<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; PROFIL</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/profil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 07:35:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Wanita Gelandangan itu &#8216;Mengganggu&#8217; Upacara Kemerdekaan RI</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/17/wanita-gelandangan-itu-mengganggu-upacara-kemerdekaan-ri/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/17/wanita-gelandangan-itu-mengganggu-upacara-kemerdekaan-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 08:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13621</guid>
		<description><![CDATA[“Garuda pancasila, akulah pendukungmu, paktriok prokmalasi sedia berkobar untukmu”, itulah bait lagu Garuda Pancasila yang syairnya dinyanyikan dengan salah oleh seorang wanita tua. Jika dia menyanyi ditempat yang tepat, tak jadi masalah. Namun wanita ini menyanyi saat suasana mengheningkan cipta pada upacara memperingati Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto,Rabu (17/08). Karuan saja, peserta upacara langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_13622" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/suparmi-360x270.jpg" alt="" title="tujuhbeklasan 009" width="360" height="270" class="size-medium wp-image-13622" /><p class="wp-caption-text">SENYUM PERJUANGAN: Suparmi (67), wanita Gepeng yang diusir dari lokasi Upara Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto, Rabu (17/08), karena dianggap mengganggu (foto:tia/BNC)</p></div><br />
“Garuda pancasila, akulah pendukungmu, paktriok prokmalasi sedia berkobar untukmu”, itulah bait lagu Garuda Pancasila yang syairnya dinyanyikan dengan salah oleh seorang wanita tua. Jika dia menyanyi ditempat yang tepat, tak jadi masalah. Namun wanita ini menyanyi saat suasana mengheningkan cipta pada upacara memperingati Kemerdekaan RI di alun alun Purwokerto,Rabu (17/08).</p>
<p>Karuan saja, peserta upacara langsung beralih perhatian ke wanita tersebut. Melihat gelagat yang kurang baik, sejumlah petugas buru buru mendekati wanita tersebut.<br />
<img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/08/suparmi-polisi-360x270.jpg" alt="SOPAN: Polisi dengan sopan meminta Bu Suparmi meninggalkan lokasi upacara (foto:tia/BNC)" title="tujuhbeklasan 002" width="360" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13623" /><br />
 “Nuwun sewu bu nuwun sewu jangan menyanyi disini. Sedang ada upacara,” ujar petugas Lantas Polres Banyumas yang kebetulan berada di sekitar lokasi.</p>
<p>Bukannya pergi, wanita yang mengaku bernama Suparmi (67), warga Kelurahan Rejasari Kecamatan Purwokerto Barat ini malah ngomel. Sambil mengumpat petugas yang mengusirnya, wanita ini terus membunyikan alat music kecrek yang dibawanya.</p>
<p>Menurut Suparmi, dia ingin menyumbangkan lagu untuk memperingati upacacara tersebut. “ Saya mau ikut mereyakan tujuhbelasan sambil  ngamen dengan lagu ini, supaya dapat uang, ujar Suparmi. Namun karena dianggap mengganggu petugas tetap mengusirnya. Setelah diberi uang dua ribu perak, wanita yang mengaku pernah ikut berjuang ini akhirnya pergi. </p>
<p>Ibu Suparmi mungkin saja dulu adalah salah seorang pejuang wanita. Tetapi kehadirannya di moment itu dianggap tidak tepat. Mungkin saja Bu Suparmi sekedar ingin mengenang masa lalunya dengan menyanyikan lagu perjuangan, agar dia tetap bersemangat menjalani profesi sebagai gelandangan. Semoga tak ada mantan pejuang yang terlantar di negeri ini (tia hasan-purwokerto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/17/wanita-gelandangan-itu-mengganggu-upacara-kemerdekaan-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Juremi PLKB Terbaik Purbalingga 2011</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/02/juremi-plkb-terbaik-purbalingga-2011/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/02/juremi-plkb-terbaik-purbalingga-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Aug 2011 14:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13575</guid>
		<description><![CDATA[PENYULUH Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Karanganyar, Juremi, mendapat penghargaan sebagai Juara PLKB Terbaik 1 Tingkat Kabupaten Purbalingga 2011. Penghargaan langsung diberikan Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi pada Upacara Hari Keluarga Ke-18 Tahun 2011 di Halaman Pendopo Dipokusumo, Senin lalu. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Juremi dalam memotivasi para keluarga di Kecamatan Karanganyar untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENYULUH Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Karanganyar, Juremi, mendapat penghargaan sebagai Juara PLKB Terbaik 1 Tingkat Kabupaten Purbalingga 2011. Penghargaan langsung diberikan Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi pada Upacara Hari Keluarga Ke-18 Tahun 2011 di Halaman Pendopo Dipokusumo, Senin lalu.</p>
<p>Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Juremi dalam memotivasi para keluarga di Kecamatan Karanganyar untuk mengikuti KB, mewujudkan keluarga dengan jumlah ideal yang biasa disebut catur warga terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak dengan jarak kelahiran yang diatur. Bupati Heru yang dikenal berkomitmen tinggi dalam penggalakkan Program KB, optimis keluarga kecil akan lebih mudah memuwujudkan kesejahteraan dan generasi berkualitas.</p>
<p>“Penduduk besar yang berkualitas memang bisa menjadi modal pembangunan. Tapi, penduduk besar yang tidak berkualitas justru akan menjadi beban pembangunan,” tegasnya.</p>
<p>Selain PLKB Terbaik, Pemkab Purbalingga juga memberikan penghargaan kepada Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) Terbaik 1 kepada Kuswati dari Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, dan Sub PPKBD Terbaik 1 kepada Rasyati dari Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, penghargaan serupa juga diberikan kepada perwakilan PIK Remaja Terbaik 1 Al Manhaj Bukateja, Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) Terbaik 1 ”Sariasih” Kejobong, Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) Terbaik 1 ”Remaja Sehat” Karanganyar, Kelompok Bina Keluarga Lansia (BLK) Terbaik ”Karya Utami” Pengadegan, Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Terbaik 1 ”Kopermada” dan Keluarga Anna – Rokhmanuddin sebagai Keluarga Harmonis Terbaik 1 dari Padamara. (BNC/cie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/02/juremi-plkb-terbaik-purbalingga-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPR SAS Gombong Semakin Dipercaya Masyarakat</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/06/27/bpr-sas-gombong-semakin-dipercaya-masyarakat/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/06/27/bpr-sas-gombong-semakin-dipercaya-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 11:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KEBUMEN]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13494</guid>
		<description><![CDATA[KEBUMEN &#8211; Meskipun berada di ibu kota kecamatan Gombong, Kebumen, tepatnya di Jl. Yos Sudarso 381 atau depan Pasar Gombong, namun Bank Perkreditan Rakyat Sinararta Sejahtera (BPR SAS) mampu tumbuh dan berkembang. Bahkan, berdasarkan rating BPR terbaik se Indonesia yang beraset Rp 25 miliar hingga Rp 50 miliar&#8211;seperti dilansir Majalah Infobank edisi Juni 2011&#8211;,BPR SAS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/06/DSC_0591-402x270.jpg" alt="" title="DSC_0591" width="402" height="270" class="aligncenter size-medium wp-image-13512" /><br />
KEBUMEN &#8211; Meskipun berada di ibu kota kecamatan Gombong, Kebumen, tepatnya di Jl. Yos Sudarso 381 atau depan Pasar Gombong, namun Bank Perkreditan Rakyat Sinararta Sejahtera (BPR SAS) mampu tumbuh dan berkembang. Bahkan, berdasarkan rating BPR terbaik se Indonesia yang beraset Rp 25 miliar hingga Rp  50 miliar&#8211;seperti dilansir Majalah Infobank edisi Juni 2011&#8211;,BPR SAS  dinyatakan sebagai BPR dengan kriteria &#8220;sangat bagus&#8221;, dan menduduki ranking ke 18.<br />
    &#8220;Setelah dipegang manajemen baru di bawah PT Saudara Jaya Abadi sebagai pemegang saham utama  sejak 2001, BPR SAS kini<br />
semakin dipercaya masyarakat.Padahal bank ini sebelumnya nyaris collaps dan akan ditutup oleh Bank Indonesia,&#8221; ujar Direktur Utama<br />
BPR SAS, Agus Wibowo SE yang didampingi Dewan Komisaris BPR SAS, Drs Kosmantono di kantornya, Jumat (24/6).<br />
    Agus mengakui, di tengah persaingan antar bank yang semakin ketat di Kota Gombong, BPR SAS yang dipimpinnya kini semakin<br />
eksis. Hal ini ditunjukkan dengan total asset yang dimiliki mencapai Rp 25 miliar lebih. Padahal sebelumnya, ketika akan ditutup oleh<br />
BI, bank ini hanya memiliki aset Rp 125 juta, dengan kredit macet saat itu mencapai 90 % lebih. Kini, setelah diambil alih manajemen<br />
baru, BPR yang memiliki 25 karyawan ini mampu  menghimpun asset hingga Rp 25.308.000.000,-, dengan kredit macet rendah sebesar 0.42<br />
persen.<br />
    Agus maupun Kosmantono merasa bangga, bahwa BPR SAS dinilai berhasil. Dalam hal ini, seperti dilansir Majalah Infobank edisi<br />
Juni 2011, penilaian keberhasilan itu berdasarkan total aset, permodalan, aktiva produktif, rentabilitas, likuiditas dan<br />
efisiensi.Penilaian ini berdasarkan tingkat kesehatan BPR sesuai ketentuan Bank Indonesia.<br />
    &#8220;Rating Infobank berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2009 dan 2010,&#8221; timpal Kosmantono.<br />
    BPR SAS, lanjut Kosmantono, mampu menampung dana masyarakat dan menyalurkannya dalam bentuk kredit, yang sasaran utamanya<br />
adalah usaha kecil dan menengah. Dan sektor ekonomi yang dominan dibiayai BPR SAS adalah sektor perdagangan dan jasa, namun demikian  sektor-sektor lain juga tidak diabaikan seperti pertanian dan perindustrian.<br />
    Saat ini, BPR SAS memiliki daerah operasi cukup,luas, meliputi Kabupaten Kebumen, Purworejo, Banyumas, Cilacap hingga<br />
Banjarnegara.Sementara hingga Desember  2010, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dapat dihimpun sebesar Rp 22.018.000.000,-, dan kredit<br />
yang disalurkan Rp 17.472.000.000,-.  DPK itu tercakup dalam 2032 rekening tabungan, 586 rekening deposito, dan 756 debitur.<br />
    Kosmantono menambahkan, dalam hal pelayanan ke luar kepada debitur/nasabah, selalu diutamakan &#8220;Service Excellent&#8221; atau<br />
pelayanan prima. Seperti misalnya, proses pemberian kredit maksimal dalam 2 hari cair, kepada nasabah-nasabah utama pada hari ulang<br />
tahun dikirim kartu atau kue ulang tahun, dan berbagai cara lain agar nasabah nyaman bermitra dengan BPR SAS Gombong.<br />
    &#8220;Sedangkan pelayanan ke dalam, kemajuan BPR SAS tidak terepas dari kekuatan &#8220;Dream Team&#8221; atau Tim Harapan yang kami, yang<br />
berkekuatan 25 karyawan. Mereka selalu diikutkan dalam pelatihan-pelatihan intern maupun ekstern untuk meningkatkan keahlian dalam<br />
dunia perbankan,&#8221; ujar Kosmantono. (prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/06/27/bpr-sas-gombong-semakin-dipercaya-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sandal Limbah Tempurung Made In Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/19/sandal-limbah-tempurung-made-in-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/19/sandal-limbah-tempurung-made-in-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 13:16:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13347</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Alas kaki sandal kebanyakan dibuat dari karet atau bahan plastik. Namun, perajin tempurung di Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga (Jateng) menciptakan model sandal dari tempurung. Sisa-sisa potongan tempurung yang digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga, tidak dibuang namun di perhalus dan direkatkan satu persatu membentuk sandal. Unik bukan? Meski berbahan dasar sebagian besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13348" class="wp-caption aligncenter" style="width: 412px"><img src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/sandal-402x270.jpg" alt="" title="sandal" width="402" height="270" class="size-medium wp-image-13348" /><p class="wp-caption-text">SANDAL BATOK: Sandal dengan alas tempurung kelapa kurang dikenal di pasar lokal Purbalingga (foto:tgr/BNC)</p></div>
<p>PURBALINGGA – Alas kaki sandal kebanyakan dibuat dari karet atau bahan plastik. Namun, perajin tempurung di Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga (Jateng) menciptakan model sandal dari tempurung. Sisa-sisa potongan tempurung yang digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga, tidak dibuang namun di perhalus dan direkatkan satu persatu membentuk sandal. Unik bukan?</p>
<p>            Meski berbahan dasar sebagian besar dari tempurung kelapa, namun bagian alas sandal tetap menggunakan bahan karet atau plastik, sesuai selera konsumen. Sementara bagian pengikat kaki, juga sama dengan sandal lainnya. Tempurung hanya digunakan pada pelapis alas sandal.</p>
<p>            Harga sepasang sandal ini juga tidak begitu malah. Cukup Rp 25 ribu, untuk ukuran apa saja. Model sandal ini ternyata justru diminati konsumen dari luar kota seperti Jakarta, bandung dan Bali. Sementara di penjualan lokal, tidak begitu banyak dikenal. Boleh jadi, sandal tempurung buatan Purbalingga ini justru lebih banyak diketahui bukan berasal dari Purbalingga.</p>
<p>”Kebanyakan pesanan sandal tempurung untuk souvenir. Selain itu juga sejumlah pedagang dari luar kota seperti dari Bali, Jakarta dan Bandung, memesan sandal tempurung dari kami,” kata Unardi (40) perajin tempurung yang tinggal di RT 1/I Purbalingga Wetan.</p>
<p>Unardi mengungkapkan, ide membuat sandal tempurung sebenarnya datang begitu saja. Ketika mengetahui banyak potongan sisa tempurung yang telah dibuat berbagai macam kerajinan. Daripada potongan tempurung kecil-kecil tidak dipakai, lantas dimanfaatkan dengan cara dirangkai secara vertikal dan direkatkan dengan rem.</p>
<p>”Kami juga terus didorong oleh Disperindagkop untuk terus membuat produk-produk yang unik dan belum ada di masyarakat. Seperti sandal tempurung, juga meja tempurung, tempat tisue, kap lampu, asbak, tempat minuman dan sejumlah produk lainnya,” kata Unardi yang dibenarkan  Sutrisno, ketua kelompok perajin tempurung ’Manunggal Karya’.</p>
<p>Kelompok Manunggal Karya kini memiliki anggota 42 orang. Setidaknya ada 34 macam hasil kerajinan yang diproduksi dan dijual ke pasaran di sejumlah kota besar. Hasil kerajinan ini sebagian besar untuk keperluan rumah tangga seperti irus, centhong, sendok kayu kelapa, piring kayu, ciri dan penghalus sambal, jam tempurung dan sebagainya. Bahan dasar yang digunakan selain limbah tempurung, juga potongan kayu kelapa (glugu), dan potongan kayu melinjo.</p>
<p>”Kami secara terus menerus mendapat dukungan promosi dari Pemkab Purbalingga melalui Disperindagkop, dan juga melalui Bank Jateng,” kata Sutrisno sembari menambahkan, pekan lalu juga diundang dalam ulang tahun Bank Jateng untuk memamerkan hasil produksinya.</p>
<p> Kepala Bidang Perindustrian pada Disperindagkop Purbalingga Drs Agus Purhadi Satyo mengatakan, Pemkab terus mendukung para perajin tempurung di kelurahan Purbalingga Wetan dengan melakukan fasilitasi berbagai hal. Pemkab telah mencoba mendukung pameran produk, bantuan bengkel kerja, dan studi banding ke perajin lainnya sebagai upaya menambah wacana (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/19/sandal-limbah-tempurung-made-in-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Permintaan Ekspor Sapu Hamada ke Korea &amp; Taiwan Meningkat</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/07/permintaan-ekspor-sapu-hamada-ke-korea-taiwan-meningkat/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/07/permintaan-ekspor-sapu-hamada-ke-korea-taiwan-meningkat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 07:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[hamada]]></category>
		<category><![CDATA[sapu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13292</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Prospek usaha bisnis sapu Hamada (sapu dari rumput glagah), semakin cerah. Meski nilai keuntungan per biji produk sapu jenis Rayung dan Lakop tidak begitu besar, namun permintaan ekspor sapu ini ke Korea dan Taiwan terus meningkat. Sementara, parajin sapu di Purbalingga belum mampu memenuhi permintaan tersebut karena terbatasnya bahan baku dan tenaga kerja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Prospek usaha bisnis sapu Hamada (sapu dari rumput glagah), semakin cerah. Meski nilai keuntungan per biji produk sapu jenis Rayung dan Lakop tidak begitu besar, namun permintaan ekspor sapu ini ke Korea dan Taiwan terus meningkat. Sementara, parajin sapu di Purbalingga belum mampu memenuhi permintaan tersebut karena terbatasnya bahan baku dan tenaga kerja.</p>
<p>            Permintaan dari Korea dan Taiwan dalam satu bulan rata-rata 200 ribu buah. Jenis sapu yang digemari seperti Sapu Rayung (tangkai pelepah rumpuh glagah), dan sapu Lakop (tangkai bambu/kayu). ”Dalam satu bulan, kami baru bisa memenuhi sekitar dua kontainer saja. Satu kontainer jika diisi sapu lakop mampu menampung 80 ribu iji, sementara jika diisi sapu rayung sekitar 37 ribu – 40 ribu biji. Rata-rata nilai ekspor antara Rp 350 juta – Rp 400 juta,” kata Bambang Triyono, perajin sapu hamada di Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Purbalingga.</p>
<p>            Disebutkan Bambang, konsumen sapu hamada di dua negara tersebut cukup besar. Permintaan setiap tahun juga terus meningkat. Sementara, untuk produksi sapu masih tergantung dari pasokan bahan baku rumput glagah dan juga tenaga kerja pembuat sapu. Dalam satu bulan, bahan baku yang dipasok dari petani rumput glagah di wilayah Kecamatan Karangreja Purbalingga dan sekitarnya sebanyak 50 ton. Sementara, untuk satu orang pekerja dalam sehari hanya mampu membuat 15 biji sapu.</p>
<p>            ”Ketrampilan membuat sapu hamada sebenarnya tidak begitu sulit, cukup dibutuhkan ketekunan dan ketelatenan. Hanya saja, keterbatasan tenaga manusia yang hanya mampu membuat 15 biji sapu jenis Rayung,” kata Bambang yang mulai menjalankan usaha sapu sejak tahun 2002.</p>
<p>            Bambang kini memiliki tenaga borongan 70 orang, 12 tenaga harian dan 120 tenaga jahit. Tenaga jahit tidak dipekerjakan di bengkel kerjanya, namun dibawa pulang ke rumah oleh penduduk sekitar. Setiap pagi, buruh penjahit sapi mengambil bahan baku, dan pada sore hari mengembalikan sapu yang sudah dijahit. ”Pekerja di bengkel kami yang melakukan finishing dan packing,” kata Bambang yang ditemani istrinya Rochimah.</p>
<p>            Dikatakan Bambang, konsumen di Taiwan dan Korea, cukup ketat dalam hal kualitas produksi. Setiap biji sapu juga beratnya harus ditimbang dan tidak kurang dari 1,6 ons. Jika kurang, maka langsung ditolak dan masuk kategori afkir. ”Kami melakukan seleksi ketat terhadap produksi sapu yang akan diekspor. Jika tak lolos seleksi kualitas, maka sapu kami lempar untuk konsumen dalam negeri baik lokal maupun di sejumlah kota besar di Indonesia,” ujar Bambang.</p>
<p>            Harga satu biji sapu, lanjut Bambang, untuk jenis lakop dengan rata-rata Rp 4.000 per buah, sedang sapu Rayung seharga Rp 7.000/biji. ”Kendala yang masih kami hadapi lebih ke teknis yakni, pengeringan rumput galagah ketika musim hujan tiba. Jika rumput yang digunakan masih basah, maka akan menghasilkan sapu yang lembab. Sapu seperti ini jelas tidak bisa diterima oleh konsumen di luar negeri. Jika memungkikan, pemerintah bisa mendukung peralatan oven untuk mengeringkan rumput glagah,” harap Bambang (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/07/permintaan-ekspor-sapu-hamada-ke-korea-taiwan-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Knalpot Panser Malaysia dan Lebanon Dibuat di Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/04/01/knalpot-panser-malaysia-dan-lebanon-dibuat-di-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/04/01/knalpot-panser-malaysia-dan-lebanon-dibuat-di-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 14:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[knalpot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13272</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA– Setelah mendapat kepercayaan dari sejumlah industri mobil terkenal seperti Mercedes Benz, Suzuki, Daihatsu, dan Toyota, Industri Kecil Menengah (IKM) knalpot Purbalingga (Jateng) dipercaya memasok knalpot kendaraan tempur jenis Panser dan Tank. PT Pindad secara rutin meminta pasokan knalpot untuk Panser pesanan Malaysia dan Lebanon. Selain itu, tank-tank buatan PT Pindad yang khusus untuk kebutuhan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv445641041">
<p><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-13273" title="k" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/04/k-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /><br />
</strong></p>
<p><strong>PURBALINGGA</strong>– Setelah mendapat kepercayaan dari sejumlah industri mobil terkenal seperti Mercedes Benz, Suzuki, Daihatsu, dan Toyota, Industri Kecil Menengah (IKM) knalpot Purbalingga (Jateng) dipercaya memasok knalpot kendaraan tempur jenis Panser dan Tank. PT Pindad secara rutin meminta pasokan knalpot untuk Panser pesanan Malaysia dan Lebanon.</p>
<p>Selain itu, tank-tank buatan PT Pindad yang khusus untuk kebutuhan Alutsista TNI-AD juga knalpotnya dipasok dari Purbalingga.</p>
<p>Perajin knalpot Purbalingga, Muhajirin (53) mengemukakan, sejak tahun 2009/2010 PT Pindad (Persero) telah memesan knalpot untuk tank-tank milik TNI. Jumlah permintaan memang tidak banyak, rata-rata 150 buah knalpot per tahun atau tergantung pesanan pembuatan tank oleh TNI kepada PT Pindad.</p>
<p>“Pada tahun 2011 ini, kami juga diminta oleh PT Pindad untuk memasok knalpot kendaraan tempur Panser Anoa 6 x 6 yang dipesan Malaysia dan Lebanon. Kami telah mengirimkan 11 unit knalpot panser Anoa Lebanon, dan 32 unit knalpot pesanan Panser Malaysia. Knalpot itu lengkap termasuk bagian <em>mufler</em> (kendang knalpot) dan <em>exhause </em>(pipa pengeluaran) ,” kata Muhajirin, Jum’at (01/04/2011).</p>
<p>Panser Anoa 6 x 6 sejenis kendaraan tempur pengangkut personil atau APC (<em>Armoured personal carrier</em>) dengan sistem penggerak 6 roda simetris. Sebelumnya, Muhajirin secara rutin memasok mufler knalpot untuk jenis kendaraan panser mortir, panser recovery, panser Anoa-2, dan Panser tentara Malaysia. Semua pasokan atas permintaan PT Pindad. “Setidaknya kami telah mengirimkan 300 unit knalpot untuk kendaraan tank dan panser yang digarap PT Pindad. Dalam waktu dekat, kami juga tengah diminta memasok lagi knalpot untuk tank-tank model baru yang akan dibuat untuk memperkuat kendaraan TNI,” kata Muhajirin yang telah menekuni usaha knalpot sejak usia 30 tahun.</p>
<p>Dipilihnya knalpot Purbalingga, jelas Muhajirin, karena kualitas garapan yang baik dan mampu meredam suara. Muhajirin mengungkapkan, dirinya suatu ketika diundang ke PT Pindad di Bandung dan mengecek knalpot buatan pabrik. Setelah knalpot yang hendak dipasang di kendaraan tank, dibelah ternyata berbeda dengan knalpot garapan IKM di Purbalingga. Muhajirin ketika itu diminta mengirimkan membuatkan knalpot dan mengirimkan sampelnya.</p>
<p>“Ketika itu saya katakan, knalpot buatan Purbalingga, mampu meredam suara bising, tenaga lebih kuat dan mampu lebih menghemat bahan bakar. Pihak PT Pindad tidak percaya begitu saja. Namun, setelah melakukan ujicoba dengan mengganti knalpot Purbalingga dan melakukan perjalanan ke sejumlah tempat di Jabar, PT Pindad baru mulai percaya. Akhirnya, kami dipercaya memasok knalpot untuk tank TNI,” kata Muhajirin yang kini memiliki 18 orang karyawan.</p>
<p>Dijelaskan Muhajirin, knalpot kendaraan tank dan panser harus dibuat kuat dengan besi galvanis ukuran 1,6 mm. Berbeda dengan knalpot mobil biasa. Satu unit knalpot panser rata-rata berukuran 90 x 70 cm. Setiap lembar besi galvanis mampu untuk membuat tiga buah mufler knalpot. ”Harga satu unit knalpot lengkap sekitar Rp 5 juta, sedang bagian mufler berkisar antara Rp 700 ribuan,” kata Muhajirin <strong>(prayitno)</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/04/01/knalpot-panser-malaysia-dan-lebanon-dibuat-di-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sari, Model Kota Kripik yang Ingin jadi Penyanyi</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/26/sari-model-kota-kripik-yang-ingin-jadi-penyanyi/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/26/sari-model-kota-kripik-yang-ingin-jadi-penyanyi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Mar 2011 10:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13203</guid>
		<description><![CDATA[DI KALANGAN     model Purwokerto, nama Eka Tri Wahyu Sari  (24), bukan  nama yang asing lagi. Ia sering menyabet berbagai lomba modelling. “Ada suatu kepuasan  dan kebanggaan tersendiri bisa meraih juara  modelling,” ujar Sari—demikian panggilan  akrab cewek yang lahir di Purwokerto 30 Desember 1981 ini ketika ditemui   seusai mengikuti lomba nyanyi  tunggal Kapolres Cup  yang digelar  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13204" class="wp-caption aligncenter" style="width: 179px"><img class="size-medium wp-image-13204" title="sari5" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/sari5-169x270.jpg" alt="" width="169" height="270" /><p class="wp-caption-text">Sari</p></div>
<p>DI  KALANGAN     model Purwokerto, nama Eka Tri Wahyu Sari  (24), bukan   nama yang asing lagi. Ia sering menyabet berbagai lomba modelling. “Ada  suatu kepuasan  dan kebanggaan tersendiri bisa meraih juara  modelling,”  ujar Sari—demikian panggilan  akrab cewek yang lahir di Purwokerto 30  Desember 1981 ini ketika ditemui   seusai mengikuti lomba  nyanyi  tunggal Kapolres Cup  yang digelar  oleh Keluarga Besar  Putra-Putri Polri di Polres Purbalingga, kemarin</p>
<p>Dalam lomba itu  sendiri, Sari yang kini masih tercatat sebagai mahasiswi di Akademi  Kebidanan YLPP (Yayasan Lembaga Pendidikan Prada) Purwokerto ini,  berhasil meraih juara 2. “Saya menekuni   dunia nyanyi ini belakangan.  Sebelumnya, saya  aktif di modelling. Dua hobby itu, kini  berjalan  bersama, dan saya bertekad ingin menekuninya secara profesional,” ujar   Sari, putra pertama dari 3 bersaudara pasangan Ajun Komisaris Besar Polisi  (AKBP) Hartoto dengan  Ratifah  (Dosen Akademi Keperawatan Depkes RI Purwokerto ) ini.<br />
Di bidang  modelling, Sari mengaku pernah menyabet juara the best cat walk yang  digelar oleh Majalah Tabloid Keren –Beken di Hotel Safari Baturraden  pada tahun 1999. Kemudian  pada tahun 2000, meraih juara 2 kharisma  model millenium, dan the best cat walk kharisma model Indonesia 2000.</p>
<p>Untuk bidang nyanyi, Sari pernah masuk seleksi 50 besar AFI (Akademi  Fantasi  Indonesia)  wilayah pemilihan Semarang. “Waktu itu ada puluhan  ribu peserta seleksi, yang akhirnya diambil 10. Meskipun  tidak masuk 10  besar, namun saya bertekad, suatu saaat akan  menjadi yang terbaik,”  ujar Sari yang piawai bermain alat musik gitar ini.</p>
<p>Kini, Sari,  juga suntuk dengan  order nyanyi di berbagai tempat. “Saya  menguasai  lagu-lagu pop, khususnya pop barat. Namun demikian, saya juga bisa  menyanyikan jalur dangdut, campuir sari, dan pop indonesia, “ ujarnya  sembari menebar senyumnya yang khas.</p>
<p>Selain dunia modelling dan  olah vokal, diam-diam Sari juga  pintar berakting. Diakuinya, kendati  bukan sebagai pemeran utama, namun ia pernah terlibat syuting dalam  sinetron Saras 008 di Jakarta. “Waktu itu saya hanya sebagai pemeran  pembantu,” katanya.<br />
Pengalaman syuting  lainnya, sambung Sari,  yakni berperan sebagai wanita desa dalam film dokumenter kehidupan  penderes gula kelapa di Banyumas yang digarap oleh TPI. “Saya juga  pernah ikut gabung dalam sinteron Tembang Kaki Telanjang yang digarap  oleh TVRI Stasiun Jakarta. Yah..asyik juga sich  ikut syuting…..yang  jelas  dapat uang untuk  tambahan  beli buku-buku kuliah dan keperluan  lainnya,” ujar Sari.   (BNC/sty)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/26/sari-model-kota-kripik-yang-ingin-jadi-penyanyi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perajin Sapu Glagah Kewalahan Penuhi Permintaan Ekspor</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/10/perajin-sapu-glagah-kuwalahan-penuhi-permintaan-ekspor/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/10/perajin-sapu-glagah-kuwalahan-penuhi-permintaan-ekspor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 15:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[sapu glagah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13083</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Para perajin sapu glagah di Purbalingga mengaku kuwalahan memenuhi permintaan pangsa pasar ekspor. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand meminta pasokan sapu glagah model ’Rayung’ dan ’Lakop’ rata-rata 200.000 buah sapu setiap bulannya. Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Drs Agus Purhadi Satyo yang didampingi Kasubag Pemberitaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv253544505">
<div id="attachment_13084" class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><img class="size-medium wp-image-13084" title="sapu glagah2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/sapu-glagah2-406x270.jpg" alt="" width="406" height="270" /><p class="wp-caption-text">SAPU GLAGAH: Perajin sapu glagah Purbalingga ini kebanjiran pesanan (foto:tgr/BNC)</p></div>
<p><strong>PURBALINGGA</strong> – Para perajin sapu glagah di Purbalingga mengaku kuwalahan memenuhi permintaan pangsa pasar ekspor. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand meminta pasokan sapu glagah model ’Rayung’ dan ’Lakop’ rata-rata 200.000 buah sapu setiap bulannya.</p>
<p>Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Drs Agus Purhadi Satyo yang didampingi Kasubag Pemberitaan &amp; Media Massa Bagian Humas Setda Ir Prayitno, M.Si kepada wartawan, Kamis (10/3) mengatakan, konsumen Korea Selatan sangat menggemari produksi sapu glagah model Rayung. Sapu Rayung adalah sapu yang berbahan hampir sebagian besar menggunakan glagah, termasuk gagang sapu yang berasal dari tangkai glagah yang diikat rapi. Sementara konsumen dari Malaysia dan Thailand lebih menyukai sapu glagah model Lakop. Beda sapu Lakop ini pada tangkai pegangan sapu. Sapu Lakop menggunakan tangkai dari bambu atau dari kayu yang diikatkan dengan glagah menggunakan  plastik.</p>
<p>”Jenis sapu Rayung saat ini baru diproduksi oleh salah satu perajin dari Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara. Perajin tersebut yakni bambang Triyono, meski dengan jumlah karyawan hampir 100 orang namun hanya mampu membuat 15 buah sapu per hari per orang,” kata Agus Purhadi Satyo.</p>
<p>Sedang untuk perajin sapu glagah jenis Lakop, selain diproduksi oleh Bambang, juga diproduksi oleh para perajin dari Kecamatan Karangreja. ”Perajin di Purbalingga hanya bisa mampu membuat 40 ribu buah sapu jenis lakop per bulan. Hal ini masih bergantung pada bahan baku rumput glagah yang tersedia,” kata Agus.</p>
<p>Agus menambahkan, harga sapu glagah jenis Rayung dilepas oleh perajin Rp 6.000 per buah. Sapu ini kemudian dikirim ke eksportir dari Korea yang berdomisili di Cirebon. ”Jika dihitung, nilai ekspor ini mencapai Rp 400 juta per bulan,” kata Agus sembari menambahkan, untuk sapu glagah model Asoi dan SMS (setengah miring) lebih banyak disukai konsumen dalam negeri. <strong>(BNC/tgr)</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/10/perajin-sapu-glagah-kuwalahan-penuhi-permintaan-ekspor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untuk Tampilkan Kekhasan, Jamaah Haji Berseragam Batik</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/09/untuk-tampilkan-kekhasan-jamaah-haji-berseragam-batik/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/09/untuk-tampilkan-kekhasan-jamaah-haji-berseragam-batik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 16:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>
		<category><![CDATA[batik haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13066</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA – Jamaah Haji Banjarnegara yang akan berangkat pada musim haji tahun ini, termasuk juga jamaah haji Indonesia lainnya akan mempunyai ciri khas yang sama dengan adanya ketentuan untuk mengenakan seragam Batik haji yang telah ditetapkan oleh Kemenag. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputuan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nomor D/43 Tahun 2011 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-13067" title="BATIK HAJI" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/BATIK-HAJI-402x270.jpg" alt="" width="402" height="270" /></p>
<p>BANJARNEGARA – Jamaah Haji Banjarnegara yang akan berangkat pada musim haji tahun ini, termasuk juga jamaah haji Indonesia lainnya akan mempunyai ciri khas yang sama dengan adanya ketentuan untuk mengenakan seragam Batik haji yang telah ditetapkan oleh Kemenag. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputuan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Nomor D/43 Tahun 2011 tertanggal 11 Februari 2011 yang menetapkan pemakaian seragam Batik bagi seluruh Jamaah Haji Indonesia. “Mensikapi SK Dirjen tersebut, langkah sosialiasi telah dilaksanakan pada minggu kemarin dengan mengundang seluruh jamaah Haji asal Banjarnegara di aula kantor kemendepag” kata Drs. H. Farhani, SH., MM, Rabu (09/03) di kantornya.</p>
<p>Menurut penjelasan dalam SK tersebut, lanjutnya, seragam batik warna dasar hijau toska dengan motif batik warna ungu tersebut dianjurkan untuk dipakai oleh jamaah haji Indonesia pada saat keberangkatan dan kepulangan, baik saat di embarkasi maupun di Bandara.  “Termasuk selama berada di Arab Saudi, kecuali ketika melaksanakan umrah dan wukuf” imbuhnya.</p>
<p>Upaya pemakaian seragam ini ditempuh oleh Kemenag, lanjut Farhani, adalah dalam rangka untuk menghadirkan ciri khas jemaah Haji asal Indonesia. Hal ini ditempuh dengan menampilkan baju yang berdesain Islami, tapi yang mencerminkan Identitas nasional. Batik dipilih karena Batik sudah menasional bahkan mendunia serta dikenal sangat lekat dengan ciri ke Indonesiaan. “Untuk melambangkan kebhinekaan, design batik menampilkan motif bunga dari pulau-pulau besar yang ada di Indonesia” katanya.</p>
<p>Motif bunga yang ditampilkan menggambarkan kekayaan alam dan ornamen pulau-pulau besar yang ada di Indonesia seperti bunga Raflesia dari Sumatera, Perisai dari Kalimantan, Lereng atau Parang dari Jawa dan tanaman rambat dari Indonesia Bagian Timur. Sementara latar belakang warna hijau adalah sebagai lambang dari jamrud khatulistiwa dan warna ungu merupakan perlambang warna untuk masing-masing ornamen dari pulau-pulau besar.</p>
<p>“Untuk sementara ini yang baru sampai di Banjarnegara baru sejumlah sampel baju, yang terbuat dari bahan katun dan semi sutra. Tentang bagaimana tindak lanjut pemenuhannya, kita masih berkoordinasi dengan Kemenag Propinsi dan Pusat” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama Banjarnegara H. Mohammad Fauzi, SH menambahkan jumlah jamaah asal Banjarnegara untuk musim haji tahun 2011 berjumlah 757 orang. Dengan total jumlah kuota haji Jawa Tengah sebesar 29.345 orang. Sedangkan total untuk seluruh Indonesia berjumlah 235 ribu orang. “Mencermati pada besarnya jumlah jamaah, kemungkinan besar Batik akan diproduksi tidak di satu produsen” katanya.</p>
<p>Berdasar penjelasan dari Kemenag Pusat, lanjutnya, produksi dan penjualan seragam Batik ini akan disalurkan melalui UKM-UKM di setiap daerah yang tersebar di seluruh Indonesia dengan merek sama yaitu Indohajj. Akan tetapi dengan ketentuan bahwa hak cipta batik ini milik Kemenag Pusat. Maka dengan ketentuan ini maka pada boks kemasan wajib ditulis nama produsen, jenis batik, jenis kain, ukuran, model baju dan tentunya, hak cipta Kementrian Agama RI. “Selanjutnya para jamaah bebas untuk memilih membeli batik dari UKM mana yang pas dengan seleranya” ujarnya. (BNC/eko)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/09/untuk-tampilkan-kekhasan-jamaah-haji-berseragam-batik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rudiyanto, Gencar Berantas Buta Aksara</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/01/14/rudiyanto-gencar-berantas-buta-aksara/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/01/14/rudiyanto-gencar-berantas-buta-aksara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 04:56:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[SOSOK DAN TOKOH]]></category>
		<category><![CDATA[buta aksara]]></category>
		<category><![CDATA[Rudiyanto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12817</guid>
		<description><![CDATA[TEKAD Rudiyanto, M.Si , penilik Pendidikan Luar Sekolah pada Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadegan, Purbalingga  untuk memberantas buta aksara di wilayahnya, terus gencar dilakukan. Ia tak segan-segan ke luar masuk dusun yang sulit dijangkau sekalipun, demi seluruh warga Pengadegan melek huruf. &#8220;Lambat laun, mereka yang buta aksara yang tersebar di 9 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TEKAD Rudiyanto, M.Si , penilik Pendidikan Luar Sekolah pada Unit   Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadegan,   Purbalingga  untuk memberantas buta aksara di wilayahnya, terus gencar   dilakukan. Ia tak segan-segan ke luar masuk dusun yang sulit dijangkau   sekalipun, demi seluruh warga Pengadegan melek huruf.<br />
&#8220;Lambat  laun, mereka yang buta aksara yang tersebar di 9 desa di  wilayah  Kecamatan Pengadegan, mulai berkurang. Boleh dibilang sekarang  sudah  tidak ada lagi warga Pengadegan yang buta huruf. Itu tak lepas  kerjasama  yang baik antara bidang PLS UPTD Pengadegan dengan aparat  pemerintahan  desa, tak terkecuali hingga jajaran RT, RW,  Posyandu,tenaga teknis  lapangan  dan para tutor,&#8221;  ujar Rudiyanto, M.Si  ketika ditemui  di  ruang kerjanya, Kamis (13/1).<br />
Rudiyanto mengakui, semula hingga  akhir 2010 ada puluhan warga   belajar , baik anak-anak maupun orang tua  yang mengikuti program  keaksaraan. Mereka dijaring mengikuti program  ini, karena tidak bisa  baca tulis. Namun setelah dididik secara intensif  oleh para tutor,  mereka kini sudah  bisa baca tulis. Selanjutnya, warga  belajar itu kini  juga intensif dibekali life skill atau kecakapan  hidup, agar mandiri.</p>
<p>Program kecakapan hidup yang kini  dikembangkan oleh bidang PLS UPTD  Dinas Pendidikan Kecamatan Pengadean,  yakni disesuaikan dengan minat  warga belajar dan potensi desa  setempat.Diantaranya, pembuatan  kerajinan anyaman bambu, pertukangan,  pembuatan alat  peraga edukatif  untuk anak-anak Pendidikan Anak Usia  Dini  (PAUD) dan Taman  Kanak-kanak  (TK), dan kuliner lokal, seperti  pembuatan tempe kripik  dan sriping pisang.</p>
<p>&#8220;Seiring pemberian  program life skill itu, mereka selain sudah bisa  baca tulis, juga banyak  diantaranya yang sudah  mandiri dari sisi  ekonomi keluarga. Ada  kepuasan dan kebanggan tersendiri, ketika mereka  sudah bisa baca tulis,  dan mandiri,&#8221; ujar Rudiyanto, M.Si (BNC/tgr</p>
<div id="attachment_12818" class="wp-caption alignleft" style="width: 212px"><img class="size-medium wp-image-12818" title="RUDIYANTO, M.SI" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/01/RUDIYANTO-M.SI_-202x270.jpg" alt="" width="202" height="270" /><p class="wp-caption-text">Rudiyanto,M.Si</p></div>
<p>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/01/14/rudiyanto-gencar-berantas-buta-aksara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
