<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; BRALINGMASCAKEB</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/barlingmascakeb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:07:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>KRD rute Jogja-Purwokerto segera dioperasikan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/02/01/krd-rute-jogja-purwokerto-segera-dioperasikan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/02/01/krd-rute-jogja-purwokerto-segera-dioperasikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 00:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[krd jogja purwokerto; banyumas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13948</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; Kabar baik bagi masyarakat Purwokerto, Kab. Banyumas dan sekitarnya, khususnya yang sering berpergian ke Jogja, luar kota, dan luar  negeri dengan pesawat dari bandara Adi Sucipto Jogjakarta, karena tidak lama lagi akan dioperasikan   angkutan inter moda antara kereta api (KA) dengan pesawat terbang, yaitu Kereta Rel Diesel (KRD-I)  Maguwo Ekspres jurusan Yogya-Purwokerto. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO &#8211; Kabar baik bagi masyarakat Purwokerto, Kab. Banyumas dan sekitarnya, khususnya yang sering berpergian ke Jogja, luar kota, dan luar  negeri dengan pesawat dari bandara Adi Sucipto Jogjakarta, karena tidak lama lagi akan dioperasikan   angkutan inter moda antara kereta api (KA) dengan pesawat terbang, yaitu Kereta Rel Diesel (KRD-I)  Maguwo Ekspres jurusan Yogya-Purwokerto.</p>
<p>Menurut Humas PT KAI DAOP V Purwokerto, KRD-I Maguwo Ekspres saat  ini masih dalam tahap penyelesaian di PT INKA. Bulan Maret  atau April diharapkan sudah bisa dioperasikan. Kereta ini akan menjalani rute  stasiun Maguwo yang sangat  dekat dengan bandara Adi Sucipto Jogja ke Purwokerto, dan kembali lagi dari Purwokerto ke Jogja di Stasiun Maguwo.  Dengan adanya tambahan moda transportasi kereta ini, masyarakat yang hendak bepergian antara Purwokerto &#8211; Yogya dengan tujuan ke Bandara Adi Sucipto dan sebaliknya akan lebih mudah.</p>
<p>“Pengembangan KRD-I Maguwo  dengan jurusan Purwokerto-Maguwo karena volume penumpang  Purwokerto yang naik pesawat terbang dan sebaliknya penumpang asal Yogya dengan tujuan Purwokerto terus meningkat,” kata Manager Humas DAOP V.</p>
<p>Didukung dengan selesainya pembangunan jalur ganda Yogyakarta-Solo, dalam operasinya nanti  KRD-I Maguwo Ekspres  akan melayani rute berjarak sekitar 180 kilometer dengan waktu tempuh  3 hingga 3,5 jam, dalam sehari dua kali. Kelak apabila proyek jalur ganda Purwokerto-Jogja selesai dibangun tahun 2013,  waktu tempuh perjalanan bisa diperpendek lagi menjadi hanya 2,5 jam.</p>
<p>KRD-I Maguwo Ekspress dioperasikan   PT KAI Daop VI Yogyakarta, terdiri dari empat gerbong, kelas bisnis dan eksekutif. Untuk persiapan pengoperasian KRD tersebut  PT KAI Daop VI Yogyakarta dan PT KAI Daop V Purwokerto, sudah melakukan koordinasi, dan tinggal menunggu pengoperasian saja.  Selama ini penumpang Purwokerto Jogja  dilayani kereta jarak jauh KA Ekonomi Logawa jurusan Purwokerto- Yogya &#8211;  Jember. Penumpang yang berangkat dari Purwokerto mayoritas turun di Jogja, untuk keperluan wisata, kuliah dan ke Bandara Adi Sutjipto untuk melanjutkan perjalanan ke luar kota/luar negeri dengan pesawat.(BNC/Ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/02/01/krd-rute-jogja-purwokerto-segera-dioperasikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengadilan Negeri Purwokerto &#8216;Diteror&#8217; Pesan dalam Ransel Diduga Bom</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/12/pengadilan-negeri-purwokerto-diteror-pesan-dalam-ransel-diduga-bom/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/12/pengadilan-negeri-purwokerto-diteror-pesan-dalam-ransel-diduga-bom/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 13:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[banyumas; pengadilan purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13945</guid>
		<description><![CDATA[PURWOKERTO &#8211; Orang tak dikenal yang mengendarai sebuah motor matik  diduga telah meletakkan sebuah tas yang diduga berisi bom  di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Jl Raya Gerilya, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (12/01) siang. Setelah dibuka, tas ransel tersebut ternyata berisi sebuah pesan yang bernada teror yang ditujukan untuk hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto. Bungkusan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PURWOKERTO &#8211; Orang tak dikenal yang mengendarai sebuah motor matik  diduga telah meletakkan sebuah tas yang diduga berisi bom  di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Jl Raya Gerilya, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (12/01) siang. Setelah dibuka, tas ransel tersebut ternyata berisi sebuah pesan yang bernada teror yang ditujukan untuk hakim di Pengadilan Negeri Purwokerto. Bungkusan berwarna coklat yang dibungkus lakban tersebut bertuliskan, &#8220;Hakim, jaksa, dan semua pejabat. Hati-hatilah kalian&#8221;.</p>
<p>Saksi mata yang pertama kali melihat mengatakan, tas ransel berwarna hitam dan kuning itu diletakkan di halaman Pengadilan oleh seorang laki-laki berumur sekitar 39 tahun yang mengendarai sebuah motor Mio berwarna merah.<br />
&#8220;Dia naik motor sendirian. Pakai helm dan menaruh tas lalu pergi ke arah barat. Tas tersebut ditaruh sekitar pukul 13.15 WIB. Saya sempat curiga karena dia meletakkan dengan pelan-pelan,&#8221; kata Budiono, saksi mata.</p>
<p>Karena gelagat yang mencurigakan Budiono langsung meminta Satpam setempat membuka sebagian tas dan menemukan pesan dalam kertas. Oleh Satpam selanjutnya dilaporkan ke kepolisian karena pesan yang menakutkan tersebut.</p>
<p>Kepolisian Banyumas segera bertindak cepat, dengan menerjunkan Tim Jihandak Bom Polres Banyumas datang ke lokasi kejadian. Petugas kemudian mendeteksi bunyi hingga dua kali dari tas tersebut dengan menggunakan alat metal detektor. Tidak mau kecolongan, benda mencurigakan tersebut langsung di evakuasi dan dibawa ke markas penjinak bom untuk diledakkan. Kapolres  Banyumas AKB  Dwiyono mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah benda tersebut bom atau bukan. (BNC /ist)</p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/12/pengadilan-negeri-purwokerto-diteror-pesan-dalam-ransel-diduga-bom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ratusan Perangkat Desa Gelar Istigozah di Cilongok</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/12/ratusan-perangkat-desa-gelar-istigozah-di-cilongok/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/12/ratusan-perangkat-desa-gelar-istigozah-di-cilongok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 05:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13943</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS-Ratusan perangkat desa dan kepala desa di tiga kecamatan, Cilongok, Notog dan Patikraja di Kabupaten Banyumas, Jateng menggelar istigozah. Doa bersama ini dimaksudkan untuk mendukung upaya DPR yang sedang menggodok Undang Undang tentang Desa yang nantinya akan memberikan kesejahteraan bagi perangkat desa. Istigozah dipusatkan di balai Desa Kesegeran Kecamatan Cilongok dipimpin ulama setempat. Doa bersama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS-Ratusan perangkat desa dan kepala desa di tiga kecamatan, Cilongok, Notog dan Patikraja di Kabupaten Banyumas, Jateng menggelar istigozah. Doa bersama ini dimaksudkan untuk mendukung upaya DPR yang sedang menggodok Undang Undang tentang Desa yang nantinya akan memberikan kesejahteraan bagi perangkat desa.</p>
<p>Istigozah dipusatkan di balai Desa Kesegeran Kecamatan Cilongok dipimpin ulama setempat. Doa bersama berjalan khusuk karena hampir semua perangkat desa ini berharap pemerintah peduli dengan nasib mereka.</p>
<p>&#8221; Kami mendukung upaya aksi aksi yang menuntut segera disahkan undang undan tentang desa. Karena disitu banyak keuntungan yang tidak hanya bagi masyarakat tapi juga bagi para perangkat desa,&#8221; ujar Saefudin, ketua panitia.</p>
<p>Undang Undang tentang desa diantaranya mengatur tentang Alokasi Dana Desa minimal 10% dari total APBN. Dengan rincian 30 % dari 10% untuk belanja Pemerintah Desa dan 70% dari 10% untuk pembangunan fisik dan pemberdayaan kelembagaan masyarakat desa (BN/san)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/12/ratusan-perangkat-desa-gelar-istigozah-di-cilongok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ribuan Perangkat Desa Aksi Konvoi, Jalur Utama Jakarta-Purwokerto Lumpuh</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/12/ribuan-perangkat-desa-aksi-konvoi-jalur-utama-jakarta-purwokerto-lumpuh/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/12/ribuan-perangkat-desa-aksi-konvoi-jalur-utama-jakarta-purwokerto-lumpuh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 05:07:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13941</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS (BNC)-Ribuan perangkat desa beserta kepala desa yang tergabung dalam parade nusantara di Banyumas Jawa Tengah menggelar demo dengan melakukan aksi konvoi di jalur utama Jakarta-Purwokerto, Kamis (12,01) siang. Aksi konvoi yang memacetkan jalur utama tersebut menuntut segera disahkannyaundang undang tentang desa. &#160; Aksi dipusatkan disejumlah titik seperti di Kota Ajibarang, Purwokerto dan Wangon. Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS (BNC)-Ribuan perangkat desa beserta kepala desa yang tergabung dalam parade nusantara di Banyumas Jawa Tengah menggelar demo dengan melakukan aksi konvoi di jalur utama Jakarta-Purwokerto, Kamis (12,01) siang. Aksi konvoi yang memacetkan jalur utama tersebut menuntut segera disahkannyaundang undang tentang desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi dipusatkan disejumlah titik seperti di Kota Ajibarang, Purwokerto dan Wangon. Di Ajibarang, konvoi kendaraan yang menggunakan jalur utama Jakarta-Purwokerto, membuat kemacetan di sejumlah tempat. Hal serupa juga terjadi di Wangon. Jalan yang digunakan konvoi kendaraan membuat jalur utama, Purwokerto-Bandung lumpuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Petugas kepolisian yang mengatur aksi para perangkat desa ini dibuat kerepotan. Agar tidak menimbulkan kemacetan yang lebih parah, konvoi kendaraan yang sebagian besar sepeda motor ini akhirnya dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dalam orasinya pendemo menuntut agar undang undang tentang desa yang sedang digodok ini segera di sahkan. Undang Undang ini mengatur tentang alokasi dana desa minimal 10 % dari total APBN disalurkan melalui kas daerah. Jika hal tersebut bisa terealisir maka pembangunan fisik, ekonomi dan soaial serta kelembagaan desa akan lebih maju.</p>
<p>Sementara itu, akibat aksi demo, sejumlah kantor desa tutup.  Kegiatan di kantor itu sengaja dihentikan. karena sebagian besar perangkat desa sedang melakukan aksi (BNC/gus).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span class="smarterwiki-popup-bubble smarterwiki-popup-bubble-active" style="top: 12px; left: 576px; margin-left: -51px; margin-top: -57px; opacity: 0.25;"><span class="smarterwiki-popup-bubble-body"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-container"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links smarterwiki-clearfix"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Surf Canyon" href="http://search.surfcanyon.com/search?f=nrl1&amp;q=Ribuan%20Perangkat%20Desa%20Aksi%20Konvoi%2C%20Jalur%20Utama%20Jakarta-Purwokerto%20Lumpuh&amp;partner=fastestfox" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/vnd.microsoft.icon;base64,AAABAAEAEBAAAAEAIABoBAAAFgAAACgAAAAQAAAAIAAAAAEAIAAAAAAAAAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8AycnKOmdmaastLTDuIB8j/yAfI/87Oz7eg4OFi+no6Rj///8A////AP///wD///8A////AP///wD6+voDfHx+kyAfI/8gHyP/LCsv+FJRVPhHRkr6IiEl/SAfI/8tLTDuuLe5T////wD///8A////AP///wD///8AfHx+kyAfI/8wLzP4qqqr+Pv7+////////////+3t7f+Dg4X9IB8j/yMiJvq/vr9H////AP///wD///8AyMfIPyIhJf8wLzP429vb+P///////////////////////////////66ur/0gHyP/ODc74////wD///8A////AHRzda4wLjH/rKyt+P/////8/Pz/h4eJ/z8+Qv9GRUn/rq6v////////////iIiK/6ijnP/269Y/////AP///wBQTlDzR0VI+vv7+///////oqGh/zg2Of8hICT/IB8j/yAfI//c3Nz/7de7/9alX//GfhL/48KOfv///wD///8AWFZX/3Vzdfr//////////4iGhv9SUFL/MC8z/2ZlaP+1jmz/unMv/7NjFf+zYxX/s2MV/9atin7WrYp+1q2KfmdlZf91c3T8//////////+npaT/bWtr/0tJS/81Mzf/jIB5/9Gidv+/eDD/v3gw/8B6M//NlWD/x4pO/8WFRvqLiIjXbmxs/+rq6v//////6Ofn/4yJiP9lY2T/Q0JE/0tKTf/09PT/9uvc/+K5gP/apFL/9+zaP////wD///8AwcDAe357e/+koqL9///////////09PT/zs3N/8jHx//5+fn//////+7u7/9/f4H/4tfC//rv2T////8A////APb29g+YlZXjhYKB/7W0s//9/f3//////////////////////+vr6/9paGn/NTQ3/319f6f///8A////AP///wD///8A6OjnMpmWle6MiYf/lZOS/8XEw//b2tr/0dHR/6elpv9hYGH/TkxO/25sb8L09PQM////AP///wD///8A////AP///wDv7+4jsa6tu5KPjf+Kh4b/gX59/3h2df9vbW3/amho96alpof4+PgH////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wDs6+srz87Nb8XDw37Av75+zMvKXvLy8hT///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A//8AAPA/AADAHwAAgA8AAIAHAAAABwAAAAcAAAAHAAAAAAAAAAcAAIAHAACABwAAwA8AAOAfAAD//wAA//8AAA%3D%3D" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Google" href="http://www.google.com/search?q=Ribuan%20Perangkat%20Desa%20Aksi%20Konvoi%2C%20Jalur%20Utama%20Jakarta-Purwokerto%20Lumpuh" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://www.google.com/favicon.ico" alt="" /></a></span><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Wikipedia" href="http://api3.smarterfox.com/wikisearch/search?q=Ribuan%20Perangkat%20Desa%20Aksi%20Konvoi%2C%20Jalur%20Utama%20Jakarta-Purwokerto%20Lumpuh&amp;locale=en-US" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABQAAAATCAYAAACQjC21AAAAAXNSR0IArs4c6QAAAAZiS0dEAP8A/wD/oL2nkwAAAAlwSFlzAAAIpwAACKcBMsYCAwAAAAd0SU1FB9kFEwgQLXKnj9oAAAPsSURBVDiNdVRZSGRXEH1Joz8icSIMJsEQEvKvov4ICoOYIAp+KKISkLiAgij5UGOMjgoug6CiKC64i/sSpVHcl7jv7W6722pcWmyNoqBW6hRpyYSZC8W7975bdU+dOrcUIlL+axYWFq+SkpLybWxsYo17VlZWX/H6DebOzs4/ent7/+Lu7v7z/31h7y8U5fvV1VWNra3tIObGvZqamtaHh4fHxMTExb29vcejoyMKCwt7jIqKWuD/bz4Y0MXF5e319bU2JyfngA99x/YJ22empqZuERERKwcHB9Td3U37+/u0srJCc3NzNDIyQk1NTVcqleonPvv6JSCPL87OznQ8p+TkZC2vv2GzcnNz+83a2joqLy9vCQFnZ2dpfX2dlpaWqLe3lzo7O+WStLS0ORMTE7+XgCkpKTX07/Dz86PIyEhDVlaWISMjgxISEmRfp9PRzs4O7e7uEtMi6EZHRyVweHg4gp6bm5tbKK958PlbODES+ZmZmQmkxjsE2d3dHWm1WsrOzqa6ujoaGhqigYEBGh4epvT0dCovLyd7e3sfhR3fGR0vLy9fULa0tMj8/PycNBoNcVGIi0NxcXHU09NDY2Nj1N/fL2mXlZXJJV5eXkXK9va2DojggIDPz8/iuLGxQcvLy8IXEN7c3JBer5f14uKiIOzr66P29naqqqqiiooK8vf3n1aYbP3ExIQcZkkIKgcHBwJ/BoNB1ltbW8IbF466urrk3OTkpFhDQ4MEZA7Jx8fnSGEJ6I2pHh4eyvf2ViglVBbBwBMQb25u0sLCgnAXExMjVLS1tVFJSYmkHRoa+pfCmydwPjk5EYf7+3txwBoVRTFmZmZetFdcXEyBgYGUm5srVa6traWioiIqKCig4ODgVYVJnUE6LGpBhLQQDMjAHeaQzPT0tASG7iorK0U2kAwC4hIE9PT0HFZYvB7j4+NPQHlxcSGFOD4+Fvnw8xKOUGnwxAWkqakpqSz7CJ/V1dXEmiV+/+To6Pi7CJvFq356ehIHaA2ogPjq6krSRlVbW1ulqoODgyIbyMfX15dKS0spNjYWAf+2tLT8UgLyJAIPHinPz89LFcEXJIJUcdHa2ppIBAjVajWlpqYSNwcqLCwUdEFBQX9+ysP4llXcSf7gFO6A8PT0lJqbm4UXvB6kBc6QKgz/sAfu8Ers7OzecYxv3+s2PD53dXX9FVUFCiCqr6+njo4OSRMBwSN3FylKfn4+MQgKCAhAC1N9rB+aODk5vWUU5+ARUoHu8CpQ0cbGRjFcxA3kkjtRAft8/dEGazRuRabcZH8ICQkpjo6OVjNHmvj4+GXuiyMeHh453ATCzMzMXn3I9x8oCiuuorpqawAAAABJRU5ErkJggg==" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search DuckDuckGo" href="http://duckduckgo.com/?q=Ribuan%20Perangkat%20Desa%20Aksi%20Konvoi%2C%20Jalur%20Utama%20Jakarta-Purwokerto%20Lumpuh" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://ff.duckduckgo.com/favicon.ico" alt="" /></a></span></span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/12/ribuan-perangkat-desa-aksi-konvoi-jalur-utama-jakarta-purwokerto-lumpuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SDN 3 Gumelar Tinggal Menunggu Ambruk, Jika Hujan Siswa Gunakan Payung di Ruang Kelas</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/09/sdn-3-gumelar-tinggal-menunggu-ambruk-jika-hujan-siswa-gunakan-payung-di-ruang-kelas/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/09/sdn-3-gumelar-tinggal-menunggu-ambruk-jika-hujan-siswa-gunakan-payung-di-ruang-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 08:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13938</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS- Akibat kondisi yang sudah sangat parah, Gedung SDN 3 Gumelar Kabupaten Banyumas, Jateng kini tinggal menunggu ambruk. Ironisnya meski sudah rawan ambruk, namun tiga ruang kelas yang rusak masih dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. &#8221; Kondisinya memang sudah begini, sebab sejak tahun 1982 dibangun, belum pernah ada rehab, &#8221; ujar Kepsek SDN 3 Gumelar, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS- Akibat kondisi yang sudah sangat parah, Gedung SDN 3 Gumelar Kabupaten Banyumas, Jateng kini tinggal menunggu ambruk. Ironisnya meski sudah rawan ambruk, namun tiga ruang kelas yang rusak masih dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>&#8221; Kondisinya memang sudah begini, sebab sejak tahun 1982 dibangun, belum pernah ada rehab, &#8221; ujar Kepsek SDN 3 Gumelar, Suprihatin Handayani.</p>
<p>Tiga ruang yang rusak masing masing digunakan untuk leas 3, 4 dan 5. Di tiga ruang ini selain atap ambrol, jendela dan pintu juga sudah rusak parah. Jika musim hujan air menggenangi ruang kelas sehingga setiap akan belajar mereka harus lebih dulu menguras air tersebut.</p>
<p>&#8221; Aapalagi kalau hujan besar, para siswa terpaksa belajar sambil menggunakan payung. Karena seluruh ruang sudah bocor,&#8221; ujar Suratno, guru setempat.</p>
<p>Meski sudah puluhan kali mengajukan prosposal untuk perbaikan. Namun pemerintah Kabupaten Banyumas, masih cuek saja. &#8221; Mungkinkah pemerintah menunggu hingga ada korban yang ketimpa atap, &#8221; ujar salah seorang wali murid yang merasa ketakutan akan keselamatan jiwa anak mereka (BNC/ rat).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/09/sdn-3-gumelar-tinggal-menunggu-ambruk-jika-hujan-siswa-gunakan-payung-di-ruang-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalur Semedo Pekuncen Tertutup Longsor, Warga Terisolir</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/09/jalur-semedo-pekuncen-tertutup-longsor-warga-terisolir/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/09/jalur-semedo-pekuncen-tertutup-longsor-warga-terisolir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13934</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS- Jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah desa di Semedo Kecamatan Pekuncen Banyumas, Senin (09/01) dinihari longsor. Akibatnya jalur utama yang biasa digunakan untuk arus lalu lintas ekonomi itu tertutup dan tidak bisa dilalui. Senin pagi, puluhan warga berusaha menyingkirkan gundukan tanah. Diperkirakan, siang hari lalu lintas kembali normal. Menurut Ruri (34) warga, Pekuncen. longsor terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS- Jalan kabupaten yang menghubungkan sejumlah desa di Semedo Kecamatan Pekuncen Banyumas, Senin (09/01) dinihari longsor. Akibatnya jalur utama yang biasa digunakan untuk arus lalu lintas ekonomi itu tertutup dan tidak bisa dilalui. Senin pagi, puluhan warga berusaha menyingkirkan gundukan tanah. Diperkirakan, siang hari lalu lintas kembali normal.</p>
<p>Menurut Ruri (34) warga, Pekuncen. longsor terjadi sekitar pukul 02.00 Senin dinihari. Beruntung tak klendaraan yang lewat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Tanah dari atas bukit Semedo itu longsor dan menimbun seluruh badan jalan. Daerah tersebut selama ini memang dikenal rawan longsor, sehingga warga harus mewaspadainya, apalagi pada musim hujan seperti sekarang ini.</p>
<p>Akibat longsor ini, warga Semedo terisolir dan jika hendak ke kota Ajibarang harus memutar melalui jalur Desa Kedung Urang Gumelar atau sejauh 12 kilometer (BNC/rur)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/09/jalur-semedo-pekuncen-tertutup-longsor-warga-terisolir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi &#8216;Tanpa Wajah&#8217; di Purwokerto Kondisinya Melemah</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/09/bayi-tanpa-wajah-di-purwokerto-kondisinya-melemah/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/09/bayi-tanpa-wajah-di-purwokerto-kondisinya-melemah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 07:50:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13932</guid>
		<description><![CDATA[BANYUMAS (BNC) -Bayi kembar yang salah satunya tanpa memiliki batok kepala sejak Senin (09/01) siang kondisinya terus melemah. Berdasar pengalaman, kemampuan bertahan bayi dengan kondisi cacat seperti ini tidak akan lama. Sementara pihak keluarga hanya pasrah. Bayi ini cukup aneh karena tak memiliki mata dan hidung,namun memiliki mulut. Kelahiran bayi ini mengegerkan karyawan dan warga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANYUMAS (BNC) -Bayi kembar yang salah satunya tanpa memiliki batok kepala sejak Senin (09/01) siang kondisinya terus melemah. Berdasar pengalaman, kemampuan bertahan bayi dengan kondisi cacat seperti ini tidak akan lama. Sementara pihak keluarga hanya pasrah.</p>
<p>Bayi ini cukup aneh karena tak memiliki mata dan hidung,namun memiliki mulut. Kelahiran bayi ini mengegerkan karyawan dan warga pasien di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto, Jateng. tengah.</p>
<p>Bayi kembar laki dan perempuan ini merupakan anak ke empat dan lima pasangan suami isteri Maani (45 ) dan Mualifah (33) tahun, warga Grumbul Karanggedang, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Bayi yang laki-laki seberat dua kilo gram yang lahir Minggu pukul 07.50 tersebut, tidak memiliki tempurung kepala, mata, hidung, tapi memiliki mulut. Disamping itu, pada bagian kaki juga terindikasi mengalami pembengkakan. Sedangkan bayi kembar yang satunya, yang berjenis kelamin perempuan, memiliki tubuh yang sempurna.</p>
<p>Bayi yang perempuan ini lahir lima menit kemudian, sekitar pukul 07.55, dengan berat badan 1,9 kilo gram. Sebelum dirujuk di rs islam purwokerto, istrinya sempat dirawat Puskesmas rawat inap Kecamatan Bumiayu,Kabupaten Brebes. Di puskesmas itu Muslifah telah dirawat dua hari. “ Tapi karena sampai dua hari anak saya tidak juga lahir, maka dokter merujuk ister saya untuk melahirkan di rumah sakit,” ujar Maani, ayah bayi. Sementara itu menurut Dokter Anton Sunaryo yang merawat bayi tersebut,proses kelahiran kedua bayi itu sendiri, memang tidak melalui proses yang normal, tapi melalui operasi cesar. “ Kami masih megobservasi kondisi kesehatan kedua bayi dengan pengawasan di incubator, “ ujar Anton (BNC/nan).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/09/bayi-tanpa-wajah-di-purwokerto-kondisinya-melemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayi Kembar, salah satunya Lahir tanpa Batok Kepala dan Wajah</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/bayi-kembar-salah-satunya-lahir-tanpa-batok-kepala-dan-wajah/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/bayi-kembar-salah-satunya-lahir-tanpa-batok-kepala-dan-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 15:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANYUMAS]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[KESEHATAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13929</guid>
		<description><![CDATA[&#160; BANYUMAS (BNC) -Seorang ibu melahirkan bayi kembar, salah satunya tanpa memiliki batok kepala. selain itu bayi ini cukup aneh karena tak memiliki  mata dan hidung,namun memiliki mulut. Kelahiran bayi ini mengegerkan karyawan dan warga pasien di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto, Jateng. tengah. Bayi kembar laki dan perempuan ini merupakan anak ke empat dan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>BANYUMAS (BNC) -Seorang ibu melahirkan bayi kembar, salah satunya tanpa memiliki batok kepala. selain itu bayi ini cukup aneh karena tak memiliki  mata dan hidung,namun memiliki mulut. Kelahiran bayi ini mengegerkan karyawan dan warga pasien di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto, Jateng. tengah.</p>
<p>Bayi kembar laki dan perempuan ini merupakan anak ke empat dan  lima pasangan suami isteri Maani (45 ) dan Mualifah (33) tahun, warga Grumbul Karanggedang, Desa Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes.  Bayi yang laki-laki seberat dua kilo gram yang lahir Minggu pukul 07.50 tersebut, tidak memiliki tempurung kepala, mata, hidung, tapi memiliki mulut. Disamping itu, pada bagian kaki juga terindikasi mengalami pembengkakan.</p>
<p>Sedangkan bayi kembar yang satunya, yang berjenis kelamin perempuan, memiliki tubuh yang sempurna. Bayi yang perempuan ini lahir lima menit kemudian, sekitar pukul 07.55, dengan berat badan 1,9 kilo gram.</p>
<p>Sebelum dirujuk di rs islam purwokerto, istrinya sempat dirawat Puskesmas rawat inap Kecamatan Bumiayu,Kabupaten Brebes. Di puskesmas itu Muslifah telah dirawat dua hari. “ Tapi karena sampai dua hari anak saya tidak juga lahir, maka dokter  merujuk ister saya untuk melahirkan di rumah sakit,” ujar Maani, ayah bayi.</p>
<p>Sementara itu menurut  Dokter Anton Sunaryo yang merawat bayi tersebut,proses kelahiran kedua bayi itu sendiri, memang tidak melalui proses yang normal, tapi melalui operasi cesar.  “ Kami masih megobservasi kondisi kesehatan kedua bayi dengan pengawasan di incubator, “ ujar Anton (BNC/nan).</p>
<p><span class="smarterwiki-popup-bubble smarterwiki-popup-bubble-active" style="top: 12px; left: 410px; margin-left: -51px; margin-top: -57px; opacity: 0.25;"><span class="smarterwiki-popup-bubble-body"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-container"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links smarterwiki-clearfix"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Surf Canyon" href="http://search.surfcanyon.com/search?f=nrl1&amp;q=Bayi%20Kembar%2C%20Salah%20Satunya%20Lahir%20tanpa%20Batok%20Kepala%20dan%20Wajah.&amp;partner=fastestfox" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/vnd.microsoft.icon;base64,AAABAAEAEBAAAAEAIABoBAAAFgAAACgAAAAQAAAAIAAAAAEAIAAAAAAAAAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8AycnKOmdmaastLTDuIB8j/yAfI/87Oz7eg4OFi+no6Rj///8A////AP///wD///8A////AP///wD6+voDfHx+kyAfI/8gHyP/LCsv+FJRVPhHRkr6IiEl/SAfI/8tLTDuuLe5T////wD///8A////AP///wD///8AfHx+kyAfI/8wLzP4qqqr+Pv7+////////////+3t7f+Dg4X9IB8j/yMiJvq/vr9H////AP///wD///8AyMfIPyIhJf8wLzP429vb+P///////////////////////////////66ur/0gHyP/ODc74////wD///8A////AHRzda4wLjH/rKyt+P/////8/Pz/h4eJ/z8+Qv9GRUn/rq6v////////////iIiK/6ijnP/269Y/////AP///wBQTlDzR0VI+vv7+///////oqGh/zg2Of8hICT/IB8j/yAfI//c3Nz/7de7/9alX//GfhL/48KOfv///wD///8AWFZX/3Vzdfr//////////4iGhv9SUFL/MC8z/2ZlaP+1jmz/unMv/7NjFf+zYxX/s2MV/9atin7WrYp+1q2KfmdlZf91c3T8//////////+npaT/bWtr/0tJS/81Mzf/jIB5/9Gidv+/eDD/v3gw/8B6M//NlWD/x4pO/8WFRvqLiIjXbmxs/+rq6v//////6Ofn/4yJiP9lY2T/Q0JE/0tKTf/09PT/9uvc/+K5gP/apFL/9+zaP////wD///8AwcDAe357e/+koqL9///////////09PT/zs3N/8jHx//5+fn//////+7u7/9/f4H/4tfC//rv2T////8A////APb29g+YlZXjhYKB/7W0s//9/f3//////////////////////+vr6/9paGn/NTQ3/319f6f///8A////AP///wD///8A6OjnMpmWle6MiYf/lZOS/8XEw//b2tr/0dHR/6elpv9hYGH/TkxO/25sb8L09PQM////AP///wD///8A////AP///wDv7+4jsa6tu5KPjf+Kh4b/gX59/3h2df9vbW3/amho96alpof4+PgH////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wDs6+srz87Nb8XDw37Av75+zMvKXvLy8hT///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A//8AAPA/AADAHwAAgA8AAIAHAAAABwAAAAcAAAAHAAAAAAAAAAcAAIAHAACABwAAwA8AAOAfAAD//wAA//8AAA%3D%3D" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Google" href="http://www.google.com/search?q=Bayi%20Kembar%2C%20Salah%20Satunya%20Lahir%20tanpa%20Batok%20Kepala%20dan%20Wajah." target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://www.google.com/favicon.ico" alt="" /></a></span><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Wikipedia" href="http://api3.smarterfox.com/wikisearch/search?q=Bayi%20Kembar%2C%20Salah%20Satunya%20Lahir%20tanpa%20Batok%20Kepala%20dan%20Wajah.&amp;locale=en-US" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABQAAAATCAYAAACQjC21AAAAAXNSR0IArs4c6QAAAAZiS0dEAP8A/wD/oL2nkwAAAAlwSFlzAAAIpwAACKcBMsYCAwAAAAd0SU1FB9kFEwgQLXKnj9oAAAPsSURBVDiNdVRZSGRXEH1Joz8icSIMJsEQEvKvov4ICoOYIAp+KKISkLiAgij5UGOMjgoug6CiKC64i/sSpVHcl7jv7W6722pcWmyNoqBW6hRpyYSZC8W7975bdU+dOrcUIlL+axYWFq+SkpLybWxsYo17VlZWX/H6DebOzs4/ent7/+Lu7v7z/31h7y8U5fvV1VWNra3tIObGvZqamtaHh4fHxMTExb29vcejoyMKCwt7jIqKWuD/bz4Y0MXF5e319bU2JyfngA99x/YJ22empqZuERERKwcHB9Td3U37+/u0srJCc3NzNDIyQk1NTVcqleonPvv6JSCPL87OznQ8p+TkZC2vv2GzcnNz+83a2joqLy9vCQFnZ2dpfX2dlpaWqLe3lzo7O+WStLS0ORMTE7+XgCkpKTX07/Dz86PIyEhDVlaWISMjgxISEmRfp9PRzs4O7e7uEtMi6EZHRyVweHg4gp6bm5tbKK958PlbODES+ZmZmQmkxjsE2d3dHWm1WsrOzqa6ujoaGhqigYEBGh4epvT0dCovLyd7e3sfhR3fGR0vLy9fULa0tMj8/PycNBoNcVGIi0NxcXHU09NDY2Nj1N/fL2mXlZXJJV5eXkXK9va2DojggIDPz8/iuLGxQcvLy8IXEN7c3JBer5f14uKiIOzr66P29naqqqqiiooK8vf3n1aYbP3ExIQcZkkIKgcHBwJ/BoNB1ltbW8IbF466urrk3OTkpFhDQ4MEZA7Jx8fnSGEJ6I2pHh4eyvf2ViglVBbBwBMQb25u0sLCgnAXExMjVLS1tVFJSYmkHRoa+pfCmydwPjk5EYf7+3txwBoVRTFmZmZetFdcXEyBgYGUm5srVa6traWioiIqKCig4ODgVYVJnUE6LGpBhLQQDMjAHeaQzPT0tASG7iorK0U2kAwC4hIE9PT0HFZYvB7j4+NPQHlxcSGFOD4+Fvnw8xKOUGnwxAWkqakpqSz7CJ/V1dXEmiV+/+To6Pi7CJvFq356ehIHaA2ogPjq6krSRlVbW1ulqoODgyIbyMfX15dKS0spNjYWAf+2tLT8UgLyJAIPHinPz89LFcEXJIJUcdHa2ppIBAjVajWlpqYSNwcqLCwUdEFBQX9+ysP4llXcSf7gFO6A8PT0lJqbm4UXvB6kBc6QKgz/sAfu8Ers7OzecYxv3+s2PD53dXX9FVUFCiCqr6+njo4OSRMBwSN3FylKfn4+MQgKCAhAC1N9rB+aODk5vWUU5+ARUoHu8CpQ0cbGRjFcxA3kkjtRAft8/dEGazRuRabcZH8ICQkpjo6OVjNHmvj4+GXuiyMeHh453ATCzMzMXn3I9x8oCiuuorpqawAAAABJRU5ErkJggg==" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search DuckDuckGo" href="http://duckduckgo.com/?q=Bayi%20Kembar%2C%20Salah%20Satunya%20Lahir%20tanpa%20Batok%20Kepala%20dan%20Wajah." target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://ff.duckduckgo.com/favicon.ico" alt="" /></a></span></span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/bayi-kembar-salah-satunya-lahir-tanpa-batok-kepala-dan-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PNS Mbeling Akan Dikurangi Penghasilannya</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/pns-mbeling-akan-dikurangi-penghasilannya/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/pns-mbeling-akan-dikurangi-penghasilannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 14:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13926</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA  (BNC)- Pemerintah Kabupaten Banjarnegara kini benar-benar sedang menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Hukuman disiplin akan dijatuhkan kepada PNS yang melanggar disiplin. Sekretaris Daerah Kabupaten  Banjarnegara Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM saat memimpin apel pagi di halaman Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kemarin menegaskan, Pemkab akan menjatuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA  (BNC)- Pemerintah Kabupaten Banjarnegara kini benar-benar<br />
sedang menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang<br />
Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Hukuman disiplin akan dijatuhkan kepada<br />
PNS yang melanggar disiplin.<br />
Sekretaris Daerah Kabupaten  Banjarnegara Drs. Fahrudin Slamet<br />
Susiadi, MM saat memimpin apel pagi di halaman Dinas Sosial Tenaga<br />
Kerja dan Transmigrasi, kemarin menegaskan, Pemkab akan<br />
menjatuhkan hukuman disiplin terhadap PNS yang melanggarnya. “PNS yang<br />
mbeling akan terkena sanksi berupa pengurangan hak penghasilannya,”<br />
tegasnya.<br />
Menurut Sekda, PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS sudah<br />
sangat jelas dan tegas bahwa pelanggaran disiplin adalah setiap<br />
ucapan, tulisan, atau perbuatan PNS yang tidak mentaati kewajiban atau<br />
melanggar ketentuan disiplin, baik yang dilakukan di dalam maupun di<br />
luar jam kerja.<br />
Kenyataannya, kata dia, sekarang masih banyak PNS yang tidak patuh<br />
terhadap kedisiplinan yang sudah menjadi komitemen bersama. Sebagai<br />
langkah awal, absensi elektronik akan diterapkan di semua SKPD di<br />
tahun ini. Dari hasil evaluasi absensi tersebut akan terlihat tingkat<br />
pelanggaran disiplin PNS.<br />
Seperti diketahui, Bupati dan Wakil Bupati setiap hari Senin dan<br />
Kamis memimpin apel pagi di SKPD secara bergantian. Hal itu pula<br />
merupakan upaya agar masalah disiplin dapat ditaati oleh semua PNS (BNC/nov)</p>
<p><span class="smarterwiki-popup-bubble smarterwiki-popup-bubble-active" style="top: 12px; left: 286px; margin-left: -51px; margin-top: -57px; opacity: 0.25;"><span class="smarterwiki-popup-bubble-body"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-container"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links smarterwiki-clearfix"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Surf Canyon" href="http://search.surfcanyon.com/search?f=nrl1&amp;q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya&amp;partner=fastestfox" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/vnd.microsoft.icon;base64,AAABAAEAEBAAAAEAIABoBAAAFgAAACgAAAAQAAAAIAAAAAEAIAAAAAAAAAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8AycnKOmdmaastLTDuIB8j/yAfI/87Oz7eg4OFi+no6Rj///8A////AP///wD///8A////AP///wD6+voDfHx+kyAfI/8gHyP/LCsv+FJRVPhHRkr6IiEl/SAfI/8tLTDuuLe5T////wD///8A////AP///wD///8AfHx+kyAfI/8wLzP4qqqr+Pv7+////////////+3t7f+Dg4X9IB8j/yMiJvq/vr9H////AP///wD///8AyMfIPyIhJf8wLzP429vb+P///////////////////////////////66ur/0gHyP/ODc74////wD///8A////AHRzda4wLjH/rKyt+P/////8/Pz/h4eJ/z8+Qv9GRUn/rq6v////////////iIiK/6ijnP/269Y/////AP///wBQTlDzR0VI+vv7+///////oqGh/zg2Of8hICT/IB8j/yAfI//c3Nz/7de7/9alX//GfhL/48KOfv///wD///8AWFZX/3Vzdfr//////////4iGhv9SUFL/MC8z/2ZlaP+1jmz/unMv/7NjFf+zYxX/s2MV/9atin7WrYp+1q2KfmdlZf91c3T8//////////+npaT/bWtr/0tJS/81Mzf/jIB5/9Gidv+/eDD/v3gw/8B6M//NlWD/x4pO/8WFRvqLiIjXbmxs/+rq6v//////6Ofn/4yJiP9lY2T/Q0JE/0tKTf/09PT/9uvc/+K5gP/apFL/9+zaP////wD///8AwcDAe357e/+koqL9///////////09PT/zs3N/8jHx//5+fn//////+7u7/9/f4H/4tfC//rv2T////8A////APb29g+YlZXjhYKB/7W0s//9/f3//////////////////////+vr6/9paGn/NTQ3/319f6f///8A////AP///wD///8A6OjnMpmWle6MiYf/lZOS/8XEw//b2tr/0dHR/6elpv9hYGH/TkxO/25sb8L09PQM////AP///wD///8A////AP///wDv7+4jsa6tu5KPjf+Kh4b/gX59/3h2df9vbW3/amho96alpof4+PgH////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wDs6+srz87Nb8XDw37Av75+zMvKXvLy8hT///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A//8AAPA/AADAHwAAgA8AAIAHAAAABwAAAAcAAAAHAAAAAAAAAAcAAIAHAACABwAAwA8AAOAfAAD//wAA//8AAA%3D%3D" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Google" href="http://www.google.com/search?q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://www.google.com/favicon.ico" alt="" /></a></span><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Wikipedia" href="http://api3.smarterfox.com/wikisearch/search?q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya&amp;locale=en-US" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABQAAAATCAYAAACQjC21AAAAAXNSR0IArs4c6QAAAAZiS0dEAP8A/wD/oL2nkwAAAAlwSFlzAAAIpwAACKcBMsYCAwAAAAd0SU1FB9kFEwgQLXKnj9oAAAPsSURBVDiNdVRZSGRXEH1Joz8icSIMJsEQEvKvov4ICoOYIAp+KKISkLiAgij5UGOMjgoug6CiKC64i/sSpVHcl7jv7W6722pcWmyNoqBW6hRpyYSZC8W7975bdU+dOrcUIlL+axYWFq+SkpLybWxsYo17VlZWX/H6DebOzs4/ent7/+Lu7v7z/31h7y8U5fvV1VWNra3tIObGvZqamtaHh4fHxMTExb29vcejoyMKCwt7jIqKWuD/bz4Y0MXF5e319bU2JyfngA99x/YJ22empqZuERERKwcHB9Td3U37+/u0srJCc3NzNDIyQk1NTVcqleonPvv6JSCPL87OznQ8p+TkZC2vv2GzcnNz+83a2joqLy9vCQFnZ2dpfX2dlpaWqLe3lzo7O+WStLS0ORMTE7+XgCkpKTX07/Dz86PIyEhDVlaWISMjgxISEmRfp9PRzs4O7e7uEtMi6EZHRyVweHg4gp6bm5tbKK958PlbODES+ZmZmQmkxjsE2d3dHWm1WsrOzqa6ujoaGhqigYEBGh4epvT0dCovLyd7e3sfhR3fGR0vLy9fULa0tMj8/PycNBoNcVGIi0NxcXHU09NDY2Nj1N/fL2mXlZXJJV5eXkXK9va2DojggIDPz8/iuLGxQcvLy8IXEN7c3JBer5f14uKiIOzr66P29naqqqqiiooK8vf3n1aYbP3ExIQcZkkIKgcHBwJ/BoNB1ltbW8IbF466urrk3OTkpFhDQ4MEZA7Jx8fnSGEJ6I2pHh4eyvf2ViglVBbBwBMQb25u0sLCgnAXExMjVLS1tVFJSYmkHRoa+pfCmydwPjk5EYf7+3txwBoVRTFmZmZetFdcXEyBgYGUm5srVa6traWioiIqKCig4ODgVYVJnUE6LGpBhLQQDMjAHeaQzPT0tASG7iorK0U2kAwC4hIE9PT0HFZYvB7j4+NPQHlxcSGFOD4+Fvnw8xKOUGnwxAWkqakpqSz7CJ/V1dXEmiV+/+To6Pi7CJvFq356ehIHaA2ogPjq6krSRlVbW1ulqoODgyIbyMfX15dKS0spNjYWAf+2tLT8UgLyJAIPHinPz89LFcEXJIJUcdHa2ppIBAjVajWlpqYSNwcqLCwUdEFBQX9+ysP4llXcSf7gFO6A8PT0lJqbm4UXvB6kBc6QKgz/sAfu8Ers7OzecYxv3+s2PD53dXX9FVUFCiCqr6+njo4OSRMBwSN3FylKfn4+MQgKCAhAC1N9rB+aODk5vWUU5+ARUoHu8CpQ0cbGRjFcxA3kkjtRAft8/dEGazRuRabcZH8ICQkpjo6OVjNHmvj4+GXuiyMeHh453ATCzMzMXn3I9x8oCiuuorpqawAAAABJRU5ErkJggg==" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search DuckDuckGo" href="http://duckduckgo.com/?q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://ff.duckduckgo.com/favicon.ico" alt="" /></a></span></span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/pns-mbeling-akan-dikurangi-penghasilannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peduli Kuatno, IMM Banyumas Serahkan Ribuan Pisang ke Polres Cilacap</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 11:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[CILACAP]]></category>
		<category><![CDATA[HUKUM KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[SOSIAL POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[kuatno cilacap; imm banyumas; gerakan seribu pisang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13923</guid>
		<description><![CDATA[CILACAP  &#8211; Kepedulian terhadap Kuatno (22),  seorang pemuda warga Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara,  Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga  menderita keterbelakangan mental atau idiot namun menjadi tahanan polisi dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilacap karena tertangkap basah mencuri buah pisang kepok, ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Banyumas, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13924" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><img class="size-full wp-image-13924" title="pisang" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/pisang.jpg" alt="" width="275" height="183" /><p class="wp-caption-text">ilustrasi</p></div>
<p>CILACAP  &#8211; Kepedulian terhadap Kuatno (22),  seorang pemuda warga Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara,  Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diduga  menderita keterbelakangan mental atau idiot namun menjadi tahanan polisi dan dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cilacap karena tertangkap basah mencuri buah pisang kepok, ditunjukkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Banyumas, dengan mendatangi Mapolres Cilacap, Sabtu (07/01). Mereka menyerahkan ribuan pisang sebagai bentuk protes terhadap langkah Polres Cilacap yang tetap memproses hukum pencuri pisang itu.</p>
<p>Aktifis demo datang sekitar pukul 14.30 dengan naik sepeda motor dan membawa serta sebuah mobil bak terbuka bertuliskan &#8220;Gerakan 1.000 Pisang untuk Kuatno&#8221;. Mobil tersebut mengangkut pisang berbagai jenis, yang dikumpulkan oleh  IMM selama dua hari sebelumnya, di sekeretariat IMM Banyumas, Jl. Dr Angka, Purwokerto. Selain mengumpulkan pisang, perwakilan juga mengunjungi keluarga Kuatno di rumahnya.</p>
<p>Koordinator aksi Erfan Faturohman mengatakan aksi ini bukan berarti mereka mendukung aksi pencurian, tetapi lebih menginginkan keadilan ditegakkan.  Menurutnya, Kuatno lemah mental sehingga  dia harus dibebaskan karena tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.</p>
<p>Saat aksi berlangsung tidak ada satu pun perwira polisi yang terlihat di Markas Polres Cilacap. Kendati demikian para aktivis IMM Banyumas tetap menyerahkan ribuan pisang yang telah mereka kumpulkan kepada dua PNS yang sedang jaga.</p>
<p>Kuatno dan 15 tandan pisang</p>
<p>Seperti diketahui, Kuatno bersama seorang kawannya, Topan (25), tertangkap basah mencuri buah pisang di Desa Kalisabuk, Kecamatan Kesugihan, Cilacap pada 11 November 2011 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat ditangkap, polisi menemukan 15 tandan pisang di tempat kejadian perkara.</p>
<p>Akan tetapi berdasarkan pengakuan tersangka, mereka baru sekali melakukan pencurian dan hanya sebanyak sembilan tandan pisang. Setiap tandan pisang pisang akan dijual dengan harga Rp10 ribu dan uangnya untuk membeli rokok.</p>
<p>Kejaksaan Negeri Cilacap saat menerima pelimpahan tahap dua dari Polres Cilacap, segera melakukan pemeriksaan psikologi terhadap para tersangka, dengan mendatangkan dua psikolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap. Pemeriksaan psikologi ini dilakukan lantaran adanya berbagai pemberitaan yang menyebutkan jika Kuatno mengalami keterbelakangan mental.</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan psikologi tersebut, diketahui kedua tersangka mengalami retardasi mental (lemah mental). Oleh karena itu, Kejari Cilacap tidak bersedia menerima penyerahan tersangka dan barang bukti dari Polres Cilacap.</p>
<p>Terkait hal itu, Polres Cilacap mendatangkan psikolog dari Universitas Indonesia Prof Dr Sarlito Wirawan untuk memeriksa psikologi kedua tersangka. Hasilnya, kedua tersangka dinyatakan normal, sehingga Polres Cilacap pun menyerahkan para tersangka ke Kejari Cilacap.</p>
<p>Kendati sempat menolak, Kejari Cilacap akhirnya menerima pelimpahan tahap dua tersebut, tetapi kedua tersangka tidak ditahan selama menunggu proses hukum selanjutnya. Kepala Kejari Cilacap Sulijati mengatakan, pihaknya memiliki kewenangan untuk menghentikan penuntutan jika polisi tetap melimpahkan tahap dua.</p>
<p>Sementara, Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Cilacap Eko Bambang Marsudi mengatakan, berkas perkara kedua tersangka akan diteliti dan dipertimbangkan apakah akan dilimpahkan ke pengadilan atau dihentikan. (BNC/ln/ist).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/peduli-kuatno-imm-banyumas-serahkan-ribuan-pisang-ke-polres-cilacap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
