<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; HUKUM KRIMINAL</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/tematik/hukum-kriminal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Peduli Kuatno, IMM Banyumas Serahkan Ribuan Pisang ke Polres Cilacap</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 11:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[kuatno cilacap; imm banyumas; gerakan seribu pisang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13923</guid>
		<description><![CDATA[CILACAP  &#8211; Kepedulian terhadap Kuatno (22),  seorang pemuda warga Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara,  Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga  menderita keterbelakangan mental atau idiot namun menjadi tahanan polisi dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilacap karena tertangkap basah mencuri buah pisang kepok, ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Banyumas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13924" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><img class="size-full wp-image-13924" title="pisang" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/pisang.jpg" alt="" width="275" height="183" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi</p></div>
<p>CILACAP  &#8211; Kepedulian terhadap Kuatno (22),  seorang pemuda warga Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara,  Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga  menderita keterbelakangan mental atau idiot namun menjadi tahanan polisi dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilacap karena tertangkap basah mencuri buah pisang kepok, ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Banyumas, dengan mendatangi Mapolres Cilacap, Sabtu (07/01). Mereka menyerahkan ribuan pisang sebagai bentuk protes terhadap langkah Polres Cilacap yang tetap memproses hukum pencuri pisang itu.</p>
<p>Aktifis demo datang sekitar pukul 14.30 dengan naik sepeda motor dan membawa serta sebuah mobil bak terbuka bertuliskan &#8220;Gerakan 1.000 Pisang untuk Kuatno&#8221;. Mobil tersebut mengangkut pisang berbagai jenis, yang dikumpulkan oleh  IMM selama dua hari sebelumnya, di sekeretariat IMM Banyumas, Jl. Dr Angka, Purwokerto. Selain mengumpulkan pisang, perwakilan juga mengunjungi keluarga Kuatno di rumahnya.</p>
<p>Koordinator aksi Erfan Faturohman mengatakan aksi ini bukan berarti mereka mendukung aksi pencurian, tetapi lebih menginginkan keadilan ditegakkan.  Menurutnya, Kuatno lemah mental sehingga  dia harus dibebaskan karena tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.</p>
<p>Saat aksi berlangsung tidak ada satu pun perwira polisi yang terlihat di Markas Polres Cilacap. Kendati demikian para aktivis IMM Banyumas tetap menyerahkan ribuan pisang yang telah mereka kumpulkan kepada dua PNS yang sedang jaga.</p>
<p>Kuatno dan 15 tandan pisang</p>
<p>Seperti diketahui, Kuatno bersama seorang kawannya, Topan (25), tertangkap basah mencuri buah pisang di Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Cilacap pada 11 November 2011 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ditangkap, polisi menemukan 15 tandan pisang di tempat kejadian perkara.</p>
<p>Akan tetapi berdasarkan pengakuan tersangka, mereka baru sekali melakukan pencurian dan hanya sebanyak sembilan tandan pisang. Setiap tandan pisang pisang akan dijual dengan harga Rp10 ribu dan uangnya untuk membeli rokok.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Cilacap saat menerima pelimpahan tahap dua dari Polres Cilacap, segera melakukan pemeriksaan psikologi terhadap para tersangka, dengan mendatangkan dua psikolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Pemeriksaan psikologi ini dilakukan lantaran adanya berbagai pemberitaan yang menyebutkan jika Kuatno mengalami keterbelakangan mental.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan psikologi tersebut, diketahui kedua tersangka mengalami retardasi mental (lemah mental). Oleh karena itu, Kejari Cilacap tidak bersedia menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Cilacap.</p>
<p>Terkait hal itu, Polres Cilacap mendatangkan psikolog dari Universitas Indonesia Prof Dr Sarlito Wirawan untuk memeriksa psikologi kedua tersangka. Hasilnya, kedua tersangka dinyatakan normal, sehingga Polres Cilacap pun menyerahkan para tersangka ke Kejari Cilacap.</p>
<p>Kendati sempat menolak, Kejari Cilacap akhirnya menerima pelimpahan tahap dua tersebut, tetapi kedua tersangka tidak ditahan selama menunggu proses hukum selanjutnya. Kepala Kejari Cilacap Sulijati mengatakan, pihaknya memiliki kewenangan untuk menghentikan penuntutan jika polisi tetap melimpahkan tahap dua.</p>
<p>Sementara, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Cilacap Eko Bambang Marsudi mengatakan, berkas perkara kedua tersangka akan diteliti dan dipertimbangkan apakah akan dilimpahkan ke pengadilan atau dihentikan. (BNC/ln/ist).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Banyumas, 281 tewas akibat kecelakaan lalin selama 2011</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/01/di-banyumas-281-tewas-akibat-kecelakaan-lalin-selama-2011/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/01/di-banyumas-281-tewas-akibat-kecelakaan-lalin-selama-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 17:50:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13891</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; Kapolres Banyumas, AKBP Untung Widyatmoko mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas (lalin) yang terjadi di Banyumas selama tahun 2011, mengalami peningkatan signifikan jika dibanding tahun 2010. Hingga 27 Desember 2011 kecelakaan lalin mencapai 1.037 kasus, sedangkan tahun 2010 hanya 152 kasus. Menurutnya peningkatan ini disebabkan adanya kebijakan baru untuk melaporkan semua peristiwa kecelakaan baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO &#8211; Kapolres Banyumas, AKBP Untung Widyatmoko mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas (lalin) yang terjadi di Banyumas selama tahun 2011, mengalami peningkatan signifikan jika dibanding tahun 2010. Hingga 27 Desember 2011 kecelakaan lalin mencapai 1.037 kasus, sedangkan tahun 2010 hanya 152 kasus.</p>
<p>Menurutnya peningkatan ini disebabkan adanya kebijakan baru untuk melaporkan semua peristiwa kecelakaan baik kecil maupun besar. &#8220;Dulu, kapolres-kapolres takut dikatakan kinerjanya buruk jika angka kecelakaan di wilayahnya tinggi sehingga muncul `dark number`, yakni dengan tidak melaporkan kecelakaan kecil. Namun sekarang, semua kecelakaan harus dilaporkan,&#8221; kata dia menjelaskan.</p>
<p>Dari total kecelakaan yang terjadi selama tahun 2011 telah mengakibatkan 281 orang meninggal dunia, 115 orang luka berat, dan 1.420 orang luka ringan dengan jumlah kerugian material mencapai Rp. 1,51 miliar lebih.</p>
<p>Sementara kecelakaan selama tahun 2010 mengakibatkan 65 orang meninggal dunia, 41 orang luka berat, dan 160 orang luka ringan dengan jumlah kerugian mencapai Rp. 727,6 juta. Menurut dia, seluruh kasus kecelakaan lalu lintas ini dapat diselesaikan.</p>
<p>Selain kecelakaan, tambahnya, selama tahun 2011 terjadi tren kenaikan pelanggaran lalu lintas sebesar 62 persen, yakni dari 21.912 kasus pada tahun 2010 menjadi 35.483 kasus. Kendati demikian, seluruh kasus pelanggaran lalu lintas ini dapat diselesaikan oleh jajaran Polres Banyumas. Pada tahun 2012 ini Polres Banyumas akan fokus pada razia kelengkapan dokumen seperti SIM dan STNK, yang dapat dilakukan tidak hanya di jalan-jalan, namun bisa dilakukan di tempat-tempat parkir.</p>
<p>“Kalau di razia di jalanan difokuskan pada kelengkapan kendaraan seperti lampu, pelat nomor, dan kemungkinan pengendara membawa senjata tajam, termasuk terhadap kendaraan yang knalpotnya menimbulkan kebisingan,&#8221; katanya di Purwokerto, Sabtu (31/12). (BNC/ist)</p>
<div id="attachment_13892" class="wp-caption alignleft" style="width: 170px"><img class="size-thumbnail wp-image-13892" title="kecelakaan lalin" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/kecelakaan-lalin-160x90.jpg" alt="" width="160" height="90" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/01/di-banyumas-281-tewas-akibat-kecelakaan-lalin-selama-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minta Motor tak Dituruti, Siswa SMK Ajibarang Gantung diri</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/10/12/minta-motor-tak-dituruti-siswa-smk-ajibarang-gantung-diri/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/10/12/minta-motor-tak-dituruti-siswa-smk-ajibarang-gantung-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 01:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13762</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS (BNC) Hanya karena meminta dibelikan sepeda motor tak dikabulkan, seorang siswa SMK Maarif Nu ajibarang Kabupaten Banyumas, Jateng, Rabu (12/10) pagi tadi nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa tergantung di jendela kamar rumahnya. Peristiwa ini membuat geger warga Rt 06 Rw 08 Desa Ajibarang Wetan Kecamatan Ajibarang Banyumas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS (BNC) Hanya karena meminta dibelikan sepeda motor tak dikabulkan, seorang siswa SMK Maarif Nu ajibarang Kabupaten Banyumas, Jateng, Rabu (12/10) pagi tadi nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa tergantung di jendela kamar rumahnya.</p>
<p>Peristiwa ini membuat geger warga Rt 06 Rw 08 Desa Ajibarang Wetan Kecamatan Ajibarang Banyumas . Korban bernama Yulian Triasmoro (15) anak pasangan Joko (53) dan Duryati (45) ini ditemukan gantung diri. Siswa yang dikenal pendiam ini menggunakan kain milik neneknya untuk mengikat lehernya dan kemudian diikatkan pada kayu jendela.</p>
<p>Tanpa menunggu kedatangan polisi, orang tua korban yang sudah panik ini kemudian menurunkan tubuh korban. Polisi yang tiba di lokasi menemukan kain berukuran satu setengah meter.</p>
<p>Menurut warga, peristiwa ini terjadi sekitar pukul empat pagi. Saat itu nenek korban sepulang shalat subuh masuk ke kamar korban. Alangkah terkejutnya saat melihat tubuh cucunya tergantung di jendela.</p>
<p>Informasi yang diperoleh menyebutkan, belakangan ini korban sering mengeluh minta dibelikan sepeda motor. Namun karena orang tua tak memiliki uang, keinginan anaknya tersebut tak bisa dituruti. Keluarga tak menduga jika bocah yang masih berusia 15 tahun itu kemudian akhirnya memilih mengakhiri hidup dengan nekad gantung diri.</p>
<p>“Sebenarnya ndak ada masalah, tapi menurut teman temannya, Yuli (korban-red) sedang minta motor, tapi tak dikabulkan. Ya maklum karena orang tuanya tak mampu membelikan,” ujar Amad (52) warga setempat.</p>
<p>Polisi dan tim medis yang melakukan identifikasi, tak menemukan adanya unsur kekerasan. Korban dinyatakan murni tewas akibat bunuh diri (BNC/nit).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/10/12/minta-motor-tak-dituruti-siswa-smk-ajibarang-gantung-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Kantongi Identitas Pelaku Bom Solo</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/09/26/polisi-kantongi-identitas-pelaku-bom-solo/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/09/26/polisi-kantongi-identitas-pelaku-bom-solo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 02:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13723</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#8211; Polisi sudah mengantongi identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Namun untuk mempublikasikannya, polisi masih menunggu hasil tes DNA. &#8220;Dari sisi identifikasi sudah ditemukan, tapi sekali lagi kita menunggu hasil laboratorium terkait DNA itu,&#8221; kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo ditemui di Peace Keeping Center, Sentul, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA  &#8211; Polisi sudah mengantongi identitas pelaku bom bunuh diri di Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo, Jawa Tengah. Namun untuk mempublikasikannya, polisi masih menunggu hasil tes DNA.</p>
<p>&#8220;Dari sisi identifikasi sudah ditemukan, tapi sekali lagi kita menunggu hasil laboratorium terkait DNA itu,&#8221; kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo ditemui di Peace Keeping Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (26/9/2011).</p>
<p>Timur mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium si pelaku dalam waktu dekat ini diharapkan sudah bisa diketahui. &#8220;Mudah-mudahan besok sudah bisa kita sampaikan pada masyarakat siapa pelaku bom bunuh diri tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelumnya, jenazah pria pelaku bunuh diri di gereja tersebut diberangkatkan ke Jakarta pada Minggu 25 September. Identifikasi jenazah diserahkan kepada Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS).</p>
<p>Sumber yang diperoleh detikcom, pria tersebut diyakini bernama Ahmad Yosepa Hayat alias Hayat alias Ahmad Abu Daud Alias Raharjo. Pria ini telah masuk daftar buron terkait serangan bom bunuh diri di Masjid Az-Zikro, Polresta Cirebon.</p>
<p>Nama ini sebenarnya sudah tak asing di dunia terorisme. Pertengahan Juni lalu, Mabes Polri telah menyebut Ahmad Yosepa terlibat dalam pengeboman Masjid Az-Zikro, Polresta Cirebon.</p>
<p>Bom bunuh diri yang dilakukan usai kebaktian di gereja tersebut mengakibatkan sejumlah jemaat luka-luka. Bahkan, dua di antaranya luka parah sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit.</p>
<p>Apakah pria tersebut benar Ahmad Yosepa? Kita tunggu saja keterangan resmi dari Polri.(Detik.com/ken/vit) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/09/26/polisi-kantongi-identitas-pelaku-bom-solo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Majenang dihebohkan video mesum remaja</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/09/19/majenang-dihebohkan-video-mesum-remaja/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/09/19/majenang-dihebohkan-video-mesum-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 15:23:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13715</guid>
		<description><![CDATA[MAJENANG – Masyarakat Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sedang dihebohkan beredarnya video mesum yang diduga sebagai sepasang remaja asal kecamatan itu. Siapa pelaku dan pengedar video itu kini masih diselidiki oleh Kepolisian Sektor Majenang. Ciri anak perempuan dalam video itu punya tahi lalat di dagu sebelah kiri. &#8220;Kami telah menghubungi seluruh sekolah di Majenang untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAJENANG – Masyarakat Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah sedang dihebohkan beredarnya video mesum yang diduga sebagai sepasang remaja asal kecamatan itu. Siapa pelaku dan pengedar video itu kini masih diselidiki oleh  Kepolisian Sektor Majenang.</p>
<p>Ciri anak perempuan dalam video itu punya tahi lalat di dagu sebelah kiri. &#8220;Kami telah menghubungi seluruh sekolah di Majenang untuk mengenali identitas pelaku dengan  ciri tersebut,&#8221; kata Kepala Polsek Majenang, Ajun Komisaris Polisi Sartono, kepada media.</p>
<p>Namun demikian dari sekolah yang dihubungi tidak mengenali identitas pelaku video mesum tersebut. Ada kemungkinan pelaku bukan dari Majenang tapi dari kecamatan lain seperti Cipari, Wanareja atau Cimanggu. Dugaan ini muncul dari back ground pembuatan video berupa hutan pinus, dimana di daerah tsb terdapat hutan pinus.</p>
<p>&#8220;Intinya, siapa yang mengedarkan pertama kali, masih dalam penyelidikan. Selain itu, pasangan remaja dalam video tersebut tidak ditemukan di Majenang,&#8221; kata Kapolsek Majenang.</p>
<p>Siapa pun pelaku dan pengedarnya, hal ini memprihatinkan para orang tua, terutama yang memiliki anak remaja. “Ini sangat membuat kami miris sebagai orang tua, karena kemajuan teknologi telah disalahgunakan oleh sebagian anak remaja kita”, kata Tukijan warga  Cimanggu, kecamatan yang berbatasan dengan Majenang. (BNC /puh)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/09/19/majenang-dihebohkan-video-mesum-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stres, Akibat Himpitan Ekonomi, Seorang Pria Menabrakan diri ke Kereta</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/17/stres-akibat-himpitan-ekonomi-seorang-pria-menabrakan-diri-ke-kereta/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/17/stres-akibat-himpitan-ekonomi-seorang-pria-menabrakan-diri-ke-kereta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 07:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13618</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Tekanan ekonomi sering membuat orang menjadi gelap mata dan lupa diri. Setidaknya itulah yang dilakukan Usmanto (30) warga Desa Linggasari Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Diduga akibat tekanan ekonomi terlebih mendekati lebaran, dia nekad mengakhiri hidup dengan menabrakan diri di rel kereta api. Tidak ada yang menduga jika Usmanto bakal mengakhiri hidup cengan cara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/tabrak-ka-360x270.jpg" alt="NABRAK KERETA: Tubuh korban yang tewas akibat menabrak kereta sedang dievakuasi warga dan polisi (foto: puh/BNC)" title="TABRAK KA 018" width="360" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13619" /><br />
BANYUMAS-Tekanan ekonomi sering membuat orang menjadi gelap mata dan lupa diri. Setidaknya itulah yang dilakukan Usmanto (30) warga Desa Linggasari Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Diduga akibat tekanan ekonomi terlebih mendekati lebaran, dia nekad mengakhiri hidup dengan menabrakan diri di rel kereta api.</p>
<p>Tidak ada yang menduga jika Usmanto bakal mengakhiri hidup cengan cara tragis. Laki laki yang baru beberapa bulan menikah ini Rabu (17/08) siang sengaja menyediakan tubuhnya untuk digilas roda kereta yang melintas di jalur desa Beji kecamatan Kedungbanteng Banyumas.  Akibatnya , tubuh korban terpotong potong menjadi beberapa bagian. </p>
<p>Menurut sejumlah saksi mata, sebelumnya korban diketahui mengendarai motor dan melintas di jalan raya yang bersebelahan dengan rel kereta api. Tiba tiba, korban menghentikan motornya dan langsung berlari ke arah rel.</p>
<p>“ Ketika saya dan warga lain ke sini menemukan tubuh sudah remuk terlindas kereta. Rupanya mungkin sengaja menempatkan leher dan kaki tepat di besi kereta, sehingga bagian tubuh itu terpotong potong,” ujar Agus, saksi mata warga setempat.</p>
<p>Polisi menemukan sepedamotor yamaha vega yang masih terparkir di pinggir jalan. Di lokasi kejadian juga ditemukan helm yang sempat dilepas , sebelum korban berbaring di rel kereta. </p>
<p>Menurut pihak keluarga , korban dalam beberapa hari terakhir sering terlihat menyendiri. Hal tersebut diduga akibat himpitan ekonomi, terlebih mendekati lebaran. namun mereka tidak diduga jika korban memilih mengakhiri hidup dengan cara tragis seperti itu (BNC/puh).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/17/stres-akibat-himpitan-ekonomi-seorang-pria-menabrakan-diri-ke-kereta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melawan Perampok, Juragan Beras Luka Parah</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/15/melawan-perampok-juragan-luka-parah/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/15/melawan-perampok-juragan-luka-parah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 07:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13606</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Aksi kejahatan menjelang lebaran semakin meningkat. Nurudin (48) warga Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seorang juragan beras , Senin (15/08) dinihari tadi dirampok oleh enam orang bersenjata tajam. Korban yang mencoba melawan akhirnya tersungkur setelah kepalanya dihantam dengan benda keras Saat perampok naik ke lantai dua, Nurudin pemilik rumah sedang tidur di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS-Aksi kejahatan menjelang lebaran semakin meningkat. Nurudin (48) warga Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, seorang juragan beras , Senin (15/08) dinihari tadi dirampok oleh enam orang bersenjata tajam. Korban yang mencoba melawan akhirnya tersungkur setelah kepalanya dihantam dengan benda keras </p>
<p>Saat perampok naik ke lantai dua, Nurudin pemilik rumah sedang tidur di lantai. Belum sempat berteriak, korban sudah dibekap oleh salah seorang pelaku. Nurudin yang tidak menduga pelaku jumlahnya banyak mencoba melakukan perlawanan.</p>
<p>Saat korban bangkit, seorang pelaku tiba tiba menghantamkan benda keras ke kapala juragan beras tersebut. Korban yang terlalu banyak mengeluarkan darah akhirnya pingsan.</p>
<p>Menurut Anas (33) keluarga korban, para pelaku kemudian melakban mulut dan mengikat tangan serta kaki korban. Setelah itu mereka mengacak acak seluruh ruang dan kamar untuk mencari harta. Sejumlah uang, telpon seluler dan perhiasan  senilai Rp 4 juta disikat habis para pelaku.</p>
<p>Para perampok yang diduga mengenal seluk beluk rumah korban tersebut kemudian memasuki gudang beras. Namun mereka mengurungkan mengambil barang tersebut karena khawatir waktu  kesiangan. </p>
<p>Di lokasi , polisi menemukan patahan kuku yang diduga milik pelaku, serta jejak pelaku yang diduga kabur melalui hutan. </p>
<p>akibat luka yang cukup serius, nurudin dilarikan ke rsud ajibarang. Sementara polisi kini masih menyelidiki kasus perampokan ini dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk korban dan tetangganya (BNC/tia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/15/melawan-perampok-juragan-luka-parah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amankan Orang Stres, Dua Warga Terluka</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/15/amankan-orang-stres-dua-warga-terluka/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/15/amankan-orang-stres-dua-warga-terluka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 06:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13604</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS- Upaya mengamankan seorang warga yang mengamuk di Dukuh Mintik Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas Jawa Tengah diwarnai aksi perkelahian dan kejar kejaran. Pria yang menggenggam golok dan gancu ini berhasil dilumpuhkan setelah dikeroyok puluhan orang. Peristiwa yang cukup menegangkan ini mengakibatkan dua orang warga terluka. Upaya mengamankan Supardi (46) ini bermula dari ketakutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS- Upaya mengamankan seorang warga yang mengamuk di Dukuh Mintik Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas Jawa Tengah diwarnai aksi perkelahian dan kejar kejaran. Pria yang menggenggam golok dan gancu ini berhasil dilumpuhkan setelah dikeroyok puluhan orang. Peristiwa yang cukup menegangkan ini mengakibatkan dua orang warga terluka.</p>
<p>Upaya mengamankan Supardi (46) ini bermula dari ketakutan warga terhadap pria yang setiap hari selalu membawa golok tersebut. Pria yang diduga mengalami gangguan jiwa akibat tekanan ekonomi ini, minggu (14/08) mengamuk dengan mengeluarkan seluruh isi rumah ke teras. Sebelumnya pria ini juga berkeliling kampung berteriak teriak sambil membawa golok, sehingga membuat warga dan keluarga ketakutan.</p>
<p>Polisi dibantu warga beberapa kali mencoba menenangkan namun tidak berhasil. Saat Supardi masuk ke rumah warga akhrinya bersepakat untuk melumpuhkannya. Namun ketika pintu akan didobrak, tiba tiba pria tersebut langsung keluar dengan golok dan gancu ditangan. Warga yang berada di sekitar rumah ketakutan dan berhamburan menyelamatkan diri.</p>
<p>Salah seorang warga sempat dikejar hingga ke belakang rumah. Aksi kejar ini berakhir setelah warga tersebut melakukan perlawanan dibantu warga lainnya.</p>
<p>Supardi akhirnya berhasil dibekuk oleh puluhan warga yang sudah geram dengan tingkah lelaki tersebut. Meski berusaha meronta, pria beranak tiga ini akhirnya dibawa ke Mapolsek Pekuncen.</p>
<p>Akibat peristiwa ini, Supar (30) dan Agus (23) warga yang berusaha melawan mengalami luka ringan di pinggang dan tangan.</p>
<p>Menurut Waniti (30) istri Supardi, suaminya memang sudah pernah mengalami gangguan jiwa. Namun dua tahun lalu sembuh setelah dibawa ke rumah sakit. “Belakangan siami saya  kumat mungkin bingung karena mau lebaran kita ndak punya uang,” ujar Waniti. Pihak keluarga berencana akan kembali membawa pria tersebut untuk diobati (BNC/tia) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/15/amankan-orang-stres-dua-warga-terluka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Tersangka Pembunuh Siswa SMP Dihancurkan Massa</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/12/rumah-tersangka-pembunuh-siswa-smp-dihancurkan-massa/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/12/rumah-tersangka-pembunuh-siswa-smp-dihancurkan-massa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 02:21:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13595</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Terbunuhnya Yoga Apriantom (14) siswa SMP PGRI 2 Cilongok di Banyumas Jawa Tengah kini berbuntut dengan aksi perusakan terhadap rumah tersangka. Rumah itu Kamis (1108) malam diserang ratusan massa yang langsung memporak porandakannya. Rumah sukiswo (65), warga Rt 05/ 08 Desa Penusupan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, orang tua Agus Panca Rotama (18), tersangka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS-Terbunuhnya Yoga Apriantom (14) siswa SMP PGRI 2 Cilongok di Banyumas Jawa Tengah kini berbuntut dengan aksi perusakan terhadap rumah tersangka. Rumah itu Kamis (1108) malam diserang ratusan massa yang langsung memporak porandakannya.</p>
<p>Rumah sukiswo (65), warga Rt 05/ 08 Desa Penusupan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, orang tua Agus Panca Rotama (18), tersangka pelaku pembunuhan siswa smp, kamis malam digeruduk ratusan warga.</p>
<p>Selain dengan kayu, massa yang diduga merupakan kerabat korban ini juga melempari rumah dengan batu. Sementara seluruh isi ruangan porak poranda . Tak hanya itu, tanaman milik pelaku yang berada di halaman rumah juga dirusak. </p>
<p>Menurut warga, ratusan massa itu datang sekitar pukul sebelas malam. saat perusakan berlangsung, Warga sekitar tak ada yang berani menghalangi aksi tersebut. Sementara pemilik rumah yang sudah diberitahu akan kedatangan massa, telah lebih dulu diungsikan ke tempat yang aman.</p>
<p>” Mereka menggunakan sekitar 25 motor dan ada juga yang pakai mobil. Mereka langsung menyerang rumah dan menghancurkannya,” ujar Warsid, warga setempat.</p>
<p>Aksi massa ini diduga dipicu kematian Yoga Aprianto, siswa SMP yang tewas dibunuh, Selasa kemarin . Begitu mengetahui pelaku telah tertangkap , warga kemudian menggeruduk rumah tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan kasus aksi masa ini (BNC/puh)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/12/rumah-tersangka-pembunuh-siswa-smp-dihancurkan-massa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sering Diejek, Siswa SMP Dibantai</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/11/sering-diejek-siswa-smp-dibantai/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/11/sering-diejek-siswa-smp-dibantai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 07:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13590</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Pelaku pembunuhan terhadap seorang siswa SMP di Banyumas Jawa Tengah, akhirnya tertangkap. Pelaku mengaku perbuatan tersebut dilakukan karena dendam sering diejek korban. Hanya selang enam jam setelah penemuan mayat di hutan jati Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas, polisi berhasil meringkus pelakuknya. Pelaku bernama Agus Panca Rotama adalah rekan korban yang selama ini sering bermain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS-Pelaku pembunuhan terhadap seorang siswa SMP di Banyumas Jawa Tengah, akhirnya tertangkap. Pelaku mengaku perbuatan tersebut dilakukan karena dendam sering diejek korban.</p>
<p>Hanya selang enam jam setelah penemuan mayat di hutan jati Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas, polisi berhasil meringkus pelakuknya. Pelaku bernama  Agus Panca Rotama adalah rekan korban yang selama ini sering bermain bersama.</p>
<p>Polisi menangkap pembunuh sadis yang masih remaja itu di rumahnya Desa Penusupan Kecamatan Cilongok. tanpa perlawanan, alumnus sebuah SMK swasta di Cilongok Banyumas ini langsung dikeler ke Mapolres Banyumas.</p>
<p>Tersangka mengaku terus terang bahwa dirinya dendam terhadap korban karena sering diejek. Dalam pemeriksaan terungkap sebelumnya pelaku juga telah mencoba melakukan pembunuhan namun gagal. </p>
<p>Seperti diketahui, siswa SMP PGRI 2 Cilongok bernama Yoga Aprianto (14) warga Jatisaba Cilongok Banyumas rabu siang ditemukan tewas di kebun jati tak jauh dari rumahnya. Korban ditemukan dengan tangan terpotong dan laher nyaris putus.</p>
<p>Akibat perbuatan ini pelaku  diancam pasal 383 tentang pembunuhan  yang direncanakan dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup (BNC/puh).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/11/sering-diejek-siswa-smp-dibantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
