<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; PROFIL</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/profil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 10:42:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yunif, Jago Baca Puisi</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Jun 2010 13:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[yunif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10965</guid>
		<description><![CDATA[
Bobotsari &#8211; Namanya Yunif Putra Pradeka. Umurnya belum genap 7 tahun, tepatya lahir di Purbalingga, 10 Agustus 2003. Yunif&#8211;demikian ia biasa dipanggil&#8211;adalah anak tunggal Aji Santosa, S.Pd, guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Bobotsari. Yunif kini masih sekolah di TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari, namun tempat tingganya di Desa Bojong RT 01 RW 05 Kecamatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<div id="attachment_10967" class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><a rel="attachment wp-att-10967" href="http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/yunif-jago-baca-puisi-bnc/"><img class="size-medium wp-image-10967" title="YUNIF, JAGO BACA PUISI-bnc" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/YUNIF-JAGO-BACA-PUISI-bnc-202x270.jpg" alt="Yunif, jago baca puisi Jawa (geguritan) dari  TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari. (Foto: prs)" width="202" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Yunif, jago baca puisi Jawa (geguritan) dari  TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari. (Foto: prs)</p></div>
<p>Bobotsari &#8211; Namanya Yunif Putra Pradeka. Umurnya belum genap 7 tahun, tepatya lahir di Purbalingga, 10 Agustus 2003. Yunif&#8211;demikian ia biasa dipanggil&#8211;adalah anak tunggal Aji Santosa, S.Pd, guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Bobotsari. Yunif kini masih sekolah di TK Aisyiah Bustanul Atfal Bobotsari, namun tempat tingganya di Desa Bojong RT 01 RW 05 Kecamatan Mrebet.</p>
<p>Ada yang patut dibanggakan pada diri Yunif. Pada lomba mengucap syair bahasa Jawa dari tingkat kecamatan, kabupaten dan Eks Karesidenan Banyumas baru-baru ini, ia selalu meraih juara. Jelasnya, mewakili TK Pembina Bobotsari dalam lomba mengucap syair bahasa Jawa, 8 Maret 2010 lalu, Yunif meraih juara 1. Lalu di tingkat Kabupaten  meraih juara 2, dan di tingkat Eks Karesidenan Banyumas meraih juara 1. Hanya saja di tingkat provinsi dalam lomba yang sama yang berlangsung di Gedung PKK Semarang, Yunif baru mempersembahkan peringkat kesembilan.</p>
<p>&#8220;Dalam setiap lomba itu, saya membacakan geguritan (puisi berbahasa Jawa-red) berjudul &#8220;Pak Tani&#8221; sebagai puisi wajib. Sedangkan puisi pilihan, saya membacakan &#8220;Ani-ani&#8221; karya sastrawan Banyumas, Wanto Tirta,&#8221; ujar Yunif  yang didampingi ayahnya, Aji Santosa.</p>
<p>Aji Santosa yang dikenal sebagai pelatih dan pemain teater  ini  menambahkan,  semula  ketika Yunif ditunjuk oleh pihak sekolah untuk mengikuti selesksi lomba di tingkat kecamatan, Aji menolak.</p>
<p>&#8220;Alasan saya, Yunif  harinya tidak lepas dari menangis dan sedikit  kurang jelas mengucapkan huruf  “R ” atau celat. Namun pihak sekolah tetap memaksa. Akhirnya saya menyanggupinya. Ternyata memang benar kata guru anak saya, dalam 1 hari Yunif mampu menghapal 2 puisi. Puisi  (wajib ) terdiri 14 baris dan puisi  pilihan 16 baris,&#8221; ujar Aji yang tekun melatih anaknya  itu hingga piawai membaca geguritan.</p>
<p>Dua hari  menjelang lomba, sambung Aji, anaknya mendadak sakit,  karena takut tidak dibelikan mainan kereta-keretaan jika tidak juara. &#8220;Oleh karena itu hari itu juga saya membelikan mainan dan sakitnya seketika sembuh. Dengan hanya didampingi mbah putri dari istri saya, anak saya maju lomba di  tingkat kecamatan, dan meraih juara satu,&#8221; ujarnya bangga.</p>
<p>Diakui Aji, ternyata meskipun pengucapan “R” belum jelas,  tapi tidak menjadi kendala. Anaknya bisa tampil maksimal.<br />
&#8220;Selama persiapan lomba di tingkat kabupaten,  anak saya tidak sakit, karena sudah saya wanti- wanti, juara atau tidak juara akan saya ajak bermain di alun-alun,&#8221; ujarnya lugas.</p>
<p>Seperti lomba di tingkat kecamatan, Aji pun tidak mendampingi anaknya, tapi didampingi istrinya dan embahnya. Di tingkat kabupaten ini, Yunif meraih juara 2.</p>
<p>Semestinya yang maju di tingkat Eks Karesidenan Banyumas, yang juara 1. Namun mendekati hari H lomba, panitia di tingkat kabupaten mendadak menunjuk Yunif maju ke tigkat Eks Karesidenan Banyumas, dan berhasil ke luar sebagai juara 1.</p>
<p>Atas prestasinya itu, Yunif berhak maju di tingkat Provinsi Jateng di Semarang, 29 Maret silam.Sayang, Yunif belum bisa berbicara banyak dalam lomba di tingkat provinsi. Namun Yunif mauun ayahnya bertekad, suatu saat kelak bisa mempersembahkan yang terbaik mewakil daerahnya.<br />
Aji Santosa menilai,  faktor kekalahan lomba di tingkat propinsi  karena diskriminasi panitia. Yakni menyangkut  faktor dialek. Dialek yang jadi patokan adalah dialek solo (jawa kraton), sedangkan dialek Banyumasan dianggap kasar dan tersasa geli di telinga juri</p>
<p>&#8220;Selain itu, faktor teknis. Dalam juklak lomba ada batasan waktu yaiut 4 menit untuk 2 puisi. Ternyata di propinsi panitia dan juri melanggarnya yakni waktu tidak diperhitungkan. Peserta yang melewati batas waktu tidak di diskwalifikasi , namun  justru malah yang masuk juara,&#8221; ujar Aji Santosa.<br />
Aji juga menilai, juri tidak fair . &#8220;Kalau di propinsi juri berasal dari 4 kabupaten dan jika perserta kabupaten tampil maka juri dari kabupaten itu tidak ikut menilai.Itu tidak fair,&#8221; ujar  Aji yang sering membimbing anak didiknya meraih juara di bidang teater di tingkat kabupaten, eks karesidenan Banyumas hingga Provinsi Jateng ini.</p>
<p>Tapi Aji tidak kecewa atas hal itu. &#8220;Kekalahan anak saya bukan karena anak saya tampil jelek, tapi karena sebuah sistem yang tidak adil dan itu diakui oleh pihak GOPTKI kabupaten purbalingga. Oleh karena itu, saya sangat berharap pihak GOPTKI kabupaten Purbalingga,  dan Dinas Kebudayaan, Pariwisata , Pemuda dan Olah Raga bersedia mendobrak pendiskriminasian dialek Banyumas di tingkat propinsi. Jika tidak , maka rasanya  berat bagi peserta lomba dari kabupaten purbalingga untuk meraih kejuaraan di Propinsi  Jateng,&#8221; kritik Aji . (BNC/prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/06/11/yunif-jago-baca-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyulap Sampah Menjadi Gaun Pengantin</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/06/02/limbah-plastik-disulap-menjadi-gaun-pengantin/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/06/02/limbah-plastik-disulap-menjadi-gaun-pengantin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jun 2010 15:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10723</guid>
		<description><![CDATA[SAMPAH selama ini selalu dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan menjijikan. Namun ditangan seorang perempuan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, limbah sampah telah diubah menjadi barang berharga. Tak hanya souvenir, namun plastik plastik bekas itu disulap menjadi gaun pengantin yang tak kalah anggun dan menarik dengan gaun pada umumnya.
Kesibukan selalu terlihat di tempat Lembaga Kursus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_10724" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-10724" href="http://banyumasnews.com/2010/06/02/limbah-plastik-disulap-menjadi-gaun-pengantin/gaun2/"><img class="size-full wp-image-10724" title="gaun2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/06/gaun2.jpg" alt="Gaun pengantin dari bahan limbah plastik (foto:nan/BNC)" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">Gaun pengantin dari bahan limbah plastik (foto:nan/BNC)</p></div>
<p>SAMPAH selama ini selalu dianggap sebagai sesuatu yang kotor dan menjijikan. Namun ditangan seorang perempuan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, limbah sampah telah diubah menjadi barang berharga. Tak hanya souvenir, namun plastik plastik bekas itu disulap menjadi gaun pengantin yang tak kalah anggun dan menarik dengan gaun pada umumnya.</p>
<p>Kesibukan selalu terlihat di tempat Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bu Nandang di Perumahan Bayur Permai , Gumilir Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.  Di tempat ini terlihat para ibu ibu yang tengah membuat kerajinan berupa souvenir dan perlengkapan dekorasi.</p>
<p>Semua bahan yang menjadi barang barang menarik itu berasal dari limbah sampah. Limbah yang sebagian besar dari plastik dan diperoleh dari warga sekitar itu telah disulap menjadi barang menarik seperti  lampu lampion, tas, bunga, serta pernak pernik lainnya.</p>
<p>Yang unik dan menarik, Bu Nandang pemilik LKP bersama perajin lain telah berhasil membuat sepasang gaun penganten. Gaun pengantin tersebut dibuat untuk acara pernikahan yang bersamaan dengan hari lingkungan hidup sedunia pada tanggal 5 juni 2010 mendatang.</p>
<p>Agar nyaman dipakai, pada bagian dalam gaun digunakan kain spanduk bekas . Lalu kantong plastik warna putih yang telah dibentuk dengan berbagai variasi sesuai pola gaun itu ditempelkan di bagian luar.</p>
<p>Jika dilihat sekilas, gaun itu seperti gaun pada umumnya yang terlihat anggun dan mewah. Namun jika didekati dan dipegang, maka bunyi plastik itu terdengar jelas. Tak heran jika pembuatan gaun itu hanya menghabiskan biaya kurang dari 50 ribu rupiah.</p>
<p>“ Biaya pembuatan gaun ini hanya kurang dari 50 ribu. Karen semua bahan dari barang bekas,” ujar Erni Suhaina atau dikenal dengan Bu Nandang.</p>
<p>Menurut Bu Nandang, ide pemanfaatan limbah tersebut, karena di lingkungan rumah sering berserakan sampah. Setelah memiliki ide memanfaatkan sampah, Bu Nandang kemudian meminta warga untuk memberikan sampah itu kepadanya.</p>
<p>“ Semoga pemanfaatan limbah menjadi barang berharga ini diharapkan dapat mengubah sudut pandang masyarakat terhadap limbah sampah yang selama ini terabaikan,” ujarnya (BNC/tia).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/06/02/limbah-plastik-disulap-menjadi-gaun-pengantin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rian siswi UN tertinggi: bersepeda 3 km tiap hari, uang sakunya Rp. 2 rb</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 May 2010 02:09:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[fitran dwi rahayu; kebumen; hasil UN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10303</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN &#8211; “Semoga menjadi pemimpin, menjadi tokoh atau menjadi diplomat nanti ya karena bahasa Inggrisnya baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam percakapan telepon dengan Fitrian Dwi Rahayu, siswi berperstasi dari SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagai siswi dengan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) 2010 dengan rata-rata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KEBUMEN &#8211; “Semoga menjadi pemimpin, menjadi tokoh atau menjadi diplomat nanti ya karena bahasa Inggrisnya baik,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam percakapan telepon dengan Fitrian Dwi Rahayu, siswi berperstasi dari SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang menorehkan prestasi di tingkat nasional sebagai siswi dengan nilai tertinggi Ujian Nasional (UN) 2010 dengan rata-rata 9,95. Ia menjadi salah satu pelajar berprestasi di tingkat nasional dalam nilai UN yang ditelpon langsung oleh presiden.</p>
<p>Prestasi Rian, nama panggilan anak dari pasangan Cipto Raharjo (51) dan Sukarni Mugi Rahayu (43) tentu sangat membanggakan keluarga, sekolah dan juga daerah. Dari sebuah pelosok di Desa Jatiluhur Rt 4/Rw 1, Kecamatan Karanganyar, sebuah kota kecil di barat Kebumen sebelum Gombong, mampu menorehkan prestasi nasional mengalahkan siswa-siswi peserta UN dari perkotaan, dengan fasilitas yang pasti lebih baik. Ini bisa menjadi inspirasi buat guru, pengelola pendidikan dan stakeholder pendidikan lainnya, kalau perstasi tidak mesti harus ditunjang dengan fasilitas mewah dan super lengkap.</p>
<p>Kebanggaan daerah, dalam hal ini Pemkab Kebumen, ditunjukkan dengan pemberian ‘bonus’ Rp. 2 juta yang diserahkan oleh Bupati Nashiruddin. Plus hadiah Rp. 500 ribu dari sebuah operator seluler. Ya dari Karanganyar, Rian telah melambungkan nama Kebumen ke tingkat nasional dalam pendidikan, sampai Presiden SBY menelepon langsung Rian dan menjadi berita nasional baik cetak maupun elektronik dan tentu saja digital.</p>
<p>Rian suka naik sepeda ke sekolahnya yang berjarak 3 km dari rumahnya. Sebuah sepeda mini warna biru tua dengan cat yang sudah kelihatan kusam. Kegemarannya membaca rupanya yang menjadikan dia berprestasi. Di rumahnya, ruang tamu berfungsi sekaligus sebagai perspustakaan umum “Gemati” Kelurahan Jatilihur, dimana orang tua Rian menjadi pengelolalanya. Rian juga membantu orang tuanya ini melayani peminjaman dan pengembalian buku di perpustakaan desa yang mengoleksi sekitar 3000 buku itu, yang berdiri sejak 26 Februari 1996 itu.</p>
<p>“Keakraban’ dengan buku inilah yang menjadi salah satu ‘kiat’ yang menjadikan dia mendapat nilai Bahasa Indonesia 10, IPA 10, Matematika 10, dan Bahasa Inggeris 9,8. Nilai yang nyaris sempurna, bahkan bisa dikatakan sempurna, mengingat Bahasa Inggeris adalah bahasa asing.</p>
<p>Rian yang lahir pada 26 Pebruari 1996 di sela membantu ‘menjaga’ perpustakaan untuk melayani pengunjung tentu saja menyempatkan membaca koleksi buku di situ. Ia tidak memilih-milih buku yang dibacanya. Novel pun dia suka, termasuk trilogy Laskar Pelangi yang telah tuntas dibacanya. Mungkin saja inspirasi dari Laskar Pelangi telah merasuk dalam kesadarannya, untuk meraih prestasi yang tinggi.</p>
<p>Tapi Rian juga bukan siswi bertipe kutubuku, yang menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar. Alokasi waktu untuk bermain tetaplah ada. Bisa dibilang Rian tetaplah remaja putri yang ikut trend, misalnya ia suka bermain HP, ikut jejaring sosial facebook, dan juga bermain gitar.</p>
<p>Yang menarik, Rian menurut penuturan ayahnya lebih suka belajar di pagi hari. Ia sering minta dibangunkan pukul 04.00 dini hari. Sebuah pilihan waktu belajar yang pas, dimana suasana pagi masih hening, dan pikiran masih fresh karena telah beristirahat tidur.</p>
<p>Rian pun selain belajar, juga masih suka membantu orang tuanya mencuci piring, membersihkan rumah atau menyiram bunga di halaman. Berapa uang sakunya? Rp 2 ribu per hari.</p>
<p>Rian, Selamat ya… semoga menginspirasi siswa-siswi di seluruh nusantara. (BNC/ist/rin/berbagai sumber)</p>
<div id="attachment_10304" class="wp-caption alignleft" style="width: 226px"><a rel="attachment wp-att-10304" href="http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/fitriani/"><img class="size-full wp-image-10304" title="fitriani" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/05/fitriani.jpg" alt="Rian... siswi berprestasi (foto: suaramerdeka.com)" width="216" height="198" /></a><p class="wp-caption-text">Rian... siswi berprestasi (foto: suaramerdeka.com)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/05/09/rian-siswi-un-tertinggi-bersepeda-3-km-tiap-hari-uang-sakunya-rp-2-rb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budiman Sudjatmiko: Politisi sebaiknya mendengar langsung aspirasi warga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 09:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10116</guid>
		<description><![CDATA[MAJENANG – Para politisi baik itu anggota legislatif, gubernur atau bupati sebaiknya mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan warga di wilayah masing-masing sehingga dapat mendengar aspirasi wraga secara langsung. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPR RI, asal Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Budiman Sudjatmiko, Sabtu(17/04) dalam orasinya pada kegiatan &#8220;Temu Tani Se-Jawa&#8221; di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAJENANG – Para politisi baik itu anggota legislatif, gubernur atau bupati sebaiknya mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan warga di wilayah masing-masing sehingga dapat mendengar aspirasi wraga secara langsung. Demikian dikatakan anggota Komisi II DPR RI, asal Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Budiman Sudjatmiko, Sabtu(17/04) dalam orasinya pada kegiatan &#8220;Temu Tani Se-Jawa&#8221; di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.</p>
<p>Mantan ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebelum bergabung dengan PDIP ini yakin dengan cara itu masyarakat akan memberikan dukungan maksimal kepada politisi untuk turun ke desa. Seperti dirinya yang pada  kampanye Pemilu Legislatif 2009, dia tidak banyak membuat baliho atau memasang iklan karena menghambur-hamburkan uang.</p>
<p>&#8220;Meskipun tidak banyak memasang baliho, Alhamdulillah saya mendapat suara terbanyak di Daerah Pemilihan Banyumas dan Cilacap,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia pun mengritik iklan para politisi dalam mencari dukungan sebagai menghambur-hamburkan uang. &#8220;Inilah (acara temu tani) adalah cara berpolitik yang benar, bukan menghambur-hamburkan uang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di bagian lain orasinya, ia mengatakan kendati ia telah menjadi wakil rakyat yang duduk di DPR  RI, ia mengakui memperjuangkan amanat konstitusi bukan hal yang mudah. Ia pun mengatakan pemimpin yang tidak sesuai konstitusi akan jatuh dalam kehinaan sejarah.</p>
<p>Acara Temu Tani Se-Jawa yang diadakan di dekat tanah kelahiran Budiman dan merupakan daerah pemilihan (Dapil) yang diwakilinya, dihadiri ratusan wakil serikat petani dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Topik utama acara ini membahas berbagai persoalan pertanahan yang dihadapi petani, terutama menyangkut lahan-lahan sengketa, yang akhir-akhir ini sering muncul ke permukaan. (BNC/ist/ant/roh)</p>
<div id="attachment_10118" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-10118" href="http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/budiman_sudjatmiko-2/"><img class="size-medium wp-image-10118" title="budiman_sudjatmiko" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/04/budiman_sudjatmiko1-360x270.jpg" alt="Budiman Sudjatmiko" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Budiman Sudjatmiko</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/18/budiman-sudjatmiko-politisi-sebaiknya-mendengar-langsung-aspirasi-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Patrialis: Hukuman mati bagi koruptor tidak langgar HAM</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 15:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[hukuman mati koruptor; cilacap; nusakambagan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=10018</guid>
		<description><![CDATA[CILACAP – Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengatakan hukuman mati termasuk bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diperbolehkan UUD 1945. Hanya saja hukuman mati bagi koruptor di Indonesia hingga saat ini belum dilaksanakan karena adanya prasyarat korupsinya dilakukan pada saat keadaan negara dalam krisis.
&#8220;Bila koruptor melakukan korupsi itu saat negara dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CILACAP – Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar mengatakan hukuman mati termasuk bagi koruptor tidak melanggar hak asasi manusia (HAM) dan diperbolehkan UUD 1945. Hanya saja hukuman mati bagi koruptor di Indonesia hingga saat ini belum dilaksanakan karena adanya prasyarat korupsinya dilakukan pada saat keadaan negara dalam krisis.</p>
<p>&#8220;Bila koruptor melakukan korupsi itu saat negara dalam keadaan krisis, bencana alam, saat orang sedang susah, dia masih mengkorupsi uang negara. Itu boleh hukuman mati,” ujarnya.</p>
<p>Hal itu dikatakan Patrialis Akbar saat pencanangan program penghijauan Pulau Nusakambangan, Cilacap, Rabu (07/04).</p>
<p>Sekalipun demikian, menurutnya di masa depan hukuman berat akan diterapkan kepada koruptor dengan merampas atau menyita harta kekayaan sehingga bisa memberi efek jera.</p>
<p>”Sanksi sosial ini akan membuat koruptor jatuh miskin dan tidak bermewah-mewahan dengan hasil perbuatan yang tidak halal ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Dikatakannya, korupsi termasuk perbuatan pemiskinan bangsa karena uang yang dikorupsi dipakai memperkaya diri, yang seharusnya digunakan untuk pembangunan. (BNC/ist/gr)</p>
<div id="attachment_10019" class="wp-caption alignleft" style="width: 320px"><a rel="attachment wp-att-10019" href="http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/patrialis-akbar/"><img class="size-medium wp-image-10019" title="patrialis akbar" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/04/patrialis-akbar-310x270.jpg" alt="Patrialis Akbar" width="310" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Patrialis Akbar</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/04/07/patrialis-hukuman-mati-bagi-koruptor-tidak-langgar-ham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TBS terima penghargaan Rotary International</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 14:14:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[purbalingga; rotary international; triono budi sasongko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9777</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, (TBS) menerima penghargaan Prize Paul Harry Fellow dari President Rotary Internasional. Triyono yang juga rotarian Rotary Club (RC) Area XI (Purwokerto, Purbalingga, dan Cilacap) dinilai telah memberikan peran yang nyata dan signifikan untuk kemajuan pemahaman yang lebih baik dan hubungan ramah diantara bangsa-bangsa di dunia.
Triyono [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Bupati Purbalingga, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si, (TBS) menerima penghargaan Prize Paul Harry Fellow dari President Rotary Internasional. Triyono yang juga rotarian Rotary Club (RC) Area XI (Purwokerto, Purbalingga, dan Cilacap) dinilai telah memberikan peran yang nyata dan signifikan untuk kemajuan pemahaman yang lebih baik dan hubungan ramah diantara bangsa-bangsa di dunia.</p>
<p>Triyono juga dinilai memiliki kepedulian, kemudahan, serta dukungan dalam membantu kegiatan Rotary di Kabupaten Purbalingga. Kepedulian itu diwujudkan dalam bentuk komitmen, respon, maupun  aksi.</p>
<p>Penghargaan diberikan langsung oleh Distric Governor (DG) Rotary Indonesia Thomas Aquinas di sebuah rumah makan di Purbalingga, Rabu (24/3) malam.</p>
<p>Komunitas Rotary menilai, Bupati Triyono mampu mensinergikan program-program pemerintah dengan program Rotary sehingga akselerasi program itu dapat memberikan dampak yang lebih terasa bagi masyarakat. Program tersebut antara lain memberikan kaca mata baca bagi anak-anak yang membutuhkan, program penyediaan air bersih, dan berbagai program lainnya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. (BNC/humas/y)</p>
<p><a rel="attachment wp-att-9778" href="http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/triyono-budi/"><img class="alignleft size-full wp-image-9778" title="triyono Budi" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/triyono-Budi.jpg" alt="triyono Budi" width="255" height="219" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/25/tbs-terima-penghargaan-rotary-international/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KH Sahal Mahfudz: politik praktis mencabik-cabik sesama warga NU</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 16:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[politik praktis NU; muktama NU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9743</guid>
		<description><![CDATA[Rois Am Nahdlatul Ulama (NU), KH Sahal Mahfudz dalam pidato pembukaan muktamar NU ke 32 di Makassar (23/03)  mengatakan, politik praktis telah mencabik-cabik sesama warga NU dan telah menurunkan wibawa organisasi yang didirikan para ulama ini, yang juga adalah founding fathers negara bangsa Indonesia.
Untuk Anda simpatisan NU warga Banyumas dan sekitarnya, juga pembaca yang meminati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rois Am Nahdlatul Ulama (NU), KH Sahal Mahfudz dalam pidato pembukaan muktamar NU ke 32 di Makassar (23/03)  mengatakan, politik praktis telah mencabik-cabik sesama warga NU dan telah menurunkan wibawa organisasi yang didirikan para ulama ini, yang juga adalah founding fathers negara bangsa Indonesia.</p>
<p>Untuk Anda simpatisan NU warga Banyumas dan sekitarnya, juga pembaca yang meminati wacana sosial politik, kami sajikan pidato lengkap dari tokoh ulama asal Kajen, Pati, Jawa Tengah tersebut.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh</p>
<p>Yang terhormat Presiden RI beserta Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan seluruh jajaran kementriannya. Yang terhormat Ketua DPR bersama seluruh anggotanya.</p>
<p>Yang mulia para Duta Besar dan Kepala Perwakilan negara-negara sahabat.</p>
<p>Yang saya muliakan para Alim Ulama, khususnya para ulama dan cendekiawan muslim dari negara-negara sahabat.</p>
<p>Yang terhormat Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sulawesi Selatan bersama seluruh jajarannya selaku tuan rumah dalam muktamar ke 32 ini.</p>
<p>Para muktamirin dan para undangan yang berbahagia.</p>
<p>Pertama-tama saya ingin mengajak kita semua untuk bersama-sama bersyukur kehadirat Allah Swt, karena atas perkenan dan ridha-Nya, maka kita bisa hadir di dalam forum tertinggi organisasi Nahdlatul Ulama, yaitu Muktamar NU ke 32 ini. Selawat dan taslim kita peruntukkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw, nabi pembawa rahmat untuk alam semesta.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
Kehadiran NU sebagai organisasi keagamaan sekaligus oraganisasi kemasyarakat terbesar dalam lintasan sejarah bangsa Indonesia, mempunyai makna penting dan ikut menentukan perjalanan sejarah bangsa Indonesia. NU lahir dan berkembang dengan corak dan kulturnya sendiri. Sebagai organisasi berwatak keagamaan ahlussunnah wal jama’ah, maka NU menampilkan sikap akomodatif terhadap berbagai madzhab keagamaan yang ada di sekitarnya. NU tidak pernah berfikir untuk menyatukan apalagi menghilangkan madzhab-madzhab keagamaan yang ada.</p>
<p>Dan sebagai organisasi kemasyarakatan, NU menampilkan sikap toleransi terhadap nilai-nilai lokal. NU berakulturasi dan berinteraksi positif dengan tradisi dan budaya masyarakat lokal. Dengan demikian, NU memiliki wawasan multikultural, dalam arti kebijakan sosialnya bukan melindungi tradisi atau budaya setempat, tetapi mengakui manifestasi tradisi dan budaya setempat yang memiliki hak hidup di republik tercinta ini.</p>
<p>Sikap ini sesuai dengan inti faham keislaman NU yang sejalan dengan hadis Nabi: Al-hikmatu dlallatul mu’min, fahaitsu wajadaha fa huwa ahaqqu biha. Hikmah atau nilai-nilai positif untuk umat Islam, darimanapun asalnya ambillah karena itu miliknya umat Islam.<br />
Proses akulturasi tersebut telah menampilkan wajah Islam yang berkeindonesiaan, wajah yang ramah terhadap nilai budaya lokal dan terbuka dengan nilai-nilai universal yang positif. NU juga menghargai perbedaan agama, tradisi, dan kepercayaan, yang merupakan warisan budaya Nusantara. Sikap yang demikian inilah yang memudahkan NU diterima di semua lapisan masyarakat di seluruh kepulauan nusantara.</p>
<p>Konsekwensi NU memilih kembali ke khittah 1928, maka NU memilih jarak sosial yang netral dengan kekuatan politik dan pemerintah. NU menempatkan diri sebagai organisasi keagamaan yang mandiri dan independen. NU memiliki sikap politik ada di mana-mana tetapi tidak ke mana-mana. Artinya NU mempersilahkan wargannya memilih dan menyalurkan aspirasi politiknya kepada parpol manapun, atau memilih jalur profesi apapun, yang penting mereka selalu sadar bahwa dirinya sebagai warga nahdhiyin.</p>
<p>Dalam hal tertentu NU bisa bersikap tawaquf atau mendukung kebijakan pemerintah, namun dalam hal lain NU bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan visi kebangsaan yang telah dirumuskan bersama.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
Tantangan warga NU ke depan semakin berat seiring dengan berkembangnya kompleksitas masalah yang muncul di dalam masyarakat. Masa depan datang lebih awal begitu cepat, melampaui kecepatan kita menyiapkan diri. Kita tidak ingin dengan kenyataan ini umat dan warga bangsa kehilangan identitas dan karakter, yang pada gilirannya akan melemahkan sendi-sendi kehidupan kita, baik sebagai umat maupun sebagai warga bangsa. Sadar akan kenyataan ini maka NU sebagai ormas Islam terbesar di republik ini merasa berkewajiban untuk mengambil bagian di dalam mengokohkan strategi budaya dan peradaban bangsa.</p>
<p>Wujud masyarakat masa depan seperti apa yang kita idealkan, sangat ditentukan oleh strategi budaya dan peradaban yang kita pilih saat ini. Dalam menentukan strategi budaya dan peradaban, warga NU selalu berpijak pada perinsip ahlu sunnah waljamaah yang paralel dengan kondisi obyektif bangsa Indonesia yang pluralistik, sebagaimana tertuang di dalam falsafah bangsa, Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>Di dalam menghadapi perkembangan dan dialektika zamannya, NU berpegang kepada prinsip: Al-muhafadhah ’alal qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid ashlahah, mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.<br />
NU memilih reformasi yang terukur di dalam melaksanakan garis perjuangannya. NU tidak menolerir menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.</p>
<p>Reformasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pergerakan NU, namun NU tidak setuju jika atas nama reformasi kesantunan dan keadaban sosial dinjak-injak, atas nama demokrasi akhlaqul karimah disingkirkan, atas nama transparansi aib orang lain dibuka dengan bebas, atas nama HAM kehidupan homoseksual dan lesbi dilegalkan, atas nama kebasan beragama, dasar-dasar agama orang lain dinodai, dan untuk kepentingan pariwisata, industri seksual ditolerir.</p>
<p>Dalam melakukan pembaharuan dan kritik sosial, NU memiliki cara pandang dan metodologi tersendiri yang dikenal dengan fikrah nahdliyyah, yaitu suatu landasan berfikir bagi warga NU yang mengacu kepada prinsip moderat (fikrah tawasuthiyyah), tolerans (fikrah tasamuhiyyah), reformasi (fikrah ishlahiyyah), dinamis (fikrah tathawwuriyyah), dan metodologis (fikrah manhajiyyah).</p>
<p>Konsepsi ini menjadi ciri khas warga NU di dalam mengukur dan menyelesaikan setiap persoalan. Idealnya konsepsi ini ditingkatkan menjadi konsepsi kebangsaan (fikrah wathaniyyah), kalau perlu menjadi konsepsi global (fikrah ‘alamiyyah).</p>
<p>NU berkeyakinan bahwa jika fikrah-fikrah ini dapat diimplementasikan di tanah air, maka tidak tertutup kemungkinan pusat peradaban dunia Islam masa depan akan bergeser ke Indonesia.</p>
<p>Hadirin yang berbahagia<br />
NU lahir sebelum bangsa ini terbentuk, karena itu kehadirannya ikut serta mengawal proses lahir dan berkembangnya bangsa ini. Kebangsaan (wathaniyah) tidak perlu diragukan. Kepedulian dan komitmennya dalam memperkokoh imajinasi umat Islam Nusantara tentang “bangsa yang merdeka” telah ditunjukkan sejak Muktamar NU di Banjarmasin tahun 1936.</p>
<p>Resolusi jihad tahun 1945, pengukuhan Kepala Negara Republik Indonesia sebagai waliy al-amri al-dharuri bi al-syaukah (pemegang pemerintahan dlaruri dengan kekuatan dan kekuasaan), hingga penerimaan Pancasila dan NKRI sebagai tujuan akhir perjuangan umat Islam, semunya menjadi bukti kongkrit kontribusi NU di dalam membangun bangsa Indonesia.</p>
<p>Peran penting para ulama tak bisa dilupakan dalam meraih loyalitas masyarakat dalam upaya membangun keutuhan bangsa ini. Ciri dan peran utama di dalam membangun bangsa ialah kehadirannya sebagai faqih fi mashalih al-khalqi (memahami dan mengenal dengan baik kemaslahatan makhluk termasuk manusia). Mereka berfungsi sebagai motivator, sumber inspirasi, sekaligus sebagai pelopor di dalam menumbuhkan dinamika yang tinggi di dalam masyarakat.</p>
<p>Sehubungan dengan ini, saya ingin mengingatkan kembali para ulama agar memahami sejarah para pendahulu, the founding fathers bangsa kita. Konsekwensi kembali ke khittah 1928, maka para ulama tidak selayaknya lagi menyeret atau melibatkan atribut-atribut NU ke dalam wilayah politik praktis. Jika hal itu dilakukan, maka akibatnya bukan hanya akan mencabik-cabik sesame warga NU tetapi juga wibawa organisasi akan kehilangan pamor.</p>
<p>Corak keagamaan dan watak kebangsaan NU belakangan ini kembali terusik dengan banyaknya godaan para ulama NU untuk terlibat dalam politik praktis, baik dalam memerebutkan kursi DPR maupun Pilkada. Padahal peran ulama sebagai faqih fi mashalih al-khalqi seharusnya menjadi pendorong dan memberi semangat dan arah bagi dinamika perkembangan politik, ekonomi dan sosial budaya. Ulama akan lebih terhormat manakala tampil sebagai sumber inspirasi dalam menjawab tantangan dan menyelesaikan persoalan-persoalan kebangsaan.</p>
<p>Namun demikian, komitmen ulama juga harus diikuti dengan komitmen umara atau pemerintah. Umara tidak selayaknya menjadikan ulama hanya sebagai ”pemadam kebakaran”, yang hanya diperlukan pada saat munculnya masalah. Akan tetapi ulama selayaknya juga diikutkan di dalam merumuskan perencanaan pembangunan masa depan bangsa. Bagaimana mungkin para ulama diminta menyelesaikan suatu akibat, sementara sebab yang menyebabkan lahirnya akibat itu tidak pernah dilibatkan.</p>
<p>Dengan bahasa lain, idealnya para ulama tidak hanya diundang oleh Kementerian Sosial tetapi juga oleh perencana pembangunan seperti Bappenas. Dengan demikian, ulama dan umara sama-sama terlibat dan bertanggungjawab penuh untuk kelangsungan bangsa dan negara tercinta ini.</p>
<p>Akhirnya kepada semua pihak baik pemerintah maupun swasta, yang telah memberikan bantuan, dukungan dan partisipasinya pada penyelenggaraan Muktamar NU ke 32 ini, kami atas nama PBNU menyampaikan ucapan terima kasih banyak beserta ucapan do’a jazakumullah khair al-jaza’ wa al-tsawab.</p>
<p>Secara khusus kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia bersama Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono dan sekaligus kami memohon kesediaannya untuk memberikan pengarahan sekaligus membuka Muktamar NU ke 32 ini. Atas segala kekhilafan dan kekurangan.</p>
<p>Wallahul Muwaffiq ilaa Aqwamith Thooriq<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatulahi wabarokatuh</p>
<p>sumber: www.nu.or.id</p>
<div id="attachment_9744" class="wp-caption alignleft" style="width: 249px"><a rel="attachment wp-att-9744" href="http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/kh-sahal/"><img class="size-full wp-image-9744" title="KH SAHAL" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/KH-SAHAL.jpg" alt="KH Sahal Mahfudz" width="239" height="320" /></a><p class="wp-caption-text">KH Sahal Mahfudz</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/23/kh-sahal-mahfudz-politik-praktis-mencabik-cabik-sesama-warga-nu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amien Rais: Pertengahan April ada kejutan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 05:40:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[amien rais; banjarnegara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9553</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA – Mantan ketua MPR RI yang kini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. HM Amien Rais, MA  mengatakan dirinya membutuhkan banyak pertimbangan untuk kembali memimpin Muhammadiyah, setelah sekian lama berkecimpung di Partai Amanat Nasional (PAN). Dia kini merasa menjadi miliknya orang banyak, karenanya tidak punya kebebasan pribadi sepenuhnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_9554" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-9554" href="http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/amien-rais/"><img class="size-medium wp-image-9554" title="amien rais" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/amien-rais-360x270.jpg" alt="HM Amien Rais" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">HM Amien Rais</p></div>
<p>BANJARNEGARA – Mantan ketua MPR RI yang kini menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. HM Amien Rais, MA  mengatakan dirinya membutuhkan banyak pertimbangan untuk kembali memimpin Muhammadiyah, setelah sekian lama berkecimpung di Partai Amanat Nasional (PAN). Dia kini merasa menjadi miliknya orang banyak, karenanya tidak punya kebebasan pribadi sepenuhnya sebagai resiko dari seorang yang menjadi pemimpin.</p>
<p>Hal itu dikatakannya di Merden, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah seusai memberikan Pengajian Akbar &#8220;Menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah&#8221;  Sabtu (13/03). Saat ini dia mengakui adanya ajakan dari sejumlah rekan di Muhammadiyah untuk kembali ke ormas tersebut. Namun ajakan itu harus dipertimbangkan secara matang, Ini mengingat dirinya telah ditunjuk untuk memimpin Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN secara aklamasi dalam kurun lima tahun ke depan pada kongres PAN di Batam.</p>
<p>&#8220;Masak setelah sekian bulan dipilih secara aklamasi untuk memimpin MPP PAN dalam kurun waktu lima tahun, pindah wilayah ke Muhammadiyah. Apakah tidak melanggar etika perjuangan dan kontrak politik,&#8221; katanya.</p>
<p>Kendati demikian, dia mengatakan, akan tetap datang ke pelosok untuk menggiatkan kembali Muhammadiyah, meskipun tidak ada dalam structural Muhammadiyah.Terkait ajakan untuk kembali memimpin Muhammadiyah, ia telah menyampaikan kepada para pengurus PAN maupun Muhammadiyah agar bersabar karena pada pertengahan April mendatang akan ada kejutan.</p>
<p>”Kira-kira pertengahan April ada solusinya,&#8221; kata Amien Rais. (BNC/ist/ant)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/14/amien-rais-pertengahan-april-ada-kejutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panen Perdana Ayam Broiler di Lahan Pasir Pantai</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/03/08/panen-perdana-ayam-broiler-di-lahan-pasir-pantai/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/03/08/panen-perdana-ayam-broiler-di-lahan-pasir-pantai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9457</guid>
		<description><![CDATA[
PEMBERDAYAAN masyarakat pada usaha peternakan demgan kandang di atas lahan pasir pantai di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo melalui Budidaya Ayam Broiler dapat dikatakan berhasil dengan memuaskan.  Karena lokasi tersebut untuk budidaya ayam broiler cukup baik, selain itu lokasinya jauh dengan tempat tinggal (pemukiman penduduk lebih kurang 1.111 meter), udaranya segar (sirkulasi udara sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-10574" href="http://banyumasnews.com/2010/03/08/panen-perdana-ayam-broiler-di-lahan-pasir-pantai/daging-ayam-broiler/"><img class="alignleft size-medium wp-image-10574" title="daging ayam broiler" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/03/daging-ayam-broiler-448x270.jpg" alt="daging ayam broiler" width="448" height="270" /></a></p>
<p>PEMBERDAYAAN masyarakat pada usaha peternakan demgan kandang di atas lahan pasir pantai di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo melalui Budidaya Ayam Broiler dapat dikatakan berhasil dengan memuaskan.  Karena lokasi tersebut untuk budidaya ayam broiler cukup baik, selain itu lokasinya jauh dengan tempat tinggal (pemukiman penduduk lebih kurang 1.111 meter), udaranya segar (sirkulasi udara sangat baik), sarana transportasi baik, yang lebih penting yaitu jauh dari lalu lintas (transportasi ternak) sehingga ayam broiler tidak mudah terkontaminasi penyakit.</p>
<p>Kemudian, lahan pasir pasir pantai cepat mengeringkan <strong>feses</strong> sehingga sedikit menimbulkan bau yang tidak sedap.  Temperatur udara relatif tinggi (38 &#8211; 40 derajat Celcius), karenanya perlu penanganan khusus untuk meningkatkan kelembaban udara di dalam kandang yaitu di antaranya dengan cara menyemprotkan air (kabut air) di dalam kandang.  Cara tersebut dapat mengurangi <strong><em>panting</em></strong> pada ayam broiler.  Di samping itu stres pada ayam broiler akibat panas dapat dikurangi, dengan cara penyemprotan air dilakukan 2 kali sehari yaitu pukul 10.00 dan 13.00 WIB.</p>
<p>Umur ayam broiler yang dipelihara pada kandang di atas lahan pasir pantai di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo sampai dengan tanggal 5 Maret 2010 adalah 30 hari, seharusnya akan dilaksanakan panen perdana di lakukan pada hari rabu tanggal 10 Maret 2010.  Namun melihat pertumbuhan ayam broiler yang baik (rataan bobot badan pada umur 30 hari sudah mencapai 1,95 kg) dan juga melihat kepadatan ayam yang tinggi, maka pada tanggal 06 Maret 2010 sudah dilakukan penjarangan (menjual sebagian ayam broiler) agar stress pada ayam dapat dikurangi.  Sebab, kepadatan kandang yang terlalu tinggi dapat menyebabkan stress dan mortalitas dapat semakin bertambah.  Mortalitas ayam broiler yang dipelihara demgan kandang di atas lahan pasir pantai di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo relatif kecil/di bawah standar yaitu 2,50 %, sedangkan di peternak secara umum mencapai 5 -  5,6 %.</p>
<p>Hal-hal yang menarik pada pemeliharaan ayam broiler pada kandang di atas lahan pasir pantai di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo adalah perubahan suhu udara yang drastis dari siang hari ke malam hari.  Suhu udara pada siang hari sangat panas (dapat mencapai 40 derajat Celcius) dan pada malam hari mencapai 24 derajad celcius).  Permasalahan yang muncul adalah pada saat pemeliharaan periode awal <strong><em>(starting period)</em></strong> yang membutuhkan panas yang cukup yakni 39 derajat celcius, sehingga dibutuhkan penanganan yang cepat agar suhu udara di dalam <strong><em>brooder</em></strong> tetap terjaga dan anak ayam broiler (DOC) tidak stress akibat perubahan suhu udara tersebut.</p>
<p>Pemeliharaan ayam broiler pada kandang di atas lahan pasir pantai di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo memang membutuhkan penanganan yang sedikit berbeda dan kerja ekstra, apabila dibandingkan pada pemeliharaan ayam broiker pada daerah-daerah yang mempunyai suhu udara relatif stabil (tidak terjadi perubahan suhu yang drastis).  Khusus budidaya ayam broiler pada kandang di atas lahan pasir pantai yang perlu diperhatikan adalah penanganan pada awal periode pertumbuhan <strong><em>(brooding)</em></strong> yang harus dijaga sebaik mungkin, dengan maksud agar anak ayam (DOC) tidak stress.  Caranya yaitu dengan pengaturan sirkulasi udara (sebab kecepatan angin di pantai selatan sangat kencang), sehingga diharapkan agar ayam dapat nyaman berada di dalam kandang.  Di samping itu, dalam pengaturan kelembaban kandang pada saat ayam broiler terlihat melakukan akitivitas <strong><em>panting</em></strong>, yaitu dengan segera dilakukan penyemprotan air (seperti kabut) untuk meningkatkan kelembaban udara di dalam kandang.</p>
<p>Ayam broiler semakin besar, maka panas yang timbul di dalam kandang akan semakin panas dan berakibat ayam broiler menjadi stress.  Akibat selanjutnya adalah masuknya penyakit dan yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kematian yang tinggi.  Oleh karena itu, pada pemeliharaan ayam broiler di lahan pasir pantai yang harus diamati yaitu aktivitas ayam tersebut secara terus menerus, agar dapat melihat perubahan pada ayam dan dapat segera mengambil keputusan untuk melakukan penanganan agar ayam broiler tetap nyaman hidup di kandang di atas lahan pasir pantai.</p>
<p>Perlu kami informasikan pula ternyata bahwa respon masyarakat sangat baik, terbukti ada beberapa desa tetangga yang ingin memelihara ayam broiler, selanjutnya beberapa masyarakat di lahan pasir pantai Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo, ternyata setelah ditanya siapa di antara bapak-bapak dan ibu-ibu yang mau memelihara ayam broiler, mereka menjawab saya siap.  Mereka tertarik karena melihat performan ayam broiler yang baik dengan bobot badan yang dicapai melebihi dari standar perusahaan pembibitnya.</p>
<p>Lokasi kandang di atas lahan pasir pantai di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo kira-kira 233 meter dari laut pantai selatan.  Kendala utama pada budidaya ayam broiler di atas lahan pasir pantai di antaranya adalah perubahan suhu udara pada siang hari ke malam hari yang sangat drastis (dari 39-40 derajat pada siang hari dan malam hari antara 23-24 derajat Celcius), sehingga harus ada penanganan cepat agar suhu di dalam kandang tetap stabil (khususnya pada saat periode <strong><em>Brooding</em></strong> dari umur 1 hari sampai 12 hari).  Untuk mengatasi kondisi tersebut, penanganan yang sudah kami lakukan yaitu memasang tirai tambahan di batas kandang (yang digunakan untuk <strong><em>kandang brooder</em></strong>) dan di atasnya ditutup dengan tirai agar udara tidak mudah masuk.  Pada penutupan bagian atas <strong><em>brooder</em></strong> tersebut sambil dilihat aktivitas anak ayam (DOC), apakah suhu udara cukup atau tidak.  Kalau kepanasan, maka tirai penutup yang di bagian atas dibuka seperempat bagian.  Selanjutnya, pengamatan aktivitas DOC harus dilakukan sepanjang siang dan malam.  Adapun, pembukaan tirai bagian atas, antara siang hari dan malam hari berbeda, apabila pada siang hari tirai bagian atas dapat dibuka semua dan pada malam hari, tirai harus ditutup sebagian (tergantung aktivitas DOC).</p>
<p>Pada saat sudah lepas <strong><em>brooder</em></strong>, maka pada siang hari harus dilakukan penyemprotan dengan air (seperti kabut) diharapkan agar suhu udara tidak terlalu panas dan kelembaban udara dapat terjaga.  Penyemprotan dilakukan dengan sprayer pada pukul 10.00 dan 13.00.</p>
<p>Kondisi ayam broiler pada kandang di atas lahan pasir pantai Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabbupaten Purworejo selama pemeliharaan sehat-sehat saja, tapi ada beberapa ekor yang terjepit lantai bambu, sehingga mengalami patah kaki atau sayap (itu masalah biasa yang sering terjadi pada usaha peternakan ayam dimanapun).</p>
<p>Untuk strain yang cocok dipelihara di atas lahan pasir pantai pesisir selatan Desa Munggangsari, kami belum dapat mengatakan mana yang lebih baik. Namun demikian, berdasarkan pengamatan di lokasi, kani menyarankan sebaiknya ayam broiler yang dipelihara di lokasi di atas lahan pasir yaitu ayam broiler yang mempunyai pertumbuhan yang lambat di awal pertumbuhan (umur 1 hari &#8211; 2/3 minggu) dan mulai umur 3/4 minggu pertumbuhan yang cepat serta ayam broiler yang mempunyai pertumbuhan bulu yang cepat.  Hal tersebut, untuk mengantisipasi perubahan suhu yang drastis.</p>
<p>Pemeliharaan ayam broiler di atas lahan yang biasa dilakukan oleh para peternak (lahan normal) sedikit berbeda dengan lahan pasir tepian pantai.  Kalau di lahan pantai kondisi udara masih segar, jauh dari pemukiman penduduk, feses cepat kering karena suhu udara sangat panas pada siang hari, jauh dari transportasi ternak (jalan raya) antara daerah, mudah mendapatkan air bersih dan sehat.  Ini perbedaan antara lahan pantai dengan lahan normal.  Namun kelebihan dan kekurangan tersebut dapat dikendalikan dengan cepat, tetapi jangan sampai penanganan tersebut menyebabkan ayam broiler menjadi stress<strong> </strong><strong>( Ir. Winarto Hadi, MS)</strong></p>
<p><strong> </strong><em>Penulis ,Koordinator Lapangan Budidaya Ayam Broiler pa</em><em>da lahan pasir pantai Eks Tambang Pasir Besi </em><em>di Desa Munggangsari Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/03/08/panen-perdana-ayam-broiler-di-lahan-pasir-pantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Banjarnegara Dukung Ecolabelling Batik Gumelem</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/02/25/bupati-banjarnegara-dukung-ecolabelling-batik-gumelem/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/02/25/bupati-banjarnegara-dukung-ecolabelling-batik-gumelem/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 13:20:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=9196</guid>
		<description><![CDATA[

 
 
BANJARNEGARA – Batik Gumelem masih sangat potensial untuk dikembangkan baik dari segi ekonomi, sosial maupun aspek lingkungannya. Batik Gumelem juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung sektor pariwisata, bahkan bisa dijadikan sebagai tujuan wisata. Namun beberapa hal seperti supply bahan baku yang belum kontinyu, mutunya yang bervariasi dan cenderung tidak terkontrol menjadi kendala tersendiri dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong></p>
<div id="attachment_9197" class="wp-caption alignleft" style="width: 1310px"><strong><a rel="attachment wp-att-9197" href="http://banyumasnews.com/2010/02/25/bupati-banjarnegara-dukung-ecolabelling-batik-gumelem/batik-gumelem1/"><img class="size-full wp-image-9197" title="batik gumelem1" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/batik-gumelem1.jpg" alt="Pengunjung mengamati batik Khas Gumelem (foto:dhy/BNC)" width="1300" height="924" /></a></strong><p class="wp-caption-text">Pengunjung mengamati batik Khas Gumelem (foto:dhy/BNC)</p></div>
<p></strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>BANJARNEGARA – Batik Gumelem masih sangat potensial untuk dikembangkan baik dari segi ekonomi, sosial maupun aspek lingkungannya. Batik Gumelem juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung sektor pariwisata, bahkan bisa dijadikan sebagai tujuan wisata. Namun beberapa hal seperti <em>supply</em> bahan baku yang belum kontinyu, mutunya yang bervariasi dan cenderung tidak terkontrol menjadi kendala tersendiri dalam pengembangannya.</p>
<p>“Batik Gumelem memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan batik-batik dari daerah lain. Untuk itu kami sangat tertarik bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam menerapkan teknologi produksi untuk UKM Batik Gumelem,” ujar Suparni Setyowati Rahayu, Ketua Program Hibah Kemitraan Batik Gumelem dari politeknik Negeri Semarang.</p>
<div id="attachment_9198" class="wp-caption alignleft" style="width: 1310px"><a rel="attachment wp-att-9198" href="http://banyumasnews.com/2010/02/25/bupati-banjarnegara-dukung-ecolabelling-batik-gumelem/ecolabelling_radarmas/"><img class="size-full wp-image-9198" title="ecolabelling_Radarmas" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/02/ecolabelling_Radarmas.jpg" alt="Ecolabelling Batik Gumelem tembus pasar global (foto:dhy/BNC)" width="1300" height="912" /></a><p class="wp-caption-text">Ecolabelling Batik Gumelem tembus pasar global (foto:dhy/BNC)</p></div>
<p>“Peta permasalahan yang ada di UKM Batik Gumelem masih berkisar pada kurang efisiennya produksi, seperti penggunaan bahan bakarnya belum terukur, belum adanya penangkap lilin/ malam, alat pencampur pewarna belum mekanis, tungku dan bak pelorodan tidak hemat energi dan yang paling utama adalah belum menggunakan zat warna alami. Padahal jika sudah menggunakan pewarna alami dan menyandang gelar produk <em>ecolabelling</em>, maka mudah bagi Batik Gumelem untuk menembus pasar global,” imbuh Suparni.</p>
<p><em>Ecolabelling</em> menuntut bahwa setiap produk dagangan harus telah didasarkan pada kelestarian sumber daya dan ekosistem dari lingkungan hidup. Program Hibah Kemitraan ini rencananya akan dilaksanakan selama tiga tahun kedepan, dimulai pada tahun 2010 ini. “Kami akan mencoba membenahi aspek produksi, manajemen, sumber daya manusia, sarana prasarana dan finansial pengrajin Batik Gumelem. Untuk tahun pertama ini target kami menekan keluaran bukan produk dibawah 5% dari total biaya produksi, serta 30% produk batik sudah menggunakan <em>ecolabelling</em>,” papar Suparni, Rabu (24/2) di hadapan Bupati Banjarnegara.</p>
<p>Program Kemitraan yang dijalin Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Banjarnegara, UKM Batik Gumelem dan Pemkab Banjarnegara ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata. “Tujuan akhirnya kami ingin melakukan penghematan biaya produksi, pemanfaatan dan pengelolaan limbah, membentuk pola pikir pengusaha batik untuk melakukan produksi seefisien mungkin, kerjasama teknologi bersih berkelanjutan dan <em>eco</em> efisiensi, peningkatan efisiensi produksi dan peningkatan kesejahteraan pengusaha Batik Gumelem,” lanjut Suparni.</p>
<p>Program kemitraan serupa, menurut Suparni, pernah dilakukan untuk pengrajin batik di Kabupaten dan Kota Pekalongan, serta di Lawean, Solo. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Ibu dari Politeknik Negeri Semarang, semoga program kemitraan ini bisa terlaksana dengan lancar dan sukses. Kami, selaku Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, selalu mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas, apalagi jika ini berkontribusi langsung untuk mengeliminir dampak <em>global warming</em>,” ujar Bupati Djasri (BNC/dhy)<strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/02/25/bupati-banjarnegara-dukung-ecolabelling-batik-gumelem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->