<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; PURBALINGGA</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/barlingmascakeb/purbalingga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 12:21:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gubernur Warning Soal Alih Fungsi Lahan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/29/gubernur-warning-soal-alih-fungsi-lahan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/29/gubernur-warning-soal-alih-fungsi-lahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 11:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11551</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mewanti-wanti Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Terlantik, Heru Sudjatmoko dan Sukento Marhaendrianto, untuk berhati-hati dalam mengalih fungsi lahan dalam proses pembangunan lima tahun ke depan.
“Jangan sampai lumbung beras berubah menjadi lumbung rumah atau ruko. Sering saya prihatin ketika tanah subur-subur dibangun ruko. Setelah itu ternyata rukonya pada tutup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-11552" href="http://banyumasnews.com/2010/07/29/gubernur-warning-soal-alih-fungsi-lahan/bibit-waluyo-2/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11552" title="bibit-waluyo" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/bibit-waluyo-234x270.jpg" alt="bibit-waluyo" width="234" height="270" /></a>PURBALINGGA – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mewanti-wanti Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Terlantik, Heru Sudjatmoko dan Sukento Marhaendrianto, untuk berhati-hati dalam mengalih fungsi lahan dalam proses pembangunan lima tahun ke depan.</p>
<p>“Jangan sampai lumbung beras berubah menjadi lumbung rumah atau ruko. Sering saya prihatin ketika tanah subur-subur dibangun ruko. Setelah itu ternyata rukonya pada tutup karena nggak laku, kan sayang sekali tanah subur itu jadi sia-sia,” ujar Gubernur di sela-sela sambutannya pada Upacara Pengucapan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Masa Jabatan 2010-2015, Selasa (27/7).</p>
<p>Menurut Gubernur, pembangunan yang tidak mengindahkan tata ruang kota dapat menyeret bupati/ walikota setempat ke bui. Sanksi tegas dari kesalahan alih fungsi lahan bisa mencapai 5 – 15 tahun penjara dan denda hingga Rp. 5 miliar.</p>
<p>“Kepada Para camat, kades dan lurah, Anda juga harus hati-hati dalam alih fungsi lahan dan harus paham betul tentang tata ruang wilayah. Jangan sampai hanya karena ingin daerahnya dikatakan maju akhirnya mengorbankan lahan yang subur dan produktif. Salah keputusan, Anda juga bisa dijerat sanksi hukum yang berat,” tambahnya.</p>
<p>Gubernur juga berpesan kepada pasangan pemimpin baru itu agar seluruh program-program kerjanya tetap disesuaikan dengan program-program kerja Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Sebab, bantuan-bantuan dari provinsi maupun pusat akan turun jika di anggaran kabupaten /kota itu tersedia dan memang ada programnya.</p>
<p>“Kalau ada kesulitan yang dihadapi dan di tingkat kabupaten tidak bisa diselesaikan, silahkan konsultasi ke provinsi. Kalau kami di Provinsi masih belum bisa juga, kamipun akan konsultasi ke pusat. Kita bekerja itu harus sesuai jalur, jangan seenaknya sendiri,” tegasnya. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/29/gubernur-warning-soal-alih-fungsi-lahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SDN 1 Arenan,  Dikenal Lewat  Group Rebana dan Juara Mendongeng</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/25/sdn-1-arenan-dikenal-lewat-group-rebana-dan-juara-mendongeng/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/25/sdn-1-arenan-dikenal-lewat-group-rebana-dan-juara-mendongeng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 14:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11534</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA&#8211;Menengok  keberadaan SDN 1 Arenan, sungguh keprihatinan yang ada. Betapa tidak?  Jika hujan tiba, jalan menuju ke SD yang berada di pelosok itu licin dan  becek. Jalan menuju ke SD itu memang belum beraspal mulus.     Sehingga  jika tidak hati-hati, bisa terpeleset.
&#8220;Beginilah kondisi  sekolah kami,&#8221; ujar Mugilastuti , S.Pd [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-11537" href="http://banyumasnews.com/2010/07/25/sdn-1-arenan-dikenal-lewat-group-rebana-dan-juara-mendongeng/sd-arenan/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11537" title="SD arenan" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/SD-arenan-359x270.jpg" alt="SD arenan" width="359" height="270" /></a>PURBALINGGA&#8211;Menengok  keberadaan SDN 1 Arenan, sungguh keprihatinan yang ada. Betapa tidak?  Jika hujan tiba, jalan menuju ke SD yang berada di pelosok itu licin dan  becek. Jalan menuju ke SD itu memang belum beraspal mulus.     Sehingga  jika tidak hati-hati, bisa terpeleset.<br />
&#8220;Beginilah kondisi  sekolah kami,&#8221; ujar Mugilastuti , S.Pd , kepala sekolah SDN 1 Arenan  kepada Banyumasnews.com, Sabtu (24/7).</p>
<p>Dengan keterbatasan  yang ada, ditambah suatu kondisi di mana 75 persen dari 137 murid SDN 1  Arenan ditinggal ayahnya merantau&#8211;sebagian besar ke Pulau  Batam&#8211;menjadikan upaya mendidik murid-murid berbeda dengan murid-murid  yang hidup bersama kedua orang tuanya. Diakui Mugilastuti, sekitar 75  persen muridnya diasuh oleh kakek dan neneknya atau family lainnya,  sementara kedua orangtuanya merantau ke luar kota, rata-rata ke Pulai <span id="lw_1280067859_1" style="cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;">Batam</span>.</p>
<p>&#8220;Tentu saja , anak yang diasuh oleh kakak dan neneknya atau  familynya,dibanding oleh kedua orangtuanya sendiri, berbeda. Dan kami  harus ekstra sabar untuk mendidik  mereka agar bisa menjadi anak  mandiri, dan memiliki kelebihan di bidang akademik maupun non akademik,&#8221;  ujar Mugilastuti.</p>
<p>Diakui, belakangan SDN 1 Arenan semakin  dikenal masyarakat, karena prestasi yang dimiliknya. Yakni group rebana  Raudatut Tulab dibawah asuhan Suparno, guru pendidikan <span id="lw_1280067859_2" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">Agama Islam</span> SD setempat, sering memborong  kejuaraan. Yakni juara 1 berturut-turut  selama empat tahun terakhir  di tingkat Kecamatan Kaligondang. Sedangkan  di tingkat kabupaten, pernah menjadi juara kedua dan ketiga.</p>
<p>&#8220;Ke depan, kami bertekad bisa meraih juara 1 tingkat kabupaten,  sehingga bisa maju ke tingkat propinsi,&#8221; timpal Suparno, pelatih group  rebana itu yang didampingi guru lainnya, Khotimah.</p>
<p>Suparno  menyadari, group rebana yang dibentuk tahun 2003,bermula dari serba  keterbatasan. Bermodalkan Rp 3 juta, ia membeli kempreng, bedhug, dan  keyboard sederhana. Dalam perkembangannya, ditambah drum seat, saron,  dan gitar. &#8220;Untuk organ, sementara kami masih pinjam. Karena kalau beli  sendiri, tidak mampu, mengingat harganya mahal sekitar Rp 12 juta. Sukur  ada donatur yang mau memberi bantuan, kami akan sangat senang,&#8221; harap  Suparno.</p>
<p>Group rebana Raudatut Tulab yang berarti &#8220;Taman Menuntut  Ilmu&#8221;  beranggotakan murid-murid klas 3 hingga  klas enam yang sudah  diseleksi. Dan berkat latihan yang intens, group ini mampu eksis untuk  mendidik akhlak murid-murid SDN 1 Arenan  lewat lagu-lagu bernuansa  Islami.<br />
Banyak lagu-lagu nyang sudah dikuasai murid-murid di grup rebana ini, diantaranya Tolangal Badru, Papat <span id="lw_1280067859_3" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">Kitab</span>, Al Qur&#8217;an, Ya Nabi Salam, dan sebagainya.</p>
<p>Sesungguhnya, selain dikenal lewat group rebananya, SD ini pada awal bulan Juli lalu mampu menorehkan prestasi, menyusul <span id="lw_1280067859_4" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">salah satu</span> muridnya, Alfita Milenia Putri, yang kini masih duduk di klas 5,  menjadi juara 1 mendongeng tingkat kabupaten dalam lomba mendongeng  tingkat SD tahun 2010. Alfita dilatih mendongeng  oleh Khotimah, guru  olah raga SD setempat.</p>
<p>Yang menarik, Alfita hapal puluhan  dongeng, dan mampu memeragakan atraksi mendongeng dengan ekspresi yang  bagus. Ia pun sering tampil di tingkat kabupaten untuk memperagakan  kepiawaiannya mendongeng itu. Beberapa dongeng yang sangat disukainya,  diantaranya Si Pitung Jagoan Betawi, Legenda <span id="lw_1280067859_5" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer;">Danau Toba</span>, dan Ibu Kandungku Seekor Kucing.</p>
<p>Pada pertengahan bulan Juli lalu, Alfita mewakili Kabupaten    Purbalingga menguikuti  lomba mendongeng tingkat   Provinsi Jateng di  Gedung Monumen PKK Ungaran.</p>
<div id="attachment_11542" class="wp-caption alignleft" style="width: 370px"><a rel="attachment wp-att-11542" href="http://banyumasnews.com/2010/07/25/sdn-1-arenan-dikenal-lewat-group-rebana-dan-juara-mendongeng/sd-arenan2/"><img class="size-medium wp-image-11542" title="SD arenan2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/SD-arenan2-360x270.jpg" alt="Alfita  Alfita Milenia Putri, juara 1 mendongeng tingkat Kabupaten Purballingga tahun 2000, diapit kepala  sekolah SDN 1 Arenan, Mugilastuti, S.Pd (kiri) dan pelatih dongeng yang juga guru SD setempat, Khotimah (kanan)." width="360" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Alfita  Alfita Milenia Putri, juara 1 mendongeng tingkat Kabupaten Purballingga tahun 2000, diapit kepala  sekolah SDN 1 Arenan, Mugilastuti, S.Pd (kiri) dan pelatih dongeng yang juga guru SD setempat, Khotimah (kanan).</p></div>
<p>&#8220;Saat itu, saya membawakan  dongeng Si Pitung Jagoan Betawi, yang mengisahkan perjalanan Si Pitung  sebagai anak yang soleh dan berani melawan penjajah <span id="lw_1280067859_6" style="border-bottom: 2px dotted #366388; cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;">Belanda</span>.  Sayang, saya hanya masuk ranking ke 12 dari 35 peserta yang mewakili  kabupaten/kota di Jateng. Namun saya bertekad, lain kali bisa menjadi  yang   terbaik,&#8221; ujar Alfita yang didampingi kepala sekolahnya,  Mugilastuti.</p>
<p>Selain pintar mendongeng, Alfita&#8211;kelahiran <span id="lw_1280067859_7" style="cursor: pointer; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;">Tanjung Pinang</span> 6 Januari 2000 dan kedua orangtuanya kini merantau di Batam&#8211;di  sekolahnya juga selalu menduduki ranking satu sejak duduk di klas  satu  SD. Prestasi lain yang pernah diraih, juara sinopsis  SD tingkat  Kabupaten Purbalingga.</p>
<p>Diakui Mugilastuti,  pihaknya kini  berusaha seoptimal mungkin mengembangkan  bakat dan kemampuan yang  dimiliki murid-muridnya  agar bisa mengangkat citra SDN 1 Arenan. &#8220;Kami  bertekad, menjadikan sekolah ini sebagai sekolah unggulan yang bisa  dibanggakan,&#8221; tekad Mugilastuti. (***)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/25/sdn-1-arenan-dikenal-lewat-group-rebana-dan-juara-mendongeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Karangbanjar Pemenang I Nasional Desa Wisata</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/20/karangbanjar-pemenang-i-nasional-desa-wisata/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/20/karangbanjar-pemenang-i-nasional-desa-wisata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 21:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11438</guid>
		<description><![CDATA[Purbalingga – Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, keluar sebagai pemenang I penghargaan desa wisata dalam rangka gerakan nasional sadar wisata dan aksi sapta pesona 2010. penghargaan diberikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir Jero Wacik, SE di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Jum’at (16/7).
Desa Karangbanjar mengalahkan 65 desa wisata se-Indonesia yang dinilai oleh Kementerian Kebudayaan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11439" class="wp-caption alignleft" style="width: 412px"><a rel="attachment wp-att-11439" href="http://banyumasnews.com/?attachment_id=11439"><img class="size-medium wp-image-11439" title="wisata BNC" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/wisata-BNC-402x270.jpg" alt="Ketua Desa Wisata Ahmad Sobari (kanan) memegang tropi dan piagam bersama Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si di depan Rumah Prestasi Purbalingga. (BNC/tgr)" width="402" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Ketua Desa Wisata Ahmad Sobari (kanan) memegang tropi dan piagam bersama Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si di depan Rumah Prestasi Purbalingga. (BNC/tgr)</p></div>
<p>Purbalingga – Desa Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga, keluar sebagai pemenang I penghargaan desa wisata dalam rangka gerakan nasional sadar wisata dan aksi sapta pesona 2010. penghargaan diberikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Ir Jero Wacik, SE di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Jum’at (16/7).</p>
<p>Desa Karangbanjar mengalahkan 65 desa wisata se-Indonesia yang dinilai oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Pemenang II diraih Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Dan pemenang III diraih Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>Ketua desa Wisata Karangbanjar, H Achmad Sobari mengatakan, penilaian desa wisata dilakukan pada bulan Juni 2010 lalu. Karangbanjar semula menjadi salah satu desa dari 65 desa yang dinilai. Kemudian pada tahap II, Karangbanjar masuk dalam 11 nominator pemenang. “Akhirnya Karangbanbajr berhasil menyisihkan 64 desa lainnya dan berhasil meraih pemenang pertama,” kata Sobari.</p>
<p>Atas kemenangan itu, lanjut Sobari, Karangbanjar mendapat tropy dan piagam penghargaan dari Menbudpar serta uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. “Kami sangat bersyukur karena dukungan Pemerintah kabupaten Purbalingga dibawah kepemimpinan Triyono Budi sasongko, sangat all out dalam pengembangan pariwisata. Perkembangan pariwisata itu yang berimbas pada semangat warga khususnya dari desa Karangbanjar untuk ikut memberikan andil dalam sector pariuwisata,” kata Sobari.</p>
<p>Menurut Sobari, Desa Karangbanjar  memiliki dukungan untuk pariwisata. Tersedia 68 homestay dengan 150 kamar yang bersuasana desa. Di Karangbanjar juga tersedia aneka kerajinan rambut palsu. “Lokasi desa Karangbanjar berdekatan dengan berbagai obyek wisata seperti taman reptile, museum uang, rumah prestasi, museum wayang dan artefak, wahana pendidikan, dan Owabong,” kata Sobari sembari menambahkan desa Karangbanjar mulai berdiri  29 januari 1991.</p>
<p>Sobari menambahkan, untuk mendukung desa wisata, pihak pengelola mengadakan kursus bahasa Inggris selama enam bulan yang  diikuti 160 peserta bekerjsama dengan Dewina International Banyumas. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/20/karangbanjar-pemenang-i-nasional-desa-wisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>60% Kematian Ibu Karena Perdarahan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/20/60-kematian-ibu-karena-perdarahan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/20/60-kematian-ibu-karena-perdarahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 21:03:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11441</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Sekitar 60% penyebab kematian ibu melahirkan lebih karena perdarahan. Perdarahan pada masa kehamilan dan menjelang kelahiran ini  umumnya terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran keluarga/ masyarakat  terhadap pentingnya perlindungan dan perhatian terhadap ibu hamil.
”Sampai saat ini masih ada keluarga baik suami maupun orang tua ibu  hamil yang bersikukuh melarang ibu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Sekitar 60% penyebab kematian ibu melahirkan lebih karena perdarahan. Perdarahan pada masa kehamilan dan menjelang kelahiran ini  umumnya terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kesadaran keluarga/ masyarakat  terhadap pentingnya perlindungan dan perhatian terhadap ibu hamil.</p>
<p>”Sampai saat ini masih ada keluarga baik suami maupun orang tua ibu  hamil yang bersikukuh melarang ibu hamil memeriksakan kehamilan secara rutin ke  bidan dan melahirkan dengan bantuan medis. Akibatnya, kasus perdarahan seringkali  terjadi dan berujung kematian,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Purbalingga, dr. Dyah Retnani Basuki, M.Kes saat menjadi pembicara di depan 412 ibu hamil  dan 100 bidan dalam Seminar Ibu Hamil dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun  Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (17/7).</p>
<p>Hal serupa juga disampaikan Ketua IBI Purbalingga, Listianingsih.  Menurut<br />
Listianingsih dalam laporannya, pada kondisi gawat darurat, ibu hamil  harus<br />
mendapat penanganan segera dengan didampingi BAKSO KUDA, singkatan dari  Bidan Alat, Kendaraan, Surat, Obat, Keluarga, Uang dan Darah.</p>
<p>Ibu hamil harus menjadi perhatian semua pihak, mulai dari keluarga,  masyarakat dan perangkat desa. Hal ini untuk menjaga agar ibu hamil tetap sehat,  selamat, bergizi cukup sehingga mampu melahirkan bayi yang sehat dan cerdas  dengan lancar dan selamat.</p>
<p>”Untuk itu, rencananya kami akan memfasilitasi terbentuknya Paguyuban  Ibu Hamil dan Menyusui. Fungsi paguyuban ini untuk memberikan ilmu pengetahuan  tentang kesehatan ibu dan anak bagi ibu hamil dan menyusui di tiap desa,” ungkap  bidan senior bertubuh subur ini.</p>
<p>Purbalingga Sukses Kurangi Kematian Ibu Melahirkan Menurut data dalam Buku 10 tahun Bersama Membangun Purbalingga Perwira  (2010), angka kematian ibu di Purbalingga masih di bawah angka kematian ibu  secara nasional. Tahun 2008, angka kematian ibu melahirkan mencapai 109 ibu  pada tiap 100.000 kelahiran hidup. Tahun 2009, mengalami penurunan menjadi 103 ibu  pada tiap 100.000 kelahiran hidup. Sementara angka kematian ibu melahirkan  secara nasional mencapai 226 ibu tiap 100.000 kelahiran hidup.</p>
<p>Meskipun masih relatif tinggi, Pemkab Purbalingga telah berhasil  menurunkan angka kematian ibu melahirkan. Menurut Bupati Triyono Budi Sasongko  dalam sambutannya di kesemapatan yang sama, hal ini disebabkan kesadaran ibu  hamil dan keluarganya relatif membaik. Disamping itu peran bidan desa, asisten  bidan desa dan kader kesehatan serta perangkat desa setempat juga sangat mendukung  upaya penyelamatan ibu hamil.<br />
<span style="color: #888888;"><br />
”Pemkab Purbalingga berkomitmen tinggi menurunkan angka kematian ibu.  Dengan program JPKM, banyak ibu hamil berhasil diselamatkan. Bahkan khusus  untuk warga miskin, ibu hamil yang mengalami masalah kesehatan akan kami fasilitasi  untuk dirujuk sampai ke pusat,” pungkas Bupati yang 27 Juli mendatang akan merampungkan masa jabatannya ini. (BNC/cie)<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/20/60-kematian-ibu-karena-perdarahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Indonesia Tidak Datang Dari Jakarta</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/20/kebangkitan-indonesia-tidak-datang-dari-jakarta/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/20/kebangkitan-indonesia-tidak-datang-dari-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 21:01:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11449</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Bupati Triyono Budi Sasongko mengatakan kebangkitan Indonesia menuju kesejahteraan seperti yang dicita-citakan dalam UUD 1945 tidak akan datang dari Jakarta. Sebaliknya, akan muncul melalui mutiara-mutiara yang tersebar di daerah.
”Dan saya berharap, salah satu mutiara itu adalah Purbalingga melalui berbagai keberhasilan pembangunan di Purbalingga,” kata Bupati di sela-sela sambutannya pada Peresmian ’Rumah Prestasi’ di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Bupati Triyono Budi Sasongko mengatakan kebangkitan Indonesia menuju kesejahteraan seperti yang dicita-citakan dalam UUD 1945 tidak akan datang dari Jakarta. Sebaliknya, akan muncul melalui mutiara-mutiara yang tersebar di daerah.</p>
<p>”Dan saya berharap, salah satu mutiara itu adalah Purbalingga melalui berbagai keberhasilan pembangunan di Purbalingga,” kata Bupati di sela-sela sambutannya pada Peresmian ’Rumah Prestasi’ di Kompleks Sanggaruli Park Kecamatan Kutasari Purbalingga, Senin  (19/7).</p>
<p>Menurut Bupati Triyono, terlalu sulit dan muluk untuk menggantungkan pemerintah pusat melakukan segala perubahan di daerah. Sebab,  Indonesia secara geografis begitu luas, penduduknya begitu banyak dan latar belakangnya juga teramat variatif. Sementara APBN terbatas, kalaupun mampu melaksanakan banyak program bagus biasanya juga berasal dari utang luar negeri.</p>
<p>“Sudah saatnya kita-kita yang di daerah ini sadar, jangan terlalu ’ngarep-arep’<br />
semua dari Jakarta. Beban Pemerirntah Pusat sudah terlalu berat dan banyak yang lebih diprioritaskan. Siapa yang bisa merubah nasib kita? Ya kita sendiri,” ujar Bupati yang tinggal hitungan hari akan menyerahkan jabatannya kepada Heru Sudjatmoko yang meraih kemenangan pada Pemilukada 18 April 2010 lalu.</p>
<p>Bupati Triyono yakin, jika semua kabupaten/ kota se-Indonesia mau berupaya semaksimal mungkin untuk bangkit meraih kesejahteraan untuk masyarakatnya, maka secara otomatis Indonesiapun mampu untuk bangkit menjadi bangsa yang sejahtera dan bermartabat di mata dunia.</p>
<p>“Rumah Prestasi’ Gambaran Prestasi Purbalingga Selama 10 tahun di bawah kepemimpinan Triyono Budi Sasongko, Purbalingga menjadi kabupaten yang sarat prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional. Untuk merangkum semua prestasi-prestasi yang pernah diraih sejak tahun 2000-2010, didirikanlah ’Rumah Prestasi’ di Kompleks Sanggaruli Park.</p>
<p>“Rumah Prestasi ini bukan hanya sebagai museum prestasi Purbalingga, tapi juga akan menjadi pusat studi bagi siapapun yang membutuhkan data segala sesuatu tentang Purbalingga,” jelas Bupati Triyono, si pencetus ide pendirian Rumah Prestasi senilai Rp. 351,24 juta yang bersumber dari APBD dan sumbangan Asosiasi Jasa Konstruksi.</p>
<p>“Rumah Prestasi’ yang dibangun berupa dua gedung kembar yang dihubungkan dengan selasar ini rencananya bukan hanya untuk memajang aneka simbol prestasi seperti kejuaraan, penghargaan, dokumentasi kegiatan, produk hukum dan hasil kerja masyarakat selama kepemimpinan Triyono Budi Sasongko. Tapi juga dipersiapkan untuk memajang simbol prestasi bupati-bupati selanjutnya. Bupati Triyono mengatakan, pembangunan ’Rumah Prestasi’ ini juga bertujuan untuk memotivasi kepemimpinan selanjutnya untuk lebih berprestasi.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Bupati melaunching buku-buku tentang 10 tahun keberhasilan Purbalingga. Bupati juga menetapkan lokasi pembangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang seluruh anggarannya berasal dari APBN. Rencananya, Rusunawa yang dibangun untuk disewakan kepada para pekerja pabrik ini akan bertempat di eks terminal truk Karangmanyar, yang selama ini hanya termanfaatkan untuk latihan mengemudi.</p>
<p>Selain itu,  dicanangkan pula Desa Penusupan Kecamatan Rembang dan Desa Serang Kecamatan Karangreja sebagai Desa Wisata. Menurut Bupati Triyono, pencanangan kedua desa ini sebagai desa wisata untuk memacu perkembangan pariwisata di zona 2 Purbalingga, yang terdiri dari daerah-daerah pegunungan di pinggiran Purbalingga.</p>
<p>“Selama 10 tahun saya menjabat, saya akui, baru mengembangkan pariwisata di zona 1 seperti Kecamatan Purbalingga, Kutasari dan Bojongsari. Itu saja sudah menempatkan Desa Wisata Karangbanjar sebagai Desa Wisata Terbaik se-Indonesia, mengalahkan Bali, Lombok dan semua wilayah yang memang sudah memiliki sumber daya alam yang luar biasa indah dari Sang Pencipta. Ing ngatase Karangbanjar lho, yang tidak memili sumber daya alam seindah daerah-daerah lain di Indonesia. Apalagi kalau zona 2 dan zona 3 nanti dikembangkan, pasti akan sangat luar biasa,” ujarnya menggebu-gebu dan penuh harap. (BNC/cie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/20/kebangkitan-indonesia-tidak-datang-dari-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jelang Akhiri Jabatan, Bupati Triyono Bacakan Puisi</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/20/jelang-akhiri-jabatan-bupati-triyono-bacakan-puisi/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/20/jelang-akhiri-jabatan-bupati-triyono-bacakan-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 20:58:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11445</guid>
		<description><![CDATA[Purbalingga – Menjelang berakhirnya masa jabatan bupati untuk periode kedua 2005 – 2010, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si membacakan sebuah puisi karya Si Pena Hijau. Pena Hijau adalah istilah Triyono karena setiap kali membuat disposisi kepada anak buahnya menggunakan tinta berwarna hijau.
Puisi itu dibacakan oleh Triyono sesaat sebelum meresmikan Rumah Prestasi di Kompleks Sanggaluri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Purbalingga – Menjelang berakhirnya masa jabatan bupati untuk periode kedua 2005 – 2010, Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si membacakan sebuah puisi karya Si Pena Hijau. Pena Hijau adalah istilah Triyono karena setiap kali membuat disposisi kepada anak buahnya menggunakan tinta berwarna hijau.</p>
<p>Puisi itu dibacakan oleh Triyono sesaat sebelum meresmikan Rumah Prestasi di Kompleks Sanggaluri Park, Senin (19/7).</p>
<p>“Ijinkanlah di saat –saat terakhir memimpin purbalingga, saya mencoba membuat puisi yang berisi buah pikir saya, pesan dan kesan saya, rasa syukur dan rasa haru saya terhadap masyarakat purbalingga,” ungkap Triyono sebelum membacakan puisinya.</p>
<p><strong><em>DARI TIADA MENUJU ADA</em></strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>DISINI KU TERLAHIR</em></p>
<p><em>DISINI KU BERPIJAK</em></p>
<p><em>DISINI KU MERANA </em></p>
<p><em>KALA KELAM SELIMUTI PERWIRA</em></p>
<p><em>KOSONG, HAMPA, NOL&#8230;</em></p>
<p><em>OOOO&#8230;&#8230;.HAPUS AIR MATA&#8230;.</em></p>
<p><em>ORANG BILANG INI CAWAN</em></p>
<p><em>TIADA MENAWAN</em></p>
<p><em>BATINKU, “SIAPA BILANG?”</em></p>
<p><em>INI BUKAN SUDRA </em></p>
<p><em>YANG TAK PANTAS BERSUKA</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>KAU MINTA  IKAN, KUBERI KAU KAIL</em></p>
<p><em>TAK MUNGKIN BALIK DARI TITIK</em></p>
<p><em>BILA MANJA MASIH MENGGELITIK</em></p>
<p><em>AYO  BANGKIT!!</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>KAWAN&#8230;.</em></p>
<p><em>LIHATLAH SEKARANG!</em></p>
<p><em>DUKAMU KIAN MEMUDAR</em></p>
<p><em>DULU HAMPA KINI TERISI</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>KAU BILANG, “APALAGI?”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>MASIH BANYAK, KAWAN&#8230;</em></p>
<p><em>TERLALU BANYAK&#8230;.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>GILIRANMU SEKARANG</em></p>
<p><em>DARI TIADA, KUYAKIN KAU ADA.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/20/jelang-akhiri-jabatan-bupati-triyono-bacakan-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kliping Berita Media Tersimpan di Rumah Prestasi Purbalingga</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/20/kliping-berita-media-tersimpan-di-rumah-prestasi-purbalingga/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/20/kliping-berita-media-tersimpan-di-rumah-prestasi-purbalingga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 20:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/2010/07/20/kliping-berita-media-tersimpan-di-rumah-prestasi-purbalingga/</guid>
		<description><![CDATA[PURBALIGGA &#8211; Kliping berita-berita sejumlah media cetak terbitan lokal dan nasional tentang Kabupaten Purbalingga (Jateng) ternyata tersimpan secara rapi di ‘Rumah Prestasi Purbalingga’.  Guntingan berita sepuluh tahun terakhir tersusun rapi berurutan tanggal dan bulan serta tahun.
“Rumah Prestasi sengaja kami persembahkan untuk Purbalingga menjelang berakhirnya kepemimpinan saya. Rumah ini menyimpan berbagai penghargaan atas prestasi yang diraih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a rel="attachment wp-att-11464" href="http://banyumasnews.com/2010/07/20/kliping-berita-media-tersimpan-di-rumah-prestasi-purbalingga/rumah-prestasi-bnc/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11464" title="RUMAH PRESTASI bnc" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/RUMAH-PRESTASI-bnc-402x270.jpg" alt="RUMAH PRESTASI bnc" width="402" height="270" /></a>PURBALIGGA &#8211; </strong>Kliping berita-berita sejumlah media cetak terbitan lokal dan nasional tentang Kabupaten Purbalingga (Jateng) ternyata tersimpan secara rapi di ‘Rumah Prestasi Purbalingga’.  Guntingan berita sepuluh tahun terakhir tersusun rapi berurutan tanggal dan bulan serta tahun.</p>
<p>“Rumah Prestasi sengaja kami persembahkan untuk Purbalingga menjelang berakhirnya kepemimpinan saya. Rumah ini menyimpan berbagai penghargaan atas prestasi yang diraih Purbalingga dan warga masyarakatnya. Isi koleksi Rumah Prestasi saya harapkan berkembang di masa mendatang dengan berbagai prestasi yang  gemilang,” kata Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi sasongko, M.Si saat meresmikan ‘Rumah Prestasi’, Senin (19/7). Triyono sendiri menjabat bupati sejak tahun 2000 dan akan berakhir 27 Juli 2010 pekan depan.</p>
<p>Selain kliping berita koran, di tempat ini tersimpan berbagai buku terbitan Purbalingga, aneka ragam piala, tropi, souvenir, cinderamata dari berbagai wilayah yang melakukan studi banding di Purbalingga, foto-foto dokumenter sejarah selama 10 tahun terakhir, penghargaan bintang jasa dari presiden, dan aneka macam penghargaan lainnya.</p>
<p>Rumah prestasi Purbalingga dibangun di kompleks tempat wisata Sanggaluri park Kecamatan Kutasari. Bersebelahan dengan bangunan ini terdapat Museum uang, Museum Artefak dan wayang, taman reptil, wahana pendidikan dan taman buah.</p>
<p>Dalam peresmian tersebut juga dilakukan peresmian desa wisata Serang Karangreja, Desa Panusupan rembang, launching tujuh judul buku tentang Purbalingga, penyerahan penghargaan dari LSM ‘Mandat’ kepada Bupati Triyono, dan penetapan lokasi Rusunawa bantuan kemenegpera. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/20/kliping-berita-media-tersimpan-di-rumah-prestasi-purbalingga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Purbalingga Segera Bangun Rusunawa untuk Buruh Pabrik</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/20/purbalingga-segera-bangun-rusunawa-untuk-buruh-pabrik/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/20/purbalingga-segera-bangun-rusunawa-untuk-buruh-pabrik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 20:56:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11442</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA &#8211; Pemerintah pusat melalui Kementerian Negara Perumahan Rakyat akan membangunkan Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi buruh pabrik rambut di Purbalingga (Jateng). Rusunuwa ditarget selesai pada tahun 2011 dan apada awal 2012 diharapkan sudah bisa ditempati. Rusunawa ini nantinya dikhususnya untuk karyawan pabrik yang jumlahnya mencapai 35 ribu di Purbalingga.
Bupati Purbalingga Drs H Triyono [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11457" class="wp-caption alignleft" style="width: 412px"><a rel="attachment wp-att-11457" href="http://banyumasnews.com/2010/07/20/purbalingga-segera-bangun-rusunawa-untuk-buruh-pabrik/rusunawa/"><img class="size-medium wp-image-11457" title="rusunawa" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/rusunawa-402x270.jpg" alt="Rumah susun seperti inilah yang akan dibangun di Purbalingga. (BNC/tgr)" width="402" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Rumah susun seperti inilah yang akan dibangun di Purbalingga. (BNC/tgr)</p></div>
<p>PURBALINGGA &#8211; Pemerintah pusat melalui Kementerian Negara Perumahan Rakyat akan membangunkan Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi buruh pabrik rambut di Purbalingga (Jateng). Rusunuwa ditarget selesai pada tahun 2011 dan apada awal 2012 diharapkan sudah bisa ditempati. Rusunawa ini nantinya dikhususnya untuk karyawan pabrik yang jumlahnya mencapai 35 ribu di Purbalingga.</p>
<p>Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si ketika menandatangani penetapan lokasi calon Rusunawa, Senin (19/7) mengatakan, saat ini Detail Enginering Design (DED) telah dibuat oleh Kementerian Negera Perumahan Rakyat. Nantinya Rusunawa memiliki bangunan berlantai empat berkapasitas 99 kamar dengan ukuran per kamar 27 meter persegi.</p>
<p>“Seluruh pembiayaan pembangunan fisik senilai Rp 33 milyar ditanggung pemerintah pusat, dan Pemkab hanya menanggung penyediaan lahan seluas 10.225 meter persegi,” kata Bupati Triyono sembari menambahkan lokasi pembangunan berada di eks pangkalan truk di Kelurahan Karangmanyar, Kecamatan Kalimanah. (BNC/tgr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/20/purbalingga-segera-bangun-rusunawa-untuk-buruh-pabrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemecahan Rekor MURI MOW Terbanyak</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/17/pemecahan-rekor-muri-mow-terbanyak/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/17/pemecahan-rekor-muri-mow-terbanyak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 22:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[GALERI FOTO]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11428</guid>
		<description><![CDATA[Purbalingga &#8211; Program Keluarga Berencana (KB) melalui metode Medis Operasi Wanita (MOW) yang digiatkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga (Jateng), Sabtu (17/7) besok akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Tercatat sebanyak 396 orang divasektomi secara massal sejak Jum’at (16/7). JUmlah ini berarti memecahkan rekor MURI sebelumnya yang diperoleh Kabupaten Nganjuk (Jatim) dengan jumlah 258 orang.
Bupati Purbalingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11429" class="wp-caption alignleft" style="width: 412px"><a rel="attachment wp-att-11429" href="http://banyumasnews.com/2010/07/17/pemecahan-rekor-muri-mow-terbanyak/mow-massal/"><img class="size-medium wp-image-11429" title="MOW massal" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/MOW-massal-402x270.jpg" alt="Tim Medis tengah menangani seorang peserta MOW. (BNC/tgr)" width="402" height="270" /></a><p class="wp-caption-text">Tim Medis tengah menangani seorang peserta MOW. (BNC/tgr)</p></div>
<p>Purbalingga &#8211; Program Keluarga Berencana (KB) melalui metode Medis Operasi Wanita (MOW) yang digiatkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga (Jateng), Sabtu (17/7) besok akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Tercatat sebanyak 396 orang divasektomi secara massal sejak Jum’at (16/7). JUmlah ini berarti memecahkan rekor MURI sebelumnya yang diperoleh Kabupaten Nganjuk (Jatim) dengan jumlah 258 orang.</p>
<p>Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si mengatakan, pemecahan rekor MURI dilaksanakan kerjasama Pemkab dengan program KB Kesehatan yang digalakan TNI AD, Kodim 0702 Purbalingga, Polres Purbalingga, dan Pangkalan Udara Wirasaba. “Program KB yang notabene sempat kurang populer karena diotonomikan ke daerah, diharapkan akan bangkit kembali. Dan Purbalingga menjadi pelopornya,” kata Bupati Triyono, Jum’at (16/7).</p>
<p><a rel="attachment wp-att-11432" href="http://banyumasnews.com/2010/07/17/pemecahan-rekor-muri-mow-terbanyak/mow2/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11432" title="MOW2" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/MOW2-377x270.jpg" alt="MOW2" width="377" height="270" /></a>Sementara itu Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Purbalingga Drs Muntako Nurhadi mengatakan, jumlah wanita usia subur yang menjalani MOW pada hari Jum;at (16/7) sebanyak 256 orang. Kemudian dilanjutkan pada hari Sabtu sebanyak 140 orang. Sementara pelayanan MOW ditangani oleh tim dokter yang didukung oleh RSUD Dr Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. (py)</p>
<p><a rel="attachment wp-att-11434" href="http://banyumasnews.com/2010/07/17/pemecahan-rekor-muri-mow-terbanyak/mow4/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11434" title="MOW4" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/MOW4-401x270.jpg" alt="MOW4" width="401" height="270" /></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-11433" href="http://banyumasnews.com/2010/07/17/pemecahan-rekor-muri-mow-terbanyak/mow3/"><img class="alignleft size-medium wp-image-11433" title="MOW3" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2010/07/MOW3-401x270.jpg" alt="MOW3" width="401" height="270" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/17/pemecahan-rekor-muri-mow-terbanyak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemkab Purbalingga Kesulitan Tempatkan PNS Jadi Sekdes</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2010/07/16/pemkab-purbalingga-kesulitan-tempatkan-pns-jadi-sekdes/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2010/07/16/pemkab-purbalingga-kesulitan-tempatkan-pns-jadi-sekdes/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2010 22:51:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PURBALINGGA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=11417</guid>
		<description><![CDATA[PURBALINGGA – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga berusaha mendorong PNS agar bersedia menjadi Sekretaris Desa (Sekdes). Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Subeno MM bahkan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 800/4367 tentang Pengisian Sekdes dari PNS. SE yang ditujukan kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu meminta agar memotivasi stafnya agar bersedia dipromosikan menjadi sekdes.
“Pimpinan SKPD [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURBALINGGA – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga berusaha mendorong PNS agar bersedia menjadi Sekretaris Desa (Sekdes). Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Subeno MM bahkan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 800/4367 tentang Pengisian Sekdes dari PNS. SE yang ditujukan kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu meminta agar memotivasi stafnya agar bersedia dipromosikan menjadi sekdes.</p>
<p>“Pimpinan SKPD terutama yang telah mendapatkan tambahan personel dari CPNS 2009 diminta menginformasikan kekosongan sekdes. Kemudian menginventarisir dan memfasilitasi PNS yang berminat menjadi sekdes,” tutur Sekda Subeno, Kamis (15/7).</p>
<p>Diungkapkan Subeno, saat ini  terdapat 53 desa yang tidak memiliki sekdes definitif. Kekosongan sekdes itu tentu berdampak pada penyelenggaraan pemerintah yang tidak optimal. Disamping pelayanan terhadap masyarakat juga terganggu.</p>
<p>Kebijakan pemerintah mengangkat PNS aktif menjadi sekdes terkendala oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa. Pasal 25 ayat (1) huruf f mensyaratkan sekdes PNS tersebut bersedia tinggal di desa yang bersangkutan. Syarat ini paling sulit dipenuhi. Walhasil, untuk mengangkat delapan PNS yang bersedia menjadi sekdes, pemkab terpaksa melanggar PP tersebut.</p>
<p>Jabatan sekdes juga tidak menarik minat PNS di lingkungan Pemkab Purbalingga. Berbagai alasan dikemukakan. Meliputi volume pekerjaan yang disebut-sebut nyaris 24 jam sehari, hingga jabatan yang tidak bergengsi.</p>
<p>Kabid Diklat dan Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purbalingga, Edhy Suryono S.Sos mengaku pihaknya kesulitan mengisi lowongan sekdes tersebut. Selain terganjal peraturan pemerintah yang mensyaratkan sekdes PNS berdomisili di desa yang bersangkutan, minat PNS yang rendah juga semakin menyulitkan.</p>
<p>”Soal regulasi, kami terpaksa melanggar PP 72 Tahun 2005 itu. Apa boleh buat. Tapi soal minat PNS, kami berusaha untuk tidak memaksakan,” ujar Edhy.  (BNC/cie)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2010/07/16/pemkab-purbalingga-kesulitan-tempatkan-pns-jadi-sekdes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->