<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; SOSOK DAN TOKOH</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/profil/sosok-dan-tokoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 12:21:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yunif, Jago Baca Puisi</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 13:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[yunif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10965</guid>
		<description><![CDATA[
Bobotsari &#8211; Namanya Yunif Putra Pradeka. Umurnya belum genap 7 tahun, tepatya lahir di Purbalingga, 10 Agustus 2003. Yunif&#8211;demikian ia biasa dipanggil&#8211;adalah anak tunggal Aji Santosa, S.Pd, guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Bobotsari. Yunif kini masih sekolah di TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari, namun tempat tingganya di Desa Bojong RT 01 RW 05 Kecamatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<div id="attachment_10967" class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><a rel="attachment wp-att-10967" href="http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/yunif-jago-baca-puisi-bnc/"><img class="size-medium wp-image-10967" title="YUNIF, JAGO BACA PUISI-bnc" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/YUNIF-JAGO-BACA-PUISI-bnc-202x270.jpg" alt="Yunif, jago baca puisi Jawa (geguritan) dari  TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari. (Foto: prs)" width="202" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Yunif, jago baca puisi Jawa (geguritan) dari  TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari. (Foto: prs)</p></div>
<p>Bobotsari &#8211; Namanya Yunif Putra Pradeka. Umurnya belum genap 7 tahun, tepatya lahir di Purbalingga, 10 Agustus 2003. Yunif&#8211;demikian ia biasa dipanggil&#8211;adalah anak tunggal Aji Santosa, S.Pd, guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Bobotsari. Yunif kini masih sekolah di TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari, namun tempat tingganya di Desa Bojong RT 01 RW 05 Kecamatan Mrebet.</p>
<p>Ada yang patut dibanggakan pada diri Yunif. Pada lomba mengucap syair bahasa Jawa dari tingkat kecamatan, kabupaten dan Eks Karesidenan Banyumas baru-baru ini, ia selalu meraih juara. Jelasnya, mewakili TK Pembina Bobotsari dalam lomba mengucap syair bahasa Jawa, 8 Maret 2010 lalu, Yunif meraih juara 1. Lalu di tingkat Kabupaten  meraih juara 2, dan di tingkat Eks Karesidenan Banyumas meraih juara 1. Hanya saja di tingkat provinsi dalam lomba yang sama yang berlangsung di Gedung PKK Semarang, Yunif baru mempersembahkan peringkat kesembilan.</p>
<p>&#8220;Dalam setiap lomba itu, saya membacakan geguritan (puisi berbahasa Jawa-red) berjudul &#8220;Pak Tani&#8221; sebagai puisi wajib. Sedangkan puisi pilihan, saya membacakan &#8220;Ani-ani&#8221; karya sastrawan Banyumas, Wanto Tirta,&#8221; ujar Yunif  yang didampingi ayahnya, Aji Santosa.</p>
<p>Aji Santosa yang dikenal sebagai pelatih dan pemain teater  ini  menambahkan,  semula  ketika Yunif ditunjuk oleh pihak sekolah untuk mengikuti selesksi lomba di tingkat kecamatan, Aji menolak.</p>
<p>&#8220;Alasan saya, Yunif  harinya tidak lepas dari menangis dan sedikit  kurang jelas mengucapkan huruf  “R ” atau celat. Namun pihak sekolah tetap memaksa. Akhirnya saya menyanggupinya. Ternyata memang benar kata guru anak saya, dalam 1 hari Yunif mampu menghapal 2 puisi. Puisi  (wajib ) terdiri 14 baris dan puisi  pilihan 16 baris,&#8221; ujar Aji yang tekun melatih anaknya  itu hingga piawai membaca geguritan.</p>
<p>Dua hari  menjelang lomba, sambung Aji, anaknya mendadak sakit,  karena takut tidak dibelikan mainan kereta-keretaan jika tidak juara. &#8220;Oleh karena itu hari itu juga saya membelikan mainan dan sakitnya seketika sembuh. Dengan hanya didampingi mbah putri dari istri saya, anak saya maju lomba di  tingkat kecamatan, dan meraih juara satu,&#8221; ujarnya bangga.</p>
<p>Diakui Aji, ternyata meskipun pengucapan “R” belum jelas,  tapi tidak menjadi kendala. Anaknya bisa tampil maksimal.<br />
&#8220;Selama persiapan lomba di tingkat kabupaten,  anak saya tidak sakit, karena sudah saya wanti- wanti, juara atau tidak juara akan saya ajak bermain di alun-alun,&#8221; ujarnya lugas.</p>
<p>Seperti lomba di tingkat kecamatan, Aji pun tidak mendampingi anaknya, tapi didampingi istrinya dan embahnya. Di tingkat kabupaten ini, Yunif meraih juara 2.</p>
<p>Semestinya yang maju di tingkat Eks Karesidenan Banyumas, yang juara 1. Namun mendekati hari H lomba, panitia di tingkat kabupaten mendadak menunjuk Yunif maju ke tigkat Eks Karesidenan Banyumas, dan berhasil ke luar sebagai juara 1.</p>
<p>Atas prestasinya itu, Yunif berhak maju di tingkat Provinsi Jateng di Semarang, 29 Maret silam.Sayang, Yunif belum bisa berbicara banyak dalam lomba di tingkat provinsi. Namun Yunif mauun ayahnya bertekad, suatu saat kelak bisa mempersembahkan yang terbaik mewakil daerahnya.<br />
Aji Santosa menilai,  faktor kekalahan lomba di tingkat propinsi  karena diskriminasi panitia. Yakni menyangkut  faktor dialek. Dialek yang jadi patokan adalah dialek solo (jawa kraton), sedangkan dialek Banyumasan dianggap kasar dan tersasa geli di telinga juri</p>
<p>&#8220;Selain itu, faktor teknis. Dalam juklak lomba ada batasan waktu yaiut 4 menit untuk 2 puisi. Ternyata di propinsi panitia dan juri melanggarnya yakni waktu tidak diperhitungkan. Peserta yang melewati batas waktu tidak di diskwalifikasi , namun  justru malah yang masuk juara,&#8221; ujar Aji Santosa.<br />
Aji juga menilai, juri tidak fair . &#8220;Kalau di propinsi juri berasal dari 4 kabupaten dan jika perserta kabupaten tampil maka juri dari kabupaten itu tidak ikut menilai.Itu tidak fair,&#8221; ujar  Aji yang sering membimbing anak didiknya meraih juara di bidang teater di tingkat kabupaten, eks karesidenan Banyumas hingga Provinsi Jateng ini.</p>
<p>Tapi Aji tidak kecewa atas hal itu. &#8220;Kekalahan anak saya bukan karena anak saya tampil jelek, tapi karena sebuah sistem yang tidak adil dan itu diakui oleh pihak GOPTKI kabupaten purbalingga. Oleh karena itu, saya sangat berharap pihak GOPTKI kabupaten Purbalingga,  dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata , Pemuda dan Olah Raga bersedia mendobrak pendiskriminasian dialek Banyumas di tingkat propinsi. Jika tidak , maka rasanya  berat bagi peserta lomba dari kabupaten purbalingga untuk meraih kejuaraan di Propinsi  Jateng,&#8221; kritik Aji . (BNC/prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rian siswi UN tertinggi: bersepeda 3 km tiap hari, uang sakunya Rp. 2 rb</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 02:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[fitran dwi rahayu; kebumen; hasil UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10303</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN &#8211; “Semoga menjadi pemimpin, menjadi tokoh atau menjadi diplomat nanti ya karena bahasa Inggrisnya baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam percakapan telepon dengan Fitrian Dwi Rahayu, siswi berperstasi dari SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagai siswi dengan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) 2010 dengan rata-rata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEBUMEN &#8211; “Semoga menjadi pemimpin, menjadi tokoh atau menjadi diplomat nanti ya karena bahasa Inggrisnya baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam percakapan telepon dengan Fitrian Dwi Rahayu, siswi berperstasi dari SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagai siswi dengan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) 2010 dengan rata-rata 9,95. Ia menjadi salah satu pelajar berprestasi di tingkat nasional dalam nilai UN yang ditelpon langsung oleh presiden.</p>
<p>Prestasi Rian, nama panggilan anak dari pasangan Cipto Raharjo (51) dan Sukarni Mugi Rahayu (43) tentu sangat membanggakan keluarga, sekolah dan juga daerah. Dari sebuah pelosok di Desa Jatiluhur Rt 4/Rw 1, Kecamatan Karanganyar, sebuah kota kecil di barat Kebumen sebelum Gombong, mampu menorehkan prestasi nasional mengalahkan siswa-siswi peserta UN dari perkotaan, dengan fasilitas yang pasti lebih baik. Ini bisa menjadi inspirasi buat guru, pengelola pendidikan dan stakeholder pendidikan lainnya, kalau perstasi tidak mesti harus ditunjang dengan fasilitas mewah dan super lengkap.</p>
<p>Kebanggaan daerah, dalam hal ini Pemkab Kebumen, ditunjukkan dengan pemberian ‘bonus’ Rp. 2 juta yang diserahkan oleh Bupati Nashiruddin. Plus hadiah Rp. 500 ribu dari sebuah operator seluler. Ya dari Karanganyar, Rian telah melambungkan nama Kebumen ke tingkat nasional dalam pendidikan, sampai Presiden SBY menelepon langsung Rian dan menjadi berita nasional baik cetak maupun elektronik dan tentu saja digital.</p>
<p>Rian suka naik sepeda ke sekolahnya yang berjarak 3 km dari rumahnya. Sebuah sepeda mini warna biru tua dengan cat yang sudah kelihatan kusam. Kegemarannya membaca rupanya yang menjadikan dia berprestasi. Di rumahnya, ruang tamu berfungsi sekaligus sebagai perspustakaan umum “Gemati” Kelurahan Jatilihur, dimana orang tua Rian menjadi pengelolalanya. Rian juga membantu orang tuanya ini melayani peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan desa yang mengoleksi sekitar 3000 buku itu, yang berdiri sejak 26 Februari 1996 itu.</p>
<p>“Keakraban’ dengan buku inilah yang menjadi salah satu ‘kiat’ yang menjadikan dia mendapat nilai Bahasa Indonesia 10, IPA 10, Matematika 10, dan Bahasa Inggeris 9,8. Nilai yang nyaris sempurna, bahkan bisa dikatakan sempurna, mengingat Bahasa Inggeris adalah bahasa asing.</p>
<p>Rian yang lahir pada 26 Pebruari 1996 di sela membantu ‘menjaga’ perpustakaan untuk melayani pengunjung tentu saja menyempatkan membaca koleksi buku di situ. Ia tidak memilih-milih buku yang dibacanya. Novel pun dia suka, termasuk trilogy Laskar Pelangi yang telah tuntas dibacanya. Mungkin saja inspirasi dari Laskar Pelangi telah merasuk dalam kesadarannya, untuk meraih prestasi yang tinggi.</p>
<p>Tapi Rian juga bukan siswi bertipe kutubuku, yang menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar. Alokasi waktu untuk bermain tetaplah ada. Bisa dibilang Rian tetaplah remaja putri yang ikut trend, misalnya ia suka bermain HP, ikut jejaring sosial facebook, dan juga bermain gitar.</p>
<p>Yang menarik, Rian menurut penuturan ayahnya lebih suka belajar di pagi hari. Ia sering minta dibangunkan pukul 04.00 dini hari. Sebuah pilihan waktu belajar yang pas, dimana suasana pagi masih hening, dan pikiran masih fresh karena telah beristirahat tidur.</p>
<p>Rian pun selain belajar, juga masih suka membantu orang tuanya mencuci piring, membersihkan rumah atau menyiram bunga di halaman. Berapa uang sakunya? Rp 2 ribu per hari.</p>
<p>Rian, Selamat ya… semoga menginspirasi siswa-siswi di seluruh nusantara. (BNC/ist/rin/berbagai sumber)</p>
<div id="attachment_10304" class="wp-caption alignleft" style="width: 226px"><a rel="attachment wp-att-10304" href="http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/fitriani/"><img class="size-full wp-image-10304" title="fitriani" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/fitriani.jpg" alt="Rian... siswi berprestasi (foto: suaramerdeka.com)" width="216" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Rian... siswi berprestasi (foto: suaramerdeka.com)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budiman Sudjatmiko: Politisi sebaiknya mendengar langsung aspirasi warga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 09:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10116</guid>
		<description><![CDATA[MAJENANG – Para politisi baik itu anggota legislatif, gubernur atau bupati sebaiknya mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan warga di wilayah masing-masing sehingga dapat mendengar aspirasi wraga secara langsung. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPR RI, asal Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Budiman Sudjatmiko, Sabtu(17/04) dalam orasinya pada kegiatan &#8220;Temu Tani Se-Jawa&#8221; di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAJENANG – Para politisi baik itu anggota legislatif, gubernur atau bupati sebaiknya mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan warga di wilayah masing-masing sehingga dapat mendengar aspirasi wraga secara langsung. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPR RI, asal Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Budiman Sudjatmiko, Sabtu(17/04) dalam orasinya pada kegiatan &#8220;Temu Tani Se-Jawa&#8221; di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.</p>
<p>Mantan ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebelum bergabung dengan PDIP ini yakin dengan cara itu masyarakat akan memberikan dukungan maksimal kepada politisi untuk turun ke desa. Seperti dirinya yang pada  kampanye Pemilu Legislatif 2009, dia tidak banyak membuat baliho atau memasang iklan karena menghambur-hamburkan uang.</p>
<p>&#8220;Meskipun tidak banyak memasang baliho, Alhamdulillah saya mendapat suara terbanyak di Daerah Pemilihan Banyumas dan Cilacap,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia pun mengritik iklan para politisi dalam mencari dukungan sebagai menghambur-hamburkan uang. &#8220;Inilah (acara temu tani) adalah cara berpolitik yang benar, bukan menghambur-hamburkan uang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di bagian lain orasinya, ia mengatakan kendati ia telah menjadi wakil rakyat yang duduk di DPR  RI, ia mengakui memperjuangkan amanat konstitusi bukan hal yang mudah. Ia pun mengatakan pemimpin yang tidak sesuai konstitusi akan jatuh dalam kehinaan sejarah.</p>
<p>Acara Temu Tani Se-Jawa yang diadakan di dekat tanah kelahiran Budiman dan merupakan daerah pemilihan (Dapil) yang diwakilinya, dihadiri ratusan wakil serikat petani dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Topik utama acara ini membahas berbagai persoalan pertanahan yang dihadapi petani, terutama menyangkut lahan-lahan sengketa, yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. (BNC/ist/ant/roh)</p>
<div id="attachment_10118" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-10118" href="http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/budiman_sudjatmiko-2/"><img class="size-medium wp-image-10118" title="budiman_sudjatmiko" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/04/budiman_sudjatmiko1-360x270.jpg" alt="Budiman Sudjatmiko" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Budiman Sudjatmiko</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patrialis: Hukuman mati bagi koruptor tidak langgar HAM</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 15:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman mati koruptor; cilacap; nusakambagan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10018</guid>
		<description><![CDATA[CILACAP – Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengatakan hukuman mati termasuk bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diperbolehkan UUD 1945. Hanya saja hukuman mati bagi koruptor di Indonesia hingga saat ini belum dilaksanakan karena adanya prasyarat korupsinya dilakukan pada saat keadaan negara dalam krisis.
&#8220;Bila koruptor melakukan korupsi itu saat negara dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP – Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengatakan hukuman mati termasuk bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diperbolehkan UUD 1945. Hanya saja hukuman mati bagi koruptor di Indonesia hingga saat ini belum dilaksanakan karena adanya prasyarat korupsinya dilakukan pada saat keadaan negara dalam krisis.</p>
<p>&#8220;Bila koruptor melakukan korupsi itu saat negara dalam keadaan krisis, bencana alam, saat orang sedang susah, dia masih mengkorupsi uang negara. Itu boleh hukuman mati,” ujarnya.</p>
<p>Hal itu dikatakan Patrialis Akbar saat pencanangan program penghijauan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Rabu (07/04).</p>
<p>Sekalipun demikian, menurutnya di masa depan hukuman berat akan diterapkan kepada koruptor dengan merampas atau menyita harta kekayaan sehingga bisa memberi efek jera.</p>
<p>”Sanksi sosial ini akan membuat koruptor jatuh miskin dan tidak bermewah-mewahan dengan hasil perbuatan yang tidak halal ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Dikatakannya, korupsi termasuk perbuatan pemiskinan bangsa karena uang yang dikorupsi dipakai memperkaya diri, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan. (BNC/ist/gr)</p>
<div id="attachment_10019" class="wp-caption alignleft" style="width: 320px"><a rel="attachment wp-att-10019" href="http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/patrialis-akbar/"><img class="size-medium wp-image-10019" title="patrialis akbar" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/04/patrialis-akbar-310x270.jpg" alt="Patrialis Akbar" width="310" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Patrialis Akbar</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TBS terima penghargaan Rotary International</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 14:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[purbalingga; rotary international; triono budi sasongko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9777</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, (TBS) menerima penghargaan Prize Paul Harry Fellow dari President Rotary Internasional. Triyono yang juga rotarian Rotary Club (RC) Area XI (Purwokerto, Purbalingga, dan Cilacap) dinilai telah memberikan peran yang nyata dan signifikan untuk kemajuan pemahaman yang lebih baik dan hubungan ramah diantara bangsa-bangsa di dunia.
Triyono [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, (TBS) menerima penghargaan Prize Paul Harry Fellow dari President Rotary Internasional. Triyono yang juga rotarian Rotary Club (RC) Area XI (Purwokerto, Purbalingga, dan Cilacap) dinilai telah memberikan peran yang nyata dan signifikan untuk kemajuan pemahaman yang lebih baik dan hubungan ramah diantara bangsa-bangsa di dunia.</p>
<p>Triyono juga dinilai memiliki kepedulian, kemudahan, serta dukungan dalam membantu kegiatan Rotary di Kabupaten Purbalingga. Kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk komitmen, respon, maupun  aksi.</p>
<p>Penghargaan diberikan langsung oleh Distric Governor (DG) Rotary Indonesia Thomas Aquinas di sebuah rumah makan di Purbalingga, Rabu (24/3) malam.</p>
<p>Komunitas Rotary menilai, Bupati Triyono mampu mensinergikan program-program pemerintah dengan program Rotary sehingga akselerasi program itu dapat memberikan dampak yang lebih terasa bagi masyarakat. Program tersebut antara lain memberikan kaca mata baca bagi anak-anak yang membutuhkan, program penyediaan air bersih, dan berbagai program lainnya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. (BNC/humas/y)</p>
<p><a rel="attachment wp-att-9778" href="http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/triyono-budi/"><img class="alignleft size-full wp-image-9778" title="triyono Budi" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/triyono-Budi.jpg" alt="triyono Budi" width="255" height="219" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KH Sahal Mahfudz: politik praktis mencabik-cabik sesama warga NU</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 16:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[politik praktis NU; muktama NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9743</guid>
		<description><![CDATA[Rois Am Nahdlatul Ulama (NU), KH Sahal Mahfudz dalam pidato pembukaan muktamar NU ke 32 di Makassar (23/03)  mengatakan, politik praktis telah mencabik-cabik sesama warga NU dan telah menurunkan wibawa organisasi yang didirikan para ulama ini, yang juga adalah founding fathers negara bangsa Indonesia.
Untuk Anda simpatisan NU warga Banyumas dan sekitarnya, juga pembaca yang meminati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rois Am Nahdlatul Ulama (NU), KH Sahal Mahfudz dalam pidato pembukaan muktamar NU ke 32 di Makassar (23/03)  mengatakan, politik praktis telah mencabik-cabik sesama warga NU dan telah menurunkan wibawa organisasi yang didirikan para ulama ini, yang juga adalah founding fathers negara bangsa Indonesia.</p>
<p>Untuk Anda simpatisan NU warga Banyumas dan sekitarnya, juga pembaca yang meminati wacana sosial politik, kami sajikan pidato lengkap dari tokoh ulama asal Kajen, Pati, Jawa Tengah tersebut.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh</p>
<p>Yang terhormat Presiden RI beserta Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan seluruh jajaran kementriannya. Yang terhormat Ketua DPR bersama seluruh anggotanya.</p>
<p>Yang mulia para Duta Besar dan Kepala Perwakilan negara-negara sahabat.</p>
<p>Yang saya muliakan para Alim Ulama, khususnya para ulama dan cendekiawan muslim dari negara-negara sahabat.</p>
<p>Yang terhormat Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sulawesi Selatan bersama seluruh jajarannya selaku tuan rumah dalam muktamar ke 32 ini.</p>
<p>Para muktamirin dan para undangan yang berbahagia.</p>
<p>Pertama-tama saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bersyukur kehadirat Allah Swt, karena atas perkenan dan ridha-Nya, maka kita bisa hadir di dalam forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama, yaitu Muktamar NU ke 32 ini. Selawat dan taslim kita peruntukkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, nabi pembawa rahmat untuk alam semesta.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
Kehadiran NU sebagai organisasi keagamaan sekaligus oraganisasi kemasyarakat terbesar dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia, mempunyai makna penting dan ikut menentukan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. NU lahir dan berkembang dengan corak dan kulturnya sendiri. Sebagai organisasi berwatak keagamaan ahlussunnah wal jama’ah, maka NU menampilkan sikap akomodatif terhadap berbagai madzhab keagamaan yang ada di sekitarnya. NU tidak pernah berfikir untuk menyatukan apalagi menghilangkan madzhab-madzhab keagamaan yang ada.</p>
<p>Dan sebagai organisasi kemasyarakatan, NU menampilkan sikap toleransi terhadap nilai-nilai lokal. NU berakulturasi dan berinteraksi positif dengan tradisi dan budaya masyarakat lokal. Dengan demikian, NU memiliki wawasan multikultural, dalam arti kebijakan sosialnya bukan melindungi tradisi atau budaya setempat, tetapi mengakui manifestasi tradisi dan budaya setempat yang memiliki hak hidup di republik tercinta ini.</p>
<p>Sikap ini sesuai dengan inti faham keislaman NU yang sejalan dengan hadis Nabi: Al-hikmatu dlallatul mu’min, fahaitsu wajadaha fa huwa ahaqqu biha. Hikmah atau nilai-nilai positif untuk umat Islam, darimanapun asalnya ambillah karena itu miliknya umat Islam.<br />
Proses akulturasi tersebut telah menampilkan wajah Islam yang berkeindonesiaan, wajah yang ramah terhadap nilai budaya lokal dan terbuka dengan nilai-nilai universal yang positif. NU juga menghargai perbedaan agama, tradisi, dan kepercayaan, yang merupakan warisan budaya Nusantara. Sikap yang demikian inilah yang memudahkan NU diterima di semua lapisan masyarakat di seluruh kepulauan nusantara.</p>
<p>Konsekwensi NU memilih kembali ke khittah 1928, maka NU memilih jarak sosial yang netral dengan kekuatan politik dan pemerintah. NU menempatkan diri sebagai organisasi keagamaan yang mandiri dan independen. NU memiliki sikap politik ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana. Artinya NU mempersilahkan wargannya memilih dan menyalurkan aspirasi politiknya kepada parpol manapun, atau memilih jalur profesi apapun, yang penting mereka selalu sadar bahwa dirinya sebagai warga nahdhiyin.</p>
<p>Dalam hal tertentu NU bisa bersikap tawaquf atau mendukung kebijakan pemerintah, namun dalam hal lain NU bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan visi kebangsaan yang telah dirumuskan bersama.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
Tantangan warga NU ke depan semakin berat seiring dengan berkembangnya kompleksitas masalah yang muncul di dalam masyarakat. Masa depan datang lebih awal begitu cepat, melampaui kecepatan kita menyiapkan diri. Kita tidak ingin dengan kenyataan ini umat dan warga bangsa kehilangan identitas dan karakter, yang pada gilirannya akan melemahkan sendi-sendi kehidupan kita, baik sebagai umat maupun sebagai warga bangsa. Sadar akan kenyataan ini maka NU sebagai ormas Islam terbesar di republik ini merasa berkewajiban untuk mengambil bagian di dalam mengokohkan strategi budaya dan peradaban bangsa.</p>
<p>Wujud masyarakat masa depan seperti apa yang kita idealkan, sangat ditentukan oleh strategi budaya dan peradaban yang kita pilih saat ini. Dalam menentukan strategi budaya dan peradaban, warga NU selalu berpijak pada perinsip ahlu sunnah waljamaah yang paralel dengan kondisi obyektif bangsa Indonesia yang pluralistik, sebagaimana tertuang di dalam falsafah bangsa, Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>Di dalam menghadapi perkembangan dan dialektika zamannya, NU berpegang kepada prinsip: Al-muhafadhah ’alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid ashlahah, mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.<br />
NU memilih reformasi yang terukur di dalam melaksanakan garis perjuangannya. NU tidak menolerir menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.</p>
<p>Reformasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pergerakan NU, namun NU tidak setuju jika atas nama reformasi kesantunan dan keadaban sosial dinjak-injak, atas nama demokrasi akhlaqul karimah disingkirkan, atas nama transparansi aib orang lain dibuka dengan bebas, atas nama HAM kehidupan homoseksual dan lesbi dilegalkan, atas nama kebasan beragama, dasar-dasar agama orang lain dinodai, dan untuk kepentingan pariwisata, industri seksual ditolerir.</p>
<p>Dalam melakukan pembaharuan dan kritik sosial, NU memiliki cara pandang dan metodologi tersendiri yang dikenal dengan fikrah nahdliyyah, yaitu suatu landasan berfikir bagi warga NU yang mengacu kepada prinsip moderat (fikrah tawasuthiyyah), tolerans (fikrah tasamuhiyyah), reformasi (fikrah ishlahiyyah), dinamis (fikrah tathawwuriyyah), dan metodologis (fikrah manhajiyyah).</p>
<p>Konsepsi ini menjadi ciri khas warga NU di dalam mengukur dan menyelesaikan setiap persoalan. Idealnya konsepsi ini ditingkatkan menjadi konsepsi kebangsaan (fikrah wathaniyyah), kalau perlu menjadi konsepsi global (fikrah ‘alamiyyah).</p>
<p>NU berkeyakinan bahwa jika fikrah-fikrah ini dapat diimplementasikan di tanah air, maka tidak tertutup kemungkinan pusat peradaban dunia Islam masa depan akan bergeser ke Indonesia.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
NU lahir sebelum bangsa ini terbentuk, karena itu kehadirannya ikut serta mengawal proses lahir dan berkembangnya bangsa ini. Kebangsaan (wathaniyah) tidak perlu diragukan. Kepedulian dan komitmennya dalam memperkokoh imajinasi umat Islam Nusantara tentang “bangsa yang merdeka” telah ditunjukkan sejak Muktamar NU di Banjarmasin tahun 1936.</p>
<p>Resolusi jihad tahun 1945, pengukuhan Kepala Negara Republik Indonesia sebagai waliy al-amri al-dharuri bi al-syaukah (pemegang pemerintahan dlaruri dengan kekuatan dan kekuasaan), hingga penerimaan Pancasila dan NKRI sebagai tujuan akhir perjuangan umat Islam, semunya menjadi bukti kongkrit kontribusi NU di dalam membangun bangsa Indonesia.</p>
<p>Peran penting para ulama tak bisa dilupakan dalam meraih loyalitas masyarakat dalam upaya membangun keutuhan bangsa ini. Ciri dan peran utama di dalam membangun bangsa ialah kehadirannya sebagai faqih fi mashalih al-khalqi (memahami dan mengenal dengan baik kemaslahatan makhluk termasuk manusia). Mereka berfungsi sebagai motivator, sumber inspirasi, sekaligus sebagai pelopor di dalam menumbuhkan dinamika yang tinggi di dalam masyarakat.</p>
<p>Sehubungan dengan ini, saya ingin mengingatkan kembali para ulama agar memahami sejarah para pendahulu, the founding fathers bangsa kita. Konsekwensi kembali ke khittah 1928, maka para ulama tidak selayaknya lagi menyeret atau melibatkan atribut-atribut NU ke dalam wilayah politik praktis. Jika hal itu dilakukan, maka akibatnya bukan hanya akan mencabik-cabik sesame warga NU tetapi juga wibawa organisasi akan kehilangan pamor.</p>
<p>Corak keagamaan dan watak kebangsaan NU belakangan ini kembali terusik dengan banyaknya godaan para ulama NU untuk terlibat dalam politik praktis, baik dalam memerebutkan kursi DPR maupun Pilkada. Padahal peran ulama sebagai faqih fi mashalih al-khalqi seharusnya menjadi pendorong dan memberi semangat dan arah bagi dinamika perkembangan politik, ekonomi dan sosial budaya. Ulama akan lebih terhormat manakala tampil sebagai sumber inspirasi dalam menjawab tantangan dan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan.</p>
<p>Namun demikian, komitmen ulama juga harus diikuti dengan komitmen umara atau pemerintah. Umara tidak selayaknya menjadikan ulama hanya sebagai ”pemadam kebakaran”, yang hanya diperlukan pada saat munculnya masalah. Akan tetapi ulama selayaknya juga diikutkan di dalam merumuskan perencanaan pembangunan masa depan bangsa. Bagaimana mungkin para ulama diminta menyelesaikan suatu akibat, sementara sebab yang menyebabkan lahirnya akibat itu tidak pernah dilibatkan.</p>
<p>Dengan bahasa lain, idealnya para ulama tidak hanya diundang oleh Kementerian Sosial tetapi juga oleh perencana pembangunan seperti Bappenas. Dengan demikian, ulama dan umara sama-sama terlibat dan bertanggungjawab penuh untuk kelangsungan bangsa dan negara tercinta ini.</p>
<p>Akhirnya kepada semua pihak baik pemerintah maupun swasta, yang telah memberikan bantuan, dukungan dan partisipasinya pada penyelenggaraan Muktamar NU ke 32 ini, kami atas nama PBNU menyampaikan ucapan terima kasih banyak beserta ucapan do’a jazakumullah khair al-jaza’ wa al-tsawab.</p>
<p>Secara khusus kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia bersama Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan sekaligus kami memohon kesediaannya untuk memberikan pengarahan sekaligus membuka Muktamar NU ke 32 ini. Atas segala kekhilafan dan kekurangan.</p>
<p>Wallahul Muwaffiq ilaa Aqwamith Thooriq<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatulahi wabarokatuh</p>
<p>sumber: www.nu.or.id</p>
<div id="attachment_9744" class="wp-caption alignleft" style="width: 249px"><a rel="attachment wp-att-9744" href="http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/kh-sahal/"><img class="size-full wp-image-9744" title="KH SAHAL" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/KH-SAHAL.jpg" alt="KH Sahal Mahfudz" width="239" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">KH Sahal Mahfudz</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amien Rais: Pertengahan April ada kejutan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 05:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[amien rais; banjarnegara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9553</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA – Mantan ketua MPR RI yang kini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. HM Amien Rais, MA  mengatakan dirinya membutuhkan banyak pertimbangan untuk kembali memimpin Muhammadiyah, setelah sekian lama berkecimpung di Partai Amanat Nasional (PAN). Dia kini merasa menjadi miliknya orang banyak, karenanya tidak punya kebebasan pribadi sepenuhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9554" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-9554" href="http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/amien-rais/"><img class="size-medium wp-image-9554" title="amien rais" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/amien-rais-360x270.jpg" alt="HM Amien Rais" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">HM Amien Rais</p></div>
<p>BANJARNEGARA – Mantan ketua MPR RI yang kini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. HM Amien Rais, MA  mengatakan dirinya membutuhkan banyak pertimbangan untuk kembali memimpin Muhammadiyah, setelah sekian lama berkecimpung di Partai Amanat Nasional (PAN). Dia kini merasa menjadi miliknya orang banyak, karenanya tidak punya kebebasan pribadi sepenuhnya sebagai resiko dari seorang yang menjadi pemimpin.</p>
<p>Hal itu dikatakannya di Merden, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah seusai memberikan Pengajian Akbar &#8220;Menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah&#8221;  Sabtu (13/03). Saat ini dia mengakui adanya ajakan dari sejumlah rekan di Muhammadiyah untuk kembali ke ormas tersebut. Namun ajakan itu harus dipertimbangkan secara matang, Ini mengingat dirinya telah ditunjuk untuk memimpin Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN secara aklamasi dalam kurun lima tahun ke depan pada kongres PAN di Batam.</p>
<p>&#8220;Masak setelah sekian bulan dipilih secara aklamasi untuk memimpin MPP PAN dalam kurun waktu lima tahun, pindah wilayah ke Muhammadiyah. Apakah tidak melanggar etika perjuangan dan kontrak politik,&#8221; katanya.</p>
<p>Kendati demikian, dia mengatakan, akan tetap datang ke pelosok untuk menggiatkan kembali Muhammadiyah, meskipun tidak ada dalam structural Muhammadiyah.Terkait ajakan untuk kembali memimpin Muhammadiyah, ia telah menyampaikan kepada para pengurus PAN maupun Muhammadiyah agar bersabar karena pada pertengahan April mendatang akan ada kejutan.</p>
<p>”Kira-kira pertengahan April ada solusinya,&#8221; kata Amien Rais. (BNC/ist/ant)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supernova Band, melanjutkan tradisi ‘bintang pop’ asal tlatah Banyumas</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/02/21/supernova-band-melanjutkan-tradisi-%e2%80%98bintang-pop%e2%80%99-asal-tlatah-banyumas/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/02/21/supernova-band-melanjutkan-tradisi-%e2%80%98bintang-pop%e2%80%99-asal-tlatah-banyumas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 10:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[supernova band purwokerto; banyumas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9066</guid>
		<description><![CDATA[Sosok dan tokoh BanyumasNews.Com kali ini ingin mengangkat grup band yang menjadi Jawara “A Mild Live Wanted 2009”, Supernova Band! Ya, Supernova kini seakan menjadi kontinuitas dari kelahiran bintang-bintang pop dari tlatah Banyumas ke level nasional.
Setelah Mayangsari yang ngetop sebagai penyanyi top di era 80-an s/d 90-an, dan saat ini pun sebenarnya masih ngetop –sekalipun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sosok dan tokoh BanyumasNews.Com kali ini ingin mengangkat grup band yang menjadi Jawara “A Mild Live Wanted 2009”, Supernova Band! Ya, Supernova kini seakan menjadi kontinuitas dari kelahiran bintang-bintang pop dari tlatah Banyumas ke level nasional.</p>
<div id="attachment_9067" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-9067" href="http://banyumasnews.com/2010/02/21/supernova-band-melanjutkan-tradisi-%e2%80%98bintang-pop%e2%80%99-asal-tlatah-banyumas/supernova-band2/"><img class="size-full wp-image-9067" title="supernova-band2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/supernova-band2.jpg" alt="Supernova Band" width="320" height="222" /></a><p class="wp-caption-text">Supernova Band</p></div>
<p>Setelah Mayangsari yang ngetop sebagai penyanyi top di era 80-an s/d 90-an, dan saat ini pun sebenarnya masih ngetop –sekalipun dalam dimensi yang lain, yaitu menjadi isteri salah satu ‘Pangeran Cendana’, kemudian sempat muncul Eric yang sempat berduet dengan Melly Goeslow, dan ‘sekelebatan’ ada Yongky AFI, kini sekelompok anak muda tampil dan mulai beranjak meraih kepopuleran di level nasional.</p>
<p>Tak lain, nama Supernova mencuat setelah dalam final “A Mild Live Wanted 2009”, 30 Mei 2009, Supernova mendapat ‘standing aplaus’. Permainan mereka di atas panggung grand final A Mild Live Wanted 2009 di Venue Eldorado Bandung, hampir tak ada cela. Dewan juri pun memutuskan Supernova lah yang paling pantas menyandang gelar juara pertama, dan berhak atas satu buah album rekaman. Malam itu Supernova mengalahkan Coffee (Samarinda, juara 2) Sinar (Medan, juara 3) dan juara favorit yang dipegang oleh Inverno (Palembang) yang total voternya diambil melalui situs amild.com serta di venue itu sendiri.</p>
<p>Kala itu tidak akan terlupa, awak band ikon baru pop Purwokerto ini, sujud haru melampiaskan kegembiraan yang tiada tara pada saat nama Supernova disebut sebagai juara. Penantian selama tiga tahun terbayar lunas di tahun 2009 itu. Dan, hebatnya selama penantian tiga tahun itu, Supernova masih bersikeras untuk membawakan musik yang sama, namun – tentunya&#8211; dengan kualitas yang jauh lebih meningkat di tiap tahunnya.</p>
<p>&#8220;Nggak bisa dipungkiri lagi, penampilan Supernova malam ini bagus banget, sempurna, mulai dari aksi panggung, musiknya hingga interaktifnya,&#8221; jelas Capung selaku dewan juri, kala itu.</p>
<p>Interaksi yang dibangun oleh Supernova rupanya menjadi sebuah penilaian yang tidak bisa dilihat sebelah mata. Pendukung yang Supernova undang dari kampung halamannya, Purwokerto, serta Bandung sebagai pusat regional Jawa Bagian Barat menjadi sebuah media yang bisa dimanfaatkan dengan baik di atas stage.</p>
<p>”Sebagai o<em>rang aseli yang lahir dari kota mendoan </em>tentunya <span style="text-decoration: underline;">sangat bangga</span> bisa memiliki Supernova (Band juara 1 <strong>Mild Live Wanted 2009</strong>), setelah artis (penyanyi) Mayang Sari membawa nama Purwokerto ke seluruh penjuru dunia he..he..”, kata salah seorang penggemar grup itu yang kini tengah kuliah di Jogja, Oka Mahendra, melalui blog-nya.</p>
<p>Tentu saja tidak hanya Oka, ribuan remaja dan generasi muda tlatah Banyumas, Purwokerto khususnya, merasa sangat tersanjung ada band dari kota mendoan menjadi jawara event bergengsi di level nasional.</p>
<p>Jenis musik yang dibawakan <strong>Supernova </strong>sangat digemari oleh remaja. Karena itu, band ini   sangat potensial meraih popolaritas yang lebih tinggi lagi. Tentu, kita ingat D’Massiv yang juga menjadi jawara di ajang yang sama tahun sebelumnya, kini mereka telah menjadi salah satu band papan atas. Dan, wong panginyongan, kini menunggu kiprah berikut dari Supernova, untuk membawa nama Purwokerto dengan Banyumas NGAPAK-nya menjadi lebih popular.</p>
<p>Oh ya, bagi yang belum kenal awak band ini, inilah personil Supernova adalah Angga (vokal), Galih (gitar), Randy (gitar), Esza (bass), Dedi (keyboard), dan Katink (drum). Sedangkan lagu yang melambungkan mereka menjadi jawara &#8220;A Mild Live Wanted 2009&#8243; adalah lagu mereka yang berjudul &#8220;Aku Jatuh Cinta&#8221;.<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Ya, semoga pecinta musik pop tanah air, akan mengatakan “Aku Jatuh Cinta” pada band kebanggaan kota Purwokerto ini. Jatuh cinta karena lagu-lagunya yang apik, enak dinikmati dan menghibur!</p>
<p>Dan, kabarnya, di bulan Maret 2010 ini, Supernova akan segera meluncurkan single mereka. Rasanya, tidak sabar menunggu Supernova!  (<strong>BNC/phd/ist</strong>)</p>
<div id="attachment_9068" class="wp-caption alignleft" style="width: 410px"><a rel="attachment wp-att-9068" href="http://banyumasnews.com/2010/02/21/supernova-band-melanjutkan-tradisi-%e2%80%98bintang-pop%e2%80%99-asal-tlatah-banyumas/supernova-8x6/"><img class="size-full wp-image-9068" title="supernova-8x6" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/supernova-8x6.jpg" alt="Juara A Mild Live Wanted 2009" width="400" height="278" /></a><p class="wp-caption-text">Juara A Mild Live Wanted 2009</p></div>
<div id="attachment_9069" class="wp-caption alignleft" style="width: 510px"><a rel="attachment wp-att-9069" href="http://banyumasnews.com/2010/02/21/supernova-band-melanjutkan-tradisi-%e2%80%98bintang-pop%e2%80%99-asal-tlatah-banyumas/supernovabaru_2-vi/"><img class="size-full wp-image-9069" title="supernovabaru_2-vi" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/supernovabaru_2-vi.jpg" alt="Kebanggaan Purwokerto!" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">Kebanggaan Purwokerto!</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/02/21/supernova-band-melanjutkan-tradisi-%e2%80%98bintang-pop%e2%80%99-asal-tlatah-banyumas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelang 40 hari wafatnya Gus Dur: Makam senilai Rp. 2 M dan patung di Magelang</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/02/05/jelang-40-hari-wafatnya-gus-dur-makam-senilai-rp-2-m-dan-patung-di-magelang/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/02/05/jelang-40-hari-wafatnya-gus-dur-makam-senilai-rp-2-m-dan-patung-di-magelang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 15:19:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[makam Gus Dur; patung Gus Dur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=8772</guid>
		<description><![CDATA[Jelang peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur, terbetik berita dari Jombang tentang rencana pembangunan makam Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jatim, diperkirakan menelan dana hingga mencapai Rp2 miliar. Dana  itu sudah disiapkan Pemprov Jatim dan Pemkab Jombang, masing-masing menanggung 50 persen.
Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8773" class="wp-caption alignleft" style="width: 114px"><a rel="attachment wp-att-8773" href="http://banyumasnews.com/2010/02/05/jelang-40-hari-wafatnya-gus-dur-makam-senilai-rp-2-m-dan-patung-di-magelang/gus-dur-3/"><img class="size-full wp-image-8773" title="gus dur" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/gus-dur.jpg" alt="Gus Dur" width="104" height="108" /></a><p class="wp-caption-text">Gus Dur</p></div>
<p>Jelang peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur, terbetik berita dari Jombang tentang rencana pembangunan makam Mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jatim, diperkirakan menelan dana hingga mencapai Rp2 miliar. Dana  itu sudah disiapkan Pemprov Jatim dan Pemkab Jombang, masing-masing menanggung 50 persen.</p>
<p>Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang juga masih keponakan Gus Dur, di Surabaya Jum&#8217;at (05/02). Pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya untuk segera merealisasikan pembangunan makam Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang meninggal dunia pada 30 Desember 2009 itu.</p>
<p>Pembangunan makam itu akan segera dilakukan, karena pihak pesantren Tebuireng kewalahan mengatasi ribuan peziarah yang datang setiap hari, sehingga menimbulkan kesemrawutan, dan kemacetan di Jombang. Tempat para peziarah, toilet, dan lokasi parkir kendaraan pun tidak mampu menampung. Kedatangan para peziarah di makam Gus Dur itu, juga sering kali mengakibatkan kemacetan di Jalan Raya Jombang-Pare karena lokasi PP Tebuireng berada di pinggir jalan raya itu.</p>
<p>Di Jawa Timur,  peringatan 40 hari wafatnya Gus Dur digelar Pemprov Jatim di Masjid Agung Al Akbar, Surabaya, Sabtu (6/2) malam. Selain itu, pihak keluarga juga menggelar peringatan yang sama di PP Tebuireng, Minggu (7/2) malam.</p>
<p><strong>Patung Gus Dur di Magelang</strong></p>
<p>Sementara itu,  seniman Kabupaten Magelang, Jateng, membuat patung Gus Dur dalam rangka memperingati 40 hari meninggalnya Presiden keempat RI tersebut. Kegiatan para seniman itu berlangsung di Stodio Mendut, Magelang, Jumat, dengan membuat empat patung Gus Dur berbahan batu, yaitu &#8220;Sinar Hati Gus Dur&#8221; karya Cipto Purnomo, &#8220;Gunung Gus Dur&#8221; karya Ismanto, &#8220;Presiden di Sarang Penyamun&#8221; karya Samsudin, dan &#8220;Gladiator Gus Dur&#8221; karya Jono.</p>
<p>Selain patung, seniman Mami Kato membuat lukisan dengan judul &#8220;Gus Dur dan Gembiraloka&#8221;. Keempat patung tersebut dibuat dengan berbagai model yang menggambarkan Gus Dur sebagai tokoh pluralisme, misalnya patung karya Ismanto, badan Gus Dur dikerumuni sejumlah satwa dan karya Cipto Purnomo, Gus Dur dengan tubuh Buddha.</p>
<p>Pemilik Stodio Mendut, Sutanto mengatakan, pembuatan patung Gus Dur dengan berbagai model tersebut untuk menjelaskan seorang Gus Dur sebagai tokoh yang multietnis, multikultur, dan sebagainya. Aksi-aksi Gus Dur sebagai pesona yang kaya warna, hadir pada gelanggang kehidupan yang luas (agama, budaya, sosial, dan politik) tentu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para perupa. (BNC/ant/berbagai sumber)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/02/05/jelang-40-hari-wafatnya-gus-dur-makam-senilai-rp-2-m-dan-patung-di-magelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mbah Maridjan dirawat di RS Pakem</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/01/29/mbah-maridjan-dirawat-di-rs-pakem/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/01/29/mbah-maridjan-dirawat-di-rs-pakem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 22:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[mbah maridjan;]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=8660</guid>
		<description><![CDATA[SLEMAN &#8211; Mbah Maridjan, nama tenar dari Juru Kunci Kagungan Dalem Redi Merapi, Mas Lurah Surakso Hargo, sejak Selasa (26/01)  menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) Panti Nugroho, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sebelum dirawat, beberapa hari sebelumnya Mbah Maridjan sempat diperiksa di rumah sakit tersebut dan mendapat obat jalan. Namun sejak Selasa menjalani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8661" class="wp-caption alignleft" style="width: 104px"><a rel="attachment wp-att-8661" href="http://banyumasnews.com/2010/01/29/mbah-maridjan-dirawat-di-rs-pakem/mbah-maridjan/"><img class="size-full wp-image-8661" title="mbah maridjan" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/01/mbah-maridjan.jpg" alt="Mbah Maridjan" width="94" height="124" /></a><p class="wp-caption-text">Mbah Maridjan</p></div>
<p>SLEMAN &#8211; Mbah Maridjan, nama tenar dari Juru Kunci Kagungan Dalem Redi Merapi, Mas Lurah Surakso Hargo, sejak Selasa (26/01)  menjalani rawat inap di Rumah Sakit (RS) Panti Nugroho, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).</p>
<p>Sebelum dirawat, beberapa hari sebelumnya Mbah Maridjan sempat diperiksa di rumah sakit tersebut dan mendapat obat jalan. Namun sejak Selasa menjalani rawat inap dan pada Rabu pagi (27/01) bintang iklan minuman berenergi itu menjalani operasi hernia yang berlangsung sekitar satu jam.</p>
<p>Kemungkinan Jum&#8217;at pagi ini (29/01) Mbah Maridjan sudah bisa pulang. Sebenarnya pada Kamis siang lelaki itu sudah boleh pulang, namun Mbah Maridjan masih ingin beristirahat.</p>
<p>Menurut Asih, putri Mbah Maridjan, operasi hernia yang dijalani ayahnya kali ini merupakan yang kedua kali. Sepuluh tahun lalu Mbah Maridjan juga menjalani operasi yang sama di RS tersebut.(BNC/mi/ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/01/29/mbah-maridjan-dirawat-di-rs-pakem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->