<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; SOSOK DAN TOKOH</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/profil/sosok-dan-tokoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Wanita Gelandangan itu &#8216;Mengganggu&#8217; Upacara Kemerdekaan RI</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/17/wanita-gelandangan-itu-mengganggu-upacara-kemerdekaan-ri/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/17/wanita-gelandangan-itu-mengganggu-upacara-kemerdekaan-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 08:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13621</guid>
		<description><![CDATA[“Garuda pancasila, akulah pendukungmu, paktriok prokmalasi sedia berkobar untukmu”, itulah bait lagu Garuda Pancasila yang syairnya dinyanyikan dengan salah oleh seorang wanita tua. Jika dia menyanyi ditempat yang tepat, tak jadi masalah. Namun wanita ini menyanyi saat suasana mengheningkan cipta pada upacara memperingati Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto,Rabu (17/08). Karuan saja, peserta upacara langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13622" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/suparmi-360x270.jpg" alt="" title="tujuhbeklasan 009" width="360" height="270" class="size-medium wp-image-13622" /><p class="wp-caption-text">SENYUM PERJUANGAN: Suparmi (67), wanita Gepeng yang diusir dari lokasi Upara Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto, Rabu (17/08), karena dianggap mengganggu (foto:tia/BNC)</p></div><br />
“Garuda pancasila, akulah pendukungmu, paktriok prokmalasi sedia berkobar untukmu”, itulah bait lagu Garuda Pancasila yang syairnya dinyanyikan dengan salah oleh seorang wanita tua. Jika dia menyanyi ditempat yang tepat, tak jadi masalah. Namun wanita ini menyanyi saat suasana mengheningkan cipta pada upacara memperingati Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto,Rabu (17/08).</p>
<p>Karuan saja, peserta upacara langsung beralih perhatian ke wanita tersebut. Melihat gelagat yang kurang baik, sejumlah petugas buru buru mendekati wanita tersebut.<br />
<img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/suparmi-polisi-360x270.jpg" alt="SOPAN: Polisi dengan sopan meminta Bu Suparmi meninggalkan lokasi upacara (foto:tia/BNC)" title="tujuhbeklasan 002" width="360" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13623" /><br />
 “Nuwun sewu bu nuwun sewu jangan menyanyi disini. Sedang ada upacara,” ujar petugas Lantas Polres Banyumas yang kebetulan berada di sekitar lokasi.</p>
<p>Bukannya pergi, wanita yang mengaku bernama Suparmi (67), warga Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat ini malah ngomel. Sambil mengumpat petugas yang mengusirnya, wanita ini terus membunyikan alat music kecrek yang dibawanya.</p>
<p>Menurut Suparmi, dia ingin menyumbangkan lagu untuk memperingati upacacara tersebut. “ Saya mau ikut mereyakan tujuhbelasan sambil  ngamen dengan lagu ini, supaya dapat uang, ujar Suparmi. Namun karena dianggap mengganggu petugas tetap mengusirnya. Setelah diberi uang dua ribu perak, wanita yang mengaku pernah ikut berjuang ini akhirnya pergi. </p>
<p>Ibu Suparmi mungkin saja dulu adalah salah seorang pejuang wanita. Tetapi kehadirannya di moment itu dianggap tidak tepat. Mungkin saja Bu Suparmi sekedar ingin mengenang masa lalunya dengan menyanyikan lagu perjuangan, agar dia tetap bersemangat menjalani profesi sebagai gelandangan. Semoga tak ada mantan pejuang yang terlantar di negeri ini (tia hasan-purwokerto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/17/wanita-gelandangan-itu-mengganggu-upacara-kemerdekaan-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juremi PLKB Terbaik Purbalingga 2011</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/02/juremi-plkb-terbaik-purbalingga-2011/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/02/juremi-plkb-terbaik-purbalingga-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 14:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13575</guid>
		<description><![CDATA[PENYULUH Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Karanganyar, Juremi, mendapat penghargaan sebagai Juara PLKB Terbaik 1 Tingkat Kabupaten Purbalingga 2011. Penghargaan langsung diberikan Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi pada Upacara Hari Keluarga Ke-18 Tahun 2011 di Halaman Pendopo Dipokusumo, Senin lalu. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Juremi dalam memotivasi para keluarga di Kecamatan Karanganyar untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENYULUH Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Karanganyar, Juremi, mendapat penghargaan sebagai Juara PLKB Terbaik 1 Tingkat Kabupaten Purbalingga 2011. Penghargaan langsung diberikan Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi pada Upacara Hari Keluarga Ke-18 Tahun 2011 di Halaman Pendopo Dipokusumo, Senin lalu.</p>
<p>Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Juremi dalam memotivasi para keluarga di Kecamatan Karanganyar untuk mengikuti KB, mewujudkan keluarga dengan jumlah ideal yang biasa disebut catur warga terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak dengan jarak kelahiran yang diatur. Bupati Heru yang dikenal berkomitmen tinggi dalam penggalakkan Program KB, optimis keluarga kecil akan lebih mudah memuwujudkan kesejahteraan dan generasi berkualitas.</p>
<p>“Penduduk besar yang berkualitas memang bisa menjadi modal pembangunan. Tapi, penduduk besar yang tidak berkualitas justru akan menjadi beban pembangunan,” tegasnya.</p>
<p>Selain PLKB Terbaik, Pemkab Purbalingga juga memberikan penghargaan kepada Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) Terbaik 1 kepada Kuswati dari Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, dan Sub PPKBD Terbaik 1 kepada Rasyati dari Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, penghargaan serupa juga diberikan kepada perwakilan PIK Remaja Terbaik 1 Al Manhaj Bukateja, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Terbaik 1 ”Sariasih” Kejobong, Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) Terbaik 1 ”Remaja Sehat” Karanganyar, Kelompok Bina Keluarga Lansia (BLK) Terbaik ”Karya Utami” Pengadegan, Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Terbaik 1 ”Kopermada” dan Keluarga Anna – Rokhmanuddin sebagai Keluarga Harmonis Terbaik 1 dari Padamara. (BNC/cie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/02/juremi-plkb-terbaik-purbalingga-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPR SAS Gombong Semakin Dipercaya Masyarakat</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/06/27/bpr-sas-gombong-semakin-dipercaya-masyarakat/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/06/27/bpr-sas-gombong-semakin-dipercaya-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 11:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13494</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN &#8211; Meskipun berada di ibu kota kecamatan Gombong, Kebumen, tepatnya di Jl. Yos Sudarso 381 atau depan Pasar Gombong, namun Bank Perkreditan Rakyat Sinararta Sejahtera (BPR SAS) mampu tumbuh dan berkembang. Bahkan, berdasarkan rating BPR terbaik se Indonesia yang beraset Rp 25 miliar hingga Rp 50 miliar&#8211;seperti dilansir Majalah Infobank edisi Juni 2011&#8211;,BPR SAS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/06/DSC_0591-402x270.jpg" alt="" title="DSC_0591" width="402" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13512" /><br />
KEBUMEN &#8211; Meskipun berada di ibu kota kecamatan Gombong, Kebumen, tepatnya di Jl. Yos Sudarso 381 atau depan Pasar Gombong, namun Bank Perkreditan Rakyat Sinararta Sejahtera (BPR SAS) mampu tumbuh dan berkembang. Bahkan, berdasarkan rating BPR terbaik se Indonesia yang beraset Rp 25 miliar hingga Rp  50 miliar&#8211;seperti dilansir Majalah Infobank edisi Juni 2011&#8211;,BPR SAS  dinyatakan sebagai BPR dengan kriteria &#8220;sangat bagus&#8221;, dan menduduki ranking ke 18.<br />
    &#8220;Setelah dipegang manajemen baru di bawah PT Saudara Jaya Abadi sebagai pemegang saham utama  sejak 2001, BPR SAS kini<br />
semakin dipercaya masyarakat.Padahal bank ini sebelumnya nyaris collaps dan akan ditutup oleh Bank Indonesia,&#8221; ujar Direktur Utama<br />
BPR SAS, Agus Wibowo SE yang didampingi Dewan Komisaris BPR SAS, Drs Kosmantono di kantornya, Jumat (24/6).<br />
    Agus mengakui, di tengah persaingan antar bank yang semakin ketat di Kota Gombong, BPR SAS yang dipimpinnya kini semakin<br />
eksis. Hal ini ditunjukkan dengan total asset yang dimiliki mencapai Rp 25 miliar lebih. Padahal sebelumnya, ketika akan ditutup oleh<br />
BI, bank ini hanya memiliki aset Rp 125 juta, dengan kredit macet saat itu mencapai 90 % lebih. Kini, setelah diambil alih manajemen<br />
baru, BPR yang memiliki 25 karyawan ini mampu  menghimpun asset hingga Rp 25.308.000.000,-, dengan kredit macet rendah sebesar 0.42<br />
persen.<br />
    Agus maupun Kosmantono merasa bangga, bahwa BPR SAS dinilai berhasil. Dalam hal ini, seperti dilansir Majalah Infobank edisi<br />
Juni 2011, penilaian keberhasilan itu berdasarkan total aset, permodalan, aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas dan<br />
efisiensi.Penilaian ini berdasarkan tingkat kesehatan BPR sesuai ketentuan Bank Indonesia.<br />
    &#8220;Rating Infobank berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2009 dan 2010,&#8221; timpal Kosmantono.<br />
    BPR SAS, lanjut Kosmantono, mampu menampung dana masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit, yang sasaran utamanya<br />
adalah usaha kecil dan menengah. Dan sektor ekonomi yang dominan dibiayai BPR SAS adalah sektor perdagangan dan jasa, namun demikian  sektor-sektor lain juga tidak diabaikan seperti pertanian dan perindustrian.<br />
    Saat ini, BPR SAS memiliki daerah operasi cukup,luas, meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo, Banyumas, Cilacap hingga<br />
Banjarnegara.Sementara hingga Desember  2010, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dapat dihimpun sebesar Rp 22.018.000.000,-, dan kredit<br />
yang disalurkan Rp 17.472.000.000,-.  DPK itu tercakup dalam 2032 rekening tabungan, 586 rekening deposito, dan 756 debitur.<br />
    Kosmantono menambahkan, dalam hal pelayanan ke luar kepada debitur/nasabah, selalu diutamakan &#8220;Service Excellent&#8221; atau<br />
pelayanan prima. Seperti misalnya, proses pemberian kredit maksimal dalam 2 hari cair, kepada nasabah-nasabah utama pada hari ulang<br />
tahun dikirim kartu atau kue ulang tahun, dan berbagai cara lain agar nasabah nyaman bermitra dengan BPR SAS Gombong.<br />
    &#8220;Sedangkan pelayanan ke dalam, kemajuan BPR SAS tidak terepas dari kekuatan &#8220;Dream Team&#8221; atau Tim Harapan yang kami, yang<br />
berkekuatan 25 karyawan. Mereka selalu diikutkan dalam pelatihan-pelatihan intern maupun ekstern untuk meningkatkan keahlian dalam<br />
dunia perbankan,&#8221; ujar Kosmantono. (prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/06/27/bpr-sas-gombong-semakin-dipercaya-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sari, Model Kota Kripik yang Ingin jadi Penyanyi</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/26/sari-model-kota-kripik-yang-ingin-jadi-penyanyi/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/26/sari-model-kota-kripik-yang-ingin-jadi-penyanyi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 10:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13203</guid>
		<description><![CDATA[DI KALANGAN     model Purwokerto, nama Eka Tri Wahyu Sari  (24), bukan  nama yang asing lagi. Ia sering menyabet berbagai lomba modelling. “Ada suatu kepuasan  dan kebanggaan tersendiri bisa meraih juara  modelling,” ujar Sari—demikian panggilan  akrab cewek yang lahir di Purwokerto 30 Desember 1981 ini ketika ditemui   seusai mengikuti lomba nyanyi  tunggal Kapolres Cup  yang digelar  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13204" class="wp-caption aligncenter" style="width: 179px"><img class="size-medium wp-image-13204" title="sari5" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/sari5-169x270.jpg" alt="" width="169" height="270" /><p class="wp-caption-text">Sari</p></div>
<p>DI  KALANGAN     model Purwokerto, nama Eka Tri Wahyu Sari  (24), bukan   nama yang asing lagi. Ia sering menyabet berbagai lomba modelling. “Ada  suatu kepuasan  dan kebanggaan tersendiri bisa meraih juara  modelling,”  ujar Sari—demikian panggilan  akrab cewek yang lahir di Purwokerto 30  Desember 1981 ini ketika ditemui   seusai mengikuti lomba  nyanyi  tunggal Kapolres Cup  yang digelar  oleh Keluarga Besar  Putra-Putri Polri di Polres Purbalingga, kemarin</p>
<p>Dalam lomba itu  sendiri, Sari yang kini masih tercatat sebagai mahasiswi di Akademi  Kebidanan YLPP (Yayasan Lembaga Pendidikan Prada) Purwokerto ini,  berhasil meraih juara 2. “Saya menekuni   dunia nyanyi ini belakangan.  Sebelumnya, saya  aktif di modelling. Dua hobby itu, kini  berjalan  bersama, dan saya bertekad ingin menekuninya secara profesional,” ujar   Sari, putra pertama dari 3 bersaudara pasangan Ajun Komisaris Besar Polisi  (AKBP) Hartoto dengan  Ratifah  (Dosen Akademi Keperawatan Depkes RI Purwokerto ) ini.<br />
Di bidang  modelling, Sari mengaku pernah menyabet juara the best cat walk yang  digelar oleh Majalah Tabloid Keren –Beken di Hotel Safari Baturraden  pada tahun 1999. Kemudian  pada tahun 2000, meraih juara 2 kharisma  model millenium, dan the best cat walk kharisma model Indonesia 2000.</p>
<p>Untuk bidang nyanyi, Sari pernah masuk seleksi 50 besar AFI (Akademi  Fantasi  Indonesia)  wilayah pemilihan Semarang. “Waktu itu ada puluhan  ribu peserta seleksi, yang akhirnya diambil 10. Meskipun  tidak masuk 10  besar, namun saya bertekad, suatu saaat akan  menjadi yang terbaik,”  ujar Sari yang piawai bermain alat musik gitar ini.</p>
<p>Kini, Sari,  juga suntuk dengan  order nyanyi di berbagai tempat. “Saya  menguasai  lagu-lagu pop, khususnya pop barat. Namun demikian, saya juga bisa  menyanyikan jalur dangdut, campuir sari, dan pop indonesia, “ ujarnya  sembari menebar senyumnya yang khas.</p>
<p>Selain dunia modelling dan  olah vokal, diam-diam Sari juga  pintar berakting. Diakuinya, kendati  bukan sebagai pemeran utama, namun ia pernah terlibat syuting dalam  sinetron Saras 008 di Jakarta. “Waktu itu saya hanya sebagai pemeran  pembantu,” katanya.<br />
Pengalaman syuting  lainnya, sambung Sari,  yakni berperan sebagai wanita desa dalam film dokumenter kehidupan  penderes gula kelapa di Banyumas yang digarap oleh TPI. “Saya juga  pernah ikut gabung dalam sinteron Tembang Kaki Telanjang yang digarap  oleh TVRI Stasiun Jakarta. Yah..asyik juga sich  ikut syuting…..yang  jelas  dapat uang untuk  tambahan  beli buku-buku kuliah dan keperluan  lainnya,” ujar Sari.   (BNC/sty)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/26/sari-model-kota-kripik-yang-ingin-jadi-penyanyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rudiyanto, Gencar Berantas Buta Aksara</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/01/14/rudiyanto-gencar-berantas-buta-aksara/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/01/14/rudiyanto-gencar-berantas-buta-aksara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 04:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[buta aksara]]></category>
		<category><![CDATA[Rudiyanto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12817</guid>
		<description><![CDATA[TEKAD Rudiyanto, M.Si , penilik Pendidikan Luar Sekolah pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadegan, Purbalingga  untuk memberantas buta aksara di wilayahnya, terus gencar dilakukan. Ia tak segan-segan ke luar masuk dusun yang sulit dijangkau sekalipun, demi seluruh warga Pengadegan melek huruf. &#8220;Lambat laun, mereka yang buta aksara yang tersebar di 9 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEKAD Rudiyanto, M.Si , penilik Pendidikan Luar Sekolah pada Unit   Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadegan,   Purbalingga  untuk memberantas buta aksara di wilayahnya, terus gencar   dilakukan. Ia tak segan-segan ke luar masuk dusun yang sulit dijangkau   sekalipun, demi seluruh warga Pengadegan melek huruf.<br />
&#8220;Lambat  laun, mereka yang buta aksara yang tersebar di 9 desa di  wilayah  Kecamatan Pengadegan, mulai berkurang. Boleh dibilang sekarang  sudah  tidak ada lagi warga Pengadegan yang buta huruf. Itu tak lepas  kerjasama  yang baik antara bidang PLS UPTD Pengadegan dengan aparat  pemerintahan  desa, tak terkecuali hingga jajaran RT, RW,  Posyandu,tenaga teknis  lapangan  dan para tutor,&#8221;  ujar Rudiyanto, M.Si  ketika ditemui  di  ruang kerjanya, Kamis (13/1).<br />
Rudiyanto mengakui, semula hingga  akhir 2010 ada puluhan warga   belajar , baik anak-anak maupun orang tua  yang mengikuti program  keaksaraan. Mereka dijaring mengikuti program  ini, karena tidak bisa  baca tulis. Namun setelah dididik secara intensif  oleh para tutor,  mereka kini sudah  bisa baca tulis. Selanjutnya, warga  belajar itu kini  juga intensif dibekali life skill atau kecakapan  hidup, agar mandiri.</p>
<p>Program kecakapan hidup yang kini  dikembangkan oleh bidang PLS UPTD  Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadean,  yakni disesuaikan dengan minat  warga belajar dan potensi desa  setempat.Diantaranya, pembuatan  kerajinan anyaman bambu, pertukangan,  pembuatan alat  peraga edukatif  untuk anak-anak Pendidikan Anak Usia  Dini  (PAUD) dan Taman  Kanak-kanak  (TK), dan kuliner lokal, seperti  pembuatan tempe kripik  dan sriping pisang.</p>
<p>&#8220;Seiring pemberian  program life skill itu, mereka selain sudah bisa  baca tulis, juga banyak  diantaranya yang sudah  mandiri dari sisi  ekonomi keluarga. Ada  kepuasan dan kebanggan tersendiri, ketika mereka  sudah bisa baca tulis,  dan mandiri,&#8221; ujar Rudiyanto, M.Si (BNC/tgr</p>
<div id="attachment_12818" class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><img class="size-medium wp-image-12818" title="RUDIYANTO, M.SI" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/01/RUDIYANTO-M.SI_-202x270.jpg" alt="" width="202" height="270" /><p class="wp-caption-text">Rudiyanto,M.Si</p></div>
<p>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/01/14/rudiyanto-gencar-berantas-buta-aksara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rian siswi UN tertinggi: bersepeda 3 km tiap hari, uang sakunya Rp. 2 rb</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 02:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[fitran dwi rahayu; kebumen; hasil UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10303</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN &#8211; “Semoga menjadi pemimpin, menjadi tokoh atau menjadi diplomat nanti ya karena bahasa Inggrisnya baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam percakapan telepon dengan Fitrian Dwi Rahayu, siswi berperstasi dari SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagai siswi dengan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) 2010 dengan rata-rata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEBUMEN &#8211; “Semoga menjadi pemimpin, menjadi tokoh atau menjadi diplomat nanti ya karena bahasa Inggrisnya baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam percakapan telepon dengan Fitrian Dwi Rahayu, siswi berperstasi dari SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagai siswi dengan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) 2010 dengan rata-rata 9,95. Ia menjadi salah satu pelajar berprestasi di tingkat nasional dalam nilai UN yang ditelpon langsung oleh presiden.</p>
<p>Prestasi Rian, nama panggilan anak dari pasangan Cipto Raharjo (51) dan Sukarni Mugi Rahayu (43) tentu sangat membanggakan keluarga, sekolah dan juga daerah. Dari sebuah pelosok di Desa Jatiluhur Rt 4/Rw 1, Kecamatan Karanganyar, sebuah kota kecil di barat Kebumen sebelum Gombong, mampu menorehkan prestasi nasional mengalahkan siswa-siswi peserta UN dari perkotaan, dengan fasilitas yang pasti lebih baik. Ini bisa menjadi inspirasi buat guru, pengelola pendidikan dan stakeholder pendidikan lainnya, kalau perstasi tidak mesti harus ditunjang dengan fasilitas mewah dan super lengkap.</p>
<p>Kebanggaan daerah, dalam hal ini Pemkab Kebumen, ditunjukkan dengan pemberian ‘bonus’ Rp. 2 juta yang diserahkan oleh Bupati Nashiruddin. Plus hadiah Rp. 500 ribu dari sebuah operator seluler. Ya dari Karanganyar, Rian telah melambungkan nama Kebumen ke tingkat nasional dalam pendidikan, sampai Presiden SBY menelepon langsung Rian dan menjadi berita nasional baik cetak maupun elektronik dan tentu saja digital.</p>
<p>Rian suka naik sepeda ke sekolahnya yang berjarak 3 km dari rumahnya. Sebuah sepeda mini warna biru tua dengan cat yang sudah kelihatan kusam. Kegemarannya membaca rupanya yang menjadikan dia berprestasi. Di rumahnya, ruang tamu berfungsi sekaligus sebagai perspustakaan umum “Gemati” Kelurahan Jatilihur, dimana orang tua Rian menjadi pengelolalanya. Rian juga membantu orang tuanya ini melayani peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan desa yang mengoleksi sekitar 3000 buku itu, yang berdiri sejak 26 Februari 1996 itu.</p>
<p>“Keakraban’ dengan buku inilah yang menjadi salah satu ‘kiat’ yang menjadikan dia mendapat nilai Bahasa Indonesia 10, IPA 10, Matematika 10, dan Bahasa Inggeris 9,8. Nilai yang nyaris sempurna, bahkan bisa dikatakan sempurna, mengingat Bahasa Inggeris adalah bahasa asing.</p>
<p>Rian yang lahir pada 26 Pebruari 1996 di sela membantu ‘menjaga’ perpustakaan untuk melayani pengunjung tentu saja menyempatkan membaca koleksi buku di situ. Ia tidak memilih-milih buku yang dibacanya. Novel pun dia suka, termasuk trilogy Laskar Pelangi yang telah tuntas dibacanya. Mungkin saja inspirasi dari Laskar Pelangi telah merasuk dalam kesadarannya, untuk meraih prestasi yang tinggi.</p>
<p>Tapi Rian juga bukan siswi bertipe kutubuku, yang menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar. Alokasi waktu untuk bermain tetaplah ada. Bisa dibilang Rian tetaplah remaja putri yang ikut trend, misalnya ia suka bermain HP, ikut jejaring sosial facebook, dan juga bermain gitar.</p>
<p>Yang menarik, Rian menurut penuturan ayahnya lebih suka belajar di pagi hari. Ia sering minta dibangunkan pukul 04.00 dini hari. Sebuah pilihan waktu belajar yang pas, dimana suasana pagi masih hening, dan pikiran masih fresh karena telah beristirahat tidur.</p>
<p>Rian pun selain belajar, juga masih suka membantu orang tuanya mencuci piring, membersihkan rumah atau menyiram bunga di halaman. Berapa uang sakunya? Rp 2 ribu per hari.</p>
<p>Rian, Selamat ya… semoga menginspirasi siswa-siswi di seluruh nusantara. (BNC/ist/rin/berbagai sumber)</p>
<div id="attachment_10304" class="wp-caption alignleft" style="width: 226px"><a rel="attachment wp-att-10304" href="http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/fitriani/"><img class="size-full wp-image-10304" title="fitriani" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/fitriani.jpg" alt="Rian... siswi berprestasi (foto: suaramerdeka.com)" width="216" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Rian... siswi berprestasi (foto: suaramerdeka.com)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budiman Sudjatmiko: Politisi sebaiknya mendengar langsung aspirasi warga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 09:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10116</guid>
		<description><![CDATA[MAJENANG – Para politisi baik itu anggota legislatif, gubernur atau bupati sebaiknya mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan warga di wilayah masing-masing sehingga dapat mendengar aspirasi wraga secara langsung. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPR RI, asal Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Budiman Sudjatmiko, Sabtu(17/04) dalam orasinya pada kegiatan &#8220;Temu Tani Se-Jawa&#8221; di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAJENANG – Para politisi baik itu anggota legislatif, gubernur atau bupati sebaiknya mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan warga di wilayah masing-masing sehingga dapat mendengar aspirasi wraga secara langsung. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPR RI, asal Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Budiman Sudjatmiko, Sabtu(17/04) dalam orasinya pada kegiatan &#8220;Temu Tani Se-Jawa&#8221; di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.</p>
<p>Mantan ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebelum bergabung dengan PDIP ini yakin dengan cara itu masyarakat akan memberikan dukungan maksimal kepada politisi untuk turun ke desa. Seperti dirinya yang pada  kampanye Pemilu Legislatif 2009, dia tidak banyak membuat baliho atau memasang iklan karena menghambur-hamburkan uang.</p>
<p>&#8220;Meskipun tidak banyak memasang baliho, Alhamdulillah saya mendapat suara terbanyak di Daerah Pemilihan Banyumas dan Cilacap,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia pun mengritik iklan para politisi dalam mencari dukungan sebagai menghambur-hamburkan uang. &#8220;Inilah (acara temu tani) adalah cara berpolitik yang benar, bukan menghambur-hamburkan uang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di bagian lain orasinya, ia mengatakan kendati ia telah menjadi wakil rakyat yang duduk di DPR  RI, ia mengakui memperjuangkan amanat konstitusi bukan hal yang mudah. Ia pun mengatakan pemimpin yang tidak sesuai konstitusi akan jatuh dalam kehinaan sejarah.</p>
<p>Acara Temu Tani Se-Jawa yang diadakan di dekat tanah kelahiran Budiman dan merupakan daerah pemilihan (Dapil) yang diwakilinya, dihadiri ratusan wakil serikat petani dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Topik utama acara ini membahas berbagai persoalan pertanahan yang dihadapi petani, terutama menyangkut lahan-lahan sengketa, yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. (BNC/ist/ant/roh)</p>
<div id="attachment_10118" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-10118" href="http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/budiman_sudjatmiko-2/"><img class="size-medium wp-image-10118" title="budiman_sudjatmiko" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/04/budiman_sudjatmiko1-360x270.jpg" alt="Budiman Sudjatmiko" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Budiman Sudjatmiko</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patrialis: Hukuman mati bagi koruptor tidak langgar HAM</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 15:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman mati koruptor; cilacap; nusakambagan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10018</guid>
		<description><![CDATA[CILACAP – Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengatakan hukuman mati termasuk bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diperbolehkan UUD 1945. Hanya saja hukuman mati bagi koruptor di Indonesia hingga saat ini belum dilaksanakan karena adanya prasyarat korupsinya dilakukan pada saat keadaan negara dalam krisis. &#8220;Bila koruptor melakukan korupsi itu saat negara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP – Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengatakan hukuman mati termasuk bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diperbolehkan UUD 1945. Hanya saja hukuman mati bagi koruptor di Indonesia hingga saat ini belum dilaksanakan karena adanya prasyarat korupsinya dilakukan pada saat keadaan negara dalam krisis.</p>
<p>&#8220;Bila koruptor melakukan korupsi itu saat negara dalam keadaan krisis, bencana alam, saat orang sedang susah, dia masih mengkorupsi uang negara. Itu boleh hukuman mati,” ujarnya.</p>
<p>Hal itu dikatakan Patrialis Akbar saat pencanangan program penghijauan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Rabu (07/04).</p>
<p>Sekalipun demikian, menurutnya di masa depan hukuman berat akan diterapkan kepada koruptor dengan merampas atau menyita harta kekayaan sehingga bisa memberi efek jera.</p>
<p>”Sanksi sosial ini akan membuat koruptor jatuh miskin dan tidak bermewah-mewahan dengan hasil perbuatan yang tidak halal ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Dikatakannya, korupsi termasuk perbuatan pemiskinan bangsa karena uang yang dikorupsi dipakai memperkaya diri, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan. (BNC/ist/gr)</p>
<div id="attachment_10019" class="wp-caption alignleft" style="width: 320px"><a rel="attachment wp-att-10019" href="http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/patrialis-akbar/"><img class="size-medium wp-image-10019" title="patrialis akbar" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/04/patrialis-akbar-310x270.jpg" alt="Patrialis Akbar" width="310" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Patrialis Akbar</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TBS terima penghargaan Rotary International</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 14:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[purbalingga; rotary international; triono budi sasongko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9777</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, (TBS) menerima penghargaan Prize Paul Harry Fellow dari President Rotary Internasional. Triyono yang juga rotarian Rotary Club (RC) Area XI (Purwokerto, Purbalingga, dan Cilacap) dinilai telah memberikan peran yang nyata dan signifikan untuk kemajuan pemahaman yang lebih baik dan hubungan ramah diantara bangsa-bangsa di dunia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, (TBS) menerima penghargaan Prize Paul Harry Fellow dari President Rotary Internasional. Triyono yang juga rotarian Rotary Club (RC) Area XI (Purwokerto, Purbalingga, dan Cilacap) dinilai telah memberikan peran yang nyata dan signifikan untuk kemajuan pemahaman yang lebih baik dan hubungan ramah diantara bangsa-bangsa di dunia.</p>
<p>Triyono juga dinilai memiliki kepedulian, kemudahan, serta dukungan dalam membantu kegiatan Rotary di Kabupaten Purbalingga. Kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk komitmen, respon, maupun  aksi.</p>
<p>Penghargaan diberikan langsung oleh Distric Governor (DG) Rotary Indonesia Thomas Aquinas di sebuah rumah makan di Purbalingga, Rabu (24/3) malam.</p>
<p>Komunitas Rotary menilai, Bupati Triyono mampu mensinergikan program-program pemerintah dengan program Rotary sehingga akselerasi program itu dapat memberikan dampak yang lebih terasa bagi masyarakat. Program tersebut antara lain memberikan kaca mata baca bagi anak-anak yang membutuhkan, program penyediaan air bersih, dan berbagai program lainnya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. (BNC/humas/y)</p>
<p><a rel="attachment wp-att-9778" href="http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/triyono-budi/"><img class="alignleft size-full wp-image-9778" title="triyono Budi" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/triyono-Budi.jpg" alt="triyono Budi" width="255" height="219" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KH Sahal Mahfudz: politik praktis mencabik-cabik sesama warga NU</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 16:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[politik praktis NU; muktama NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9743</guid>
		<description><![CDATA[Rois Am Nahdlatul Ulama (NU), KH Sahal Mahfudz dalam pidato pembukaan muktamar NU ke 32 di Makassar (23/03)  mengatakan, politik praktis telah mencabik-cabik sesama warga NU dan telah menurunkan wibawa organisasi yang didirikan para ulama ini, yang juga adalah founding fathers negara bangsa Indonesia. Untuk Anda simpatisan NU warga Banyumas dan sekitarnya, juga pembaca yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rois Am Nahdlatul Ulama (NU), KH Sahal Mahfudz dalam pidato pembukaan muktamar NU ke 32 di Makassar (23/03)  mengatakan, politik praktis telah mencabik-cabik sesama warga NU dan telah menurunkan wibawa organisasi yang didirikan para ulama ini, yang juga adalah founding fathers negara bangsa Indonesia.</p>
<p>Untuk Anda simpatisan NU warga Banyumas dan sekitarnya, juga pembaca yang meminati wacana sosial politik, kami sajikan pidato lengkap dari tokoh ulama asal Kajen, Pati, Jawa Tengah tersebut.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh</p>
<p>Yang terhormat Presiden RI beserta Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan seluruh jajaran kementriannya. Yang terhormat Ketua DPR bersama seluruh anggotanya.</p>
<p>Yang mulia para Duta Besar dan Kepala Perwakilan negara-negara sahabat.</p>
<p>Yang saya muliakan para Alim Ulama, khususnya para ulama dan cendekiawan muslim dari negara-negara sahabat.</p>
<p>Yang terhormat Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sulawesi Selatan bersama seluruh jajarannya selaku tuan rumah dalam muktamar ke 32 ini.</p>
<p>Para muktamirin dan para undangan yang berbahagia.</p>
<p>Pertama-tama saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bersyukur kehadirat Allah Swt, karena atas perkenan dan ridha-Nya, maka kita bisa hadir di dalam forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama, yaitu Muktamar NU ke 32 ini. Selawat dan taslim kita peruntukkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, nabi pembawa rahmat untuk alam semesta.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
Kehadiran NU sebagai organisasi keagamaan sekaligus oraganisasi kemasyarakat terbesar dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia, mempunyai makna penting dan ikut menentukan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. NU lahir dan berkembang dengan corak dan kulturnya sendiri. Sebagai organisasi berwatak keagamaan ahlussunnah wal jama’ah, maka NU menampilkan sikap akomodatif terhadap berbagai madzhab keagamaan yang ada di sekitarnya. NU tidak pernah berfikir untuk menyatukan apalagi menghilangkan madzhab-madzhab keagamaan yang ada.</p>
<p>Dan sebagai organisasi kemasyarakatan, NU menampilkan sikap toleransi terhadap nilai-nilai lokal. NU berakulturasi dan berinteraksi positif dengan tradisi dan budaya masyarakat lokal. Dengan demikian, NU memiliki wawasan multikultural, dalam arti kebijakan sosialnya bukan melindungi tradisi atau budaya setempat, tetapi mengakui manifestasi tradisi dan budaya setempat yang memiliki hak hidup di republik tercinta ini.</p>
<p>Sikap ini sesuai dengan inti faham keislaman NU yang sejalan dengan hadis Nabi: Al-hikmatu dlallatul mu’min, fahaitsu wajadaha fa huwa ahaqqu biha. Hikmah atau nilai-nilai positif untuk umat Islam, darimanapun asalnya ambillah karena itu miliknya umat Islam.<br />
Proses akulturasi tersebut telah menampilkan wajah Islam yang berkeindonesiaan, wajah yang ramah terhadap nilai budaya lokal dan terbuka dengan nilai-nilai universal yang positif. NU juga menghargai perbedaan agama, tradisi, dan kepercayaan, yang merupakan warisan budaya Nusantara. Sikap yang demikian inilah yang memudahkan NU diterima di semua lapisan masyarakat di seluruh kepulauan nusantara.</p>
<p>Konsekwensi NU memilih kembali ke khittah 1928, maka NU memilih jarak sosial yang netral dengan kekuatan politik dan pemerintah. NU menempatkan diri sebagai organisasi keagamaan yang mandiri dan independen. NU memiliki sikap politik ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana. Artinya NU mempersilahkan wargannya memilih dan menyalurkan aspirasi politiknya kepada parpol manapun, atau memilih jalur profesi apapun, yang penting mereka selalu sadar bahwa dirinya sebagai warga nahdhiyin.</p>
<p>Dalam hal tertentu NU bisa bersikap tawaquf atau mendukung kebijakan pemerintah, namun dalam hal lain NU bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan visi kebangsaan yang telah dirumuskan bersama.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
Tantangan warga NU ke depan semakin berat seiring dengan berkembangnya kompleksitas masalah yang muncul di dalam masyarakat. Masa depan datang lebih awal begitu cepat, melampaui kecepatan kita menyiapkan diri. Kita tidak ingin dengan kenyataan ini umat dan warga bangsa kehilangan identitas dan karakter, yang pada gilirannya akan melemahkan sendi-sendi kehidupan kita, baik sebagai umat maupun sebagai warga bangsa. Sadar akan kenyataan ini maka NU sebagai ormas Islam terbesar di republik ini merasa berkewajiban untuk mengambil bagian di dalam mengokohkan strategi budaya dan peradaban bangsa.</p>
<p>Wujud masyarakat masa depan seperti apa yang kita idealkan, sangat ditentukan oleh strategi budaya dan peradaban yang kita pilih saat ini. Dalam menentukan strategi budaya dan peradaban, warga NU selalu berpijak pada perinsip ahlu sunnah waljamaah yang paralel dengan kondisi obyektif bangsa Indonesia yang pluralistik, sebagaimana tertuang di dalam falsafah bangsa, Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>Di dalam menghadapi perkembangan dan dialektika zamannya, NU berpegang kepada prinsip: Al-muhafadhah ’alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid ashlahah, mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.<br />
NU memilih reformasi yang terukur di dalam melaksanakan garis perjuangannya. NU tidak menolerir menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.</p>
<p>Reformasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pergerakan NU, namun NU tidak setuju jika atas nama reformasi kesantunan dan keadaban sosial dinjak-injak, atas nama demokrasi akhlaqul karimah disingkirkan, atas nama transparansi aib orang lain dibuka dengan bebas, atas nama HAM kehidupan homoseksual dan lesbi dilegalkan, atas nama kebasan beragama, dasar-dasar agama orang lain dinodai, dan untuk kepentingan pariwisata, industri seksual ditolerir.</p>
<p>Dalam melakukan pembaharuan dan kritik sosial, NU memiliki cara pandang dan metodologi tersendiri yang dikenal dengan fikrah nahdliyyah, yaitu suatu landasan berfikir bagi warga NU yang mengacu kepada prinsip moderat (fikrah tawasuthiyyah), tolerans (fikrah tasamuhiyyah), reformasi (fikrah ishlahiyyah), dinamis (fikrah tathawwuriyyah), dan metodologis (fikrah manhajiyyah).</p>
<p>Konsepsi ini menjadi ciri khas warga NU di dalam mengukur dan menyelesaikan setiap persoalan. Idealnya konsepsi ini ditingkatkan menjadi konsepsi kebangsaan (fikrah wathaniyyah), kalau perlu menjadi konsepsi global (fikrah ‘alamiyyah).</p>
<p>NU berkeyakinan bahwa jika fikrah-fikrah ini dapat diimplementasikan di tanah air, maka tidak tertutup kemungkinan pusat peradaban dunia Islam masa depan akan bergeser ke Indonesia.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
NU lahir sebelum bangsa ini terbentuk, karena itu kehadirannya ikut serta mengawal proses lahir dan berkembangnya bangsa ini. Kebangsaan (wathaniyah) tidak perlu diragukan. Kepedulian dan komitmennya dalam memperkokoh imajinasi umat Islam Nusantara tentang “bangsa yang merdeka” telah ditunjukkan sejak Muktamar NU di Banjarmasin tahun 1936.</p>
<p>Resolusi jihad tahun 1945, pengukuhan Kepala Negara Republik Indonesia sebagai waliy al-amri al-dharuri bi al-syaukah (pemegang pemerintahan dlaruri dengan kekuatan dan kekuasaan), hingga penerimaan Pancasila dan NKRI sebagai tujuan akhir perjuangan umat Islam, semunya menjadi bukti kongkrit kontribusi NU di dalam membangun bangsa Indonesia.</p>
<p>Peran penting para ulama tak bisa dilupakan dalam meraih loyalitas masyarakat dalam upaya membangun keutuhan bangsa ini. Ciri dan peran utama di dalam membangun bangsa ialah kehadirannya sebagai faqih fi mashalih al-khalqi (memahami dan mengenal dengan baik kemaslahatan makhluk termasuk manusia). Mereka berfungsi sebagai motivator, sumber inspirasi, sekaligus sebagai pelopor di dalam menumbuhkan dinamika yang tinggi di dalam masyarakat.</p>
<p>Sehubungan dengan ini, saya ingin mengingatkan kembali para ulama agar memahami sejarah para pendahulu, the founding fathers bangsa kita. Konsekwensi kembali ke khittah 1928, maka para ulama tidak selayaknya lagi menyeret atau melibatkan atribut-atribut NU ke dalam wilayah politik praktis. Jika hal itu dilakukan, maka akibatnya bukan hanya akan mencabik-cabik sesame warga NU tetapi juga wibawa organisasi akan kehilangan pamor.</p>
<p>Corak keagamaan dan watak kebangsaan NU belakangan ini kembali terusik dengan banyaknya godaan para ulama NU untuk terlibat dalam politik praktis, baik dalam memerebutkan kursi DPR maupun Pilkada. Padahal peran ulama sebagai faqih fi mashalih al-khalqi seharusnya menjadi pendorong dan memberi semangat dan arah bagi dinamika perkembangan politik, ekonomi dan sosial budaya. Ulama akan lebih terhormat manakala tampil sebagai sumber inspirasi dalam menjawab tantangan dan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan.</p>
<p>Namun demikian, komitmen ulama juga harus diikuti dengan komitmen umara atau pemerintah. Umara tidak selayaknya menjadikan ulama hanya sebagai ”pemadam kebakaran”, yang hanya diperlukan pada saat munculnya masalah. Akan tetapi ulama selayaknya juga diikutkan di dalam merumuskan perencanaan pembangunan masa depan bangsa. Bagaimana mungkin para ulama diminta menyelesaikan suatu akibat, sementara sebab yang menyebabkan lahirnya akibat itu tidak pernah dilibatkan.</p>
<p>Dengan bahasa lain, idealnya para ulama tidak hanya diundang oleh Kementerian Sosial tetapi juga oleh perencana pembangunan seperti Bappenas. Dengan demikian, ulama dan umara sama-sama terlibat dan bertanggungjawab penuh untuk kelangsungan bangsa dan negara tercinta ini.</p>
<p>Akhirnya kepada semua pihak baik pemerintah maupun swasta, yang telah memberikan bantuan, dukungan dan partisipasinya pada penyelenggaraan Muktamar NU ke 32 ini, kami atas nama PBNU menyampaikan ucapan terima kasih banyak beserta ucapan do’a jazakumullah khair al-jaza’ wa al-tsawab.</p>
<p>Secara khusus kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia bersama Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan sekaligus kami memohon kesediaannya untuk memberikan pengarahan sekaligus membuka Muktamar NU ke 32 ini. Atas segala kekhilafan dan kekurangan.</p>
<p>Wallahul Muwaffiq ilaa Aqwamith Thooriq<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatulahi wabarokatuh</p>
<p>sumber: www.nu.or.id</p>
<div id="attachment_9744" class="wp-caption alignleft" style="width: 249px"><a rel="attachment wp-att-9744" href="http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/kh-sahal/"><img class="size-full wp-image-9744" title="KH SAHAL" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/KH-SAHAL.jpg" alt="KH Sahal Mahfudz" width="239" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">KH Sahal Mahfudz</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
