-tetapkan-kawasan-tanpa-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebutaan Mata di Indonesia Tertinggi di Asia</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/05/30/kebutaan-mata-di-indonesia-tertinggi-di-asia/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/05/30/kebutaan-mata-di-indonesia-tertinggi-di-asia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 May 2010 13:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10568</guid>
		<description><![CDATA[Yogya &#8211; Tingkat kebutaan mata di Indonesia ternyata rangking pertama di Asia. Kebutaan ini disebabkan karena katarak maupun kebutaan yang disebabkan glaukoma. Katarak juga merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia.
“Angka kejadiannya mencapai 1,5 persen penduduk. Namun, katarak tidak permanen. Artinya masih bisa disembuhkan melalui operasi,&#8221; kata pakar kesehatan mata Asri Medical Center-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yogya &#8211; Tingkat kebutaan mata di Indonesia ternyata rangking pertama di Asia. Kebutaan ini disebabkan karena katarak maupun kebutaan yang disebabkan glaukoma. Katarak juga merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia.</p>
<p>“Angka kejadiannya mencapai 1,5 persen penduduk. Namun, katarak tidak permanen. Artinya masih bisa disembuhkan melalui operasi,&#8221; kata pakar kesehatan mata Asri Medical Center-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (AMC-UMY), dr Nurfifi Arliani SpM, Minggu (30/5).</p>
<p>Menurut Nurfifi Arliani, katarak dapat disebabkan beberapa hal. Namun, yang paling banyak diderita masyarakat akibat penuaan atau degenerasi. Gejala awal katarak muncul saat terjadi penurunan penglihatan sedikit demi sedikit. Pada stadium awal, lanjut Nurfifi, penderita katarak akan merasa silau pada siang hari, atau malam hari bila terkena cahaya lampu sehingga merasa nyaman pada kondisi remang-remang. &#8220;Selain itu, penderita umumnya juga tetap mengeluh kabur walau sudah berulang kali ganti kacamata. Pada stadium lanjut, ia tidak dapat melihat secara jelas lagi karena hanya bisa melihat bayang-bayang,&#8221; ujarnya. <strong>(BNC/tgr)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/05/30/kebutaan-mata-di-indonesia-tertinggi-di-asia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Awas, gangguan kesehatan mental akibat blackberry</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/05/09/awas-gangguan-kesehatan-mental-akibat-blackberry/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/05/09/awas-gangguan-kesehatan-mental-akibat-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 02:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan mental blackberry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10311</guid>
		<description><![CDATA[ 
Jumlah ponsel terus meningkat. Sapai tahun 2008 saja, jumlah ponsel yang digunakan di seluruh penjuru dunia mencapai empat miliar. Jumlah ini hampir setara dengan 60 persen populasi bumi. Pada tahun 2010 ini tentu jumlah pemakai makin pesat.
Selain menawarkan fitur-fitur menarik, ponsel seperti blackberry juga mendatangkan masalah. Menurut pakar kesehatan, ponsel cerdas ini tidak hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p>Jumlah ponsel terus meningkat. Sapai tahun 2008 saja, jumlah ponsel yang digunakan di seluruh penjuru dunia mencapai empat miliar. Jumlah ini hampir setara dengan 60 persen populasi bumi. Pada tahun 2010 ini tentu jumlah pemakai makin pesat.</p>
<p>Selain menawarkan fitur-fitur menarik, ponsel seperti blackberry juga mendatangkan masalah. Menurut pakar kesehatan, ponsel cerdas ini tidak hanya mengganggu kesehatan fisik tetapi juga mental.</p>
<p>Gangguan apa saja? Berikut empat gangguan yang dipicu oleh blackberry, seperti diuraikan di situs askmen.com:</p>
<p><strong>Ketergantungan</strong><br />
Menurut studi dari Rutgers  University, blackberry sangat memicu ketergantungan sehingga membuat pengguna memerlukan terapi setara dengan terapi ketergantungan obat-obatan. Dengan kemampuan tetap terhubung selama 24 jam sehari tujuh hari seminggu, blackberry dan perangkat serupa memicu ketergantungan internet dan e-mail. Hal ini, menurut peneliti, mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental.</p>
<p>Apa yang membuat ketergantungan? Pesan atau e-mail yang langsung bisa diakses melalui blackberry, terang peneliti, membuat Anda tidak bisa lama-lama meninggalkan blackberry. Anda secara tidak sadar selalu membuka blackberry, berharap menemukan pesan atau e-mail yang menyenangkan.</p>
<p><strong>Ganggu tidur</strong><br />
Bukan rahasia lagi bahwa kurang tidur berkualitas mempunyai efek buruk terhadap kesehatan mental. Padahal, mendapatkan tidur yang bagus tidak semudah yang Anda bayangkan. Dan kemampuan untuk memejamkan mata semakin rumit dengan hadirnya blackberry.</p>
<p>Serangkain percobaan menunjukkan bahwa mengirim pesan atau chatting melalui ponsel sebelum jam tidur bisa mengganggu pola tidur, memicu insomnia, sakit kepala dan kesulitan konsentrasi. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, hasil studi awal dari Uppsala University di Swedia menunjukkan bahwa radiasi sedikit saja dari ponsel bisa mengganggu tidur.</p>
<p><strong>Picu kecemasan</strong><br />
Tidak bisa disangkal bahwa blackberry merupakan perangkat revolusioner. Gadget kecil ini bisa memenuhi semua kebutuhan komunikasi Anda. Tapi jika perangkat yang sama juga menyebabkan ketergantungan, merusak konsentrasi dan mengganggu tidur, tentunya blackberry juga akan membuat Anda stress. Tingkat stress lebih parah jika Anda sangat bergantung terhadap blackberry dalam mengerjakan tugas sehari-hari.</p>
<p><strong>Rusak otak</strong><br />
Radiasi ponsel telah lama dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari tumor hingga insomnia. Meskipun temuan studi masih bertentangan, bukti mulai menunjukkan adanya peningkatan risiko tumor otak di kalangan pengguna ponsel. (mi.com)</p>
<div id="attachment_10312" class="wp-caption alignleft" style="width: 378px"><a rel="attachment wp-att-10312" href="http://banyumasnews.com/2010/05/09/awas-gangguan-kesehatan-mental-akibat-blackberry/blackberry-bold-1/"><img class="size-medium wp-image-10312" title="blackberry-bold-1" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/blackberry-bold-1-368x270.jpg" alt="ilustrasi" width="368" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">ilustrasi</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/05/09/awas-gangguan-kesehatan-mental-akibat-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RSUD Kebumen tangani 7 kasus gizi buruk</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/22/rsud-kebumen-tangani-7-kasus-gizi-buruk/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/22/rsud-kebumen-tangani-7-kasus-gizi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 19:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[kasus gizi buruk; kebumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10175</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN – RSUD Kebumen saat ini menangani tujuh kasus gizi buruk yang menimpa balita dari berbagai desa di Kabutapen Kebumen.
Ketujuh balita tersebut, Tri Rahmadani (19 bulan) asal Desa Karangpoh Kecamatan Pejagoan, Fiana Barokah (7 bulan) asal Desa Kalirancang, Kecamatan Alian, Zulfa Mustafa (18 bulan) dan Trisno Prasetyo (22 bulan) asal Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Faqih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEBUMEN – RSUD Kebumen saat ini menangani tujuh kasus gizi buruk yang menimpa balita dari berbagai desa di Kabutapen Kebumen.</p>
<p>Ketujuh balita tersebut, Tri Rahmadani (19 bulan) asal Desa Karangpoh Kecamatan Pejagoan, Fiana Barokah (7 bulan) asal Desa Kalirancang, Kecamatan Alian, Zulfa Mustafa (18 bulan) dan Trisno Prasetyo (22 bulan) asal Desa Sawangan, Kecamatan Alian, Faqih Agil (17 bulan) asal Desa Seliling, Kecamatan Alian, Siti Mulyani (3 bulan) asal Desa Tlogorejo, Kecamatan Bonorowo, dan Khayatul (19 bulan) asal Desa Sidokmuti, Kecamatan Ambal.</p>
<p>Kondisi mereka rata-rata cukup memprihatinkan. Tubuh sangat kurus seperti Fiana Barokah (7 bulan) yang hanya memiliki berat badan 3,75 kilogram. Selain murni gizi buruk, ada pula balita yang mengalami gizi buruk karena adanya penyakit penyerta, seperti dialami Zulfa Mustafa yang  mengalami kelainan jantung.</p>
<p>Kasus gizi buruk mengundang perhatian komisi B DPRD Kebumen. Komisi berpendapat kasus gizi buruk menandakan masih belum optimalnya upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan oleh instansi terkait.</p>
<p>Semua anggota Komisi B  melakukan kunjungan mendadak ke RSUD Kebumen Rabu (21/04). Komisi ingin mengatahui lebih jelas dari lapangan bagaimana kasus gizi buruk masih terjadi di Kebumen dan upaya yang harus dilakukan instansi agar kasus ini tidak semakin banyak terjadi di Kebumen. (BNC/ist/rin)</p>
<p><a rel="attachment wp-att-10176" href="http://banyumasnews.com/2010/04/22/rsud-kebumen-tangani-7-kasus-gizi-buruk/gizi-buruk/"><img class="alignleft size-full wp-image-10176" title="gizi buruk" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/04/gizi-buruk.png" alt="gizi buruk" width="318" height="320" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/22/rsud-kebumen-tangani-7-kasus-gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia sudah tangani masalah rokok, tinggal Indonesia</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/14/dunia-sudah-tangani-masalah-rokok-tinggal-indonesia/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/14/dunia-sudah-tangani-masalah-rokok-tinggal-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 23:30:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya rokok; semarang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10087</guid>
		<description><![CDATA[SEMARANG &#8211; Negara-negara di hampir seluruh dunia sudah bisa menangani masalah rokok, tinggal di Indonesia yang masih sangat bebas. Demikian dikatakan pakar kesehatan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rofiq  Anwar. Ia juga menilai permasalahan rokok di Indonesia sudah mengkhawatirkan  karena pengeluaran akibat rokok mencapai Rp20 triliun, sementara  pendapatannya Rp10 triliun.
&#8220;Seluruh dunia sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG &#8211; Negara-negara di hampir seluruh dunia sudah bisa menangani masalah rokok, tinggal di Indonesia yang masih sangat bebas. Demikian dikatakan pakar kesehatan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Rofiq  Anwar. Ia juga menilai permasalahan rokok di Indonesia sudah mengkhawatirkan  karena pengeluaran akibat rokok mencapai Rp20 triliun, sementara  pendapatannya Rp10 triliun.</p>
<p>&#8220;Seluruh dunia sudah bisa menangani masalah rokok, tinggal Indonesia.  Di sini rokok sangat bebas,&#8221; kata Rofiq Anwar usai menjadi panelis dalam  acara &#8220;Debat Calon Wali Kota Semarang&#8221; di RRI Semarang, Selasa (13/04).</p>
<p>Menurut dia, tidak akan merugi daerah yang membatasi rokok. Pasalnya,  perkebunan tembakau adalah lahan subur. &#8220;Jadi, jika diganti tanaman  lainnya juga akan bagus hasilnya. Tidak akan mematikan perekonomian,  malah sebaliknya meningkatkan perekonomian,&#8221; katanya.</p>
<p>Bermula dari rokok, lanjut Rofiq, kemudian akan mengarah pada  penyalahgunaan narkoba di lingkungan anak muda, termasuk kasus HIV yang  tidak banyak terungkap.</p>
<p>Menangani hal tersebut, Rofiq menganjurkan perlunya aturan jelas dan  implementasi yang benar di lapangan.</p>
<p>&#8220;Tentu harus dimulai dari diri sendiri. Nanti merokok tidak boleh di  sembarang tempat,&#8221; katanya.</p>
<p>Rofiq menambahkan, permasalahan kesehatan lain yang perlu mendapat  perhatian dari Wali Kota Semarang mendatang adalah masalah pelayanan  kesehatan.</p>
<p>Oleh karena itu, jaminan kesehatan masyarakat diperlukan. &#8220;Kondisi yang  ada saat ini perlu ditingkatkan lagi,&#8221; kata Rofiq. (BNC/ist/ant)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/14/dunia-sudah-tangani-masalah-rokok-tinggal-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ratusan Siswa SD Kalimanah Keracunan Susu Baturaden</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/08/ratusan-siswa-sd-kalimanah-keracunan-susu-baturaden/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/08/ratusan-siswa-sd-kalimanah-keracunan-susu-baturaden/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 13:01:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10032</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA-Ratusan siswa SD Grecol di Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga,Jawa Tengah mengalami keracunan setelah mengkonsumsi minuman susu. Mereka dilarikan ke rumah sakit dan Puskesmas terdekat. Polisi menyita barang bukti berupa minuman susu dalam bungkus plastic.
Keterangan yang diperoleh banyumasnews.com (BNC) di lokasi kejadian, Kamis (08/04) menyebutkan, ratusan siswa SD Grecol Kalimanah yang menmgalami keracunan ini sebagian besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA-Ratusan siswa SD Grecol di Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga,Jawa Tengah mengalami keracunan setelah mengkonsumsi minuman susu. Mereka dilarikan ke rumah sakit dan Puskesmas terdekat. Polisi menyita barang bukti berupa minuman susu dalam bungkus plastic.</p>
<p>Keterangan yang diperoleh banyumasnews.com (BNC) di lokasi kejadian, Kamis (08/04) menyebutkan, ratusan siswa SD Grecol Kalimanah yang menmgalami keracunan ini sebagian besar anak kelas satu hingga lima. Mereka saat itu mengunjungi bazaar yang digelar oleh Fresh sebuah susu produk local Baturaden.</p>
<p>Susu yang tersedia dalam bungkusan plasitk tersebut antara lain rasa anggur,coklat,meron, strowbery dan duren. Namun beberapa menit setelah meminum susu, para siswa mulai merasakan pusing dan mual. Sejumlah siswa bahkan kemudian muntah muntah hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan Puskesmas.</p>
<p>Menurut pihak sekolah, bazaar yang ditawarkan pabrik susu Baturaden dengan tema susu sehat untuk mencerdaskan anak bangsa ini merupakan kali kedua . Namun pihak sekolah menolak kegiatan tersebut.</p>
<p>&#8221; Saya tidak pernah mengijinkan ikut kehiatan tersebut, tetapi saat jam istirahat, para siswa mendatangi lokasi bazaar dan membeli susu dengan aneka rasa itu, &#8221; ujar Darwati ,Kepala Sekolah SD Grecol 1.</p>
<p>Para siswa ini tanpa memperdulikan peringatan sekolah ternyata mendatangi lokasi bazar. &#8221; Setelah meminum saya kemudian mual dan kepala pusing pusing,” ujar Dian (9) salah satu siswa yang menjadi korban.</p>
<p>Untuk menyelidiki kasus kerscunan itu,Polisi menyita barang bukti berupa sejumlah bungkus susu yang masih utuh dan susu yang telah dikonsumsi para siswa. Sementara hingga Kamis petang puluhan siswa masih mendapat perawatan intensif dan sebagian lagi telah dipulangkan (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/08/ratusan-siswa-sd-kalimanah-keracunan-susu-baturaden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kawasan tertentu di Kebumen segera bebas rokok</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/31/kawasan-tertentu-di-kebumen-segera-bebas-rokok/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/31/kawasan-tertentu-di-kebumen-segera-bebas-rokok/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 12:51:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan bebas rokok; kebumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9881</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN – Sekalipun tidak terkait langsung dengan kontroversi adanya fatwa tentang merokok yang dikeluarkan Majlis Tarjih PP Muhammadiyah, namun gema pentingnya kesadaran akan bahaya rokok semakin meluas. Bahkan di tingkat desa, ada satu desa di Kabupaten Banyumas, yaitu desa Cikidang, Kecamatan Cilongok telah menerapkan peraturan desa tentang denda bagi warga yang merokok di sembarang tempat.
Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEBUMEN – Sekalipun tidak terkait langsung dengan kontroversi adanya fatwa tentang merokok yang dikeluarkan Majlis Tarjih PP Muhammadiyah, namun gema pentingnya kesadaran akan bahaya rokok semakin meluas. Bahkan di tingkat desa, ada satu desa di Kabupaten Banyumas, yaitu desa Cikidang, Kecamatan Cilongok telah menerapkan peraturan desa tentang denda bagi warga yang merokok di sembarang tempat.</p>
<p>Di Kebumen, pekan ini menjadi isu hangat di kalangan masyarakat terkait Peraturan Bupati tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), yang akan mengatur kawasan-kawasan tertentu di kabupaten Kebumen yang harus bebas rokok.</p>
<p>Peraturan ini merupakan dasar regulasi bagi upaya Pengembangan KTR,  sekaligus mendidik masyarakat akan bahaya merokok termasuk memberikan perlindungan bagi perokok pasif, demikian kata Sekretaris Daerah H. Suroso SH di Kebumen, kemarin (30/3).</p>
<p>Dalam sosialisasi pengembangan KTR yang diikuti sejumlah instansi terkait dan organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan MUI serta produsen rokok, Sekda menyebutkan, Perbup tersebut nantinya mendukung upaya Pemkab Kebumen dalam mengembangkan kawasan terbatas merokok (KTM)</p>
<p>Perbup itu mengatur tempat-tempat tertentu yang dinyatakan sebagai lokasi KTR seperti di sarana kesehatan, tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum.</p>
<p>Bagi pelanggar perbup ini bakal dikenai sanksi adminsitratif, mulai dari teguran hingga kurungan tiga (3)  minggu atau denda maksimal Rp50 juta.</p>
<p>Bupati Kebumen Kyai Haji Mohamad Nashirudin Al Mansyur dalam sambutannya menekankan pentingnya sosialisasi terus menerus akan bahaya merokok bagi kesehatan.</p>
<p>Dijelaskan dari data yang ada populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia  di  urutan ke 5 tertinggi di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia  dan Jepang. Bahkan perkiraan konsumsi Indonesia pada 2005 sebanyak 220 miliar batang rokok.</p>
<p>Selain itu perlu dikembangkan budaya malu  merokok di sembarang tempat,  Sebab sekitar 85,4 % perokok aktif merokok dalam rumah bersama anggota keluarga lainnya sehingga mengancam keselamatan kesehatan lingkungan. (BNC/puh/inforkomtel)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/31/kawasan-tertentu-di-kebumen-segera-bebas-rokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pungut biaya pemegang Jamkesmas, pengurus RS Sinar Kasih dipanggil DPRD</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/26/pungut-biaya-pemegang-jamkesmas-pengurus-rs-sinar-kasih-dipanggil-dprd/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/26/pungut-biaya-pemegang-jamkesmas-pengurus-rs-sinar-kasih-dipanggil-dprd/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 13:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9783</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO – Pengurus Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih Purwokerto, pada Jum’at (26/03), harus menghadap Komisi D DPRD Kabupaten Banyumas karena telah memungut biaaya kepada pasien pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
Dewan meminta RS Sinar Kasih yang beralamat di Jl Martadireja II, Mersi, Purwokerto Timur itu mematuhi aturan tentang Jamkesmas dengan tidak memungut biaya kepada masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO – Pengurus Rumah Sakit (RS) Sinar Kasih Purwokerto, pada Jum’at (26/03), harus menghadap Komisi D DPRD Kabupaten Banyumas karena telah memungut biaaya kepada pasien pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).</p>
<p>Dewan meminta RS Sinar Kasih <span id="bizprofile">yang beralamat di Jl Martadireja II, Mersi, Purwokerto Timur itu </span>mematuhi aturan tentang Jamkesmas dengan tidak memungut biaya kepada masyarakat miskin penerima program pemerintah itu. Dalam kasus ini, RS Sinar Kasih dipanggil karena telah memungut biaya kepada Daritem, warga Kemutug Lor, Kecamatan Baturaden, yang diminta membayar Rp. 500 ribu untuk membeli benang dan mesh sesuai kuitansi yang ditantangani bagian keuangan RS Sinar Kasih.</p>
<p>Pemanggilan pengurus RS Sinar Kasih karena adanya pengaduan ke dewan dari pemegang Jamkesmas tersebut. Pihak RS mengatakan pungutan dilakukan oleh ‘oknum’. Sementara itu, Anggota Komisi D  yang juga Ketua IDI Kabupaten Banyumas, dr Budhi Setyawan mengakui hampir di seluruh instansi layanan kesehatan, ada oknum yang berbuat demikian termasuk oknum dokter yang merawat pasien Jamkesmas.</p>
<p>&#8220;Hal itu dilakukan karena memang dokter tersebut menginginkan penggunaan obat maupun media untuk perawatan lain, sesuai dengan kebiasaannya.  Padahal, obat maupun alat tersebut tidak masuk dalam kategori yang mendapatkan klaim Jamkesmas,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dr Budi Setyawan menghimbau layanan rumah sakit dan dokter juga mempertimbangkan aspek nurani sehingga tidak asal membebani biaya kepada mereka yang memang secara ekonomi tidak mampu. (BNC/ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/26/pungut-biaya-pemegang-jamkesmas-pengurus-rs-sinar-kasih-dipanggil-dprd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->