<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabar Banyumas &#187; BANJARNEGARA</title>
	<atom:link href="http://banyumasnews.com/category/barlingmascakeb/banjarnegara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://banyumasnews.com</link>
	<description>Portal Berita Warga Bayumasan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 07:35:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Novi Indriastuti &#8216; Bersinar dalam Kegelapan&#8217;</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/05/01/novi-indriastuti-bersinar-dalam-kegelapan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/05/01/novi-indriastuti-bersinar-dalam-kegelapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 16:09:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=14238</guid>
		<description><![CDATA[SAYA percaya suatu saat saya akan sembuh. Saat waktu itu datang, saya ingin saat itu saya telah sukses. Sehingga saya mempunyai kemampuan untuk megupayakan kesembuhan penyakit mata saya. Karena itu, mulai sekarang saya harus bekerja keras dengan cara belajar keras. Demikian aku Novi Indriastuti, Siswi Berkebutuhan Khusus kelas VIII B, SMP Negeri 1 Wanadadi, Selasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_14239" class="wp-caption alignleft" style="width: 170px"><img class="size-thumbnail wp-image-14239" title="novi (tengah) nunggu angkot" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/05/novi-tengah-nunggu-angkot-160x90.jpg" alt="" width="160" height="90" /><p class="wp-caption-text">TETAP SEMANGAT: Novi (tengah) saat menunggu nunggu Angkot bersama temannya (foto:ebr/BNC)</p></div>
<p>SAYA percaya suatu saat saya akan sembuh. Saat waktu<br />
itu datang, saya ingin saat itu saya telah sukses. Sehingga saya<br />
mempunyai kemampuan untuk megupayakan kesembuhan penyakit mata saya.<br />
Karena itu, mulai sekarang saya harus bekerja keras dengan cara<br />
belajar keras. Demikian aku Novi Indriastuti, Siswi Berkebutuhan<br />
Khusus kelas VIII B, SMP Negeri 1 Wanadadi, Selasa (01/05) saat<br />
ditemui BNC di sekolahnya.</p>
<p>Sebagai anak berkebutuhan khusus, sesungguhnya Ia bisa saja memilih<br />
untuk sekolah di Sekolah Luar Biasa setingkat SMP yang memang<br />
mengkhususkan untuk siswa seperti dirinya. Namun, semangatnya yang<br />
keras mendorongnya untuk memilih sekolah di sekolah umum. “Saya<br />
memilih sekolah di sekolah umum karena di sekolah umum saya terpacu<br />
untuk berkompetisi dengan teman-teman lainnya yang tidak memiliki<br />
kekurangan seperti halnya saya. Ini menjadikan saya terpacu untuk<br />
selalu belajar” katanya.<br />
Tekadnya itu dibuktikan, jarak 14 km dari rumah ke sekolahnya,<br />
ditempuh naik angkot sendiri, dibantu adik kelas yang juga tetangganya<br />
Latifa. Setiap jelang jam enam pagi, Latifa akan menjemputnya dan<br />
membantunya berjalan hingga naik angkot dan sampai sekolah. Begitu<br />
juga pulangnya.<br />
Novi, putra Bapak Suroso dan Ibu Sumarni, warga Dusun Blabar, Desa<br />
Kecepit, Kecamatan Punggelan pun konsekuen dengan tekadnya tersebut.<br />
Hal itu ditunjukan oleh remaja putri yang bercita-cita menjadi dosen<br />
ini dengan sejumlah prestasi akademik dan non akademik yang diraihnya.<br />
Sejak kelas V SD saat penyakit dideritanya merengut total kemamuan<br />
penglihatannya, justru saat itu menjadi titik balik remaja yang<br />
menyukai pelajaran matematika dan IPS ini untuk meraih prestasi<br />
cemerlang. Dari kelas V sampai lulus, Novi selalu meraih peringkat I<br />
di kelasnya. Ini makin diperkuat dengan prestasinya meraih peringkat<br />
II UASBN se Kecamatan Punggelan.<br />
Prestasi akademiknya ini terus berlanjut, saat Ia menjadi siswa SMP N<br />
1 Wanadadi, sekolah umum yang dipilihnya. Sejak kelas VII Novi selalu<br />
meraih predikat peringkat 1 di kelasnya. Pada tahun akademik tahun<br />
2010/2011 kemarin rata-rata kelas yang diraihnya 9,2. Untuk rangking<br />
paralalel diantara 188 siswa kelas VIII, Novi menduduki peringkat 4.<br />
“Nilai Novi hanya kurang di mata pelajaran olah raga dan mata<br />
pelajaran PKK yang memang membutuhkan nilai untuk kemampuan<br />
keterampilan praktek” kata Guru BK pendampingnya Retno, S. Pd..<br />
Dalam bidang akademik ini, lanjutnya, Novi juga pernah meraih juara II<br />
tingkat Propinsi lomba cerdas cermat MIPA. Sedangkan untuk bidang non<br />
akademik prestasi yang diraih novi banyak, namun yang paling menonjol<br />
adalah dalam bidang olah vocal.<br />
“&#8221;Pada kegiatan Gebyar dan Festival Kreasi Siswa Pendidikan Khusus dan<br />
Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK), Lomba Siswa Cerdas Istimewa dan<br />
Bakat Istimewa (CIBI) dan Lomba Siswa Inklusi tingkat Nasional yang<br />
dilaksanakan di Yogyakarta oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus<br />
dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar (PPK-LK Dikdas) pada tanggal 12-14<br />
Oktober 2011 yang lalu Novi meraih juara I untuk lomba vocal” kata<br />
guru yang setia mendampingi Novi saat berlomba.<br />
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP N 1 Wanadadi, Ngaliman, S. Pd.,<br />
menambahkan bahwa Novi memungkinkan sekolah di sekolah umum seperti<br />
halnya SMP N 1 Wanadadi karena sekolahnya merupakan sekolah inklusif.<br />
Dimana untuk sekolah kategori ini memungkinkan untuk menerima siswa<br />
berkebutuhan khusus, diantaranya adalah siswa tuna netra. “Di<br />
Kabupaten Banjarnegara ada dua sekolah umum yang menerima sekolah<br />
inklusif, selain SMP N 1 Wanadadi juga SMP N 3 Purworejo Klampok”<br />
katanya.<br />
Bagi siswa berkebutuhan khusus ini, lanjutnya, dalam proses belajar<br />
mengajar sehari-hari secara umum tidak ada perbedaan. Hanya saja dalam<br />
mata pelaran tertentu, memang siswa dikenalkan dengan alat peraga,<br />
misalnya globe timbul, alat peraga kotak, kubus, dan sebagainya. Hal<br />
tersebut dimaksudkan untuk membantu siswa berkebutuhan khusus dalam<br />
menerima pelajaran. “Novi ini termasuk anak cerdas, Ia mengikuti<br />
pelajaran mengandalkan pada pendengarannya. Namun prestasinya mampu<br />
mengguguli teman-teman lainnya” katanya.<br />
Sedangkan dalam hal ujian sekolah, kata Ngaliman, untuk novi<br />
dilaksanakan di tempat khusus. Dimana guru membacakan soalnya dan Novi<br />
menjawab dengan lembar jawaban braile. “Untuk ini, pihak sekolah<br />
bekerja sama dengan SLB yang ada di Banjarnegara untuk mengoreksi<br />
lembar jawabannya” katanya.<br />
Melihat bakat, prestasi, kemauan dan tekad anak ini, kata Ngaliman,<br />
saya berharap untuk kelanjutannya nanti di sekolah lanjutan jenjang<br />
berikutnya, Ia berharap sekolah mau menampung Novi dan mau memahami<br />
kekurangan Novi. Harapan saya ini beralasan, lanjutnya, karena saat<br />
awal Novi mendaftar di sekolah ini juga hampir semua guru menolak. Hal<br />
itu lebih karena semua guru merasa tak ada yang punya kemampuan untuk<br />
mengajar siswa berkebutuhan khusus. Karena dukungan orang-orang di<br />
sekitar Novi, akhirnya sekolah mau menerima. Dan ternyata, Novi memang<br />
istimewa meski dengan kekurangannya itu.<br />
“Sungguh saya berharap Sekolah manapun bersedia memberi kesempatan<br />
yang sama untuk siswa-siswa berbakat seperti halnya Novi ini” katanya.<br />
Musibah yang mengubah<br />
Menurut Suroso, ayahanda Novi, kebutaan mata yang dialami anaknya<br />
berawal dari gangguan penglihatan pada kedua matanya saat duduk di<br />
kelas II SD N Kecepit. Mulanya gadis kecil yang biasa duduk di bangku<br />
sekolah paling belakang ini mengalami kesulitan penglihatan. Karena<br />
masalahnya itu, tempat duduknya pun dipindah oleh guru di bagian<br />
tengah. Setelah dilakukan pengobatan, ternyata tidak sembuh juga,<br />
justru makin kabur pandangan matanya. Sampai akhirnya Novi pindah<br />
duduk di bangku paling depan karena pandangannya sudah benar-benar<br />
kabur.<br />
Berbagai upaya untuk menyembuhkannya telah ditempuh oleh orang tuanya,<br />
namun bukannya sembuh, gangguan penglihatan pada kedua matanya justru<br />
semakin parah. Pada akhirnya Novi betul-betul mengalami kebutaan total<br />
saat duduk di kelas V SD. Sejak saat itu, dunia betul-betul gelap dari<br />
penglihatannya. “Kata dokter, kebutaan Novi ini dikarenakan syarat<br />
mata yang terhubung dengan otaknya terganggu sehingga mengakibatkan<br />
kebutaan” katanya.<br />
Saat hal itu terjadi, Suroso dan Sumarni kedua orang tua Novi pun<br />
betu-betul down melihat anaknya mengalami kebutaan total. “Saya<br />
nelangsa memikirkan masa depan anak saya nantinya” katanya.<br />
Saya tidak tahu betul bagaimana perasaan Novi saat itu, imbuh Sumarni<br />
ibunda Novi, karena seingat saya waktu itu hanya tangisan Novi untuk<br />
tetap sekolah. Ia tidak mau tertinggal dari teman-temannya. Ia tidak<br />
menangisi kebutaannya, tapi menangisi jangan sampai Ia tertinggal<br />
kelas dibanding teman-temannya. “Karena itu kami bertemu dengan pihak<br />
sekolah agar tetap memberi kesempatan kepada Novi untuk sekolah.<br />
Berapapun nanti hasil nilai sekolahnya, kami minta untuk tetap ikut<br />
dinaikan. Saya tahu anak saya, Ia akan sangat terluka bila sampai<br />
tidak naik kelas” katanya.<br />
Peristiwa tersebut memang sempat menguncang keluarga kami. Namun kami<br />
tidak mungkin membiarkan peristiwa itu terus melemahkan kami. Ada<br />
kehidupan yang haru terus kami jalani, yaitu hidup kami sekeluarga.<br />
Dari peristiwa kebutaan Novi tersebut, kami masih melihat yang tersisa<br />
dari anak kami Novi, yaitu semangatnya dalam melawan keterbatasan. Ia<br />
tidak menyerah untuk terus belajar meskipun kini Ia buta. Semangatnya<br />
itu menjadikan kami orang tuanya berubah. Kami orang tuanya memutuskan<br />
dengan segala upaya yang kami punya akan mendukung sekuat tenaga tekad<br />
anak kami. Perhatian kami terhadap anak-anak menjadi lebih besar.<br />
Sejak itu, antara saya dan ayahanda Novi pun berbagai tugas. “Setiap<br />
hari saya membacakan semua materi pelajaran yang diterimanya, dan<br />
setiap hari pula ayahnya mengantar Novi ke sekolah” katanya.<br />
Upaya kami ini pun rupanya gayung berbalas, kata Sumarni, pihak<br />
sekolah mau memahami kekurangan Novi. Tanpa terasa sekian bulan<br />
menjalani hal baru, lanjutnya, kami jadi terbiasa dengan keterbatasan<br />
itu. Namun ada hal yang lebih menggembirakan, ternyata seiring dengan<br />
perkembangan waktu, kami melihat ada yang berkembang luar biasa dari<br />
Novi, yaitu kecerdasan dan bakatnya. “Sejak kelas V SD itulah prestasi<br />
akademik dan nyanyinya muai berkembang dengan cepat” katanya.<br />
(BNC/ebr)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/05/01/novi-indriastuti-bersinar-dalam-kegelapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>30 Pensiunan di Banjarnegara Terima Tali Asih</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/04/30/30-pensiunan-di-banjarnegara-menerima-tali-asih/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/04/30/30-pensiunan-di-banjarnegara-menerima-tali-asih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 12:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=14229</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA (BNC) – Sebanyak 30 PNS dan PTT purna tugas menerima Tali Asih dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Mereka terdiri dari PNS yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) sebanyak 25 orang, Pensiun dipercepat 1 orang, janda duda 3 orang dan Pensiun PTT sebanyak 1 orang. Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pegawai, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (BNC) – Sebanyak 30 PNS dan PTT purna tugas menerima Tali<br />
Asih dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Mereka terdiri dari PNS<br />
yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP) sebanyak 25 orang, Pensiun<br />
dipercepat 1 orang, janda duda 3 orang dan Pensiun PTT sebanyak 1<br />
orang. Penyerahan secara simbolik dilakukan oleh Kepala Bidang<br />
Pembinaan dan Pengawasan Pegawai, Budi Santoso, SH kepada 2 perwakilan<br />
pensiunan di Ruang Aula Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten<br />
Banjarnegara (BKD), Sabtu (28/04).<br />
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Banjarnegara melalui Kepala<br />
Bidang Pembinaan dan Pengawasan Pegawai, Budi Santoso, SH mengucapkan<br />
terima kasih atas partisipasinya selama mengabdi kepada Pemerintah<br />
Kabupaten Banjarnegara tanpa cacat dan memasuki Batas Usia Pensiun<br />
(BUP) dalam keadaan sehat.<br />
“Mohon jangan dilihat berapa besarnya, tapi setidaknya bisa membantu<br />
sekolah anak dan cucu, dan semoga uangnya bisa bermanfaat” kata Budi<br />
Santoso, SH.<br />
Budi Santoso, SH juga mendoakan agar para pensiunan senantiasa sehat<br />
dan tetap mendukung kebijakan pemerintahan. “Kami berharap Selepas<br />
kembali ke masyarakat dapat mendukung pembangunan Banjarnegara” tambah<br />
Budi Santoso, SH  (BNC/din)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/04/30/30-pensiunan-di-banjarnegara-menerima-tali-asih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KORPRI Sebagai Pelayan Masyarakat, Bukan Dilayani Masyarakat</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/03/20/korpri-sebagai-pelayan-masyarakat-bukan-dilayani-masyarakat/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/03/20/korpri-sebagai-pelayan-masyarakat-bukan-dilayani-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 15:43:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=14101</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA (BNC) – Dalam rangka memperkuat organisasi dan tata kerja KORPRI Unit Kecamatan Kalibening, sebanyak 40 anggota KORPRI Unit Kecamatan Kalibening dengan seksama, penuh disiplin dan tanggungjawab mengikuti Musyawarah Konsolidasi dan Pembentukan Pengurus Unit KORPRI Kecamatan di Ruang Aula Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, Selasa (20/03). Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengabdian Masyarakat KORPRI Kabupaten Banjarnegara, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (BNC) – Dalam rangka memperkuat organisasi dan tata kerja<br />
KORPRI Unit Kecamatan Kalibening, sebanyak 40 anggota KORPRI Unit<br />
Kecamatan Kalibening dengan seksama, penuh disiplin dan tanggungjawab<br />
mengikuti Musyawarah Konsolidasi dan Pembentukan Pengurus Unit KORPRI<br />
Kecamatan di Ruang Aula Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara,<br />
Selasa (20/03).<br />
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Pengabdian Masyarakat KORPRI<br />
Kabupaten Banjarnegara, Dra. Widianti Titi Pratiwi, mewakili<br />
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Selaku Ketua Dewan Pengurus<br />
KORPRI Kabupaten Banjarnegara mengatakan Musyawarah Konsolidasi dan<br />
Pembentukan Pengurus ini sangat positif untuk menyampaikan laporan<br />
pertanggungjawaban, evaluasi kinerja dan memilih serta menetapkan<br />
pengurus baru.<br />
Lebih lanjut disampaikan, anggota KORPRI merupakan salah satu pilar<br />
penyelenggara pemerintahan dan pelaksana pembangunan, senantiasa<br />
dituntut agar mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Oleh<br />
karena itu, para pengurus dan anggota KORPRI Kabupaten Banjarnegara<br />
harus dapat berkiprah secara nyata sebagai Pamong Praja, Alat Negara<br />
dan Alat Pemerintah.<br />
“KORPRI sebagai Pamong Praja, harus dapat mengayomi dan melayani<br />
rakyat dengan baik. Saudara sebagai pelayan, bukan dilayani.” Kata<br />
Dra. Widianti Titi Pratiwi.<br />
Adapun KORPRI Sebagai alat negara artinya bahwa PNS, TNI dan POLRI<br />
menjadi pilar penyangga utama keutuhan NKRI, sehingga harus solid,<br />
kompak, sinergis dan saling memperkuat.<br />
KORPRI Sebagai Alat Pemerintah maksudnya KORPRI harus loyal kepada<br />
kebijakan dan keputusan negara.<br />
Dalam Musyawarah Konsolidasi dan Pembentukan Kepengurusan Unit KORPRI<br />
Tingkat Kecamatan tersebut, Drs. Teguh Saptono Sedyadi akhirnya<br />
terpilih sebagai Ketua Unit KORPRI Kecamatan Kalibening Kabupaten<br />
Banjarnegara secara formatur. Adapun untuk Wakil Ketua yakni Nono<br />
Hartono, S.Pd dan Sekretaris Slamet Mardiatmoko.<br />
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten<br />
Banjarnegara, Drs. Wahyono, MM meminta kepada seluruh anggota KORPRI<br />
agar menggiatkan kembali kegiatan Jumat sehat dan kegiatan kerohanian<br />
di tubuh KORPRI Kabupaten Banjarnegara.<br />
Drs. Wahyono, MM menambahkan Selain sudah membentuk Lembaga Konsultasi<br />
dan Bantuan Hukum (LKBH), Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Banjarnegara<br />
juga sudah membentuk Badan Pembina Olah Raga (BAPOR) dan Badan<br />
Pembinaan Mental Spiritual KORPRI. Hal ini bertujuan untuk mewadahi<br />
anggota KORPRI yang mempunyai potensi di bidang olahraga dan sebagai<br />
wadah untuk pembinaan kerohaniaan anggota KORPRI.</p>
<p>“Setidaknya setiap 2 minggu sekali diadakan senam kesehatan jasmani<br />
dan setiap minggunya ada pengajian pagi sebelum melakukan aktifitas<br />
pekerjaan” kata Drs. Wahyono, MM. (BNC//din)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/03/20/korpri-sebagai-pelayan-masyarakat-bukan-dilayani-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wabup Banjarnegara:Sertifikasi ISO Harus Diikuti Peningkatan Kualitas Pendidikan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/02/16/wabup-banjarnegarasertifikasi-iso-harus-diikuti-peningkatan-kualitas-pendidikan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/02/16/wabup-banjarnegarasertifikasi-iso-harus-diikuti-peningkatan-kualitas-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Feb 2012 16:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13983</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA (BNC)– Perolehan Sertitifikat Standar Manajemen Mutu (ISO) harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan secara bekelanjutan. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Banjarnegara, Drs. Hadi Supeno, M. Si saat memberikan sambutan dalam tasyakuran Perolehan ISO 9001 : 2008 oleh SMK Negeri 1 Punggelan dari PT. TUV Jakarta. “Memperoleh itu mudah, yang sulit adalah mempertahankan. Maka jaminan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA (BNC)– Perolehan Sertitifikat Standar Manajemen Mutu (ISO)<br />
harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan secara<br />
bekelanjutan. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Banjarnegara, Drs. Hadi Supeno, M. Si<br />
saat memberikan sambutan dalam tasyakuran Perolehan ISO 9001 : 2008<br />
oleh SMK Negeri 1 Punggelan dari PT. TUV Jakarta. “Memperoleh itu<br />
mudah, yang sulit adalah mempertahankan. Maka jaminan mutu pendidikan<br />
secara kontinyu adalah sebuah keharusan!”<br />
Tasyakuran berlangsung sederhana. Selain dihadiri Wakil Bupati<br />
Banjarnegara, juga disaksikan para kepala SMK se-Kabupaten serta<br />
perwakilan dari PT. TUV. Kepala SMK Punggelan, Drs. Firdaus Ahmad, MM<br />
menyatakan, perolehan ISO 9001 : 2008 ibarat kado ulang tahun yang<br />
keenam untuk sekolah tersebut. “Tidak menyangka, sambutan masyarakat<br />
begitu tinggi akan eksistensi SMK Punggelan, sehingga terus berkembang<br />
dan berhasil memperoleh ISO,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.<br />
SMK Negeri Punggelan yang berdiri tanggal 15 Februari 2006 terus<br />
berkembang seiring dinamika zaman. Dengan membuka tiga jurusan :<br />
Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Bodi Otomotif dan Akuntansi, jumlah<br />
peminat selalu bertambah. Jika di awal pendirian hanya memiliki 56<br />
siswa, tahun 2012 ini, jumlah siswa telah mencapai 681 orang.<br />
Wabup Hadi Supeno yang sejak awal turut merintis berdirinya sekolah<br />
tersebut merasa bangga. “Tidak sia-sia dulu saya menyarankan panitia<br />
pendirian untuk memilih SMK dengan jurusan yang banyak dibutuhkan<br />
lapangan kerja,” kenangnya. Ditambahkan Wabup, dengan bekal<br />
ketrampilan yang diterima saat duduk di bangku sekolah, setelah luus<br />
mereka dapat membuka lapangan kerja sendiri. “Lulusan SMK bisa<br />
diandalkan. Produk hasil karya siswa seperti mobil Kiat Esemka adalah<br />
bukti karya anak negeri layak dibanggakanm,” ucap Wabup member<br />
semangat.<br />
“Penyakit kita adalah rasa percaya diri yang kurang, dan juga aspek<br />
kerja sama,” tandas Wabup, “kita adalah bangsa yang lahir dari kultur<br />
gotong royong. Nah, aspek inilah yang kini perlahan hilang dari jiwa<br />
kita. Meskipun pandai secara individual, kita harus pintar bekerja<br />
dalam tim”. Dalam kesempatan itu Wabup megajak agar prestasi yang<br />
diraih SMK Punggelan dapat menjadi pemicu bagi sekolah lain yang ingin<br />
terus maju dan berkembang. Dirinya akan selalu mendampingi sekolah<br />
manapun yang ingin maju. (BNC/muj).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/02/16/wabup-banjarnegarasertifikasi-iso-harus-diikuti-peningkatan-kualitas-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PNS Mbeling Akan Dikurangi Penghasilannya</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/pns-mbeling-akan-dikurangi-penghasilannya/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/pns-mbeling-akan-dikurangi-penghasilannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 14:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13926</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA  (BNC)- Pemerintah Kabupaten Banjarnegara kini benar-benar sedang menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Hukuman disiplin akan dijatuhkan kepada PNS yang melanggar disiplin. Sekretaris Daerah Kabupaten  Banjarnegara Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM saat memimpin apel pagi di halaman Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, kemarin menegaskan, Pemkab akan menjatuhkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA  (BNC)- Pemerintah Kabupaten Banjarnegara kini benar-benar<br />
sedang menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang<br />
Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Hukuman disiplin akan dijatuhkan kepada<br />
PNS yang melanggar disiplin.<br />
Sekretaris Daerah Kabupaten  Banjarnegara Drs. Fahrudin Slamet<br />
Susiadi, MM saat memimpin apel pagi di halaman Dinas Sosial Tenaga<br />
Kerja dan Transmigrasi, kemarin menegaskan, Pemkab akan<br />
menjatuhkan hukuman disiplin terhadap PNS yang melanggarnya. “PNS yang<br />
mbeling akan terkena sanksi berupa pengurangan hak penghasilannya,”<br />
tegasnya.<br />
Menurut Sekda, PP nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS sudah<br />
sangat jelas dan tegas bahwa pelanggaran disiplin adalah setiap<br />
ucapan, tulisan, atau perbuatan PNS yang tidak mentaati kewajiban atau<br />
melanggar ketentuan disiplin, baik yang dilakukan di dalam maupun di<br />
luar jam kerja.<br />
Kenyataannya, kata dia, sekarang masih banyak PNS yang tidak patuh<br />
terhadap kedisiplinan yang sudah menjadi komitemen bersama. Sebagai<br />
langkah awal, absensi elektronik akan diterapkan di semua SKPD di<br />
tahun ini. Dari hasil evaluasi absensi tersebut akan terlihat tingkat<br />
pelanggaran disiplin PNS.<br />
Seperti diketahui, Bupati dan Wakil Bupati setiap hari Senin dan<br />
Kamis memimpin apel pagi di SKPD secara bergantian. Hal itu pula<br />
merupakan upaya agar masalah disiplin dapat ditaati oleh semua PNS (BNC/nov)</p>
<p><span class="smarterwiki-popup-bubble smarterwiki-popup-bubble-active" style="top: 12px; left: 286px; margin-left: -51px; margin-top: -57px; opacity: 0.25;"><span class="smarterwiki-popup-bubble-body"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-container"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links smarterwiki-clearfix"><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Surf Canyon" href="http://search.surfcanyon.com/search?f=nrl1&amp;q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya&amp;partner=fastestfox" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/vnd.microsoft.icon;base64,AAABAAEAEBAAAAEAIABoBAAAFgAAACgAAAAQAAAAIAAAAAEAIAAAAAAAAAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8AycnKOmdmaastLTDuIB8j/yAfI/87Oz7eg4OFi+no6Rj///8A////AP///wD///8A////AP///wD6+voDfHx+kyAfI/8gHyP/LCsv+FJRVPhHRkr6IiEl/SAfI/8tLTDuuLe5T////wD///8A////AP///wD///8AfHx+kyAfI/8wLzP4qqqr+Pv7+////////////+3t7f+Dg4X9IB8j/yMiJvq/vr9H////AP///wD///8AyMfIPyIhJf8wLzP429vb+P///////////////////////////////66ur/0gHyP/ODc74////wD///8A////AHRzda4wLjH/rKyt+P/////8/Pz/h4eJ/z8+Qv9GRUn/rq6v////////////iIiK/6ijnP/269Y/////AP///wBQTlDzR0VI+vv7+///////oqGh/zg2Of8hICT/IB8j/yAfI//c3Nz/7de7/9alX//GfhL/48KOfv///wD///8AWFZX/3Vzdfr//////////4iGhv9SUFL/MC8z/2ZlaP+1jmz/unMv/7NjFf+zYxX/s2MV/9atin7WrYp+1q2KfmdlZf91c3T8//////////+npaT/bWtr/0tJS/81Mzf/jIB5/9Gidv+/eDD/v3gw/8B6M//NlWD/x4pO/8WFRvqLiIjXbmxs/+rq6v//////6Ofn/4yJiP9lY2T/Q0JE/0tKTf/09PT/9uvc/+K5gP/apFL/9+zaP////wD///8AwcDAe357e/+koqL9///////////09PT/zs3N/8jHx//5+fn//////+7u7/9/f4H/4tfC//rv2T////8A////APb29g+YlZXjhYKB/7W0s//9/f3//////////////////////+vr6/9paGn/NTQ3/319f6f///8A////AP///wD///8A6OjnMpmWle6MiYf/lZOS/8XEw//b2tr/0dHR/6elpv9hYGH/TkxO/25sb8L09PQM////AP///wD///8A////AP///wDv7+4jsa6tu5KPjf+Kh4b/gX59/3h2df9vbW3/amho96alpof4+PgH////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wDs6+srz87Nb8XDw37Av75+zMvKXvLy8hT///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A////AP///wD///8A//8AAPA/AADAHwAAgA8AAIAHAAAABwAAAAcAAAAHAAAAAAAAAAcAAIAHAACABwAAwA8AAOAfAAD//wAA//8AAA%3D%3D" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Google" href="http://www.google.com/search?q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://www.google.com/favicon.ico" alt="" /></a></span><span class="smarterwiki-popup-bubble-links-row smarterwiki-clearfix"><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search Wikipedia" href="http://api3.smarterfox.com/wikisearch/search?q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya&amp;locale=en-US" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAABQAAAATCAYAAACQjC21AAAAAXNSR0IArs4c6QAAAAZiS0dEAP8A/wD/oL2nkwAAAAlwSFlzAAAIpwAACKcBMsYCAwAAAAd0SU1FB9kFEwgQLXKnj9oAAAPsSURBVDiNdVRZSGRXEH1Joz8icSIMJsEQEvKvov4ICoOYIAp+KKISkLiAgij5UGOMjgoug6CiKC64i/sSpVHcl7jv7W6722pcWmyNoqBW6hRpyYSZC8W7975bdU+dOrcUIlL+axYWFq+SkpLybWxsYo17VlZWX/H6DebOzs4/ent7/+Lu7v7z/31h7y8U5fvV1VWNra3tIObGvZqamtaHh4fHxMTExb29vcejoyMKCwt7jIqKWuD/bz4Y0MXF5e319bU2JyfngA99x/YJ22empqZuERERKwcHB9Td3U37+/u0srJCc3NzNDIyQk1NTVcqleonPvv6JSCPL87OznQ8p+TkZC2vv2GzcnNz+83a2joqLy9vCQFnZ2dpfX2dlpaWqLe3lzo7O+WStLS0ORMTE7+XgCkpKTX07/Dz86PIyEhDVlaWISMjgxISEmRfp9PRzs4O7e7uEtMi6EZHRyVweHg4gp6bm5tbKK958PlbODES+ZmZmQmkxjsE2d3dHWm1WsrOzqa6ujoaGhqigYEBGh4epvT0dCovLyd7e3sfhR3fGR0vLy9fULa0tMj8/PycNBoNcVGIi0NxcXHU09NDY2Nj1N/fL2mXlZXJJV5eXkXK9va2DojggIDPz8/iuLGxQcvLy8IXEN7c3JBer5f14uKiIOzr66P29naqqqqiiooK8vf3n1aYbP3ExIQcZkkIKgcHBwJ/BoNB1ltbW8IbF466urrk3OTkpFhDQ4MEZA7Jx8fnSGEJ6I2pHh4eyvf2ViglVBbBwBMQb25u0sLCgnAXExMjVLS1tVFJSYmkHRoa+pfCmydwPjk5EYf7+3txwBoVRTFmZmZetFdcXEyBgYGUm5srVa6traWioiIqKCig4ODgVYVJnUE6LGpBhLQQDMjAHeaQzPT0tASG7iorK0U2kAwC4hIE9PT0HFZYvB7j4+NPQHlxcSGFOD4+Fvnw8xKOUGnwxAWkqakpqSz7CJ/V1dXEmiV+/+To6Pi7CJvFq356ehIHaA2ogPjq6krSRlVbW1ulqoODgyIbyMfX15dKS0spNjYWAf+2tLT8UgLyJAIPHinPz89LFcEXJIJUcdHa2ppIBAjVajWlpqYSNwcqLCwUdEFBQX9+ysP4llXcSf7gFO6A8PT0lJqbm4UXvB6kBc6QKgz/sAfu8Ers7OzecYxv3+s2PD53dXX9FVUFCiCqr6+njo4OSRMBwSN3FylKfn4+MQgKCAhAC1N9rB+aODk5vWUU5+ARUoHu8CpQ0cbGRjFcxA3kkjtRAft8/dEGazRuRabcZH8ICQkpjo6OVjNHmvj4+GXuiyMeHh453ATCzMzMXn3I9x8oCiuuorpqawAAAABJRU5ErkJggg==" alt="" /></a><a class="smarterwiki-popup-bubble-link" title="Search DuckDuckGo" href="http://duckduckgo.com/?q=PNS%20Mbeling%20Akan%20Dikurangi%20Penghasilannya" target="_blank"><img class="smarterwiki-popup-bubble-link-favicon" src="https://ff.duckduckgo.com/favicon.ico" alt="" /></a></span></span></span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/pns-mbeling-akan-dikurangi-penghasilannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Batik Banjarnegara harus memiliki keunggulan</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2012/01/08/batik-banjarnegara-harus-memiliki-keunggulan/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2012/01/08/batik-banjarnegara-harus-memiliki-keunggulan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 03:56:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[FEATURES]]></category>
		<category><![CDATA[batik banjarnegara; gumelem]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13910</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA &#8211; Untuk bisa bersaing dengan produk batik dari daerah lain yang sudah lebih dulu terkenal, seperti dari Solo, Jogja dan Pekalongan,  batik Banjarnegara  harus memiliki kekhasan dan keunggulan agar  diterima pasar. Demikian kata Joko Sasongko, Ketua Kadin Banjarnegara, mengomentari gealaran &#8220;Batik Great  Sale&#8221; yang diadakan di Banjarnegara,  5-8 Januari 2012, yang diikuti oleh 12 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13911" class="wp-caption alignleft" style="width: 409px"><img class="size-medium wp-image-13911" title="batik banjarnegara_rengganis butik" src="http://banyumasnews.com/wp-content/uploads/2012/01/batik-banjarnegara_rengganis-butik-399x270.jpg" alt="" width="399" height="270" /><p class="wp-caption-text">motif nggaranggati</p></div>
<p>BANJARNEGARA &#8211; Untuk bisa bersaing dengan produk batik dari daerah lain yang sudah lebih dulu terkenal, seperti dari Solo, Jogja dan Pekalongan,  batik Banjarnegara  harus memiliki kekhasan dan keunggulan agar  diterima pasar. Demikian kata Joko Sasongko, Ketua Kadin Banjarnegara, mengomentari gealaran &#8220;Batik Great  Sale&#8221; yang diadakan di Banjarnegara,  5-8 Januari 2012, yang diikuti oleh 12 kelompok UMKM yang bergerak dalam kerajinan batik yang ada di Banjarnegara, yaitu 9 UMKM dari Gumelem, 2 dari Kutabanjernegara, dan 1 dari Mandiraja.</p>
<p>Kekhasan batik dicerminkan dari motif sedangkan keunggulan kualitas dari bahan dan pewarnaan. Karenanya Joko Sasongko berinisiatif mengirimkan batik Banjarnegara ke ITB Bandung untuk diteliti apakah batik Banjarnegara mudah luntur atau tidak. Dikatakannya, Rektor ITB yang asli putra Banjarnegara  sangat  mendukung produk lokal yang bisa membawa nama harum Banjarnegara  ini.</p>
<p>Pemerintah daerah melalui Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, mengapresiasi kegairahan masyarakat untuk memakai batik khas Banjarnegara. Seperti ditunjukkan dari pameran kali ini, beberapa organisasi profesi dan kalangan usaha memesan batik Banjarnegara  untuk seragam, seperti pesanan Ikatan Dokter  Indonesia (IDI) sejumlah 400 potong  kain. &#8220;Kami juga merencanakan pameran batik Banjarnegara  ini di Jakarta&#8221;, kata Hadi Supeno.</p>
<p>Dalam event Batik Great Sale dipamerkan juga batik dari daerah lain sebagai pembanding. (BNC/ist)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2012/01/08/batik-banjarnegara-harus-memiliki-keunggulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pawang harimau tewas diterkam peliharaannya</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/12/14/pawang-harimau-tewas-diterkam-peliharaannya/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/12/14/pawang-harimau-tewas-diterkam-peliharaannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 17:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13859</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA &#8211; Setiap pekerjaan memiliki resiko sendiri, terlebih resiko pekerjaan sebagai pawang binatang buas. Nasib tragis menimpa Mahmud, seorang pawang harimau di Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas (TRMS) Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia tewas diterkam harimau peliharaannya, Senin siang (12/12), sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu Mahmud hendak memberi makan seekor harimau Sumatera yang dipelihara TRMS. Harimau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA &#8211; Setiap pekerjaan memiliki resiko sendiri, terlebih resiko pekerjaan sebagai pawang binatang buas. Nasib tragis menimpa Mahmud, seorang pawang harimau di Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas (TRMS) Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia tewas diterkam harimau peliharaannya, Senin siang (12/12), sekitar pukul 14.00 WIB. </p>
<p>Saat itu Mahmud hendak memberi makan seekor harimau Sumatera yang dipelihara TRMS. Harimau yang telah lapar tersebut diduga langsung menyerang Mahmud yang biasa memberinya makan, hingga akhirnya dia meninggal di lokasi kejadian.</p>
<p>Jenazah Mahmud segera dilarikan ke Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarnegara untuk menjalani pemeriksaan. Setelah menjalani autopsi, jenazah Mahmud dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Kutabanjar, Kecamatan Banjarnegara. Almarhum Mahmud meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Hari itu juga sekitar pukul 18.00 wib jenazah dimakamkan di Pemakaman Umum Gotong Royong, Kelurahan Kutabanjar, Banjarnegara.</p>
<p>Kronologi pasti kejadian tersebut belum diketahui, namun seorang pegawai Pemkab Banjarnegara menduga kemungkinan pintu kandang terbuka dan harimau yang sedang lapar tersebut langsung menyerang korban. Selamat jalan sang pawang Mahmud&#8230;. (BNC/ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/12/14/pawang-harimau-tewas-diterkam-peliharaannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petani kentang tak berdaya hadapi kentang impor asal China</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/09/28/petani-kentang-tak-berdaya-hadapi-kentang-impor-asal-china/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/09/28/petani-kentang-tak-berdaya-hadapi-kentang-impor-asal-china/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 13:15:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[EKONOMI BISNIS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13732</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA – Harga kentang terus merosot hingga kisaran Rp. 4.000 hingga Rp. 4.500,- menyusul maraknya kentang impor asal China yang beredar di pasaran. Harga sebesar itu jelas merugikan petani kentang, apalagi biaya produksi di musim kemarau ini meningkat karena ada biaya tambahan untuk mengairi areal pertanian kentang. Menghadapi serbuan kentang impor tersebut petani kentang di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA – Harga kentang terus merosot hingga kisaran Rp. 4.000 hingga Rp. 4.500,- menyusul maraknya kentang impor asal  China yang beredar di pasaran. Harga sebesar itu jelas merugikan petani kentang, apalagi biaya produksi di musim kemarau ini meningkat karena ada biaya tambahan untuk mengairi areal pertanian kentang. </p>
<p>Menghadapi serbuan kentang impor tersebut petani kentang di Dataran Tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah – juga di kabupaten lain seperti di Kabupaten Brebes di Kecamatan Sirampog dan Paguyangan – jelas tidak berdaya. Karena itu, petani kentang dari Dieng berniat menggelar aksi demonstrasi di Jakarta nenuntut pemerintah menyetop impor kentang asal China. Mereka sudah menyiapkan 17 bus untuk membawa rombongan ke Jakarta.</p>
<p>“Kalau pemerintah tetap membolehkan impor kentang, harga kentang local akan terus mrosot, dan petani akan mengalami kerugian yang amat besar”,kata Sukamto (40) seorang petani kentang (28/09).</p>
<p>Saat ini banyak petani menunda panen menunggu harga membaik, namun hal ini beresiko serangan hama sehingga kualitas kentang memburuk. Bagi yang terdesak kebutuhan, terpaksa tetap memanen kentangnya. “Bagaimana lagi mas, lha kita harus membiayai hidup sehari-hari, belum harus membayar hutang bibit dan obat-obatan”, kata Sukamto lagi.</p>
<p>Menurut Kepala Dinas Pertanian Banjarnegara, Dwi Atmaji harga kentang lokal kalah bersaing dengan kentang impor asal China. Hal ini disebabkan karena produktifitas petani kentang di Dieng masih sangat rendah. Sebagai solusinya Pemkab sedang melakukan penangkaran bibit unggul kentang. Selain akan meningkatkan produktifitas, juga akan menekan biaya pembelian bibit yang selama ini didatangkan dari luar kota. Namun saat ini bibit unggul hasil penangkaran tersebut baru disitribusikan dan hanya mencangkau 15 persen kebutuhan. Luas areal pertanian kentang di wilayah dataran tinggi Dieng saat ini sekitar 2.500 hektare yang dapat menghasilkan sebanyak 10.000 ton kentang sekali panen. (BNC/ist)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/09/28/petani-kentang-tak-berdaya-hadapi-kentang-impor-asal-china/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Banjarnegara Bagi-bagi &#8216;Angpo&#8217; Untuk Warga Miskin</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/24/polisi-banjarnegara-bagi-bagi-angpo-untuk-warga-miskin/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/24/polisi-banjarnegara-bagi-bagi-angpo-untuk-warga-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 13:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13673</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA- Mapolres Banjarnegara Rabu (24/08) mendatangkan sekitar 200 lebih warga miskin untuk menerima zakat. Mereka terdiri dari tukang becak,tukang parkir dan anak yatim piatu. Para kaum dhuafa ini berkumpul di halaman Mapolres Banjarnegara sejak pagi. Mereka menunggu pembagian &#8216;angpo&#8217; yang sudah disiapkan oleh pak polisi. Pembagian zakat itu dipimpin langsung Kapolres Banjarnegara AKBP Susetyo Cahyadi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA- Mapolres Banjarnegara Rabu (24/08) mendatangkan sekitar 200 lebih warga miskin untuk menerima zakat. Mereka terdiri dari tukang becak,tukang parkir dan anak yatim piatu.</p>
<p>Para kaum dhuafa ini berkumpul di halaman Mapolres Banjarnegara sejak pagi. Mereka menunggu pembagian &#8216;angpo&#8217; yang sudah disiapkan oleh pak polisi. Pembagian zakat itu dipimpin langsung Kapolres Banjarnegara AKBP Susetyo Cahyadi.</p>
<p>Menurut Kabaghumas Polres Banjarnegara AKP Samsuri, kegiatan ini merupakan bentuk kemitraan antara polisi dan masyarakat. Mereka yang mendapatkan rejeki merupakan warga yang tinggal disekitar komplek Mapolres dan wilayah kota Banjarnegara.</p>
<p>&#8221; Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Kita sangat peduli dengan mereka yang kurang mampu, sehingga jika ada sedikit rejeki, kita sama sama bagi dengan mereka,&#8221; ujar AKP Samsuri (BNC/nit)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/24/polisi-banjarnegara-bagi-bagi-angpo-untuk-warga-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Medali Perak UMKM untuk Bupati Djasri</title>
		<link>http://banyumasnews.com/2011/08/19/medali-perak-umkm-untuk-bupati-djasri/</link>
		<comments>http://banyumasnews.com/2011/08/19/medali-perak-umkm-untuk-bupati-djasri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 12:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Banyumas1</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANJARNEGARA]]></category>
		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://banyumasnews.com/?p=13645</guid>
		<description><![CDATA[BANJARNEGARA – Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT meraih penghargaan medali perak dari Gubernur Jateng berkait dengan keikutsertaannya dalam lomba Keberpihakan Bupati terhadap Pemberdayaan UMKM. Penghargaan tersebut diterima Bupati saat upacara peringatan HUT Jateng dan pencanangan Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila dan Basis Pembangunan, bertempat di halaman Kantor Gubernur, beberapa waktu lalu. Demikian penjelasan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANJARNEGARA – Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT meraih penghargaan medali perak dari Gubernur Jateng berkait dengan keikutsertaannya dalam lomba Keberpihakan Bupati terhadap Pemberdayaan UMKM. Penghargaan tersebut diterima Bupati saat upacara peringatan HUT Jateng dan pencanangan Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila dan Basis Pembangunan, bertempat di halaman Kantor Gubernur, beberapa waktu lalu. Demikian penjelasan dari Kepala Dinas Indagkop dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Drs. Susetyono, MM, Jumat (19/08) di kantornya.<br />
Lomba ini, lanjutnya, diikuti oleh 35 Bupati dari seluruh Kabupaten di Jawa Tengah. Evaluasi pertama menghasilkan 10 Kabupaten. Dan pada evaluasi kedua tinggal 5 Bupati dari kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Jepara, Kabupaten Semarang dan Demak. Di dalam evaluasi terakhir ini, lanjutnya, upaya pembinaan UMKM oleh Bupati dikategorikan dalam kelompok madya sehingga memperoleh perak. “Dari kelima Bupati secara simbolis penyerahan penghargaan diterimakan kepada Bupati Demak yang menduduki peringkat tertinggi” katanya.<br />
Secara definisi, kata Susetiono, criteria UMKM sebenarnya sangat luas karena menyangkut banyak aspek dari mikro sampai menengah. Batasan mudahnya, lanjutnya, adalah semua skala usaha yang kekayaan bersihnya paling banyak Rp 50 juta sampai dengan usaha menengah dengan skala tertinggi Rp 10 Milyar.<br />
“Di dalam hal pembinaan UMKM, Banjarnegara mengutamakan pembinaan pada Usaha Kecil dengan asumsi diantaranya adalah jumlah kegiatan dan usahanya banyak dan tersebar, banyak menyerap tenaga sekitar, menggunakan sumber daya local dan hasilnya langsung dirasakan masyarakat” katanya<br />
Pada umumnya, lanjutnya, permasalahan yang berkaitan dengan UMKM binaan adalah permodalan, Sumber Daya Manusia dimana penguasaan pengetahuan dan keterampilanya rendah, minimnya penguasaan teknologi atau peralatan, dan lemahnya akses pemasaran. Untuk membantu permasalahan Disindagkop UMKM sering mengadakan bantuan modal, kursus-kursus keterampilan dan bantuan peralatan. “Total rata-rata bantuan pemerintah bagi pemberdayaan UMKM tiap tahunnya berkisar pada anggaran Rp 500 juta” katanya.<br />
Terpisah, Bupati Drs. Ir. Djasri, MM, MT, mengaku gembira dengan predikat yang diraihnya. Menurutnya, itu sudah upaya maksimal dalam tiga tahun penyelenggaraan lomba ini. “Capaian tahun ini terhitung lebih baik dari tahun kemarin yang meraih juara III” katanya.<br />
Berkait dengan promosi kegiatan pemberdayaan UMKM  yang ditempuh oleh Gubernur Bibit ini, kabupaten Banjarnegara sangat mendukung dan sudah lama menempuhnya. Sudah sejak lama sebelum Propinsi menetapkan, Pemkab sudah memulainya dengan mewajibkan penggunaan Batik Gumelem bagi karyawannya sebagai pakaian dinas dari hari Rabu sampai dengan Sabtu.<br />
Upaya lain yaitu promosi produk UMKM di berbagai event, baik dari event local, regional maupun nasional. Selain itu, lanjutnya, upaya kecil lain yaitu snack rapat menggunakan produk UMKM. Sedangkan dalam skala lebih besar, penyediaan ruang dan kompetisi yang lebih sehat juga kita perhatikan. “Pembatasan jumlah Mall di Banjarnegara juga merupakan salah satu upaya untuk mendukung program pemberdayaan UMKM” pungkasnya. (BNC/ebr). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://banyumasnews.com/2011/08/19/medali-perak-umkm-untuk-bupati-djasri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
