<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; GALERI FOTO</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/galeri/galeri-foto/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 07:35:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Pilkada Banjarnegara, Budhi Sarwono Didampingi Kusumo Winahyu</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/13/pilkada-banjarnegara-budhi-sarwono-didampingi-kusumo-winahyu/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/13/pilkada-banjarnegara-budhi-sarwono-didampingi-kusumo-winahyu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 07:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13099</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA – Teka-teki siapa yang bakal  mendampingi Budhi Sarwono alias Win Chin dalam Pemilukada Banjarnegara, terjawab sudah.Dari 20 nama yang disurvei oleh tim Budhi Sarwono Center (BSC)  yang bekerjasama dengan lembaga survai profesional, akhirnya dipilih sosok wanita, Kusumo Winahyu Diah AT. Wanita berusia 43 tahun ini, seorang mantan pramugari dan kini sebagai ibu rumah tangga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-13100" title="DUET BU WIN1" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/DUET-BU-WIN1-403x270.jpg" alt="Duet Buwin (Budhi Sarwono-Kusumo Winayu Diah)" width="403" height="270" /></p>
<p>BANJARNEGARA – Teka-teki siapa yang bakal  mendampingi Budhi Sarwono alias Win Chin dalam Pemilukada Banjarnegara, terjawab sudah.Dari 20 nama yang disurvei oleh tim Budhi Sarwono Center (BSC)  yang bekerjasama dengan lembaga survai profesional, akhirnya dipilih sosok wanita, Kusumo Winahyu Diah AT. Wanita berusia 43 tahun ini, seorang mantan pramugari dan kini sebagai ibu rumah tangga, beralamat  di Kelurahan Kutabanjarnegara RT 05 RW/V Banjarnegara.</p>
<p>Duet Buwin (Budhi Sarwono-Kusumo Winayu Diah) ini, siap memenangkan Pemilu kada Banjarnegara  yang akan digelar 24 Juli 2011 mendatang. Mereka akan maju lewat jalur independen.</p>
<p>&#8220;Kami sudah sepakat, jika terpilih nanti, kami tidak akan mengambil gaji kami sepeserpun selama memimpin Banjarnegara. Semua gaji kami akan kami sumbangkan untuk rakyat, karena dari usaha yang kami kelola sudah cukup untuk hidup. Dan kami siap menandatangani kontrak politik untuk itu, termasuk memberantas praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di Banjarnegara yang  bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPKK). Kami juga siap dihukum, jika mengingkari komitmen kami ini,&#8221; ujar Budhi Sarwono ketika ditemui di rumahnya di Banjarnegara, Sabtu (12/3).</p>
<p>Dalam kesempatan itu,  Budhi Sarwono yang juga direktur  PT Bumi Redjo  Banjarnegara&#8211;sebuah perusahaan jasa konstruksi  ternama di Banjarnegara&#8211;memperkenalkan bakal calon  wakil bupati yang siap mendampinginya, Kusumo Winahyu Diah AT.</p>
<p>Kusumo Winahto, berhasil terpilih diantara 20 nama yang masuk nominasi untuk mendampingi Budhi  Sarwono. Setelah tim Budi Sarwono Center dan lembaga  survai profesional melakukan kajian mendalam,  akhirnya dipilih nama Kusumo Winahyu. “Dari dua puluh orang tersebut, terpilih tiga besar. Dua orang diantaranya berasal dari birokrasi. Setelah melalui pembahasan tim  secara matang, Kusumo Winahyu memperoleh nilai terbesar,” ujar Budhi Sarwono.</p>
<p>Alasan memilih Kusumo Winahyu, menurut Budhi Sarwono, pertama karena ada faktor kesejarahan. Kedua keluarga telah saling mengenal sejak Budhi Sarwono masih  kanak-kanak, sehingga hal tersebut memudahkan untuk saling memahami dan bekerja sama.</p>
<p>Kedua, pertimbangan gender. Menurut Budi, ia sangat konsen terhadap keterwakilan perempuan dalam bidang pemerintahan. &#8220;Kalau urusan perempuan, yang paling paham tentu kaum perempuan juga. Jangan lupa, separuh lebih penduduk Banjarnegara merupakan kaum perempuan,” ujarnya.</p>
<p>Kusumo Winahyu Diah A.T mengemukakan, siap mendampingi Budhi Sarwono untuk memimpin Banjarnegara, 2011-2016.  Alasan kesejarahan, lanjutnya, memang tidak dapat dipungkiri menjadi alasan kuat menggandeng Budhi Sarwono.  Kemudian juga kesamaan visi dan  misi. Namun, lebih dari itu dalam membangun Banjarnegara dengan kondisi geografis dan topografis bergunung-gunung dibutuhkan orang yang kuat. Selain kuat modal, juga butuh kekuatan loby dan pengalaman. “Semua itu saya percaya dipunyai oleh Pak Budhi Sarwono,” ujarnya optimis.</p>
<p><strong>40 Ribu Dukungan</strong></p>
<p>Menjelang penetapan tahapan pemilukada 2011 yang akan diplenokan KPUD pada Jumat mendatang, tim dari calon independen Budhi Sarwono Center  sudah menyiapkan 40 ribu foto kopi KTP dukungan sebagai syarat pencalonan bupati dari jalur independent.</p>
<p>Angka tersebut sudah melebihi batas minimum persyaratan bagi calon independent yang akan maju dalam pencalonan bupati Banjarnegara pada pemilukada 2011. Pasalnya, sesuai dengan undang-undang yang berlaku, maka persyaratan calon independent harus mengantongi 3 persen dari jumlah penduduk.</p>
<p>&#8220;Dukungan sudah siap, kita tinggal menunggu waktu yang tepat sesuai dengan tahapan yang akan ditetapkan oleh KPUD. Pada intinya,berapapun persyaratan dukungan yang ditetapkan KPUD untuk jalur independen, kami siap. Pokoknya  begitu KPUD membuka, kami akan langsung mendaftar,&#8221; ujar Koordinator BCS Banjarnegara Kedy Afandi . (BNC/prs)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/13/pilkada-banjarnegara-budhi-sarwono-didampingi-kusumo-winahyu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perajin Sapu Glagah Kewalahan Penuhi Permintaan Ekspor</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/10/perajin-sapu-glagah-kuwalahan-penuhi-permintaan-ekspor/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/10/perajin-sapu-glagah-kuwalahan-penuhi-permintaan-ekspor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 15:39:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[PROFIL USAHA]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[sapu glagah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13083</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Para perajin sapu glagah di Purbalingga mengaku kuwalahan memenuhi permintaan pangsa pasar ekspor. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand meminta pasokan sapu glagah model ’Rayung’ dan ’Lakop’ rata-rata 200.000 buah sapu setiap bulannya. Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Drs Agus Purhadi Satyo yang didampingi Kasubag Pemberitaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="yiv253544505">
<div id="attachment_13084" class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><img class="size-medium wp-image-13084" title="sapu glagah2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/sapu-glagah2-406x270.jpg" alt="" width="406" height="270" /><p class="wp-caption-text">SAPU GLAGAH: Perajin sapu glagah Purbalingga ini kebanjiran pesanan (foto:tgr/BNC)</p></div>
<p><strong>PURBALINGGA</strong> – Para perajin sapu glagah di Purbalingga mengaku kuwalahan memenuhi permintaan pangsa pasar ekspor. Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand meminta pasokan sapu glagah model ’Rayung’ dan ’Lakop’ rata-rata 200.000 buah sapu setiap bulannya.</p>
<p>Kepala Bidang Industri pada Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) Drs Agus Purhadi Satyo yang didampingi Kasubag Pemberitaan &amp; Media Massa Bagian Humas Setda Ir Prayitno, M.Si kepada wartawan, Kamis (10/3) mengatakan, konsumen Korea Selatan sangat menggemari produksi sapu glagah model Rayung. Sapu Rayung adalah sapu yang berbahan hampir sebagian besar menggunakan glagah, termasuk gagang sapu yang berasal dari tangkai glagah yang diikat rapi. Sementara konsumen dari Malaysia dan Thailand lebih menyukai sapu glagah model Lakop. Beda sapu Lakop ini pada tangkai pegangan sapu. Sapu Lakop menggunakan tangkai dari bambu atau dari kayu yang diikatkan dengan glagah menggunakan  plastik.</p>
<p>”Jenis sapu Rayung saat ini baru diproduksi oleh salah satu perajin dari Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara. Perajin tersebut yakni bambang Triyono, meski dengan jumlah karyawan hampir 100 orang namun hanya mampu membuat 15 buah sapu per hari per orang,” kata Agus Purhadi Satyo.</p>
<p>Sedang untuk perajin sapu glagah jenis Lakop, selain diproduksi oleh Bambang, juga diproduksi oleh para perajin dari Kecamatan Karangreja. ”Perajin di Purbalingga hanya bisa mampu membuat 40 ribu buah sapu jenis lakop per bulan. Hal ini masih bergantung pada bahan baku rumput glagah yang tersedia,” kata Agus.</p>
<p>Agus menambahkan, harga sapu glagah jenis Rayung dilepas oleh perajin Rp 6.000 per buah. Sapu ini kemudian dikirim ke eksportir dari Korea yang berdomisili di Cirebon. ”Jika dihitung, nilai ekspor ini mencapai Rp 400 juta per bulan,” kata Agus sembari menambahkan, untuk sapu glagah model Asoi dan SMS (setengah miring) lebih banyak disukai konsumen dalam negeri. <strong>(BNC/tgr)</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/10/perajin-sapu-glagah-kuwalahan-penuhi-permintaan-ekspor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jepang Jajaki Impor Strawberi dari Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/03/09/jepang-jajaki-impor-strawberi-dari-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/03/09/jepang-jajaki-impor-strawberi-dari-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 11:59:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13061</guid>
		<description><![CDATA[Purbalingga – Pelaku bisnis agro dari Propinsi Iwate Jepang menjajaki peluang impor Ichigo (strawberi) dari wilayah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga (Jateng). Produksi strawberi di Jepang pada bulan-bulan tertentu mengalami kekurangan untuk memenuhi pasaran domestik di Jepang. Untuk mencukupinya, para pelaku bisnis tersebut terpaksa mengimpor dari Amerika Serikat, meski kualitasnya kurang bagus. Dua pengusaha Jepang, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13062" class="wp-caption aligncenter" style="width: 414px"><img class="size-medium wp-image-13062" title="investor Jepang bersama wabup Sukento. Dari kiri Kenzaburo Sugimoto, Takashi, Sukento, dan Yamakage" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/03/investor-Jepang-bersama-wabup-Sukento.-Dari-kiri-Kenzaburo-Sugimoto-Takashi-Sukento-dan-Yamakage-404x270.jpg" alt="" width="404" height="270" /><p class="wp-caption-text">Dari-kiri-kanan : Kenzaburo-Sugimoto-Takashi-Sukento-dan-Yamakage</p></div>
<p><strong>Purbalingga </strong> – Pelaku bisnis agro dari Propinsi Iwate Jepang menjajaki peluang impor <em>Ichigo</em> (strawberi) dari wilayah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga (Jateng). Produksi strawberi di Jepang pada bulan-bulan tertentu mengalami kekurangan untuk memenuhi pasaran domestik di Jepang. Untuk mencukupinya, para pelaku bisnis tersebut terpaksa mengimpor dari Amerika Serikat, meski kualitasnya kurang bagus.</p>
<p>Dua pengusaha Jepang, Rabu (9/3) sore menemui Wakil Bupati Purbalingga Drs Sukento Ridho Marhaendrianto, MM di ruang kerjanya. Dua pengusaha itu masing-masing Mr Takashi,pemilik Ichigo House dan Mr Yamakage. Keduanya diantar Mr Kensaburo Sugimoto, pemilik PT  NYP Wood Work, sebuah perusahaan perkayuan yang sudah beroperasi lama di Purbalingga. Selain menjajaki peluang import strawberi, dua pengusaha tersebut juga menjajagi import gula serbuk nira kelapa.</p>
<p>Takashi mengemukakan, pertanian strawberi di Jepang berada di perbukitan pinggiran kota. Seperti halnya yang dibudidayakan yakni di pegunungan Propinsi Iwate, sekitar 2 jam perjalanan kereta menuju arah Utara dari ibukota Jepang, Tokyo. Pertanian strawberi di Jepang dikembangkan secara modern dengan teknologi green house yang dilengkapi dengan peralatan untuk menghembuskan gas CO (karbon monoksida) kedalam green house sebelum matahari terbit, peralatan pengontrol tekanan air, peralatan h<em>eater</em> (mesin pemanas) ruang <em>Green house</em> untuk menjaga agar ruangan tetap hangat ketika musim dingin, dan pipa penyalur air hangat sebagai pengontrol suhu tanah media tanaman.</p>
<p>“Pertanian strowberi di Jepang untuk melayani kebutuhan konsumen dari wisatawan. Wisatawan yang berkunjung sering disebut sebagai <em>Ichigogari</em>, yang berarti memetik buah strawberry di sebuah kebun strawberry dan memakan hasil petikan sendiri sepuasnya,” kata takashi.</p>
<p>Namun, lanjut Takashi, pada bulan antara Juli hingga Oktober, produksi strawberi di jepang mengalami penurunan. Sementara kebutuhan konsumen terus meningkat. “Pada bulan-bulan ini, Jepang harus mengimpor sekitar 4.000 ton buah strawberi dari Amerika Serikat. Impor ini masing-masing dikemas dalam packing kecil yang setiap packingnya seberat 300 gram dan dijual antara 15.000 – 25.000 Yen. Meski kualitas strawberinya kurang bagus, namun kami terpaksa mengimpornya dari Amerika,” kata takashi.</p>
<p>Setelah melakukan penjajakan lapangan di kebun strawberi petani di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, dan sekitarnya yang berada di kaki pegunungan Slamet, Takashi yakin strawberi Purbalingga bisa diekspor ke Jepang. ”Namun tentunya, budidaya strawberi harus dilakukan dengan teknologi ala Jepang sehingga akan mampu menghasilkan buah yang memenuhi standar konsumen Jepang,” kata Takashi.</p>
<p>Takashi mengatakan, pihaknya siap memberikan pendampingi teknik budidaya kepada para petani strawberi di Purbalingga dan juga siap membantu peralatan budidaya yang second untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi strawberi. ”Jika ada petani dari Purbalingga yang akan belajar budidaya strawberi di Jepang, kami pun siap menerima dan membimbingnya,” kata Takashi.</p>
<p>Takashi mencontohkan, budidaya strawberi di Purbalingga agar menghasilkan kualitas dan kuantitas yang baik sesuai standar Jepang, tentunya harus mendapat perlakukan khusus pada tanah dan pupuk yang diberikan. Selain itu, bibit yang berkualitas juga berpengaruh terhadap produksi. Jika diperhitungkan secara ekonomis, budidaya strawberi model Jepang tentunya memberikan nilai yang lebih. Takashi menggambarkan, untuk budidaya strawberi seluas 3.000 dibutuhkan modal sekitar 150 juta Yen. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/03/09/jepang-jajaki-impor-strawberi-dari-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisatawan Eropa Juluki Purbalingga Kota Kayak</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/02/21/wisatawan-eropa-juluki-purbalingga-kota-kayak/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/02/21/wisatawan-eropa-juluki-purbalingga-kota-kayak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Feb 2011 15:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[kayak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12952</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA  –  Kayaker asal Slovenia, Andraz Krpic menilai Purbalingga layak disebut sebagai kota kayak. Presiden freestyle kayaking Slovenia itu bahkan menulis pernyataannya itu pada sebuah website, www.duemstuff.com. &#8220;Saya kira sebutan kota kayak untuk Purbalingga sangat tepat. Selama dua minggu terakhir ini saya menyaksikan Purbalingga lebih dari pantas mendapat sebutan itu,” tutur Andraz kepada wartawan, sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-12953" title="MELUNCUR11" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/MELUNCUR11-361x270.jpg" alt="" width="361" height="270" /></p>
<p>PURBALINGGA  –  Kayaker asal Slovenia, Andraz Krpic menilai Purbalingga layak disebut sebagai kota kayak. Presiden <em>freestyle kayaking</em> Slovenia itu bahkan menulis pernyataannya itu pada sebuah <em>website, <a rel="nofollow" href="http://www.duemstuff.com/" target="_blank">www.duemstuff.com</a></em>.</p>
<p>&#8220;Saya kira sebutan kota kayak untuk Purbalingga sangat tepat. Selama dua minggu terakhir ini saya menyaksikan Purbalingga lebih dari pantas mendapat sebutan itu,” tutur Andraz kepada wartawan, sebelum bertolak ke hulu Sungai Tung Tung Gunung bersama para instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta, Minggu (13/2).</p>
<p>Sejak 2 Pebruari lalu, Andraz berada di Purbalingga untuk mengarungi sungai-sungai gunung <em>(creek)</em> yang ada di Purbalingga dan sekitarnya. Didampingi empat instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta (SKT), Andraz berencana mengarungi hulu sungai-sungai Tung Tung Gunung, Sungai Tambra, Klawing dan sungai lainnya.</p>
<p>Kepada KR, Andraz menegaskan, Purbalingga bisa dikembangkan sebagai kota tujuan kayaking <em>(kayaking destination)</em>. Baik untuk belajar, maupun olahraga dan wisata kayak.</p>
<p>&#8220;Semua yang dibutuhkan untuk belajar dan berwisata kayaking tersedia di Purbalingga. Disini juga ada Tirtaseta sebagai sekolah kayak terbaik di Indonesia dan sungai-sungai yang ideal, indah dan masih alami dan eksotik,&#8221; ujar juara nasional <em>freestyle kayaking</em> Slovenia itu.<img class="alignleft size-medium wp-image-12954" title="ANDRAZ44" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/02/ANDRAZ44-369x270.jpg" alt="" width="369" height="270" /></p>
<p>Sementara itu, Direktur Sekolah Kayak Tirtaseta, Toto Triwindarto mengatakan, Purbalingga kerap dikunjungi kayaker mancanegara. Kayaker dari berbagai negara seperti Prancis, Inggris, Spanyol, dan negara lain datang ke Purbalingga khusus untuk berkayak.</p>
<p>“Ini menunjukkan bahwa Purbalingga memang memiliki daya tarik kuat sebagai tempat kayaking,&#8221; kata Toto.</p>
<p>Workshop</p>
<p>Terkait agenda Andraz Krpic di Purbalingga, menurut Toto, selama dua pekan terakhir Andraz bersama tim Sekolah Kayak Tirtaseta menyelenggarakan workshop mengenai kayaking. Materi dalam <em>workshop</em> itu juga menyangkut metoda mengajar kayaking yang efektif bagi tingkat pemula hingga tingkat lanjut dengan standar pengajaran internasional.</p>
<p>&#8220;Dengan <em>workshop</em> ini, Sekolah Kayak Tirtaseta berkesempatan menyempurnakan metoda pendidikan kayaking, sehingga peserta pelatihan kayak pada sekolah kami akan mendapatkan lingkungan yang paling kondusif untuk belajar kayak,&#8221; ujar peraih sertifikat mengajar kayak dari berbagai negara itu.</p>
<p>Di sela-sela <em>workshop</em> tentang metoda mengajar kayaking, Andraz juga berkesempatan mencoba Sungai Klawing dan Sungai Cahyana yang menurut Andraz memiliki daya tarik tersendiri.</p>
<p>Pekan ini, Andraz bersama para instruktur Sekolah Kayak Tirtaseta akan mengadakan <em>roadshow</em> ke sekolah-sekolah di wilayah Purbalingga untuk melakukan presentasi tentang kayaking di sekolah-sekolah serupa di Eropa.</p>
<p>Selanjutnya, Andraz bersama tim Tirtaseta akan mengarungi beberapa sungai gunung atau <em>creek</em> di Purbalingga dan sekitarnya yang belum pernah diarungi sebelumnya.   (BNC/rus)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/02/21/wisatawan-eropa-juluki-purbalingga-kota-kayak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Akrobat Anggota TNI Pukau Ribuan Siswa SD</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/01/11/aksi-akrobat-anggota-tni-pukau-ribuan-siswa-sd/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/01/11/aksi-akrobat-anggota-tni-pukau-ribuan-siswa-sd/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 13:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[akrobat]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12792</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Banyak cara dilakukan untuk menanamkan rasa kebangsaan terhadap para pelajar. Seperti yang dilakukan para anggota TNI di Banyumas Jawa Tengah ini. Selasa (11/,01) siang, mereka memberikan suguhan aksi akrobatik di depan ribuan siswa sekolah dasar. Selain menjadi hiburan yang menarik, disela tontonan ini juga diselipkan pesan pesan tentang keberanian terhadap bela negara. Sejak pagi ribuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12793" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><img class="size-medium wp-image-12793" title="IMG_0006" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2011/01/IMG_0006-360x270.jpg" alt="" width="360" height="270" /><p class="wp-caption-text">AKROBAT TNI: Kopral Marsinus, anggota TNI Kodam IV Diponegoro saat tubuhnya dilindas truk dalam acara akrobat di lapangan Purwokerto Barat (foto:nan/BNC)</p></div>
<p>BANYUMAS-Banyak cara dilakukan untuk menanamkan rasa kebangsaan terhadap para pelajar. Seperti yang dilakukan para anggota TNI di Banyumas Jawa Tengah ini. Selasa (11/,01) siang, mereka memberikan suguhan aksi akrobatik di depan ribuan siswa sekolah dasar. Selain menjadi hiburan yang menarik, disela tontonan ini juga diselipkan pesan pesan tentang keberanian terhadap bela negara.</p>
<p>Sejak pagi ribuan siswa sekolah dasar ini sudah memadati lapangan sepakbola di Purwokerto Barat , Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. mereka dibuat terkagum kagum dengan aksi anggota tni yang melakukan aksi akrobat tersebut.</p>
<p>Acara yang diprakarsai Kodim 0701 Banyumas ini dimulai dengan aksi menggilas tubuh anggota TNI. Dengan menggunakan truk yang ditumpangi para siswa seberat lebih dari dua ton, tubuh Kopral Marsinus anggota Kodam IV Diponegoro ini tak mengalami  luka sedikitpun.</p>
<p>Aksi berikutnya menyiram dengan air mendidih. Meski berkali kali disiram, namun kulit tubuh prajurit tersebut tetap utuh tak mengelupas atau terbakar.<br />
<strong><br />
</strong>Disela sela acara, para siswa selain diberi ilmu pengetahuan Pancasila juga tentang ilmu kebangsaan. Akrobatik ini sekaligus juga memberikan gambaran kepada siswa keberanian terhadap bela negara.</p>
<p>“ Acara ini dimaksudkan agar siswa memiliki rasa kebangsaan dan keberanian dalam membela Negara,” ujar Ketua Panitia, Kapten Inf. Nakam.</p>
<p>Acara diakhiri dengan aksi mengubur anggota tni. Uniknya setelah makam tersebut dibongkar, tubuh anggota TNI tersebut maih hidup dan sudah mengenakan pakaian wanita. Para siswa yang terheran heran dan langsung mengerubutinya (BNC/puh)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/01/11/aksi-akrobat-anggota-tni-pukau-ribuan-siswa-sd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meriah Lomba Mancing Paskal ‘84</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/01/02/meriah-lomba-mancing-paskal-%e2%80%9884/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/01/02/meriah-lomba-mancing-paskal-%e2%80%9884/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Jan 2011 08:24:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12743</guid>
		<description><![CDATA[Purbalingga – Lomba memancing 2011 yang diselenggarakan Paguyuban Alumni SMP Kalih Tahun 1984 (Paskal ’84) berlangsung sangat meriah. Panitia yang menyediakan 96 lapak, terpaksa harus menolak para peserta yang datang dadakan di arena kolam pancingan Dinas Peternakan &#38; Perikanan Kabupaten Purbalingga, Minggu (2/1). Lomba sekaligus dijadikan arena reuni lanjutan Paskal ’84 yang secara kebetulan menikmati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Purbalingga – Lomba memancing 2011 yang diselenggarakan Paguyuban Alumni SMP Kalih Tahun 1984 (Paskal ’84) berlangsung sangat meriah. Panitia yang menyediakan 96 lapak, terpaksa harus menolak para peserta yang datang dadakan di arena kolam pancingan Dinas Peternakan &amp; Perikanan Kabupaten Purbalingga, Minggu (2/1).  Lomba sekaligus dijadikan arena reuni lanjutan Paskal ’84 yang secara kebetulan menikmati libur Natal dan Tahun Baru 2011 di Purbalingga.<br />
Para pemancing selain berasal dari dalam kota Purbalingga, juga berasal dari keluarga alumni Paskal ’84 yang berasal dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Kalimantan, Sumatera dan kota besar lainnya di Indonesia. “Saya sengaja datang dari Jakarta untuk memeriahkan lomba yang diselenggarakan teman-teman Alumni SMPN 2 Purbalingga tahun 1984 dan sekaligus berkumpul dengan teman-teman lama,” tutur Martina Heny Purwantini, salah seorang alumni yang kini tinggal di Jakarta.<br />
Sementara itu ketua panitia Pranowo mengatakan, lomba memancing lele dilakukan dengan system perolehan ikan nominasi terbesar. Tahap pertama panitia menyebar ikan ramai-ramai seberat empat kwintal. Kemudian satu jam menjelang berakhir arena pemancingan dimasuki ikan nominasi dengan ukuran lebih dari tiga kilogram. “Panitia menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp 2.350.000,-  dan juga puluhan doorprice menari serta kalender Paskal 84 tahun 2011,” kata Pranowo.<br />
Keluar sebagai juara I Waluyo (nomer lapak 43) dari Kedungjati Bukateja dengan perolehan ikan 5.490 kilogram, kemudian disusul juara II dan III masing-masing Jari (lapak 13) asal Purbalingga Wetan dengan perolehan berat ikan 3,554 dan Yadi (lapak 60) juga dari Purbalingga Wetan dengan perolehan ikan seberat 3,412 kilogram. Juara pertama mendapat uang tunai Rp 1.050.000,- juara II Rp 750.000,- dan juara III Rp 500.000,- . (y)<br />
<img class="alignleft size-medium wp-image-12775" title="DSC_0330" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/12/DSC_0330-402x270.jpg" alt="" width="402" height="270" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/01/02/meriah-lomba-mancing-paskal-%e2%80%9884/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penambang Emas Gumelar Tewas di Lubang Galian</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/12/07/penambang-emas-tewas-di-lubang-galian/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/12/07/penambang-emas-tewas-di-lubang-galian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 04:32:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12598</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Sudah diduga banyak kalangan, penambangan emas ilegal yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar Banyumas akan menimbulkan insiden.Selain mengancam longsornya bukit dan puluhan rumah warga,penambangan emas akhirnya memakan korban jiwa. Sabtu (04/12) Taryono (34) seorang penambang tewas di dalam lubang galian. Korban diduga mengihirup racun yang ada di lubang sedalam 25 meter tersebut. Menurut keterangan sejumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12600" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-12600" href="http://banyumasnews.com/2010/12/07/penambang-emas-tewas-di-lubang-galian/penambang-tewas/"><img class="size-full wp-image-12600" title="penambang tewas" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/12/penambang-tewas.jpg" alt="EVAKUSAI: Setelah tiga jam, korban penambang emas Gumelar baru bisa dievakuasi (foto:puh/BNC)" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">EVAKUSAI: Setelah tiga jam, korban penambang emas Gumelar baru bisa dievakuasi (foto:puh/BNC)</p></div>
<p>BANYUMAS-Sudah diduga banyak kalangan, penambangan emas ilegal yang ada di wilayah Kecamatan Gumelar Banyumas akan menimbulkan insiden.Selain mengancam longsornya bukit dan puluhan rumah warga,penambangan emas akhirnya memakan korban jiwa. Sabtu (04/12) Taryono (34) seorang penambang tewas di dalam lubang galian. Korban diduga mengihirup racun yang ada di lubang sedalam 25 meter tersebut.</p>
<p>Menurut keterangan sejumlah warga, lubang galian emas tersebut sudah dua pekan ditutup, karena pemilik sedang menggelar hajatan. Saat kegiatan penambangan akan dimulai lagi, seorang pekerja berusaha membersihkan air dan tanah yang ada di dalam lubang tersebut.</p>
<p>Namun tanpa diduga, tiba tiba korban pingsan dan tak sadarkan diri. Sejumlah warga berusaha menolong namun gagal karena korban keburu menghembuskan nafas terakhir. &#8221; Kita tak sempat menolong, karena korban terlalu lama berada di dalam,&#8221; ujar Tim SAR Polres Banyumas dan Ubaloka yang megevakuasi korban.</p>
<div id="attachment_12601" class="wp-caption alignleft" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-12601" href="http://banyumasnews.com/2010/12/07/penambang-emas-tewas-di-lubang-galian/penambangan-lubang/"><img class="size-full wp-image-12601" title="penambangan lubang" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/12/penambangan-lubang.jpg" alt="RAWAN LONGSOR: Pnemabnagan emas di Paningkaban Gumelar ancam longsor pemukiman penduduk (foto:puh/BNC)" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">RAWAN LONGSOR: Pnemabnagan emas di Paningkaban Gumelar ancam longsor pemukiman penduduk (foto:puh/BNC)</p></div>
<p>Menurut sejumlah warga, penambangan emas di Desa Paningkaban dan Cihonje Kecamatan Gumelar memang rawan kecelakaan. Meski begitu warga tetap melakukan aktivitasnya. Sejjumlah wasrga pernah melakukan aksi protes dengan penambangan tersebut,<br />
karena selain mengancam longsornya rumah warga, limbah penambangan juga mencemari sungai yang mengalir sepanjang sungai Desa Cihonje.</p>
<p>&#8221; Kita memang sudah berupaya ke semua pihak untuk mempertimbangkan kembali keberadaan penambangan tersebut. Namun hingga kini suara rakyat disini tak pernah di dengar oleh pihak pihak terkait seperti bupati, ESDM dan aparat kepolisian,&#8221; ujar Wargo</p>
<p>(53) warga setempat (puh/BNC).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/12/07/penambang-emas-tewas-di-lubang-galian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa SD Al-Irsyad outbond di studio alam &#8216;Kidung Kampoengku&#8217;</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 15:27:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[kidung kampoengku; banyumas; al-irsyad purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12402</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; Proses pembelajaran dengan memperbanyak pengenalan lingkungan secara langsung menjadi bagian penting pendidikan. Wahana berupa studio alam, menjadi alternatif  belajar  di luar  kelas. Dan di Banyumas tersedia di berbagai lokasi outbond, salah satunya adalah di &#8220;Kidung Kampoengku&#8221; yang terletak di desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas kurang lebih 4 km utara kota Purwokerto. Seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO &#8211; Proses pembelajaran dengan memperbanyak pengenalan lingkungan secara langsung menjadi bagian penting pendidikan. Wahana berupa studio alam, menjadi alternatif  belajar  di luar  kelas. Dan di Banyumas tersedia di berbagai lokasi outbond, salah satunya adalah di &#8220;Kidung Kampoengku&#8221; yang terletak di desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas kurang lebih 4 km utara kota Purwokerto.</p>
<p>Seperti yang dilakukan oleh 19 siswa kelas IV akselerasi SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto Ahad lalu (24/10),  yang mengadakan kegiatan outbond yang juga diikuti oleh orang tua wali murid. Di  areal studio alam Kidung Kampoengku, anak-anak belajar  mengenal secara  langsung  lingkungan pedesaan. Dikenalkan pula pada areal pertanian, peternakan, perikanan, berbagai jenis pohon dan merasakan sendiri menjadi &#8216;petani&#8217;  dengan praktek menanam pohon keras, menanam padi (tandur) dengan mencebur  ke sawah. &#8220;Dengan berkotor-kotor anak-anak belajar bagaimana bapak tani bekerja menghasilkan bahan makanan yang mereka makan sehari-hari&#8221;, kata instruktur dari Kidung Kampoengku.</p>
<p>Siswa-siswi yang kebanyakan terbiasa hidup di perkotaan dan tidak pernah berkotor ria ini tentu sangat menikmati belajar di luar ruang kelas ini. Terutama saat praktek menanam padi dan &#8216;memanen&#8217; ikan.</p>
<p>Dari base camp menuju sawah berjalan sekitar 500 meter dengan melewati pematang sawah. Setiap melewati pepohonan dijelaskan nama pohon yang dilalui. Kegiatan pertama adalah menanam pohon sengon, kemudian menanam padi, memanen ikan. Dari lokasi persawahan berjalan sekitar 1 km ke kali melewati jalan dipinggir saluran irigasi yang membatasi kampung dengan persawahan. Dalam perjalanan ini melewati kandang sapi. Udara pagi yang segar dan pemandangan alam yang indah menjadikan acara ini tampak sangat menyenangkan. Berbagai pemandangan yang tidak pernah dilihat sebelumnya, seperti ibu-ibu yang mencuci pakaian dari air irigasi yang mengalir menjadi pengalaman tersendiri.</p>
<p>&#8220;Anak-anak memang penting dikenalkan dengan keanekaragaman yang ada di masyarakat, termasuk kehidupan di pedesaan agar memiliki kepekaan sosial&#8221;, kata Sugiono salah satu orang tua yang mengikuti kegiatan ini. Untuk melengkapi pembelajaran kepekaan tsb diserahkan 10 bingkisan sembako kepada keluarga tidak mampu di Karangnangka yang diserahkan oleh perwakilan siswa. (BNC/p)</p>
<div id="attachment_12403" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-12403" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/img00681-20101024-0833/"><img class="size-medium wp-image-12403" title="IMG00681-20101024-0833" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/IMG00681-20101024-0833-360x270.jpg" alt="mencebur ke sawah tanam padi (bnc/p)" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">mencebur ke sawah tanam padi (bnc/p)</p></div>
<p><a rel="attachment wp-att-12404" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/img00675-20101024-0827/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-12404" title="IMG00675-20101024-0827" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/IMG00675-20101024-0827-360x270.jpg" alt="IMG00675-20101024-0827" width="360" height="270" /></a></p>
<div id="attachment_12405" class="wp-caption aligncenter" style="width: 330px"><a rel="attachment wp-att-12405" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/img00668-20101024-0818/"><img class="size-full wp-image-12405" title="IMG00668-20101024-0818" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/IMG00668-20101024-0818.jpg" alt="berjalan menapaki pematang" width="320" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">berjalan menapaki pematang</p></div>
<div id="attachment_12406" class="wp-caption aligncenter" style="width: 371px"><a rel="attachment wp-att-12406" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/img00717-20101024-0947/"><img class="size-medium wp-image-12406" title="IMG00717-20101024-0947" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/IMG00717-20101024-0947-361x270.jpg" alt="bersiap mengarungi sungai dengan ban" width="361" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">bersiap mengarungi sungai dengan ban</p></div>
<div id="attachment_12407" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-12407" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/img00708-20101024-0933/"><img class="size-medium wp-image-12407" title="IMG00708-20101024-0933" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/IMG00708-20101024-0933-360x270.jpg" alt="asyinya 'ngeli'" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">asyinya &#39;ngeli&#39;</p></div>
<div id="attachment_12408" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-12408" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/img00692-20101024-0852/"><img class="size-medium wp-image-12408" title="IMG00692-20101024-0852" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/IMG00692-20101024-0852-360x270.jpg" alt="makan bersama di gubug.... nikmatnya" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">makan bersama di gubug.... nikmatnya</p></div>
<div id="attachment_12409" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-12409" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/img00731-20101024-1107/"><img class="size-medium wp-image-12409" title="IMG00731-20101024-1107" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/IMG00731-20101024-1107-360x270.jpg" alt="basecamp" width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">basecamp</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/10/28/siswa-sd-al-irsyad-outbond-di-studio-alam-kidung-kampoengku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korban Merapi 33 Orang</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/10/28/korban-merapi-33-orang/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/10/28/korban-merapi-33-orang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 09:36:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12395</guid>
		<description><![CDATA[Sleman -  Jumlah seluruh korban meninggal akibat keganasan Wedhus Gembel Gunung Merapi hingga 28 Oktober 2010  sebanyak 33 orang. Dari jumlah ini sebanyak 25 orang ditemukan meninggal di lokasi musibah, dan sebanyak 8 orang meninggal dalam perawatan/rujukan RS/ICCU (satu meninggal hari ini di RS Panti Nugroho). Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman melaporkan, sebanyak 9 jenasah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12396" class="wp-caption aligncenter" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-12396" href="http://banyumasnews.com/2010/10/28/korban-merapi-33-orang/pemakaman-massal-korban-merapi7/"><img class="size-medium wp-image-12396" title="pemakaman massal korban merapi7" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/pemakaman-massal-korban-merapi7-360x270.jpg" alt="Dari 33 Korban, sebanyak 21 jenazah dikubur secara massal, Kamis (28/10)." width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Dari 33 Korban, sebanyak 21 jenazah dikubur secara massal, Kamis (28/10).</p></div>
<p>Sleman -  Jumlah seluruh korban meninggal akibat keganasan Wedhus Gembel Gunung Merapi hingga 28 Oktober 2010  sebanyak 33 orang. Dari jumlah ini sebanyak 25 orang ditemukan meninggal di lokasi musibah, dan sebanyak 8 orang meninggal dalam perawatan/rujukan RS/ICCU (satu meninggal hari ini di RS Panti Nugroho).</p>
<p>Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman melaporkan, sebanyak 9 jenasah sudah diambil dan dimakamkan oleh pihak keluarga.  Jenasah mbah Maridjan dan keluarga (3 jenasah) dimakamkan di Srunen, Glagaharjo Kecamatan Cangkringan.  Sedangkan  21 jenasah dimakamkan secara massal di Dusun Sidorejo, Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan, Kamis (28/10) siang.</p>
<p>Inilah daftar nama-nama korban tewas Gunung Merapi. Jumlah korban ini tidak termasuk korban tewas seorang balita di kecamatan Dukun, Magelang, dan seorang nenek di Kecamatan Kemalang, Klaten. (BNC/tgr)</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="553">
<tbody>
<tr>
<td width="37" valign="top">
<p align="center"><strong>No</strong></p>
</td>
<td width="234" valign="top">
<p align="center"><strong>Nama</strong></p>
</td>
<td width="282" valign="top">
<p align="center"><strong>Alamat</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="37" valign="top">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
<p align="center"><strong>2</strong></p>
<p align="center"><strong>3</strong></p>
<p align="center"><strong>4</strong></p>
<p align="center"><strong>5</strong></p>
<p align="center"><strong>6</strong></p>
<p align="center"><strong>7</strong></p>
<p align="center"><strong>8</strong></p>
<p align="center"><strong>9</strong></p>
<p align="center"><strong>10</strong></p>
<p align="center"><strong>11</strong></p>
<p align="center"><strong>12</strong></p>
<p align="center"><strong>13</strong></p>
<p align="center"><strong>14</strong></p>
<p align="center"><strong>15</strong></p>
<p align="center"><strong>16</strong></p>
<p align="center"><strong>17</strong></p>
<p align="center"><strong>18</strong></p>
<p align="center"><strong>19</strong></p>
<p align="center"><strong>20</strong></p>
<p align="center"><strong>21</strong></p>
<p align="center"><strong>22</strong></p>
<p align="center"><strong>23</strong></p>
<p align="center"><strong>24</strong></p>
<p align="center"><strong>25</strong></p>
<p align="center"><strong>26</strong></p>
<p align="center"><strong>27</strong></p>
<p align="center"><strong>28</strong></p>
<p align="center"><strong>29</strong></p>
<p align="center"><strong>30</strong></p>
<p align="center"><strong>31</strong></p>
<p align="center"><strong>32</strong></p>
<p align="center"><strong>33</strong></p>
</td>
<td width="234" valign="top"><strong>Tn. Sadjiman</strong></p>
<p><strong>Ny. Puji Sarono</strong></p>
<p><strong>Tn. Sarno Utomo</strong></p>
<p><strong>Tn. Tarno Miarjo</strong></p>
<p><strong>Tn.   Yanto Utomo</strong></p>
<p><strong>Tn.   Wahono Suketi</strong></p>
<p><strong>Tn. Imam Nurkholis</strong></p>
<p><strong>Tn. Slamet Widodo</strong></p>
<p><strong>Tn. Yuniawan Wahyu Nugroho</strong></p>
<p><strong>Tn. Tutur Priyanto</strong></p>
<p><strong>Tn. Suranto</strong></p>
<p><strong>An. Nurul Wakijah</strong></p>
<p><strong>Tn. Maridjan</strong></p>
<p><strong>Tn. Samidi</strong></p>
<p><strong>Tn. Narudi</strong></p>
<p><strong>Imam/Rahmat</strong></p>
<p><strong>Ny.   Emi</strong></p>
<p><strong>Ny.   Mufita</strong></p>
<p><strong>Tn.   Andriyanto</strong></p>
<p><strong>Ny.   Cipto Sumarjo</strong></p>
<p><strong>Tn.   Cipto Sumarjo</strong></p>
<p><strong>Ny.   Sunarti alias Yunarti</strong></p>
<p><strong>NY.   Sarworejo</strong></p>
<p><strong>Tn.   Wiyono</strong></p>
<p><strong>Tn.   Slamet Ngatiran alias Gomet</strong></p>
<p><strong>Ny.   Pujo</strong></p>
<p><strong>Ny.   Mursiyam</strong></p>
<p><strong>Tn.   Tarno</strong></p>
<p><strong>Tn.   Warjo</strong></p>
<p><strong>Tn.   Muji / Adi Wiyono</strong></p>
<p><strong>Tn.   Harno Wiyono</strong></p>
<p><strong>Tn.Udi</strong></p>
<p><strong>Tn.   Sugiman</strong></td>
<td width="282" valign="top"><strong>Kepuharjo   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Pelemsari   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Pelemsari,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Pelemsari,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>–</strong></p>
<p><strong>Kec.   Ambarawa, Semarang</strong></p>
<p><strong>Tamantirto,   Kasihan, Bantul</strong></p>
<p><strong>Pelemsari,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Pelemsari,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo   Umbulharjo, Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Pelemsari,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Umbulharjo   Umbulharjo, Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Pelemsari   Umbulharjo, Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Pelemsari,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>–</strong></p>
<p><strong>Kinahrejo,   Umbulharjo Cangkringan</strong></p>
<p><strong>Ngaglik   Sleman</strong></p>
<p><strong>Ngrangkah   Umbulharjo Cangkringan</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Sumber: Satlak PBP Kab. Sleman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/10/28/korban-merapi-33-orang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kubah Sisi Selatan Gunung Merapi Paling Rapuh</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/10/26/kubah-sisi-selatan-gunung-merapi-paling-rapuh/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/10/26/kubah-sisi-selatan-gunung-merapi-paling-rapuh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KABAR SEDULUR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=12374</guid>
		<description><![CDATA[Klaten &#8211; Puncak Merapi saat ini dikelilingi timbunan material jutaan meter kubik, hasil dari 11 kali erupsi yang pernah terjadi selama ini. Berturut-turut erupsi tahun 1902, 1911, 1940, 1948, 1955, 1956, 1957, 1992, 1997, 1998, dan 2006 yang kemudian membentuk kubah lava. Melihat usianya, tentu semakin tua maka akan semakin labil kubah tersebut sehingga kemungkinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Klaten &#8211; Puncak Merapi saat ini dikelilingi timbunan material jutaan meter kubik, hasil dari 11 kali erupsi yang pernah terjadi selama ini. Berturut-turut erupsi tahun 1902, 1911, 1940, 1948, 1955, 1956, 1957, 1992, 1997, 1998, dan 2006 yang kemudian membentuk kubah lava. Melihat usianya, tentu semakin tua maka akan semakin labil kubah tersebut sehingga kemungkinan untuk ambrol ke bawah juga semakin besar.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-12375" href="http://banyumasnews.com/2010/10/26/kubah-sisi-selatan-gunung-merapi-paling-rapuh/gunung-merapi/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-12375" title="Gunung Merapi" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/10/Gunung-Merapi-360x270.jpg" alt="Gunung Merapi" width="360" height="270" /></a></p>
<p>&#8220;Mencermati laju dan arah deformasi atau penggelembungan kubah kali ini, timbunan material atau kubah hasil erupsi 1911 yang mengarah ke selatan atau ke kali Kuning Sleman DIY, menjadi yang paling rapuh di antara yang lain,&#8221; kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Drs Subandriyo MSi, Selasa (26/10).</p>
<p>Hasil erupsi 1902 di sisi timur lebih tua, memang. Namun, deformasi justru ke arah selatan. Deformasi merupakan penggelembungan atau perubahan bentuk kubah di puncak Merapi karena adanya desakan aliran magma dari dalam.</p>
<p>&#8220;Sebelum dinyatakan &#8216;Awas&#8217;, laju deformasi atau laju inflasi Merapi memang meningkat tajam. Jika pada akhir September 2010 laju inflasi puncak Merapi hanya 6 mm/hari, hingga 21 Oktober 2010 mencapai 10,5 cm/hari. Kemudian meningkat tajam menjadi 42 cm/hari berdasarkan hasil pengukuran electric distance measurement (EDM) hingga 24 Oktober 2010,&#8221; jelas Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr Surono. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/10/26/kubah-sisi-selatan-gunung-merapi-paling-rapuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
