<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; SENI BUDAYA</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/seni-budaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Kang Purwa meriahkan konser &#8220;Cerdas Bersama Musik&#8217; PurwaCaraka Purwokerto</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/12/10/kang-purwa-meriahkan-konser-cerdas-bersama-musik-purwacaraka-purwokerto/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/12/10/kang-purwa-meriahkan-konser-cerdas-bersama-musik-purwacaraka-purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 15:03:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[purwa caraka purwokerto;]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13856</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; Purwa Caraka, atau yang biasa akrab dipanggil Kang Purwa, sebagai owner Purwa Caraka music studio pusat, hadir memeriahkan dengan memberi bonus hiburan permainan piano yang memukau pada gelaran konser siswa PurwaCaraka Music Studio bertajuk &#8220;Cerdas Bersama Musik&#8221;, Sabtu (10/12) malam, RM Omah Daun Purwokerto, Kab Banyumas, Jawa Tengah. Konser tersebut diadakan dalam rangka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO &#8211; Purwa Caraka, atau yang biasa akrab dipanggil Kang Purwa, sebagai owner Purwa Caraka music studio pusat, hadir memeriahkan dengan memberi bonus hiburan permainan piano yang memukau pada gelaran konser siswa PurwaCaraka Music Studio bertajuk &#8220;Cerdas Bersama Musik&#8221;, Sabtu (10/12) malam, RM Omah Daun Purwokerto, Kab Banyumas, Jawa Tengah. Konser tersebut diadakan dalam rangka menyambut ulang tahun pertama cabang lembaga pendidikan musik ternama itu di Purwokerto. Malam itu hadir Lidya dan Handoko selaku pemegang lisensi Purwa Caraka cabang Purwokerto.</p>
<p>Tampil dalam konser yang dibilang akbar untuk ukuran sebuah kursus musik itu para siswa yang belajar drum, gitar, piano, vokal, biola dan alat musik lainnya. Penampilan mereka ditonton ratusan penonton yang umumnya adalah orang tua dan kerabat siswa. &#8220;Ini adalah bentuk aktualisasi atau praktek para siswa tampil di muka umum, untuk melatih kepercayaan mereka bermain musik di depan banyak orang&#8221;, kata Lidya dalam sambutan pengantarnya.</p>
<p>Dalam sambutannya Kang Purwa mengatakan, saat ini Purwa Caraka music studio memiliki 82 cabang di seluruh Indonesia dengan jumlah siswa existing 19 ribu. Tenaga pengajar 1700 orang yang diseleksi secara profesional melalui audisi. &#8220;Beberapa siswa kita ikutkan dalam event lomba tingkat internasional seperti di Italia dan China&#8221;, lanjut musisi yang sering tampil di TV sebagai juri progran talent show itu.</p>
<p>Sebelum acara berakhir Kang Purwa memberi kejutan dengan memainkan beberapa nomor yang bertema &#8216;orang yang sedang membicarakan bulan&#8217; karena moment malam itu memang bertepatan dengan akan terjadinya gerhana bulan total. &#8220;Sebagai pendidik saya ingin mengatakan, bermain piano itu tidak hanya bagaimana jari-jemari kita piawai menyentuh tuts piano, tapi sebenarnya keseluruhan jiwa kita ikut berproses. Kalau kita bisa bermain piano, alat musik lain akan menjadi mudah. Kuncinya untuk bisa mahir bermain musik, banyaklah latihan di rumah, jangan malas&#8221;, begitu pesan Kang Purwa pada para siswa sebelum tampil menunjukkan kepiawaiannya bermain piano.</p>
<p>Kehadiran Kang Purwa memang sangat dinantikan siswa dan juga para orang tua, untuk memberi motivasi kepada para siswa. Layaknya selebritis, Kang Purwa pun banyak dimintai untuk foto bersama, tidak hanya siswa tapi juga para orang tua. &#8220;Ayo diatur saja&#8230; mau langsung di-up load ya&#8230; ha&#8230;ha&#8230;&#8221;, canda Kang Purwa pada mereka yang antri ingin foto bersamanya. (BNC/puh)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/12/10/kang-purwa-meriahkan-konser-cerdas-bersama-musik-purwacaraka-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rating Melejit, FTV Undangan Kuning Diminta Tayang Ulang</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/10/07/rating-melejit-ftv-undangan-kuning-diminta-tayang-ulang/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/10/07/rating-melejit-ftv-undangan-kuning-diminta-tayang-ulang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 06:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Nsanang Anna Noor]]></category>
		<category><![CDATA[Undangan Kuning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13748</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Film Televisi (FTV) Undangan Kuning berlatar Banyumas yang tayang 30 September 2011 di SCTV diluar dugaan ratingnya langsung melejit mengalahkan FTV lainnya. Menurut informasi, naiknya rating tersebut karena banyaknya respon pemirsa. Tak heran jika pemasang iklanpun berebut dalam film yang memiliki latar kultur budaya Banyumas ini. Hal ini juga dibuktikan dengan tuntuntan pemirsa meminta agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS-Film Televisi (FTV) Undangan Kuning berlatar Banyumas yang tayang 30 September 2011 di SCTV diluar dugaan ratingnya langsung melejit mengalahkan FTV lainnya. Menurut informasi, naiknya rating tersebut karena banyaknya respon pemirsa. Tak heran jika pemasang iklanpun berebut dalam film yang memiliki latar kultur budaya Banyumas ini.</p>
<p>Hal ini juga dibuktikan dengan tuntuntan pemirsa meminta agar film ini ditayang ulang. Selain pihak SCTV, pembuat  film ini Citra Sinema kebanjiran permintaan tersebut.</p>
<p>&#8221; Kita kebanjiran telpon dan sms yang minta agar ditayang ulang . Mereka tak hanya warga yang belum sempat nonton tapi juga yang sudah menonton, karena pengin nonton lagi,&#8221;ujar Ian produser Undangan Kuning dari Citrasinema.</p>
<p>Sebagian besar penelpon merupakan warga di wlayah Jawa tengah khususnya Banyumas dan mereka warga komunitas Banyumasan di seluruh Indonesia. &#8221; Yang mengherankan banyak waga Jakarta yang minta film ini diulang. Ini memang mengejutkan dan surprise buat kami,&#8221; tambah Andi,i-house SCTV.</p>
<p>Ditempat terpisah sutradara Undangan Kuning, Goetheng Iku Akin yang dihubungi BNC mengatakan, boomingnya FTV Undangan Kuning sebagai hal yang wajar. Karena selama ini pemirsa selalu disuguhi film yang terkesan tidak natural. &#8221; Di film ini kita suguhkan apa adanya. Para aktor diminta untuk melakukan pendalaman kultur budaya Banyumas.Hasilnya ya kita serahkan pemirsa yang menilai,&#8221;ujar Goetheng.</p>
<p>Sementara menurut salah satu aktor Undangan Kuning,  Nanang Anna Noor, selama ini dialek Banyumas kerap menjadi bahan olokan.&#8221;Tetapi ketika dialek tersebut disuguhkan kedalam bentuk sinema, apalagi yang mengucapkannya artis cantik semacam Kirana Larasati, ternyata menarik dan menggelikan. Dan kita sebagai juga pemain merasa enjoy dan nyaman melakoni adegan adegan tersebut,&#8221;ujar Nanang yang juga wartawan Indosiar tersebut.</p>
<p>Ditempat terpisah, sutradara dan pembuat film Banyumasan Cekakak, Mamock Ngudi Utomo menilai, FTV Undangan Kuning telah membuktikan bahwa cercaan dan bahasa yang selama ini jadi olok olokan justru bisa menjadi barang mahal. &#8221; Dialek Banyumasan ternyata bisa dijual menjadi barang mahal. Mulane aja sok nyepelekna basa banyumas,&#8221; ujar Mamock yang juga produser film kartun Banyumaan di Banyumas Teve.</p>
<p>Membanjirnya sms dan telepon agar FTV Undangan Kuning ditayang ulang menjadi pemikiran pihak SCTV. Menurut sumber, film ini akan ditayang ulang pada siang hari, namun waktunya belum ditentukan (BNC/puh/gosip/irts/cit/ dan berbagai sumber)  </p>
<p>Cuplikan FTV Undangan Kuning</p>
<p><object width="504" height="378"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sW0fx4PIhkA?version=3"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/sW0fx4PIhkA?version=3" type="application/x-shockwave-flash" width="504" height="378" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/10/07/rating-melejit-ftv-undangan-kuning-diminta-tayang-ulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Undangan Kuning, Sinetron Berlatar Banyumas</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/07/29/undangan-kuning-sinetron-berlatar-banyumas/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/07/29/undangan-kuning-sinetron-berlatar-banyumas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 15:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Banyumasan]]></category>
		<category><![CDATA[FTV]]></category>
		<category><![CDATA[SCTV]]></category>
		<category><![CDATA[Undangan Kuning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13562</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Belakangan banyak sinetron yang mengangkat warna daerah. Namun sinetron yang mengangkat warna Banyumas secara serius mungkin baru kali ini. Seperti sinetron yang digarap Citra Sinema sejak akhir Juli 2011 lalu. Sinetron berjudul Undangan Kuning yang bakal tayang di SCTV dalam program Sinema Wajah Indonesia FTV selain mengambil lokasi di Banyumas dan melibatkan pemain masyarakat setempat. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13563" class="wp-caption aligncenter" style="width: 413px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/07/sinetron-a-403x270.jpg" alt="" title="sinetron a" width="403" height="270" class="size-medium wp-image-13563" /><p class="wp-caption-text">BERPOSE: Sejumlah pemain yang memperkuat sinetron Undangan Kuning, saat berpose sebelum syuting (foto:pih/BNC)</p></div><br />
BANYUMAS-Belakangan banyak sinetron yang mengangkat warna daerah. Namun sinetron yang mengangkat warna Banyumas secara serius mungkin baru kali ini. Seperti sinetron yang digarap Citra Sinema sejak akhir Juli 2011 lalu. Sinetron berjudul Undangan Kuning yang bakal tayang di SCTV dalam program Sinema Wajah Indonesia FTV selain mengambil lokasi di Banyumas dan melibatkan pemain masyarakat setempat.</p>
<p>Rupanya Dedy Mizwar, bos Citra Cinema tidak main main dalam penggarapannya. Selain memilih sutradara dan pemain yang sangat selektif, juga ekplorasi budaya Banyumas yang digarap secara serius.</p>
<p>&#8221; Kita buat film ini tidak main main meskipun hanya tayang satu jam, tetapi bukan berarti kami asal asalan,&#8221; ujar Ian Cinema, Pimpro Citra Sinema, mengutip pesan Dedy Mizwar.</p>
<p><div id="attachment_13564" class="wp-caption aligncenter" style="width: 413px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/07/sinetron-1-403x270.jpg" alt="" title="sinetron 1" width="403" height="270" class="size-medium wp-image-13564" /><p class="wp-caption-text">ANGGOTA DEWAN: Anggota DPRD Banyumas, Syamsudin beserta istri di halaman rumahnya Desa Cikawung Kecamatan Pekuncen Banyumas yang dijadikan lokasi syuitng saat berpose bersama artis yang bermain di sinetron Undangan Kuning, FTV SCTV (foto:puh/BNC)</p></div><br />
Sementara Gutheng Iku Akhin yang menyutradarai film ini mengaku sangat selektif saat melakukan casting. Dari 123 peserta casting, hanya 15 orang yang lolos. &#8221; Untuk pemain pemain utama kami ambil dari mereka yang sudah biasa kita kenal. Ini pertaruhan saya mengemban sinetron wajah yang benar benar wajah Indonesia di Banyumas, &#8221; ujar Gutheng yang alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.</p>
<p>Selain pemain figuran yang lolos melalui casting,beberapa pemain yang memperkuat sinetron ini antara lain, Kirana Larasati, Erika, Erly, Wiwing Dirgantara, Nanang Anna Noor, Budi Rahman dan Slamet Widya.</p>
<p>&#8221; Untuk menonjolkan warna Banyumasan film ini kami suguhkan dalam warna komedi situasi. Maka kami ambil komedian seperti aktor Wiwing Dirgantara dan Nanang Anna Noor,&#8221; tambah Gutheng.</p>
<p>Film ini rencananya akan tayang pada pertengahan Agustus mendatang. &#8221; Jika tidak ada halangan antara pertengahan Agustus atau mingkin pasca lebaran. Karena selama lebaran banyak sinetron religi yang masuk,&#8221; ujar Andi, perwakilan in house SCTV (BNC/puh)  </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/07/29/undangan-kuning-sinetron-berlatar-banyumas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello Band &#8216;Dikibuli&#8217; Penggemar di Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/07/17/hello-band-dikibuli-penggemar-di-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/07/17/hello-band-dikibuli-penggemar-di-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 08:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13535</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA-Group Hello Band dibuat kesal , pasalnya seorang penggemar yang mengaku sedang sakit kanker dan minta dijenguk ternyata bohong belaka. Alamat yang diberikan melalui sms ternyata tidak ditemukan. &#8221; Ya dak papalah, mungkin alamatnya saja yanng belum ketemu,&#8221; ujar Widy, vokalis Helo Band usai manggung di alun-alun Purbalingga, Minggu (17/07). menurut Widy, seorang warga Purbalingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13536" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/07/hell-ngisor-360x270.jpg" alt="" title="helll 038" width="360" height="270" class="size-medium wp-image-13536" /><p class="wp-caption-text">RAMAH: Vokalis Hello Band, Widi yang ramah saat menyapa penonton di alun alun Purbalingga, Minggu (17/07)  (Foto:nan/BNC)</p></div><br />
PURBALINGGA-Group Hello Band dibuat kesal , pasalnya seorang penggemar yang mengaku sedang sakit kanker dan minta dijenguk ternyata bohong belaka. Alamat yang diberikan melalui sms ternyata tidak ditemukan. &#8221; Ya dak papalah, mungkin alamatnya saja yanng belum ketemu,&#8221; ujar Widy, vokalis Helo Band usai manggung di alun-alun Purbalingga, Minggu (17/07).</p>
<p>menurut Widy, seorang warga Purbalingga yang mengaku  beralamat di Jalan Sarengat meminta group tersebut mampir untuk menjenguknya. Untuk memastikanya, no telp tersebut kemudian dihubungi. &#8221; Namun ternyata jawabannya ndak jelas dan alamatnya pindah bukan di situ. Indikasinya iseng ini orang, &#8221; ujar Susilo, seorang petugas yang menghubungi nomor tersebut.</p>
<p>Karena meragukan, Hello Band akhirnya memilih membatalkan kunjungan ke penelpon yang mengaku menederita sakit kanker tersebut. &#8221; Oke ndak apa apa&#8230;nyantai aja mas,&#8221; ujar Prima, bassis Hello Band saat sudah berada di mobil hendak kembali ke penginapan di Hotel Dynasti Purwokerto (BNC/nan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/07/17/hello-band-dikibuli-penggemar-di-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film “PIGURA” Rebut Gayaman Award dalam FFS 2011</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/05/10/film-%e2%80%9cpigura%e2%80%9d-rebut-gayaman-award-dalam-ffs-2011/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/05/10/film-%e2%80%9cpigura%e2%80%9d-rebut-gayaman-award-dalam-ffs-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 May 2011 02:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13421</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Sekali lagi, Film “Pigura’ garapan anak-anak SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol mengharumkan nama Purbalingga. Kali ini dengan keberhasilannya merebut Gayaman Award di Festival Film Solo 2011 akhir pekan lalu. Atas keberhasilannya, Darti dan Yasin, para sutradara Film “Pigura” menerima penghargaan berupa Keris yang konon dibuat khusus oleh seorang empu melalui ritual-ritual seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13422" class="wp-caption aligncenter" style="width: 456px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/05/pelem-446x270.jpg" alt="" title="pelem" width="446" height="270" class="size-medium wp-image-13422" /><p class="wp-caption-text">FILM JUARA: Suasana disela sela syuting film PIGURA (foto:cie/BNC)</p></div><br />
PURBALINGGA – Sekali lagi, Film “Pigura’ garapan anak-anak SMP Negeri 4 Satu Atap Karangmoncol mengharumkan nama Purbalingga. Kali ini dengan keberhasilannya merebut Gayaman Award di Festival Film Solo 2011 akhir pekan lalu. Atas keberhasilannya, Darti dan Yasin, para sutradara Film “Pigura” menerima penghargaan berupa Keris yang konon dibuat khusus oleh seorang empu melalui ritual-ritual seperti pada masa kerajaan-kerajaan Jawa Kuna. </p>
<p>Guru Pembina Ekstra Kurikuler Film SMP Negeri 4 Satu Atap, Aris Prasetyo SSn mengatakan, film berdurasi 24 menit ini berhasil menyisihkan sekitar 169 film pendek garapan pelajar dari berbagai kabupaten/kota di Jateng. Yang membanggakan, dari empat film yang berhasil menjadi nominasi, tiga diantaranya garapan anak-anak Purbalingga. </p>
<p>“Karena senang sekali masuk nominasi, kami datang beramai-ramai sampai 15 orang, karena bapak dan ibu guru lainnya juga ingin menjadi saksi kalau-kalau anak-anak juara lagi. Dan alhamdulillah, ternyata memang juara lagi,” ujar Aris, Senin (9/5). </p>
<p>Seminggu sebelumnya, salah satu sutradara “Pigura”, Yasin, juga menjadi Juara 2 dalam International KidFfest 2011, sebuah festival film anak dan remaja tingkat internasional yang digagas oleh Sineas Nia Dinata didukung sebuah perusahaan es krim ternama. Yasin yang masih kelas VII  di sebuah SMP di pelosok Tunjungmuli Karangmoncol ini sukses menumbangkan anak-anak kota yang lebih kaya dan dewasa, dalam film berdurasi 5 menit berjudul “Sang Maestro Yang Tak Dikenal”. </p>
<p>Produktif</p>
<p>SMP Negeri 4 Satu Atap sejak kehadiran Aris menjadi populer karena berbagai prestasi di bidang perfilman dan termasuk sangat produktif. Setelah sukses di Festival Film Anak dua tahun berturut-turut, Festival Film Solo tiga tahun berturut-turut dan menembus Festival Film Indonesia (FFI) 2010, pada tahun ini Aris dan anak-anak didiknya siap memproduksi 3 film dokumenter dan 1 buah film cerita.</p>
<p>“Salah satu film dokumenter yang akan kita buat itu tentang kemiskinan. Ini memang pesanan Pak Wabup Sukento Ridho Marhaendrianto. Kita sedang mengadakan riset dan mengumpulkan berbagai data seputar orang-orang yang miskin dan cacad di Purbalingga. Syuting baru akan kita lakukan pas liburan sekolah,” jelasnya.</p>
<p>Dua film dokumenter lainnya berkisah tentang anak-anak berprestasi di SMP Negeri 4 Satu Atap, termasuk diantaranya Darti, sutradara film “Pigura” dan aktris film “Baju Buat Kakek” yang mendapat pujian sineas Dedi Mizwar. </p>
<p>“Untuk film ceritanya berjudul “Topi Komandan” cerita tentang persahabatan pelajar dan topi yang sangat berharga untuk upacara,” tuturnya membocorkan. (BNC/cie)   </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/05/10/film-%e2%80%9cpigura%e2%80%9d-rebut-gayaman-award-dalam-ffs-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Parade Seni, Obat Haus Hiburan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/05/03/parade-seni-obat-haus-hiburan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/05/03/parade-seni-obat-haus-hiburan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 02:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13412</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si mengapresiasi diadakannya Parade Seni Pelajar yang dihelat jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga. Pasalnya kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dinilai bisa menjadi obat bagi kerinduan masyarakat akan hiburan. Terbukti ribuan warga rela berjejal disepanjang rute pawai dan dikomplek alun-alun Purbalingga. Bupati mengakui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13413" class="wp-caption aligncenter" style="width: 412px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/05/Topeng-web-402x270.jpg" alt="" title="Topeng web" width="402" height="270" class="size-medium wp-image-13413" /><p class="wp-caption-text">Salah satu peserta Parade Seni Pelajar tengah beraksi di depan panggung kehormatan. (foto : tgr)</p></div><br />
PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko M.Si mengapresiasi diadakannya Parade Seni Pelajar yang dihelat jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga. Pasalnya kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dinilai bisa menjadi obat bagi kerinduan masyarakat akan hiburan. Terbukti ribuan warga rela berjejal disepanjang rute pawai dan dikomplek alun-alun Purbalingga.</p>
<p>Bupati mengakui selama kepemimpinannya, jarang ada kegiatan hiburan di alun-alun. Bahkan Ia banyak membaca SMS (Short Message Service) yang isinya berupa keluhan masyarakat diantaranya Alun-Alun sepi dan tidak ada kegiatan.</p>
<p>”Sesunggunya saya tidak anti goyang, saya tidak anti hiburan. Tetapi saat ini memang kondisinya belum memungkinkan untuk menggelar hiburan. Saya mencanangkan tahun ini sebagai tahun keprihatinan dan tahun dandan- dandan,” kata Heru saat membuka acara Parade Seni Pelajar di Alun-Alun Purbalingga, Senin (2/5).</p>
<p>Terlihat hadir di panggung kehormatan, Wakil Bupati Drs H Sukento Rido Marhaendrinto MM beserta istri, Ketua DPRD H Tasdi SH, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan Henny Ruslanto.<br />
Bupati menyakini kegiatan parade seni mampu menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus sebagai ajang kreatifitas dan inovasi masyarakat di bidang seni budaya. Setidaknya kata bupati kegiatn ini menjadi satu bagian dari upaya nguri-uri budaya lokal Purbalingga. Karenanya lanjut Heru, parade seni yang diikuti 103 grup seni dari berbagai tingkatan sekolah di Purbalingga diharapkan bisa menjadi pemicu bagi komponen masyarakat untuk meramaikan alun-alun.<br />
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua siswa yang begitu antusias mendukung kegiatan yang diikuti putra putrinya.</p>
<p>”Saya melihat dukungan para orang tua begitu luar biasa. Kegiatan ini tentu membutuhkan banyak pembiayaan. Selain biaya kepanitiaan, dukungan swadaya sekolah dan orang tua juga tinggi,” katanya.</p>
<p>Sementara Ketua Panitia Iskhak S.Pd M.Pd mengatakan, kegiatan Parade Seni Pelajar tingkat Kabupaten Purbalingga diikuti 103 peserta teridiri dari 22 grup kesenian peserta didik PAUD Non Formal, 22 grup PAUD Formal, 23 grup SD/MI, 26 grup pelajar SMP dan 10 grup kesenian siswa SMA/SMK/MAN. Jumlah peserta sebanyak itu terdiri dari grup musik lokal 37 grup, seni nasional 17, seni religi 27 dan seni kreasi baru 22 grup.</p>
<p>”Sebenarnya ada ratusan grup musik di kalangan peserta didik yang ingin menjadi peserta. Namun panitia menetapkan tiap kecamatan hanya berhak mengirimkan maksimal 2 grup tiap tingkatan,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan pelaksanaan parade seni dibagi tiga bagian. Pentas peserta tingkat PAUD Non Formal dan PAUD Formal disediakan dua panggung di Alun-Alun bagian selatan. Sedangkan bagi peserta SD/MI-SMP/MTs-SMA/MAN/SMK harus berjalan kaki dengan start di pertigaan Gang Mayong menuju panggung kehormatan di Alun-Alun kemudian finish di perempatan Jl Kapten Sarengat.</p>
<p>”Sebelum parade juga telah ditampilkan peserta tambahan yakni Marchingband TK Kemala Bayangkari, Marchingband MI Sambas dan Tarian kolosal Lir Ilir 1200 peserta TK/RA/BA Kabupaten Purbalingga. Selain itu Hadroh MAN Purbalingga, Tari Takthok BA Aisyiah Cabang Purbalingga dan Tari Marhaban dari BA Aisyiah Bajong Kecamatan Purbalingga,” jelas Iskhak yang juga Kabid PAUD dan PNF pada Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga. (BNC/Hr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/05/03/parade-seni-obat-haus-hiburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yesus &#8216;Disalib&#8217; di Gereja Katedral Purwokerto</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/22/yesus-disalib-di-gereja-katedral-purwokerto/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/22/yesus-disalib-di-gereja-katedral-purwokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 04:05:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13385</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO-Banyak cara dilakukan untuk memperingati wafatnya Isa Almasih. seperti yang dilakukan sebuah gereja di Purwokerto Jawa Tengah, Jumat (22/04). Di tempat ini digelar dramatisasi penyaliban Yesus kristus. kisah tragis yang dikemas dengan budaya Banyumasan ini membuat para jemaat terharu dan menangis. Adegan ini bukan dengan ala Romawi, namun menggunakan budaya Banyumasan, mulai dari pakaian hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13386" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG_0627-360x270.jpg" alt="" title="IMG_0627" width="360" height="270" class="size-medium wp-image-13386" /><p class="wp-caption-text">TRAGIS: Yesus diarak,disiksa dan kemudian disalib. Begitu terlihat tragis dalam Dramatisasi Penyaliban Yesus yang ditampilkan Remaja Gereja Katedral Purwokerto 22 April 2011 (foto:nan/BNC)</p></div><br />
PURWOKERTO-Banyak cara dilakukan untuk memperingati wafatnya Isa Almasih. seperti yang dilakukan sebuah gereja di Purwokerto Jawa Tengah, Jumat (22/04). Di tempat ini digelar dramatisasi penyaliban Yesus kristus. kisah tragis yang dikemas dengan budaya Banyumasan ini membuat para jemaat terharu dan menangis.<br />
<div id="attachment_13387" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/IMG_0629-360x270.jpg" alt="" title="IMG_0629" width="360" height="270" class="size-medium wp-image-13387" /><p class="wp-caption-text">DITANGISI: Meski hanya minidrama, namun kematian Yesus ditiang salib ditangisi para jemaat Gereja Katedral Purwokerto (foto:nan/BNC)</p></div><br />
Adegan ini bukan dengan ala Romawi, namun menggunakan budaya Banyumasan, mulai dari pakaian hingga iringan musik.</p>
<p>Adegan dimulai dari halaman gereja,  dengan mengarak Yesus menuju tempat penyaliban. Dalam dramatisasi yang melibatkan 8 pemain  ini ditampilkan betapa kejamnya orang orang yang tidak percaya pada Yesus saat itu.  </p>
<p>Sementara ratusan jemaat Gereja Katedral ini mengikuti dari belakang adegan demi adegan hingga masuk dalam gereja. </p>
<p>Para jemaat terlihat haru saat adegan Yesus menjalani penyaliban. Beberapa diantaranya tak bisa menahan tangis melihat Yesus yang dianggap sebagai anak Allah itu disiksa.</p>
<p>Menurut Susdiono,panitia, dramatisasi ini sengaja dilakukan dengan menggunakan budaya Banyumasan,  selain supaya masyarakat menghargai budayanya sendiri, juga agar makin mencintai agama yang dianutnya.<br />
“ Kami hanya latihan 6 hari, Tapi anak anak remaja disini sangat bersemangat sehingga acara bias sukses,” ujar Susdiono (BNC/cat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/22/yesus-disalib-di-gereja-katedral-purwokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purbalingga Miliki Gedhong Keroncong</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/19/purbalingga-miliki-gedhong-keroncong/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/19/purbalingga-miliki-gedhong-keroncong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 06:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13337</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA &#8211; Purbalingga tercatat memiliki andil besar dalam pengembangan musik keroncong. Setelah pada tahun 2008, insan keroncong Purbalingga mempelopori terbentuknya Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) Jawa Tengah. Kini Purbalingga mencatatkan dirinya sebagai daerah yang memiliki tempat khusus pengembangan musik keroncong. Gedhong Keroncong yang berdiri megah di Jl. Kirana Purbalingga Lor, Sabtu malam (09/4) diresmikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13338" class="wp-caption aligncenter" style="width: 413px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/keroncong3-web-403x270.jpg" alt="" title="keroncong3-web" width="403" height="270" class="size-medium wp-image-13338" /><p class="wp-caption-text">GEDONG KERONCONG: Para seniman Musik Keroncong saat mencoba gedung baru (foto:har/BNC)</p></div><br />
PURBALINGGA &#8211; Purbalingga tercatat memiliki andil besar dalam pengembangan musik keroncong. Setelah pada tahun 2008, insan keroncong Purbalingga mempelopori terbentuknya Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) Jawa Tengah. Kini Purbalingga mencatatkan dirinya sebagai daerah yang memiliki tempat khusus pengembangan musik keroncong. Gedhong Keroncong yang berdiri megah di Jl. Kirana Purbalingga Lor, Sabtu malam (09/4) diresmikan penggunaanya oleh Bupati Purbalingga Drs. H. Heru Sudjatmoko, Msi.</p>
<p>Peresmian Gedhong Keroncong &#8220;Nandang Wijaya&#8221; bersamaan dengan hajat syukuran ulang tahun ke-12 Orkes Keroncong Nadya Dewi dan pengukuhan pengurus DPC HAMKRI kabupaten Purbalingga.</p>
<p>Pemilik gedung yang juga ketua Hamkri Jawa Tengah Nandang Wijaya mengungkapkan dibangunnya Gedhong Keroncong dimaksudkan untuk menghimpun seluruh grup keroncong di Purbalingga.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan bisa menjadi fasilitas bagi pelajar, generasi muda dan insan keroncong Purbalingga untuk mengembangkan keroncong melalui gedung ini,&#8221; tandas pemilik Dewi Foto Purbalingga yang getol membina masyarakat mencintai musik keroncong.</p>
<p>Bupati Purbalingga Drs. H. Heru Sudjatmoko, Msi mengungkapkan musik keroncong memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Menurutnya melalui kegiatan bermusik utamanya keroncong akan mampu menjadikan masyarakat berkepribadian dalam budaya.</p>
<p>&#8220;Kalau bangsa ini ingin eksis, kita harus dapat berdikari dalam bidang politik, ekonomi dan berkepribadian dalam bidang budaya,&#8221; ungkap Heru sembari menyitir ajaran Tri Sakti yang diwariskan Bung Karno.</p>
<p>Pada kesempatan itu Bupati memberi nama Gedhong Keroncong Nandang Wijaya, meski sebenarnya sang pemilik nama tidak mau namanya menjadi nama gedung yang didirikan tak jauh dari rumahnya.</p>
<p>Sementara pengurus DPC HAMKRI Purbalingga masa bhakti 2011 &#8211; 2015 diketuai Kaendar, S.Pd dibantu bidang Organisasi Kapt.Inf. Yacobus, Bidang Litbang Kusnandar, Bidang SDM Arif Diding S dan Bidang Humas Nano Wiyatno. Sekretaris Lusiati S.Sos dan Bendahara Retnowati Nandang Wijaya.</p>
<p>Kepengurusan DPC HAMKRI dikukuhkan Ketua DPP HAMKRI Iwan Krisna disaksikan Bupati Purbalingga, Dewan Kehormatan HAMKRI Waljinah, Ketua DPD HAMKRI Jateng Nandang Wijaya dan Pengurus DPC Hamkri se-Jateng. Acara dimeriahkan penampilan grup keroncong dari Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara dan Wonosobo. Pada Minggu siang (10/4) acara dilanjutkan dengan menggelar Bincang Keroncong (BNC/har) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/19/purbalingga-miliki-gedhong-keroncong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabtu,Peringatan Hari Teater se Dunia di Mojokerto</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/24/sabtuperingatan-hari-teater-se-dunia-di-mojokerto/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/24/sabtuperingatan-hari-teater-se-dunia-di-mojokerto/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Mar 2011 15:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13188</guid>
		<description><![CDATA[MOJOKERTO- STIT Raden Wijaya Mojokerto,Komunitas Teater Raden Wijaya Mojokerto dan Lidhie Art Forum Mojokerto mendeklarasi Komunitas Mahasiswa Pecinta Sastra dan Peringatan Hari Teater se Dunia &#8221; Membentuk Kepribadian yang Religius dengan Kesenian&#8221; Acara digelar hari Sabtu, 26 maret 2011,pukul : 19.00 wib di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya Mojokerto,jl.Ppekayon 1 no 99 a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13189" class="wp-caption aligncenter" style="width: 367px"><img class="size-medium wp-image-13189" title="Parade-Teater-Pelajar" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/Parade-Teater-Pelajar-357x270.jpg" alt="" width="357" height="270" /><p class="wp-caption-text">PARADE TEATER: Parade teater pelajar di Mojokerto , Jatim .(foto:ist)</p></div>
<p>MOJOKERTO- STIT Raden Wijaya Mojokerto,Komunitas Teater Raden Wijaya Mojokerto dan Lidhie Art Forum Mojokerto mendeklarasi Komunitas Mahasiswa Pecinta Sastra dan Peringatan Hari Teater se Dunia &#8221; Membentuk Kepribadian yang Religius dengan Kesenian&#8221;</p>
<p>Acara digelar hari Sabtu, 26 maret 2011,pukul : 19.00 wib di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Raden Wijaya Mojokerto,jl.Ppekayon 1 no 99 a Mojokerto.</p>
<p>Menurut panitia, acar berupa,Performance Arts,Musikalisasi Puisi dan  Pembacaan Puisi. Lebih lengkap silahkan hubungi, Rois Muhammad 085642503964,Via Linda 085648295870,Bagus Mahayasa 081 75 90 288 (BNC/mjk)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/24/sabtuperingatan-hari-teater-se-dunia-di-mojokerto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orkes Maju Makmur Ajibarang,Kocok Perut Penonton</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/02/26/orkes-maju-makmur-ajibarangkocok-perut-penonton/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/02/26/orkes-maju-makmur-ajibarangkocok-perut-penonton/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2011 07:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SENI BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Ajibarang]]></category>
		<category><![CDATA[nanang anna noor]]></category>
		<category><![CDATA[Orkes Maju Makmur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12970</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO-Semestinya pejabat bisa membuat gembira rakyat bawah. Namun yang terjadi pada Jumat (25/02) malam, justru sebaliknya, sekelompok rakyat benar benar membuat gembira para pejabat. Mereka yang duduk di deretan depan pada malam puncak peringatan hari pers di Pendopo Kabupaten Banyumas di buat terpingkal pingkal saat menonton penampilan Orkes Maju Makmur (OMM). Kelompok seniman asal Kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12971" class="wp-caption alignleft" style="width: 415px"><img class="size-medium wp-image-12971" title="OMM amin suprainsus" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/OMM-amin-suprainsus-405x270.jpg" alt="" width="405" height="270" /><p class="wp-caption-text">KOCOK PERUT: Kelompok Musik OMM Ajibarang, saat tampil mengocok perut penonton pada acara Puncak Hari Pers di Pendopo Kabupaten Banyumas, Jumat malam (26/02)</p></div>
<p>PURWOKERTO-Semestinya pejabat bisa membuat gembira rakyat bawah. Namun yang terjadi pada Jumat (25/02) malam, justru sebaliknya, sekelompok rakyat benar benar membuat gembira para pejabat. Mereka yang duduk di deretan depan pada malam puncak peringatan hari pers di Pendopo Kabupaten Banyumas di buat terpingkal pingkal saat menonton penampilan Orkes Maju Makmur (OMM).</p>
<p>Kelompok seniman asal Kota Ajibarang ini menyuguhkan komedi musikal dengan lagu lagu plesetan. Tiga lagu ditampilkan secara berurutan benar benar membuat sejumlah pejabat seperti Bupati Banyumas Mardjoko, Kapolres AKBP Untung Widyatmoko dan lainnya seperti Dandim,pejabat Pemkab di empat kabupaten (Banyumas,Banjarnegara,Cilacap dan Purbalingga) tak bisa menahan tawa.</p>
<p>&#8220;Saya benar benar terkejut, tidak menyangka akan dipleset plesetkan seperti itu. Saya kira serius,&#8221; ujar Dudy , Direktur BI Purwokerto yang terlihat tak bisa menutupi kegeliannya melihat penampilan OMM tersebut.</p>
<p>Orkes Maju Makmur yang tampil dengan 8 personil ini misalnya menampilkan lagu Kehilangan milik vokalis Friman yang disulap menjadi lagu Cocok Rowo ini. Semula penonton siap mendengarkan lantunan lagu melo tersebut. Namun tiba tiba suasana menjadi berubah saat, vokalis OMM, Agus Jenglot memlesetkannya dengan syair Cocok Rowo.</p>
<div id="attachment_12972" class="wp-caption alignleft" style="width: 415px"><img class="size-medium wp-image-12972" title="omm dan nn" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/omm-dan-nn-405x270.jpg" alt="" width="405" height="270" /><p class="wp-caption-text">LUGAS: Tampil lugas dengan lagu lagu plesetan OMM mampu membuat penonton terpingkal pingkal (foto:puh/BNC)</p></div>
<p>Direktur OMM, Sonik Jatmiko menuturkan, OMM memang  memiliki personil yang memang hampir semua berlatar belakang pelawak. &#8221; Mereka sudah terbiasa tampil komedi sehingga kaya dengan celoteh celoteh dan kejutan kejutan lucu,&#8221; ujar Sonik yang juga wartawan Anteve tersebut.</p>
<p>Ditempat terpisah, Penggagas berdirinya OMM, Amin Roman mengaku, OMM lahir dari kebiasaan tongkrongan di rumahnya pada tahun 2003 an. Mereka para pemusik ini sebagian pekerja serabutan. &#8221; Mereka ada yang tukang ojek, sopir, tukang sampah, pelajar, mahasiswa dan wartawan. Meskipun mereka penganggur anehnya mereka kepengin hidupnya makmur. Karena itulah kami menamakannya Maju Makmur. Biar mereka mau maju terus makmur,&#8221; tutur Amin sembari tertawa.</p>
<p>Yang menarik, OMM tak hanya tampil menyuguhkan lagu, tetapi juga diselingi dialog dialog dua pelawak Amin Suprainsus dan Ento Ento Yo. Gaya lawakan khas Banyumasan ini membuat kelompok seniman Ajibarang ini tampil lugas dan menyegarkan.</p>
<p>Suasana menjadi &#8216;heboh&#8217; saat muncul pelawak Suliah. Wanita yang populer saat masa jaya Peang Penjol ini muncul bersama  OMM dalam sesi pementasan kedua. Meski sudah berusia 50 an, wanita yang khas dengan bahasa Banyumasan ini membuat suasana makin ger geran.</p>
<div id="attachment_12973" class="wp-caption alignleft" style="width: 415px"><img class="size-medium wp-image-12973" title="OMM dan Suliah" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/OMM-dan-Suliah-405x270.jpg" alt="" width="405" height="270" /><p class="wp-caption-text">SULIAH: Pelawak Peang Penjol Suliah yang masuk membaur dengan OMM membuat suasana malam puncak Hari Pers makin meriah (foto:puh/BNC)</p></div>
<p>Pementasan OMM nyaris tak terkendali dan melantur jika presenter Nanang Anna Noor, yang mengendalikan mobilitas pemain ini tak cekatan mengendalikan arena. Nanang yang membikin stage opening OMM mampu menjadikan start dan ending pementasan kelompok musik ini tampil mencapai anti klimak.</p>
<p>&#8221; Kerapkali kita lupa saat asyik masyuk melawak di panggung. Disini dibutuhkan managerial waktu, ruang dan antisipasi kejenuhan penonton. Yah kita harus selamatkan tim agar penonton merasa puas,&#8221; uja Nanang Anna Noor yang juga wartawan Indosiar ini.</p>
<p>OMM menempati Markas di Desa Pandansari Kecamatan Ajibarang Banyumas. Kelompok musik ini siap diaundang untuk pentas. Silahkan hubungi nomor kontak publik relation 081229129027,08562625849 dan 081228886040 (BNC/puh)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/02/26/orkes-maju-makmur-ajibarangkocok-perut-penonton/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
